cover
Contact Name
Azridjal Aziz
Contact Email
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285263006442
Journal Mail Official
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Soebrantas km 12,5 Kampus Bina Widya, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293, RIAU
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
Published by Universitas Riau
ISSN : 14126257     EISSN : 25499742     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/jst
Jurnal Sains dan Teknologi (JST), is a peer-reviewed scientific journal published regularly every six months, namely in March and September. The reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted articles. Articles are submitted for review with the understanding that they have not been published elsewhere. Each author is advised to submit the articles using article template of JST. Authors need to pay the publication fee. The author(s) will be responsible for proof-reading the article. There are two issues a year for this Journal and reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted manuscripts. Details of electronic submission are shown on the JST homepage.
Articles 112 Documents
PREPARASI KOATING TiO2 PADA DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) BERBASIS MELASTOMA MALABATHRICUM Amun Amri; Arinil Haq; Ahmad Fadli; Indra Yasri
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.44 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n1.p7-12

Abstract

Salah satu solusi terhadap masalah krisis energi adalah optimalisasi pemanfaatan energy matahari sebagai sumber ener-gi alternatif. Dye-sensitized solar cell (DSSC) adalah sel surya yang memanfaatkan zat warna (dye) sebagai pengikat cahaya matahari sekaligus sebagai sensitizer-nya untuk menghasilkan listrik DC. Penelitian ini bertujuan menguji penggunaan ekstrak buah Senduduk sebagai bahan zat warna dalam DSSC dan mempelajari pengaruh fraksi/konsentrasi etanol pada proses penyiapan koating TiO2 dalam DSSC dan ketebalannya terhadap kinerja DSSC. Zat warna diekstrak dengan melarutkan buah Senduduk dalam campuran pelarut metanol - asam asetat - aquades. Pasta TiO2 dibuat dengan mencampurkan 5 g TiO2 ke dalam 40 ml pelarut ethanol-air dengan berbagai variasi konsentrasi/fraksi. Selanjutnya TiO2 dideposisikan pada substrat kaca fluorine tin oxide (FTO) menggunakan spin coater dengan variasi ketebalan yang selanjutnya disintering membentuk elektroda kerja. Elektroda lawan (counter-electrode) yang sekaligus sebagai katalis dibuat menggunakan lapisan karbon. Uji UV-Vis menunjukkan bahwa ekstrak buah Senduduk mengandung senyawa antosianin sebagai media sensitizer. Semakin besar fraksi etanol dalam pelarut pasta TiO2 dan semakin tebal koating TiO2, maka semakin tinggi tegangan listrik yang dihasilkan. Tegangan tertinggi ditunjukkan oleh DSSC dengan koating yang disintesis menggunakan etanol tanpa pengenceran yaitu sebesar 659 mV/cm2 (pencahayaan LED), dan sebesar 1806,7 mV/cm2 (pencahayaan matahari langsung). Uji morfologi menunjukkan peningkatan fraksi etanol pada preparasi pasta TiO2 mempengaruhi morfologi permukaan koating yang bermuara pada peningkatan kinerja DSSC. Peningkatan fraksi etanol juga meningkatkan daya adhesi koating TiO2 pada substrat.
KINERJA BETON BERSERAT KARET PADA SUHU TINGGI Dessy Wulan Sari; Fajri Ariefyanto; Hendra Gunawan; Monita Olivia
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.589 KB) | DOI: 10.31258/jst.v12.n1.p%p

