cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
ANALISIS POTENSI KELAKAI (Stenochlaena palustris) DAN ASOSIASINYA DENGAN KOMPOSISI JENIS DOMINAN PADA AREAL LAHAN RAWA GAMBUT DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Futri Lestari; Ahmad Yamani; Yudi Firmanul Arifin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11729

Abstract

Cempaka sub-district, Banjarbaru City has potential peat swamp land, where there are many other plants, including the kelakai plant. This research attempts to analyze the potency of the female plant (Stenochlaena palustris) in Cempaka sub-district, Banjarbaru City and analyze the composition of the dominant species associated with the plant (Stenochlaena palustris). The method used is to make observation lines, then make square plots using raffia rope measuring 5m x 5m in 5 plots. The potency of the female plant (Stenochlaena palustris) in shrubland, Cempaka sub-district, Banjarbaru City, has an average moisture content of 74.91%, this indicates that the plant potential in Cempaka sub-district, Banjarbaru City, has the potential as a functional food ingredient and the composition of the dominant species associated with kelakai based on the Ochiai Index (IO) test, namely laladingan rhizoma (Piperas sp).Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru mempunyai lahan rawa gambut yang potensial, dimana di situ terdapat banyak tanaman – tanaman lain termasuk tanaman kelakai. Peneltian ini beruipaya Menganalisis potensi tumbuhan kelakai (Stenochlaena palustris) di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru dan Menganalisis komposisi jenis yang dominan yang berasosiasi dengan kelakai (Stenochlaena palustris). Metode yang diguinakan yaitui membuat jalur pengamatan, kemudian membuat petak bujur sangkar menggunakan tali rafia berukuran 5m x 5m sebanyak 5 Plot. Potensi tumbuhan kelakai (Stenochlaena palustris) dilahan semak belukar Kecamatan Cempaka Kabupaten Banjar memiliki rata-rata kadar air sebesar 74,91%, hal ini menandakan potensi kelakai di Kecamatan Cempaka Kabupaten      Banjar memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional dan Komposisi jenis yang dominan yang berasosiasi dengan kelakai berdasarkan uji Indeks Ochiai (IO) yaitu rhizoma laladingan (Piperas sp).
DAMPAK PENGEMBANGAN PANTAI TANJUNG DEWA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT Shofiah Shofiah; Muhammad Naparin; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11037

Abstract

The sector that has the potential for development as an economic driver and development for coastal communities is tourism. One of the tourist destinations in Tanjung Dewa Beach, South Kalimantan Province, Indonesia is unique and different from general tourism due to its distinctive natural scenery such as Pulau Datu, a religious tourism site. This study aims to analyze the economic income of the community around Tanjung Dewa Beach and compare the income of the community before and after the tourism activities at Tanjung Dewa Beach. Data collection was carried out using a purposive sampling method through interviews with 90 respondents from the community of Tanjung Dewa Village using a questionnaire, and data were analyzed quantitatively using the Likert Scale method and scaling from 1-5. The result of the study shows that the community's income has increased due to the development of Tanjung Dewa Beach, which provides employment opportunities and business opportunities, thus increasing the income or earnings of the surrounding community. The development of tourism in Tanjung Dewa Beach has a significant impact on the community's income as shown by the Paired-Sample T-Test. The impact of tourism development has led to an increase in the income of the community.Sektor yang mempunyai potensi untuk dilakukan pengembangan yang menjadi penggerak ekonomi maupun pembangunan terhadap masyarakat pesisir yaitu pariwisata. Daerah di Indonesia yang mempunyai pesisir pantai salah satunya terdapat di Pantai Tajung Dewa Provinsi Kalimantan Selatan yang unik serta berbeda dari wisata pada umumnya karena memiliki pemandangan alam yang khas seperti Pulau Datu yang merupakan wisata religi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan ekonomi masyarakat disekitar Pantai Tanjung Dewa dan membandingkan pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah adanya aktifitas pariwisata di Pantai Tanjung Dewa. Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling secara wawancara menggunakan kuisioner kepada 90 responden masyarakat Desa Tanjung Dewa dan observasi dan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Skala Likert dan penskalaan 1-5. Hasil dari penelitian yaitu Pendapatan masyarakat dengan adanya pengembangan Pantai Tanjung Dewa memberikan pengaruh terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan dan peluang untuk berusaha sehingga memberikan penambahan pendapatan atau penghasilan masyarakat sekitar. Pengembangan wisata Pantai Tanjung Dewa terhadap pendapatan masyarakat yang telah dilakukan Uji Parametrik T - sampel Berpasangan bahwa adanya pengaruh yang sangat nyata terhadap pendapatan masyarakat. Pengaruh adanya pengembangan wisata ini membuat pendapatan masyarakat menjadi meningkat.
PULPING SODA DENGAN PERLAKUAN VARIASI LAMA WAKTU PEMASAKAN DAN BERBAGAI KONSENTRASI KAOLIN TERHADAP KARAKTERISTIK KERTAS PELEPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) Muhammad Nur Aminullah; Budi Sutiya; Kurdiansyah Kurdiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11022

