cover
Contact Name
-
Contact Email
staiddimakassar@gmail.com
Phone
+6285299775325
Journal Mail Official
staiddimakassar@gmail.com
Editorial Address
Sultan Alauddin
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 27457796     EISSN : 28097459     DOI : 10.55623
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam , 2809-7459 (ONLINE) dan 2745-7796 (PRINT) , merupakan jurnal OPEN ACCESS dan Peer-reviewed. Jurnal ini memiliki Focus and Scope dalam kaitannya dengan wacana-wacana keislaman dewasa ini serta menitikberatkan pada pembahasan Dinamika & Pergolakan Keislaman-Keindonesiaan yang membawa pengaruh terhadap kondisi kehidupan umat manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
Prosedur Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Model ADDIE Supini; Hairo Mubarak; Salsabila Syifa
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berkualitas dan relevan berdasarkan model ADDIE. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka untuk membangun dasar teoretis yang kuat, dengan fokus pada karakteristik peserta didik dan kebutuhan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berkualitas berbasis model ADDIE, yang mencakup analisis kebutuhan peserta didik dan relevansi dengan kurikulum yang berlaku. Dalam konteks pendidikan yang semakin kompleks, pengembangan bahan ajar yang efektif tidak hanya harus menyediakan informasi, namun juga berfungsi untuk mengembangkan nilai-nilai spiritual, etika, dan sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Proses pengembangan mengikuti langkah-langkah sistematis ADDIE, termasuk analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi bahan ajar. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan guru dalam proses pengembangan, sehingga bahan ajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, diharapkan pengembangan bahan ajar PAI yang dilakukan dapat mendukung pembentukan karakter dan moralitas peserta didik serta meningkatkan kualitas pengajaran di dalam kelas.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Dakwah Digital bagi Generasi Z di Kota Makassar Herman Jamaluddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan dakwah digital bagi Generasi Z di Kota Makassar, serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi para pelaku dakwah dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aktivitas dakwah mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan dakwah digital dan komunikasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan dokumentasi terhadap narasumber yang terdiri dari dai, pengelola lembaga dakwah, dan konten kreator dakwah di Kota Makassar. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan tiga bentuk utama pemanfaatan AI dalam dakwah digital, yaitu: AI sebagai media produksi konten dakwah, AI dalam pengembangan dan distribusi pesan dakwah, serta AI dalam peningkatan interaktivitas dakwah digital. Di antara ketiganya, produksi konten menjadi pemanfaatan yang paling dominan. Penggunaan aplikasi berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Canva AI terbukti meningkatkan efektivitas dan kreativitas penyampaian pesan Islam kepada Generasi Z. Disimpulkan bahwa AI berperan sebagai instrumen pendukung dakwah yang strategis di era digital, namun pemanfaatannya tetap harus dibarengi dengan verifikasi berbasis sumber keislaman yang kredibel dan tanggung jawab etis dari para pelaku dakwah.
Fenomena Alih Kode dalam Komunikasi Mahasiswa Perantau di Lingkungan Kampus: Kajian Sosiolinguistik Mutia Oktaviyani; Gita Indiani; Sri Devi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan faktor penyebab terjadinya alih kode dalam interaksi sosial mahasiswa perantau di lingkungan kampus Kota Pekanbaru. Sebagai ibu kota Provinsi Riau yang didominasi oleh kebudayaan Melayu, Pekanbaru menjadi magnet pendidikan bagi mahasiswa imigran, khususnya dari etnis Minangkabau. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis sosiolinguistik. Data dikumpulkan melalui metode simak libat cakap, teknik rekam secara tersamar, dan teknik catat terhadap tuturan spontan mahasiswa perantau etnis Minangkabau di lingkungan Universitas Islam Riau. Hasil penelitian menunjukkan wujud alih kode dominan berupa alih kode eksternal, yaitu peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Minangkabau atau ke dalam bahasa Melayu Pekanbaru, serta sebaliknya. Faktor penentu aktivitas alih kode ini meliputi pengkondisian lawan bicara untuk membangun solidaritas sesama daerah asal (in-group solidarity), kehadiran pihak ketiga sebagai bentuk akomodasi kesantunan sosial, serta pergeseran topik pembicaraan dari urusan akademis formal ke urusan personal. Keberadaan fenomena ini menegaskan bahwa alih kode merupakan strategi elastis adaptasi linguistik lintas budaya di tengah masyarakat akademik Pekanbaru yang plural.
