cover
Contact Name
Azridjal Aziz
Contact Email
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285263006442
Journal Mail Official
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Soebrantas km 12,5 Kampus Bina Widya, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293, RIAU
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
Published by Universitas Riau
ISSN : 14126257     EISSN : 25499742     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/jst
Jurnal Sains dan Teknologi (JST), is a peer-reviewed scientific journal published regularly every six months, namely in March and September. The reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted articles. Articles are submitted for review with the understanding that they have not been published elsewhere. Each author is advised to submit the articles using article template of JST. Authors need to pay the publication fee. The author(s) will be responsible for proof-reading the article. There are two issues a year for this Journal and reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted manuscripts. Details of electronic submission are shown on the JST homepage.
Articles 112 Documents
KAJIAN MODEL SISTEM SOLAR CHIMNEY UNTUK SISTEM PENGERINGAN BAHAN HASIL PERTANIAN PADA DAERAH JALUR KHATULISTIWA Yazmendra Rosa; Eka Sunitra; Dian Wahyu; Hanif Hanif
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.126 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n2.p31-37

Abstract

Model Solar Chimney dengan ukuran 3x3 m2 luas atap rumah sebagai kolektor pelat datar telah dipelajari dalam penelitian ini. Udara panas keluaran sistem ini digunakan untuk pengeringan bahan hasil pertanian dengan sistem tray truck dryer telah dipelajari sebelumnya. Kedua sistem ini digabung untuk dijadikan terintegrasi pada daerah jalur khatulistiwa dimana membutuhkan pengeringan bahan hasil pertaniannya (contoh kulit manis, ikan, dll). Temperatur pengeringan bahan ini berkisar 41oC sampai dengan 80oC. Kondisi bahan ini dapat digunakan pada sistem pengeringan ini. Bahan yang dikeringkan berada pada temperatur pengeringannya akan menghasilkan jenis yang paling bagus dan maksimal, serta lebih bersih berada pada sistem tersebut.  Sistem ini menjadi alternatif pengeringan bahan pada daerah yang membutuhkan dijalur khatulistiwa yang masih belum memperoleh aliran listrik. Pemanfaatan energi surya secara langsung akan lebih optimal dalam kebutuhan sehari-hari masyarakat pada teknologi ini, sehingga ketergantungan dengan energi lain (minyak bumi, kayu, dll) berkurang dengan memanfaatkan sumber utama energi yaitu energi surya. Atap rumah sebagai kolektor pelat datar dan rumah pengering pada sistem solar chimney menjadi alaternatif energi untuk kebutuhan sehari-hari.
STUDI EKOKINETIKA AIR LINDI TPA MUARA FAJAR KECAMATAN RUMBAI PESISIR, PEKANBARU Shinta Elystia; Jecky Asmura
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.996 KB) | DOI: 10.31258/jst.v13.n2.p%p

Abstract

TPA Muara Fajar adalah tempat pengolahan sampah akhir Kota Pekanbaru, yang operasionalnya menggunakan sistem open dumping, yaitu sampah dibuang dan diletakkan begitu saja di tanah lapang. Sistem open dumping di TPA akan sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan, khususnya air tanah dangkal di sekitar TPA. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekokinetika (perjalananan) air lindi di air tanah sekitar TPA. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel air tanah dangkal dari 4 lokasi sampel dengan mempertimbangkan jarak lokasi dengan TPA Sampah. Pada masing-masing lokasi yaitu L1, L2, L3 dan L4 diambil 5 sampel air tanah pada sumur penduduk, kemudian dikomposit menjadi satu. Analisis sifat fisika, kimia dan mikrobiologi air tanah dilakukan secara in-situ dan di laboratorium. Dari hasil penelitian air lindi dari TPA berpengaruh terhadap kualitas air tanah dangkal, pada jarak 0 – 100 m dari TPA (L1) terdapat 10 parameter yang melebihi baku mutu yaitu Bau, Rasa, pH, DO, BOD, Amonia, Timbal, Seng, Tembaga, dan Krom, Lokasi 2 (L2) pada jarak 100 – 200 m terdapat sembilan parameter yang melebihi baku mutu antara lain Bau, rasa, pH, DO, BOD, ammonia, Timbal, Tembaga, dan Krom, Lokasi 3 (L3) pada jarak 200 -300 m terdapat 5 parameter yang melebihi baku mutu yaitu pH, DO, Seng, Tembaga, dan Krom. Lokasi 4 (L4) sebagai kontrol >1km. masih terdapat 3 parameter pencemar yang melebihi baku mutu, atara lain: DO, Tembaga dan Krom. Ekokinetika air lindi sudah mencapai jarak terjauh yaitu > 1 km, masih ditemukan kadar logam berat yang melebihi baku mutu, dengan kata lain sudah dalam kondisi tercemar sehingga air sumurnya dapat dikatakan tidak layak untuk dikonsumsi.Kata kunci : Air lindi, Air tanah dangkal, Ekokinetika, TPA Muara Fajar
KARAKTERISTIK KUAT LENTUR BETON RINGAN AKIBAT PENAMBAHAN STYROFOAM PADA DESAIN CAMPURAN BETON Reni Suryanita; Iskandar Romey Sitompul; Zunwanis Zunwanis
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.318 KB) | DOI: 10.31258/jst.v13.n1.p%p