Abstract

Selain menjadi salah satu komponen penting pada suatu kendaraan, ban karet juga merupakan salah satu bahan tambah pilihan dalam pembuatan campuran beton, hal ini disebabkan karena sifatnya yang fleksibel sehingga dapat meningkatkan daktilitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan beton berserat karet setelah terkena panas tinggi. Penggunaan bahan tambah ban karet ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan beton setelah mengalami kebakaran. Selain itu, akan berguna untuk memberikan nilai tambah limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal khususnya sebagai bahan bangunan (ramah lingkungan).Metode yang digunakan dalam pembuatan kubus beton berukuran 5×5×5 cm dengan variasi penambahan karet 0%, 3%, 5 dan 8% dari berat semen sebanyak 20 sampel. Pengujian sampel berupa uji bakar dan uji tekan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton dengan tambahan ban karet mempunyai nilai kuat tekan yang lebih tinggi. Pemakaian ban karet sebesar 5% dari berat semen menaikkan nilai kuat tekan sebesar 51,7%. Pada umur 28 hari kekuatan beton menjadi 473,44 kg/cm2, apabila dibandingkan terhadap beton normal tanpa bahan tambah. Berdasarkan penelitin ini disimpulkan penambahan serat karet dapat mengganti kehilangan air pada beton akibat panas tinggi sehingga dapat meningkatkan kekuatan beton.Kata kunci : ban karet, bahan tambah, panas tinggi
PERBANDINGAN PERFORMANSI AIR CONDITIONING HIBRIDA PADA STANDBY MODE (TRADITIONAL AC) DENGAN BEBAN PENDINGINAN 1000 WATT DAN TANPA BEBAN PENDINGINAN Azridjal Aziz; Eko Prasetyo; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.392 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n1.p19-27

Abstract

AbstractThe experimental study of a hybrid AC (Air Conditioning) system (utilizing both cooling and heating sides) in standby mode (traditional AC) operated without cooling load and with 1000 Watt cooling load has been carried out in this study. Hybrid AC performance without load compared to condition with a load of 1000W had the average COP (Coefficient of Performance) of around 2.460 versus 2.452, PF (Performance Factor) of around 3.42 versus 3.41 and TP (Total Performance) of around 5.88 versus 5 .86, respectively. The test results showed that by using cooling load of 1000 Watt, could provide an average cooling room temperature of 28.3 °C, a heating room temperature of 44.9 °C, a compressor power of 0.5825 kW while the result of without cooling load condition, the temperature of the cool room was average 22.5 °C, heating room temperature of 38.8 °C, compressor work of 0.5449 kW. The test results of the AC hybrid machine with HCR-22 refrigerant showed that the condition of without cooling load had a performance that was little bit different compared to the cooling load of 1000W. This results showed that the temperature of the cold room with a cooling load of 1000 Watt made the temperature of the cold room was uncomfortable for human, so that the cooling load must be reduced or the cooling capacity must be increased.
ANALISIS NILAI KEBISINGAN DARI KEGIATAN TRANSPORTASI DI KOTA PEKANBARU Aryo Sasmita; Elvi Yenie
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.404 KB) | DOI: 10.31258/jst.v12.n2.p%p

Abstract

Pertumbuhan pesat perekonomian Pekanbaru menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan. Dalam satu hari sepedamotor bertambah lebih dari 600 unit, bahkan untuk Propinsi Riau secara keseluruhan pertambahan kendaraan di Riaumencapai 20.000-30.000 unit per bulan. Meningkatnya jumlah kendaraan tersebut menyebabkan meningkatnya tingkatkebisingan yang mengganggu masyarakat. Tingkat kebisingan dari lalu lintas jalan raya yang melebihi baku mutu dapatmenyebabkan penyakit jantung, kelelahan mental dan fisik, gangguan psikomatis, serta mengakibatkan kerusakan danpenurunan daya pendengaran. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan analisis tingkat kebisingan kota Pekanbaru untukmengetahui apakah tingkat kebisingan di kota Pekanbaru telah melebihi baku mutu atau tidak yang berpotensimenyebabkan gangguan kesehatan. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kebisingan pada 18 ruas jalan di kotaPekanbaru sebagai titik sampel nilai kebisingan pada jalan raya. Dipilihnya 18 titik tersebut terdiri dari beberapa jalanarteri, jalan kolektor, dan jalan lokal, sehingga dianggap telah mampu merepresentasikan kondisi kebisingan di jalanpada kota Pekanbaru. Kemudian dilakukan perhitungan data tingkat kebisingan dari setiap titik sampel, dandibandingkan dengan baku mutu kebisingan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep-48/MENLH/11/1996.Dari hasil perhitungan data, jika dianggap jalan arteri dan jalan kolektor digunakan sebagai kawasan perdagangan danjasa, sedangkan jalan lokal digunakan sebagai kawasan perumahan dan pemukiman, diketahui bahwa seluruh jalanyang menjadi titik sampel memiliki nilai kebisingan yang telah melebihi baku mutu.kata kunci : kebisingan, transportasi ,jalan raya
ANALISIS EXERGY PADA UNIT 2 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) TELUK LEMBU KAPASITAS 21.6 MW Awaludin Martin; Nur Indah Rivai
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.503 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n1.p27-31