Harmonisasi Hukum Perdata dan Hukum Islam dalam Menyelesaikan Sengketa Keperdataan pada Era Masyarakat Digital Nursalam
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi Hukum Perdata dan Hukum Islam dalam menyelesaikan sengketa keperdataan pada era masyarakat digital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan berbagai bentuk hubungan hukum baru, seperti transaksi elektronik, kontrak digital, dan aktivitas perdagangan berbasis platform daring yang berpotensi menimbulkan sengketa keperdataan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap berbagai sumber hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hukum Perdata dan Hukum Islam memiliki titik temu yang kuat dalam penyelesaian sengketa keperdataan, terutama pada prinsip perlindungan hak, pemenuhan kewajiban, keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan. Harmonisasi kedua sistem hukum tersebut dapat memperkuat penyelesaian sengketa yang muncul akibat perkembangan teknologi digital, termasuk sengketa kontrak elektronik, perlindungan data pribadi, dan transaksi perdagangan elektronik. Penelitian ini juga menemukan bahwa integrasi prinsip-prinsip Hukum Islam, seperti maslahah, amanah, dan tarāḍin, dengan prinsip-prinsip Hukum Perdata dapat menghasilkan model penyelesaian sengketa yang lebih adaptif, berkeadilan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat digital. Oleh karena itu, harmonisasi Hukum Perdata dan Hukum Islam memiliki kontribusi penting dalam pengembangan sistem hukum yang responsif terhadap dinamika transformasi digital di Indonesia.
Analisis Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menghadapi Tantangan Degradasi Moral Peserta Didik pada Era Society 5.0 Agus Basri; Syamsul
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 1 (2024): Education and Islamic Studies (Januari-Juni)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i1.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi tantangan degradasi moral peserta didik pada era Society 5.0. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya berbagai fenomena degradasi moral di kalangan peserta didik yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, seperti menurunnya etika berkomunikasi, rendahnya kedisiplinan, penyalahgunaan media sosial, dan berkurangnya kepedulian sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMA Negeri 1 Jeneponto dengan subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menghadapi degradasi moral peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai keislaman, pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, penguatan budaya religius sekolah, serta pengembangan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Keberhasilan pembentukan moral peserta didik juga didukung oleh kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter yang mampu memperkuat ketahanan moral peserta didik dalam menghadapi tantangan era Society 5.0.
Pencegahan Perceraian melalui Pendekatan Maqāṣid Al-Syarī‘Ah dalam Hukum Keluarga Islam Andi Alamsyah Perdana Putera
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam upaya pencegahan perceraian dalam hukum keluarga Islam serta mengidentifikasi relevansinya terhadap penguatan ketahanan keluarga Muslim di tengah berbagai tantangan sosial kontemporer. Penelitian ini penting dilakukan mengingat meningkatnya angka perceraian yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti persoalan ekonomi, rendahnya kualitas komunikasi, kurangnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban pasangan, serta perubahan sosial yang berkembang dalam masyarakat modern. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam, perceraian, dan teori maqāṣid al-syarī‘ah, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah memiliki peran strategis dalam pencegahan perceraian melalui perlindungan terhadap agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui penguatan pendidikan keluarga, peningkatan kualitas komunikasi pasangan, optimalisasi mediasi keluarga, serta penguatan ketahanan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah tidak hanya berfungsi sebagai landasan normatif hukum keluarga Islam, tetapi juga sebagai instrumen preventif yang mampu mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta mengurangi potensi terjadinya perceraian dalam masyarakat Muslim.
Analisis Strategi Manajemen Dakwah berbasis Media Sosial dalam Penyebaran Nilai-Nilai Islam di Kalangan Generasi Muda Syamsul Bahri; Herman Jamaluddin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dakwah berbasis media sosial dalam penyebaran nilai-nilai Islam di kalangan generasi muda. Penelitian ini penting dilakukan mengingat media sosial telah menjadi ruang komunikasi utama bagi generasi muda sekaligus menjadi sarana yang potensial dalam penyampaian pesan-pesan keislaman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola akun dakwah, dai, serta generasi muda sebagai pengguna media sosial. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen dakwah berbasis media sosial dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis. Perencanaan dakwah dilakukan dengan menyusun konten yang sesuai dengan karakteristik generasi muda, sedangkan pelaksanaan dakwah memanfaatkan berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook. Penggunaan konten visual dan audiovisual terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian audiens. Selain itu, interaksi yang terbangun melalui fitur komentar, siaran langsung, dan diskusi digital mampu meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam memahami nilai-nilai Islam. Meskipun demikian, dakwah digital masih menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan dengan konten hiburan dan penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh strategi manajemen dakwah yang terencana, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda pada era digital.
