cover
Contact Name
-
Contact Email
staiddimakassar@gmail.com
Phone
+6285299775325
Journal Mail Official
staiddimakassar@gmail.com
Editorial Address
Sultan Alauddin
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 27457796     EISSN : 28097459     DOI : 10.55623
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam , 2809-7459 (ONLINE) dan 2745-7796 (PRINT) , merupakan jurnal OPEN ACCESS dan Peer-reviewed. Jurnal ini memiliki Focus and Scope dalam kaitannya dengan wacana-wacana keislaman dewasa ini serta menitikberatkan pada pembahasan Dinamika & Pergolakan Keislaman-Keindonesiaan yang membawa pengaruh terhadap kondisi kehidupan umat manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
Analisis Kekerasan Berbasis Gender Daring (KBGO) di Indonesia: Bentuk, Dampak, dan Perlindungan Hukum Kiljamilawati Akbar; Zaenal Abidin; Dzulkifli Al'Amin; Muh Miftahul Khaer
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.627

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan sosial. Salah satu dampaknya adalah munculnya fenomena baru yang disebut Kekerasan Berbasis Gender Daring (KBGO). KBGO merupakan bentuk kekerasan digital yang melibatkan penggunaan media digital untuk melecehkan, mengancam, atau membagikan konten pribadi tanpa persetujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk, dampak, serta upaya perlindungan hukum bagi korban KBGO di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, dengan menelaah berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, laporan kelembagaan, serta undang-undang dan peraturan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk KBGO meliputi pelecehan daring, penyebaran konten intim tanpa izin, peretasan akun, dan pelanggaran privasi individu. Dampaknya bersifat multidimensi, termasuk gangguan mental, tekanan sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Perlindungan korban diatur secara hukum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), namun masih terdapat hambatan dalam pelaksanaannya, terutama dalam aspek penegakan hukum dan rendahnya literasi digital masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat kebijakan, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antarlembaga untuk menciptakan ruang digital yang aman dan bebas dari kekerasan berbasis gender.
Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jeneponto Agus Basri; Nini Armita
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Jeneponto serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini penting dilakukan mengingat moderasi beragama merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk peserta didik yang toleran, inklusif, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama di SMA Negeri 1 Jeneponto telah dilaksanakan melalui integrasi nilai-nilai moderasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, kegiatan keagamaan, budaya sekolah, serta berbagai program pembinaan karakter peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam berperan aktif dalam menanamkan nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, sikap inklusif, dan semangat hidup berdampingan secara damai. Keberhasilan implementasi moderasi beragama didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif, keteladanan guru, serta partisipasi warga sekolah. Namun demikian, pengaruh media sosial dan beragam sumber informasi keagamaan di era digital menjadi tantangan yang perlu diantisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam berkontribusi positif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, moderat, toleran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Penjaga Ruang Hidup; Mitigasi Risiko terhadap Ekspansi Ekstraktivisme melalui Lensa Ekofeminisme di Kabupaten Bone Bolango, Indonesia Zulkifli M; Hijrah Lahaling; Fitria Nugrah Madani; Kindom Makkulawuzar; Arhjayati Rahim
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.631

Abstract

Perluasan aktivitas ekstraktivisme berskala besar di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang merupakan kawasan Taman Nasional, telah mengganggu keseimbangan lingkungan dan menimbulkan dampak sosial-ekologis yang luas. Kondisi ini mengancam mata pencaharian dan ruang hidup masyarakat, dengan perempuan menanggung beban risiko yang tidak proporsional. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana perempuan di wilayah terdampak menyadari mitigasi risiko dalam menghadapi perluasan wilayah pertambangan oleh PT Gorontalo Mineral. Kajian ini menggunakan perspektif teoretis ekofeminisme yang menekankan keterkaitan antara keseimbangan lingkungan dan kehidupan perempuan. Perempuan menjadi pihak yang pertama dan paling merasakan dampak perubahan lingkungan akibat perusakan hutan serta pencemaran air dan tanah, namun masih minim dilibatkan dalam upaya mitigasi. Penelitian menggunakan metode Feminist Participatory Action Research (FPAR) melalui diskusi desa, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan 35 anggota masyarakat di Desa Pangi dan Desa Tulabolo serta para pemangku kepentingan. Temuan menunjukkan bahwa perempuan merupakan kelompok paling rentan akibat aktivitas pertambangan, ditandai dengan meningkatnya beban domestik, berkurangnya akses terhadap air dan lahan pertanian, serta terpinggirkannya mereka dari tata kelola sumber daya alam. Penelitian juga mengidentifikasi hubungan antara aktivitas ekstraktif dengan meningkatnya pekerja anak, pernikahan dini, angka putus sekolah, dan ketidakstabilan rumah tangga. Melalui refleksi partisipatif, perempuan membangun kesadaran kolektif dan strategi perlindungan ruang hidup. Studi ini menegaskan pentingnya pengetahuan yang dihayati perempuan bagi perlindungan lingkungan berbasis komunitas dan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Problematika Nikah Siri: Tinjauan Undang-Undang Perkawinan dan Hukum Islam di Kabupeten Gowa Nur Aisyah; Zakirah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika nikah siri di Kabupaten Gowa berdasarkan perspektif Undang-Undang Perkawinan dan hukum Islam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya nikah siri beserta implikasi hukumnya terhadap kehidupan keluarga. Penelitian ini penting dilakukan karena praktik nikah siri masih ditemukan di masyarakat dan menimbulkan berbagai persoalan hukum, terutama terkait perlindungan hak-hak perempuan dan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pasangan nikah siri, tokoh agama, penyuluh agama, serta aparat Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Gowa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik nikah siri di Kabupaten Gowa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya pemahaman hukum masyarakat, faktor ekonomi, kehamilan di luar nikah, budaya lokal, serta keinginan menghindari prosedur administratif perkawinan. Penelitian ini juga menemukan bahwa nikah siri menimbulkan berbagai konsekuensi hukum, khususnya terkait status hukum istri, perlindungan hak anak, hak waris, dan administrasi kependudukan. Dari perspektif hukum Islam, nikah siri dapat dipandang sah apabila memenuhi rukun dan syarat perkawinan, namun dari perspektif Undang-Undang Perkawinan, pencatatan perkawinan merupakan unsur penting untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan sinergi antara pemahaman keagamaan dan kesadaran hukum masyarakat guna mewujudkan kemaslahatan keluarga serta memperkuat perlindungan hukum terhadap seluruh anggota keluarga.
DDI dalam Pendidikan Islam dan Dakwah: Prakarsa dari Mangkoso Transformasi Institusional, Moderasi Beragama, dan Dialektika Tradisi di Sulawesi Selatan Ismail Suardi Wekke; Henra Jaya
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.633