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi usaha pemanfaatkan limbah styrofoam sebagai bahan pelindung kemasan elektronik yangberjumlah banyak di lokasi limbah buangan. Usaha pemanfaatan limbah ini dengan cara mencampurkan styrofoam inike dalam campuran beton. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan styrofoamterhadap karakteristik kuat lentur beton ringan. Variasi penambahan styrofoam adalah 0%, 4%, 8%, dan 12% terhadapvolume benda uji. Benda uji yang digunakan berbentuk balok dengan ukuran 15cm x 15cm x 60cm yang berjumlah 15benda uji. Pemeriksaan material dasar pembentuk beton meliputi pemeriksaan berat jenis agregat, pemeriksaan beratvolume agregat, pemeriksaan kadar air agregat, pemeriksaan kadar lumpur agregat, pemeriksaan analisis saringan agregat,dan pemeriksaan ketahanan aus agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 28 hari denganvariasi penambahan styrofoam mulai dari 0% sampai 12%, kuat lentur beton mengalami penurunan kekuatan. Nilaikuat lentur beton tertinggi diperoleh pada saat beton tanpa penambahan styrofoam (0%) yaitu sebesar 4,1198 MPa.Nilai kuat lentur beton terendah diperoleh pada saat penambahan styrofoam 12% yaitu 3,1785 MPa. Dengan demikianpenambahan styrofoam pada campuran beton dapat menurunkan berat satuan beton, sehingga beton menjadi lebih ringannamun juga dapat menurunkan kuat lentur beton ringan tersebut.Kata Kunci : beton ringan, kuat lentur, styrofoam.
PEMETAAN SEBARAN PARTIKULAT DARI PEMBAKARAN LIMBAH PADAT INDUSTRI PENGOLAHAN SAWIT, DI KABUPATEN KAMPAR, RIAU aryo sasmita; David Andrio
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.258 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p57-67