Internalisasi Nilai Sipakatau, Sipakainga’, dan Sipakalabbi’ Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa pada Pemilihan Umum 2024 Nursalam Samad
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.623

Abstract

Artikel ini mengkaji pengalaman teknis dan manajerial Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa dalam pelaksanaan tahapan pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pada Pemilihan Umum 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan reflektif-autoetnografis untuk merekam dinamika lapangan, menafsirkan respons kelembagaan, serta mengevaluasi implikasinya terhadap kualitas penyelenggaraan Pemilu. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana KPU Kabupaten Gowa mengelola kompleksitas teknis, regulatif, sosial, dan kultural dalam situasi kepemiluan yang ditandai oleh tingginya beban kerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), kendala geografis, keterbatasan infrastruktur teknologi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP), serta meningkatnya kerawanan dan polarisasi politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan KPU Kabupaten Gowa tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan prosedural terhadap regulasi, tetapi juga oleh kemampuan menerapkan manajemen adaptif dan komunikasi autentik berbasis kearifan lokal. Nilai Sipakatau, Sipakainga’, dan Sipakalabbi’ menjadi modal sosial penting dalam membangun koordinasi, meredam eskalasi konflik, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggara Pemilu. Melalui strategi tersebut, KPU Kabupaten Gowa mampu menjaga tata kelola, akuntabilitas, dan integritas tahapan pemungutan hingga rekapitulasi suara. Selain itu, pendekatan kultural dan adat kedaerahan berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi pemilih, sebagaimana tercermin dalam skor 83,28% pada kategori Participatory Level Kabupaten/Kota dalam Laporan Indeks Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 Komisi Pemilihan Umum. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kapasitas teknis, sensitivitas sosial, dan legitimasi budaya dapat menjadi model penguatan penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan di daerah.
Perkembangan Budaya Nahdlatul Ulama dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Masyarakat di Kabupaten Sarolangun Jambi Muhammad Yunus
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.625

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan budaya Nahdlatul Ulama (NU) serta pengaruhnya terhadap karakter masyarakat di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, artikel ilmiah, penelitian sebelumnya, dan dokumen resmi yang relevan. Data kemudian dianalisis secara interpretatif untuk melihat bagaimana budaya NU berkembang serta dampaknya dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya NU mulai berkembang di Sarolangun sejak akhir 1990-an, dipengaruhi oleh peran pesantren, transmigrasi masyarakat Jawa, serta penguatan organisasi dan lembaga keagamaan NU. Berbagai tradisi seperti tahlilan, yasinan, ziarah kubur, shalawatan, istighasah, pengajian rutin, dan peringatan Maulid Nabi telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat, bahkan sebagian juga diterapkan dalam kegiatan institusi formal. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan hubungan sosial. Selain itu, budaya NU juga memberi pengaruh terhadap karakter masyarakat Sarolangun, terutama dalam hal religiusitas, solidaritas sosial, toleransi, dan pelestarian budaya lokal. Religiusitas terlihat dari kuatnya praktik ibadah bersama, solidaritas tercermin dari tingginya partisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan, toleransi tampak dalam hubungan antarumat beragama yang harmonis melalui berbagai forum, sedangkan pelestarian budaya lokal terlihat dari kemampuan masyarakat memadukan tradisi lama dengan nilai-nilai Islam. Secara keseluruhan, budaya NU berperan penting dalam membentuk masyarakat Sarolangun yang religius, rukun, dan tetap menjaga tradisi di tengah perubahan sosial.
Mengakselerasi Kemandirian Εkonomi Gen Z melalui Kreativitas Konten Digital dan Social Commerce Sekar Triantis Banowattie; Aan Hariyanto; Thierno Abdoulaye Balde; Jarieu Bah; Novita Ratna Satiti
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.626

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi digital dan media sosial membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Meski dikenal adaptif terhadap internet, kelompok ini sering kali terkendala keterbatasan teknis dalam mengelola konten digital bernilai ekonomi, seperti fotografi produk, branding, dan optimalisasi social commerce. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan, implementasi, dan capaian Program Gen Z UMKM Accelerator (G-ZUA) bertema “Dari Ide ke Pasar Digital”, sebuah inisiatif untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda melalui konten kreatif. Program ini menerapkan metode partisipatif berbasis praktik (learning by doing) yang menyasar pelajar, mahasiswa, dan wirausahawan pemula dari kalangan Generasi Z. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman entrepreneurial mindset, pembentukan keterampilan digital (fotografi smartphone, videografi dasar, copywriting, branding), hingga simulasi penjualan digital. Evaluasi program dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara kendala usaha, serta dokumentasi karya konten peserta. Hasil program menunjukkan bahwa pendekatan praktis dan kolaboratif efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi pemasaran dan visualisasi produk. Peserta berhasil memproduksi konten promosi yang menarik, memahami algoritma media sosial, serta mengoptimalkan social commerce. Selain aspek teknis, program ini memperkuat semangat kolaborasi melalui pendampingan berbasis komunitas (cross-promotion dan networking). Disimpulkan bahwa model pemberdayaan berbasis komunitas dan berorientasi visual ini sangat relevan dengan karakteristik Generasi Z, serta potensial diadopsi sebagai model berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem UMKM digital muda.