Abstract

Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) merupakan salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia Timur yang memiliki akar sejarah kuat di Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Artikel ini bertujuan untuk membedah kontribusi DDI dalam peta pendidikan Islam dan gerakan dakwah di Indonesia, khususnya melalui prakarsa yang lahir dari Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-historis dan analisis sosiologis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana DDI Mangkoso mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) dengan tradisi keilmuan Islam klasik (turath) serta tuntutan modernitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mangkoso bukan sekadar pusat geografis, melainkan episentrum ideologis yang melahirkan model pendidikan inklusif dan dakwah yang berbasis pada wasathiyah (moderasi beragama). DDI Mangkoso telah berhasil menciptakan sintesis antara sistem pendidikan tradisional pesantren dengan kurikulum formal modern, menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai khazanah keilmuan Islam klasik tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Strategi dakwah kultural yang dikembangkan DDI dengan menggunakan pendekatan budaya lokal Bugis-Makassar telah menjadikan organisasi ini sebagai garda terdepan moderasi beragama di kawasan Indonesia Timur.
Tabayyun di Era Digital: Integrasi Moralitas Islam dan Falsifikasi Popper Dalam Menghadapi Hoaks Mahardika Muhammad; Muhammad Akmansyah; Abd Rahman Hamid; Idrus Ruslan; Muslimin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.634

Abstract

Abstrak. Hoaks digital menjadi problem serius dalam masyarakat kontemporer karena tidak hanya menyebarkan informasi palsu, tetapi juga membentuk klaim pengetahuan yang tampak benar tanpa dasar epistemik yang memadai. Urgensi masalah ini terlihat di Indonesia, di mana verifikasi hoaks sepanjang 2025 menunjukkan penyebaran yang konsisten melalui berbagai platform media sosial. Penelitian ini bertujuan merumuskan kritik epistemik-etis Islam terhadap hoaks digital melalui integrasi teori falsifikasi Karl Popper dan moralitas Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan filosofis-konseptual. Sumber data meliputi karya Karl Popper, literatur mutakhir mengenai misinformasi dan disinformasi, serta sumber-sumber Islam yang membahas tabayyun , sidq, amanah, dan larangan dusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks merupakan klaim pseudo-epistemik yang gagal memenuhi syarat pengetahuan karena tidak didukung verifikasi yang memadai dan tidak terbuka terhadap koreksi. Teori falsifikasi Popper berfungsi sebagai instrumen kritik epistemologis dengan menguji suatu klaim melalui kemungkinan salah dan keterbukaannya terhadap bantahan. Namun, pendekatan ini belum sepenuhnya menjawab dimensi tanggung jawab moral dalam penyebaran informasi. Moralitas Islam melengkapi kritik tersebut melalui prinsip verifikasi, kejujuran, amanah, dan kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanggulangan hoaks digital memerlukan integrasi antara pengujian rasional terhadap klaim dan tanggung jawab etis subjek informasi. Kerangka ini berkontribusi pada pengembangan etika informasi Islam dalam merespons tantangan hoaks di era digital. Kata kunci: hoaks digital; falsifikasi; moralitas Islam; tabayyun ; etika informasi Islam.
Aporia Manurung: Jarak antara Bangsawan dan Budak adalah Puisi Muhammad Naufal Mahdi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.636