Abstract

Research tokprocess banana midrib waste so that it can be reused is carried out by processing banana midrib into pulp and paper. The pulp processing is carried out chemically using the pulping soda method using a cooking solution in the form of NaOH with a concentration of 10%. This study aims to analyze the effect of cooking time and various additions of kaolin fillers on the mechanical properties of banana kepok (Musa paradisiaca) midrib paper. The results obtained from pulping related to the yield test with a long cooking time of 1 hour; 1.5 hours; and 2 hours obtained an average yield of 20.97%, 24.56%, and 24.92% respectively. The results of the paper mechanical test were the highest average tearing index which was 18.84 mN m2/g, the highest average bursting index which was 2.57 kPa m2/g, and the highest average tensile index which was 11.67 N m/g.Penelitian untuk mengolah limbah pelepah pisang agar dapat dimanfaatkan kembali dilakukan dengan mengolah pelepah pisang menjadi puIp dan kertas. Proses pengolahan pulp dilakukan secara kimia dengan metode pulping soda dengan menggunakan larutan pemasak berupa NaOH dengan konsentrasi 10%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama waktu pemasakan dan berbagai penambahan bahan pengisi kaolin terhadap sifat mekanik kertas pelepah pisang kepok (Musa paradisiaca). Hasil yang diperoleh dari pembuatan pulp terkait uji rendemen dengan perlakuan lama waktu pemasakan 1 jam; 1,5 jam; dan 2 jam didapatkan rerata rendemen secara berturut sebesar 20,97%, 24,56% dan 24,92%. Hasil uji mekanik kertas berupa rerata indeks sobek tertinggi sebesar 18,84 mN m2/g, rerata indeks jebol / retak tertinggi sebesar 2,57 kPa m2/g, dan rerata indeks tarik tertinggi sebesar 11,67 N m/g. Perlakuan uji karakteristik mekanik kertas yang paling optimal terdapat pada perlakuan Iama pemasakan 1ljam dengan tanpa penambahan kaolin
PENGARUH PROGRAM HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI HUTAN DI DESA BATUAH KECAMATAN PAMUKAN BARAT Nofiantura Yosafat Goa; Muhammad Naparin; Muhammad Helmi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.8313

Abstract

Desa Batuah merupakan salah satu desa yang masyarakatnya terlibat dalam program HKm dan memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta belum pernah ada penelitian terkait pengaruh program HKm terhadap kesejahteraan masyarakat kelompok tani hutan di Desa Batuah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh program hutan kemasyarakatan terhadap kesejahteraan masyarakat kelompok tani hutan di Desa Batuah Kecamatan Pamukan Barat. Analisis data menggunakan teknik analisis PLS-SEM dengan software Smart-PLS3 untuk uji validitas, pengukuran model struktural, dan goodness of fit. Hasil dari penelitian adalah program Hutan Kemasyarakatan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan kelompok tani hutan di Desa Batuah. Hal ini ditunjukan dengan nilai T value (2,953) dan nilai P value (0,003). Artinya Semakin baik program semakin baik pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat kelompok tani hutan, serta berdasarkan uji validitas indikator yang mengukur variabel program hutan kemasyarakatan, dimana dari 4 indikator pengukur terdapat 3 indikator yang tidak valid yaitu, penyuluhan, pengadaan bibit, dan kemampuan SDM sehingga yang menjadi pengukur HKm satu-satunya adalah kecukupan dana. Hal ini berarti faktor penyuluhan, pengadaan bibit, dan kemampuan sdm tidak dapat menjadi pengukur keberhasilan HKm. Hal ini berimplikasi pada fenomena di lapangan bahwa ketiga faktor tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap keberhasilan HKm, oleh karena itu fenomena ini dapat menjadi koreksi bagi pelaksana pendampingan program HKm di Desa Batuah, untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pendampingan karena dari hasil penelitian ini satu-satunya faktor pendorong keberhasilan program hkm adalah semata-mata kecukupan dana.
KADAR AIR BIOPELET DARI SERBUK TUMBUHAN KELAKAI (Stenochlaena palustris (Burm F) Bedd) DAN SERBUK KAYU GALAM (Melaleuca cajuputi sub sp. Cumingiana) Ali Muhakim; Siti Hamidah; Violet Violet
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11737