Abstract

Penggunaan boiler dan incinerator pada industri pengolahan sawit akan memberikan kontribusi polutan berupa partikulat (PM2.5 dan PM10) yang jumlahnya cukup besar. Partikulat merupakan polutan yang memiliki tingkat toksisitas tinggi sehingga bisa membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Pemetaan sebaran partikulat perlu dilakukan sebagai salah satu usaha untuk memecahkan masalah dalam memantau dan mengevaluasi sebaran gas buang yang berbahaya terhadap masyarakat maupun lingkungan, sehingga strategi penanganan dampak pencemaran udara yang berasal dari pabrik kelapa sawit bisa ditentukan secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran polutan yang berasal dari pabrik kelapa sawit serta memetakan pola penyebarannya pada lingkungan. Untuk dapat menggambarkan pola penyebaran polutan, dimulai dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran polutan tersebut seperti besaran polutan yang dihasilkan, stabilitas atmosfer, arah dan kecepatan angin. Data-data tersebut diperolah dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kota Pekanbaru. Untuk menggambarkan penyebaran polutan partikulat digunakan model simulasi yang telah diintegrasikan dalam software aermod. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa arah sebaran emisi untuk polutan PM2.5 dan PM10 dari hasil simulasi model cenderung mengarah ke arah tenggara dan utara dari sumber. Nilai konsentrasi PM2.5 hasil simulasi untuk 24 jam tertinggi untuk yaitu 9,26 µg/m3, untuk 1 tahun tertinggi yaitu 1,48 µg/m3. Nilai konsentrasi PM10 hasil simulasi untuk 24 jam tertinggi untuk yaitu 18,23 µg/m3, untuk 1 tahun tertinggi yaitu 2,87 µg/m3. Hasil simulasi tersebut menunjukkan konsentrasi polutan PM2.5 dan PM10 yang berasal dari boiler dan insinerator berada dibawah baku mutu masing masing polutan.The form of particulates (PM2.5 and PM10) which are quite significant. Particulates are pollutants that have a high level of toxicity that can endanger human health and the surrounding environment. Mapping of particulate distribution needs to be done as an effort to solve problems in monitoring and evaluating the distribution of hazardous gases to the community and the environment, so that the strategy for handling the effects of air pollution originating from palm oil mills can be determined accurately. This study aims to determine the amount of pollutants originating from palm oil mills as well as mapping the distribution patterns in the environment. To be able to describe the pattern of pollutant spread, it starts by identifying the factors that influence the spread of pollutants such as the amount of pollutants produced, atmospheric stability, wind direction and speed. These data were obtained from the Meteorology and Geophysics Agency of Pekanbaru City. To describe the spread of particulate pollutants, a simulation model is used which has been integrated into the AERMod software. The results of the study show that the direction of the distribution of emissions for pollutants PM2.5 and PM10 from the simulation model results tend to point southeast and north from the source. The PM2.5 concentration value for the 24-hour simulation results was highest for 9.26 µg / m3, the highest for 1 year was 1.48 µg / m3. The highest value of PM10 concentration simulation results for 24 hours is 18.23 µg / m3, the highest 1 year is 2.87 µg / m3. The simulation results show the concentration of pollutants PM2.5 and PM10 originating from boilers and incinerators are below the quality standards of each pollutant.
KINERJA AIR CONDITONING HIBRIDA PADA LAJU ALIRAN AIR BERBEDA DENGAN KONDENSOR DUMMY TIPE HELICAL COIL (1/4", 6,7 m) SEBAGAI WATER HEATER Faisal Tanjung; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.952 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p43-50

Abstract

Air Conditioning hibrida adalah perangkat mesin konversi energi yang memiliki fungsi ganda dimana efek pendinginan dan pemanasan dapat dimanfaatkan secara bersamaan. Kalor yang terbuang melalui kondensor cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air sekaligus dapat menaikkan kinerja sistem AC dan meningkatkan efisiensi energi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk mengetahui pengaruh variasi laju aliran air panas yang bersirkulasi pada tangki berkapasitas 50 L terhadap kinerja Air Conditioning hibrida menggunakan kondensor dummy tipe helical coil diameter 1/4˝ dan panjang 6,7 m yang berfungsi sebagai alat penukar kalor untuk memanaskan air. Pengujian menggunakan beban pendingin 2000 Watt pada ruangan simulasi dan variasi laju aliran air dengan mengatur pembukaan katup 0, (tanpa sirkulasi), 1/3 (Q = 0,031 L/s), 2/3 (Q = 0,59 L/s), dan 3/3 (Q = 0,086 L/s) sebagai simulasi ruangan yang akan didinginkan dan pemakaian air pada tempat tinggal. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh seiring meningkatnya laju aliran air yang bersirkulasi terhadap menurunnya temperatur air panas dan meningkatnya temperatur ruangan yang dihasilkan, dimana temperatur air panas tertinggi yaitu 59,53 °C pada kondisi bukaan katup 0 (tanpa sirkulasi) dan temperatur ruangan tertinggi yaitu 33,73 °C pada kondisi bukaan katup 3/3 (0,086 L/s) juga terjadi pengaruh terhadap menurunnya daya kompresor berkisar antara 0,72–0,80 kW, kapasitas pendinginan berkisar antara 3,26–3,68 kW, dan kapasitas pemanasan berkisar antara 0,44–0,52 kW. Sedangkan tidak terjadi pengaruh yang berarti terhadap nilai Coefficient Of Performance (COP) dimana COPc (kinerja pendingin) berkisar antara 4,53–4,60 dan COPC+WH (kinerja pendingin dan pemanas) berkisar antara 5,14–5,28.
PENGARUH BEBAN PENDINGIN PADA MESIN PENKONDISIAN UDARA HIBRIDA DENGAN KONDENSOR DUMMY TIPE MULTI HELICAL COIL SEBAGAI WATER HEATER Afdhal Kurniawan Mainil; Sarwo Fikri; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.818 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n2.p69-75