Abstract

Banyak usaha yang telah  dilakukan dalam pengefisienan energi pada pembangkit listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi adalah dengan melakukan analisis. Analisis yang dimaksud disini adalah analisis exergy. Konsep analisis ini, tidak hanya memperhitungkan kuantitas energi tetapi juga kualitas energi (hukum kedua thermodinamika). Analisis Eksergi dilakukan dengan mengambil sampel pembangkit listrik turbin gas Teluk Lembu berkapasitas 21,6 MW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui lokasi dan besar kehilangan exergy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemusnahan eksergi paling besar terjadi di ruang bakar mencapai 21,85 MW dan sementara turbin gas terendah 3,09 MW. Dan efisiensi ekserginya didapat 22,73%. Berdasarkan perhitungan, analisis eksergi dapat menentukan besarnya, lokasi pemusnahan eksergi. Ini akan membuatnya lebih mudah untuk melakukan optimasi untuk meningkatkan efisiensi.  
KARAKTERISTIK KINERJA PIPA KALOR MENGGUNAKAN STRUKTUR WICK SCREEN 100 MESH DENGAN FLUIDA KERJA AIR Wandi Wahyudi; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.661 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n1.p12-17

Abstract

 Pipa kalor merupakan alat penukar kalor dengan dimensi yang kecil tetapi dapat memindahkan kalor yang besar. Banyak penelitian mengenai pipa kalor, guna memperoleh peningkatan kinerja termalnya dengan memodifikasi fluida, orientasi, kecepatan putar dan struktur wick. Dalam penelitian ini pipa kalor dibuat dari pipa tembaga berdiameter 9,525 mm, tebal 1 mm dan panjang 400 mm menggunakan screen 100 mesh sebagai struktur wick dengan air sebagai fluida kerja. Variasi pengujian menggunakan 3 variasi sudut kemiringan 0o, 45o, 90o dan 4 variasi heat input 3 watt, 4 watt, 5 watt dan 6 watt untuk melihat pengaruhnya pada kinerja pipa kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan terhadap heat input, maka semakin kecil nilai hambatan termalnya. Hambatan termal terendah terjadi pada sudut 90o dengan heat input 6 Watt sebesar 8,60˚C/Watt. Koefisien perpindahan panas terbesar dan temperature difference terkecil terjadi pada sudut kemiringan 90o dengan nilai 97,70W/˚C m² dan 31,8°C.
ANALISIS PERILAKU PEKERJA TERHADAP PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. XYZ Andesgur, Ivnaini; Fatatulkhairani, Fatatulkhairani
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.439 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n2.p41-48

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian. Kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh faktor manusia dan faktor lingkungan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan kecelakaan kerja ialah dengan mengubah perilaku tidak aman menjadi perilaku aman. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis perilaku pekerja pada bagian produksi agar dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan sesuai dengan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) yang diterapkan di PT. XYZ. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan menggunakan pengukuran Skala Guttman model cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner parameter yang diukur pegetahuan, sikap, kebijakan, manajemen, sosialisasi K3, pengawasan dan housekeeping dan responden yang mengisi kuesioner adalah pekerja bagian proses produksi yang berjumlah 25 orang. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan software Microsoft Excel. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui hubungan masing-masing parameter yang dianalisis. Hasil analisis perilaku pekerja terhadap penerapan SMK3 pada bagian produksi di PT. XYZ yang dilakukan terhadap 6 parameter tersebut baik, dimana persentase yang diperoleh ≥ 50%.
LAJU PENDINGINAN AIR DENGAN ICE ON COIL PADA MESIN PENDINGIN TYPE CHILLER UNTUK COLD STORAGE Irwandi Hidayat; Azridjal Aziz; Herisiswanto '; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.672 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n1.p%p