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan aporia dalam puisi berjudul Manurung karya Faisal Oddang. Selain itu penelitian ini juga melihat apakah mungkin seorang pengarang menentukan makna tulisannya sendiri. Penelitian ini menggunakan teori aporia Derrida untuk melihat bahwa Manurung sebagai teks puisi tidak bisa berada dalam rezim makna tertentu meskipun makna itu datang dari penulisnya sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskripsi. Penelitian ini menemukan bahwa Manurung, tidak seperti yang dikatakan oleh Faisal sebagai puisi yang menggugat istanasentris La Galigo, justru melanggengkan istanasentris itu dengan memberikan porsi cerita yang banyak kepada tiga tokoh besar dalam La Galigo: Datu Palinge, Sawerigading, dan La Galigo. Faisal sebagai pengarang tidak bisa menentukan makna puisi yang ditulisnya sendiri.
Tingkat Pengetahuan Bahaya Gula dan Teman Sebaya dengan Perilaku Konsumsi Minuman Manis pada Siswa Norra Hendarni Wijaya
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.639

Abstract

Konsumsi minuman manis pada remaja masih tergolong tinggi dan berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Tingginya konsumsi minuman manis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya tingkat pengetahuan tentang bahaya gula dan pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan bahaya gula dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain survei analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Ma'had An-Nur Bantul sebanyak 348 siswa. Sampel berjumlah 78 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 53 siswa (67,9%). Pengaruh teman sebaya sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 39 siswa (50,0%). Perilaku konsumsi minuman manis menunjukkan bahwa 40 siswa (51,3%) mengonsumsi minuman manis dan 38 siswa (48,7%) tidak mengonsumsi minuman manis. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya gula dengan perilaku konsumsi minuman manis (p = 0,000), dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 24,353. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis (p = 0,039). Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya gula dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku konsumsi minuman manis pada siswa MTs Al-Ma'had An-Nur Bantul Tahun 2026
Agensi Moral AI dan Tanggung Jawab Manusia dalam Pemikiran Islam Matahari Ramadhan; Damanhuri Fattah; Fisman Bedi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.641

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan membuat istilah agen, otonomi, rasionalitas, keputusan, dan tanggung jawab semakin sering dipakai untuk menjelaskan sistem teknis. Pemakaian istilah tersebut dapat menimbulkan kekaburan ketika kemampuan AI mencapai tujuan operasional disamakan dengan kapasitas memikul tanggung jawab moral. Artikel ini menjelaskan batas konseptual antara AI sebagai agen rasional dan AI sebagai agen moral, lalu menempatkannya dalam kerangka tanggung jawab manusia dalam pemikiran Islam. Dengan metode kepustakaan-konseptual, artikel menelaah literatur tentang agen rasional, agensi moral, intensionalitas, kesadaran, antropomorfisme, akuntabilitas, kesenjangan tanggung jawab, dan penggunaan AI dalam ranah pengetahuan keislaman. Artikel ini berargumen bahwa AI dapat disebut agen rasional dalam arti teknis-operasional karena mampu memproses persepsi, tujuan, ukuran kinerja, dan tindakan. Akan tetapi, rasionalitas instrumental belum cukup untuk menjadikan AI sebagai agen moral. Agensi moral memerlukan syarat tambahan, seperti pemahaman normatif, intensionalitas, kapasitas memberi pertanggungjawaban, dan keterlibatan dalam relasi moral. Dalam pemikiran Islam, AI lebih tepat ditempatkan sebagai alat bantu yang berada di bawah amanah, pengawasan, dan pertanggungjawaban manusia. Dengan demikian, diskusi AI tidak perlu menolak seluruh bentuk agensi teknis, tetapi juga tidak boleh memindahkan tanggung jawab moral dari manusia dan institusi kepada sistem komputasional.
Pemberdayaan Ikan Air Tawar sebagai Langkah Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Pasanggrahan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang Shabrina Aulia Septiani; Sudadio; Ahmad Fauzi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.645

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatnya pendapatan melalui usaha budidaya ikan air tawar yang dilakukan oleh beberapa kelompok budidaya di Desa Pasanggrahan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil penjualan masing-masing pelaku usaha budidaya ikan di Desa Pasanggrahan ini berbeda-beda tergantung dari jumlah modal dan jumlah kolam yang dimiliki masing-masing. Biaya atau modal yang dimiliki adalah untuk melakukan usaha produksi ikan yaitu biaya produksi untuk membeli benih ikan lele yang akan ditebar, jumlah pakan yang diperlukan untuk proses budidaya (pembesaran ikan) dan biaya operasional lain dalam proses tersebut. Dari seluruh narasumber yaitu para pembudidaya ikan desa Pasanggrahan ini menyebutkan adanya peningkatan pendapatan dari adanya ikut sertanya mereka dalam usaha sektor budidaya ikan air tawar, yaitu ikan lele.