Abstract

Mesin pengkondisian udara umumnya digunakan untuk memberikan efek pendinginan (cooling effect). Efek pendinginan dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan di ruang yang didinginkan, sehingga rasa nyaman membuat orang betah didalamnya. Mesin pengkondisian udara secara termodinamika kebanyakan beroperasi menggunakan siklus kompresi uap, dimana panas diserapkan disisi evaporator di dalam ruangan, kemudian panas tersebut dibuang di kondensor di luar ruangan. Proses tersebut dapat berlangsung karena kerja kompresor dan penurunan tekanan yang terjadi pada katup ekpansi atau pipa kapiler, sehingga siklus kompresi uap bekerja sempurna. Pada sistem pengkondisian udara biasanya panas terbuang kelingkungan begitu saja, panas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air dengan penambahan kondensor dummy. Penambahan kondensor dummy pada penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penambahan kondensor dummy terhadap beban pendingin, daya kompresi, temperatur, dan Coefficient of Performance (COP). Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode rancang bangun dan eksperimental. Berdasarkan hasil pengujian, selama pengoperasian 120 menit diperoleh temperatur air panas pada  kondisi tanpa beban (0W), beban 1000W, 2000W dan 3000W berturut-turut adalah 52,83oC, 56,58oC, 57,93oC dan 64,73oC.
PENGUJIAN THERMOELECTRIC GENERATOR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN SISI DINGIN MENGGUNAKAN AIR BERTEMPERATUR 10 ºC Gontor Andrapica; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.506 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n2.p%p

Abstract

Thermoelectric Generator (TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik, dengan adanya perbedaan temperatur antara sisi panas dan sisi dingin dari modul termoelektrik . Prinsip ini dikenal dengan nama efek seebeck yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini menggunakan dua buah tipe modul termoelektrik, tipe TEC 12706 dan TEG SP 1848. Dengan variasi tegangan input 60 V sebagai sumber energi sisi panas (heater). Sisi dingin modul termoelektrik menggunakan air bertemperatur 10º dengan laju aliran 16,6 liter/menit. Dari pengujian daya yang dihasilkan modul termoelektrik tipe TEG SP 1848 lebih besar dibandingkan tipe TEC 12706. Daya maksimum yang dihasilkan termoelektrik tipe TEC 12706 pada pengujian 1,2,3 dan 4 buah modul termoelektrik adalah sebesar 0,007 W, 0018 W, 0,061 W, dan 0,105 W. Sedangkan dengan menggunakan modul TEG SP 1848 daya maksimum yang dihasilkan pada pengujian yang sama adalah sebesar 0,125 W, 0,141 W, 0,274 W dan 0,357 W. Selisih daya maksimum yang dihasilkan antara modul TEC 12706 dan modul TEG SP 1848 adalah berkisar 0,2 W.
PEMILIHAN DISTRIBUSI FREKUENSI HUJAN HARIAN MAKSIMUM TAHUNAN PADA WILAYAH SUNGAI AKUAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Manyuk Fauzi; Rinaldi Rinaldi; Fitri Yuniar Handayani
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.002 KB) | DOI: 10.31258/jst.v11.n1.p%p

Abstract

Analisis data hujan merupakan tahapan awal dari suatu perencanaan sumber daya air. Frekuensi hujan merupakan bagian dari data hujan yang harus dianalisis dengan teliti. Distribusi frekuensi curah hujan maksimum harian mempengaruhi jumlah curah hujan rencana pada periode ulang tinggi. Seleksi metode distribusi dilakukan dengan berbagai macam metode pengujian dan pendekatan. Penelitian ini dilakukan pada kawasan Sungai Akuaman, Sumatera Barat. Studi menggunakan data uji dari 12 stasiun hujan, berlokasi di wilayah Sungai Antokan (2 stasiun), Batang Anai (3), Kuranji (3), Batang Air Dingin (1), Pariaman (1), Batang Mangau (1), dan Batang Arau (1). Data skunder didapatkan dari Departemen Manajemen Pengembangan Sumber Daya Air dengan rentang waktu data mulai dari 1985 sampai 2004. Tipe distribusi yang digunakan adalah Normal, Gumbel, Log III Person dan Iway Kadoya. Uji kecocokan menggunakan metode Smirnov Kolmogorov, Chi-Square dan Standard Error, kemudian diperiksa dengan grafik probabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap prosedur pengujian menghasilkan tipe distribusi berbeda untuk setiap wilayah sungai. Metode Kolmogorov Smirnov menunjukkan bahwa distribusi Log III Person paling dominan, sementara uji Chi-Square menghasilkan distribusi normal paling dominan untuk keseluruhan wilayah sungai.Kata kunci: distribusi frekuensi, curah hujan maksimum harian, wilayah sungai
PENGARUH PEMAKAIAN PEREMAJA ANTI RAYAP DAN ASPAL PEN 60/70 TERHADAP KINERJA RAP ( RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT ) AC-WC GRADASI HALUS BERDASARKAN UJI MARSHALL Afdal Afdal; Gunawan Wibisono; Muhardi Muhardi
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.705 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n1.p1-8