Abstract

Es pada coil adalah teknologi penyimpanan es dimana pipa atau coil yang direndam didalam air. Es terbentuk diluartabung dengan sirkulasi pendingin sekunder atau pendingin didalam tabung terjadinya es. Mesin-mesin pendingin padasaat ini telah banyak berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Umumnya mesin ini digunakan untukpengawetan makanan, sayuran dan buah. Mesin pendingin ini bertujuan mendinginkan air sebagai refrigeran sekunderhingga bertemperatur 0oC untuk mengukur kemampuan mesin pendingin dalam mendinginkan ruangan dan kotakpenyimpanan dingin. Performansi mesin pendingin untuk kotak penyimpanan dingin dan ruangan mempunyaiperbedaan nilai. Nilai COP yang ke ruangan lebih besar dibanding dengan yang ke kotak penyimpanan dingindisebabkan kerja yang diberikan ke ruangan lebih besar dari pada ke kotak penyimpanan dingin, perubahan entalpievaporator juga sangat mempengaruhi nilai COP, semakin besar perubahan entalpi evaporator maka akan semakin besarpula nilai COP yang diberikan mesin tersebut.
KOMPARASI KINERJA REFRIGERATOR DENGAN REFRIGERAN HIDROKARBON HCR134a ALTENATIF PENGGANTI R134a PADA PANJANG PIPA KAPILER 1,25 m Azridjal Aziz; Izzudin Ali Raja Siregar; Rahmat Iman Mainil; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.257 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n2.p76-81

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan uji komparasi mesin pendingin siklus kompresi uap dengan fluida kerja HCR134a (refrigeran hidrokarbon pengganti R134a) dan fluida kerja R134a yang beroperasi pada  panjang pipa kapiler 1,25m dengan pendinginan udara. Analisisis  dilakukan terhadap pengaruh tekanan dan temperatur, arus listrik,  kerja kompresi, dan koefisien perfomansi (COP) alat uji. Hasil penelitian menunjukkan,  penggunaan HCR134a meningkatkan COP sebesar 29.92% dengan  penggunaan arus listrik lebih rendah 10.8% dibandingkan dengan R134a. Dari uji komparasi dapat disimpulkan bahwa penggunaan refrigeran hidrokrabon (HCR134a) memberikan kinerja yang lebih baik dan lebih hemat energi dibanding refrigeran halokarbon  (R134a).
SIMULASI TERMODINAMIKA GASIFIKASI BLACK LIQUOR PABRIK PULP LARUT KRAFT SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Hamsar Hamsar; Zuchra Helwani; Bahruddin Bahruddin
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.872 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n2.p48-53

Abstract

Industri pulp di Riau menghasilkan 8,5 juta ton black liquor/tahun, merupakan biomassa dengan panas pembakaran 13,8 MJ/kg sehingga memiliki potensi untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif dan terbarukan. Salah satu teknologi pengolahan black liquor adalah proses gasifikasi yang dapat menghasilkan gas bakar tipe medium. Penelitian ini mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi proses gasifikasi black liquor menjadi gas sintesis, dengan melakukan simulasi proses dalam entrained flow gasifier menggunakan agen gasifikasi oksigen. Beberapa tahap yang dipergunakan untuk menunjukkan seluruh proses gasifikasi, yaitu dekomposisi/pirolisis black liquor, pembakaran zat volatile, gasifikasi arang/char dan pemisahan gas-padatan. Umpan black liquor yang digunakan dengan nilai ultimate (basis kering): 34,0% C; 3,2% H; 4,8% S; 35,8% O, 18,2% Na; 3,1% K; 0,1% N; dan nilai proksimat (basis kering): kadar air 19,3%; zat volatile 38,3%, fixed carbon 11,8%; abu 30,6%. Variabel penelitian: temperatur 600-1200oC, ER 0,2-0,5 dan tekanan 1-35 atm. Pada tekanan 10 atm dan ER 0,5, peningkatan temperatur 600 sampai 1200oC menyebabkan produk syngas bertambah (41,21-81,45%), mengurangi konversi CH4 (8,96-6,04%) dan CO2 (9,28-3,79%). Equivalent ratio berpengaruh terhadap temperatur proses gasifikasi, optimal antara 0,5. Menaikkan tekanan operasi gasifier tidak terlalu berpengaruh terhadap produk komposisi syngas, tetapi desain tekanan tinggi operasi untuk mempertimbangkan penggunaan alat yang lebih efektif dan efisien sehingga akan mengurangi biaya investasi, tekanan optimal adalah 10 atm.

Page 7 of 12 | Total Record : 112