Abstract

Kebutuhan aspal dan agregat untuk pembangunan dan pemeliharaan perkerasan beraspal pada setiap tahun selalu meningkat, padahal aspal selalu diimpor dan ketersediaan agregat juga semakin berkurang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan produk limbah yang diperoleh dari aktivitas pemeliharaan perkerasan lentur, yaitu material daur ulang perkerasan beraspal Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Tujuan dari peneletian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh dua bahan peremaja yaitu: Residu anti Rayap dan Aspal pen 60/70 terhadap kinerja campuran beraspal panas yang menggunakan Reclaimed Asphalt Pavement  (RAP). Metodologi yang digunakan adalah eksperimental di laboratorium, yaitu dengan membandingkan antara kinerja campuran beraspal yang menggunakan Reclaimed Asphalt Pavement ditambah peremaja dan yang tidak menggunakan peremaja, serta membandingkan pengaruh dua jenis peremaja terhadap kinerja setiap campuran beraspal panas. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dalam campuran beraspal panas yang tanpa peremaja nilai stabilitas 2357,905 kg, hasil pengujian terhadap ketahanan deformasi dan kelelahan adalah 5,033 mm. Nilai Marshal Quotient adalah 555,742 kg/mm, untuk penambahan bahan peremaja aspal pen 60/70 sebesar 1,0% nilai stabilitas naik menjadi 2644,959 kg dan flow 6,067 mm, Marshall Quotient 442,411 kg/mm. Untuk penambahan bahan peremaja residu anti rayap + aspal 60/70 nilai terbaik diperoleh pada penambahan 1,0 + 1,0 dengan nilai stabilitas 1596,450 kg nilai flow 4,600 mm dan nilai Marshall Quotient 346,661 kg/mm terjadi penurunan nilai stabilitas namun masih memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga tahun 2010.
PENGARUH PEMAKAIAN ABU INSINERATOR RUMAH SAKIT TERHADAP KUAT TEKAN, ABSORPSI, POROSITAS, DAN REMBESAN BETON Lita Darmayanti; Alex Kurniawandy; Benny urzikri Rahim
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.989 KB) | DOI: 10.31258/jst.v11.n2.p%p

Abstract

Kegiatan rumah sakit tidak terlepas dari masalah limbah,baik yang bersifat medis maupun non medis. Salah satu carapengolahan limbah medis adalah dengan menggunakan pembakaran suhu tinggi yang dilakukan dalam insinerator.Pembakaran suhu tinggi sangat efektif mengurangi volume limbah dan tingkat bahaya limbah medis. Meskipundemikian insinerator tetap menghasilkan abu sisa pembakaran yang jumlahnya makin lama makin meningkat sehinggaberpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk memanfaatkan abu hasilpembakaran insinerator tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemakaian abu insinerator terhadapkuat tekan, porositas, absorpsi, dan rembesan beton. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan abu insinerator rumahsakit untuk mensubtitusi sebagian pasir yang digunakan dalam pembuatan beton. Persentase abu yang digunakan 0%,5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dari berat pasir. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cmdigunakan untuk pengujian kuat tekan, absorpsi, dan porositas dibuat sebanyak 60 buah. Untuk pengujian rembesandigunakan sampel berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 18 buah. Hasil pengujian kuattekan beton setelah perawatan 28 hari menunjukkan terjadi penurunan seiring dengan meningkatnya persentase abuinsinerator yang digunakan. Nilai kuat tekan tertinggi didapatkan pada pemakaian abu insinerator sebanyak 5% yaitu21,4 MPa. Pada pemakaian abu insinerator dengan persentase 10-25%, kuat tekan yang didapatkan berkisar 6,4-14,3MPa. Penurunan kuat tekan disebabkan pemakaian abu insinerator dapat meningkatkan absorpsi, porositas danrembesan beton, selain itu abu insinerator mempunyai sifat menyerap air yang cukup tinggi.Kata kunci: absorpsi, abu insinerator, beton, kuat tekan,porositas, rembesan.

Page 6 of 12 | Total Record : 112