Abstract

This study aims to determine the water content of biopelets made from the litter of kelakai plants and galam sawdust, according to applicable SNI standards. The biopelet testing procedure used was to use standards (SNI 8021-2014) and the experimental design used a Complete Randomized Design (CRD), with a total of 3 levels of mixed treatment, with 5 repeats so that the number of experiments became 3 x 5 tests = 15 test samples. The weight of the material is 40 grams for each treatment. Recording and processing of data from the results of the study is recorded in an observation table referring to the Complete Randomized Design (CRD) experiment. The resulting biopelet has an average density value cm3, water content in the range of 6.530% - 10.362% results obtained on treatments A, B and C, overall biopelet testing has met the test SNI standards used Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air biopelet yang terbuat dari serasah tumbuhan kelakai dan serbuk kayu galam, sesuai standar SNI yang berlaku. Prosedur pengujian biopelet yang digunakan yaitu menggunakan standar (SNI 8021-2014) dan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan jumlah perlakuan campuran sebanyak 3 tingkat, dengan 5 kali ulangan sehingga jumlah percobaan menjadi 3 x 5 ulangan =15 sampel uji. Berat bahan adalah 40 gram untuk setiap perlakuan. Pencatatan dan pengolahan data dari hasil penelitian dicatat pada tabel pengamatan yang mengacu pada percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Biopelet yang dihasilkan memilki nilai rata-rata kadar air kisaran  6,530% - 10,362%, Semua hasil pengujian yang didapat pada perlakuan A, B dan C, secara keseluruhan pengujian biopelet sudah memenuhi standar uji SNI
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Arman Mirza
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11100

Abstract

Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
PROSES PEMBUATAN PULPING SODA DARI PANDAN RASAU (Pandanus helicopus) BERDASAKAN VARIASI LAMA WAKTU PEMASAKAN Vina Oktafianty; Wiwin Tyas Istikowati; Zainal Abidin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11027

Abstract

The rate of population growth causes the need for paper to increase, therefore an effort is needed to find alternative raw materials, especially those that are cheap and environmentally sound. The purpose of this study was to analyze the effect of cooking time for pandan rasau pulp using the soda process and the addition of kaolin as a filler to pandan rasau paper and to determine the optimal length of time and addition of kaolin. The results obtained are related to the yield test at 1 hour of cooking time; 1.5 hours; and 2 hours the average yield increased by 20.06%, 27.44% and 29.42%. The physical test results of the paper showed the highest average tear index of 7.76 mN m2/g and the highest average tear index of 0.80 kPa m2/g. The most optimal cooking time and the addition of kaolin was found in the 2 hour cooking time with the addition of 3% kaolinLaju pertumbuhan penduduk menyebabkan kebutuhan kertas meningkat, Maka dari itu dilakukan suatu upaya untuk mencari bahan baku alternatif terutama yang murah dan ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh lama pemasakan pulp pandan rasau menggunakan proses soda dan penambahan kaolin sebagai filler pada kertas dari pandan rasau serta menentukan lama waktu dan penambahan kaolin yang paling optimal. Hasil yang diperoleh terkait uji rendemen pada lama pemasakan 1 jam; 1,5 jam; dan 2 jam didapat rerata rendemen meningkat sebesar 20,06%, 27,44%, dan 29,42%. Hasil uji fisik kertas berupa rerata indeks sobek tertinggi sebesar 7,76 mN m2/g dan rerata indeks jebol / retak tertinggi sebesar 0,80 kPa m2/g. Perlakuan lama waktu pemasakan dan penambahan kaolin paling optimal terdapat pada perlakuan lama waktu pemasakan 2 jam dengan penambahan kaolin 3%.
PENGGUNAAN LAHAN DAN MONOGRAM BERBASIS CITRA DRONE DI WILAYAH KAMPUS AKADEMI KOMUNITAS PETERNAKAN KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT Muhammad Taufiqul Hakim; Suyanto Suyanto; Udiansyah Udiansyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12308

Abstract

The land use map produced from remote sensing technology was made with unmanned aerial vehicles which are very important as the basis for planning. The process of interpreting drone images, there are still problems due to the unavailability of drone image monograms. This research aims to analyze land use and obtain a monogram model using drone imagery in The Campus Area of Farming Community Academy Jorong Subdistrick Tanah Laut Regency. The primary data includes parameters: object identification, interpretation key description, land use type, coordinate position and area. Secondary data was obtained from searching literature and reading sources related to research and supporting data. Determining the sampling point using purposive sampling technique. Purposive sampling is a non-random sampling technique in which the researcher determines sampling by establishing special characteristics or with certain considerations. In this study the sampling point was determined by digitizing results. The results of land use that can be identified from drone imagery at the study site with an area of 10.3 ha obtained 7 types, namely buildings, secondary natural forest, plantation forest, mixed garden, open land, palm plantations, and ponds the largest land use is oil palm plantations with a percentage of 64.76% because based on the spatial layout of the research location it is included in the plantation area plantation forest land use with a percentage of 13.63% and the smallest land use is a pond with a percentage of 0.25%. Drone imagery has many advantages over other images because it makes it easier for the interpreter to recognize an object that is more detailed and sharp, from 60 points an accuracy level of 92% is obtained from the total points. Based on the interpretation of objects from drone imagery, 9 models of land use monograms were obtained and tree identification obtained 25 tree speciesPeta penggunaan lahan yang dihasilkan dari teknologi penginderaan jauh dibuat dengan pesawat tanpa awak (drone) yang sangat penting menjadi dasar penyusunan perencanaan. Proses interpretasi citra drone masih terkendala karena tidak tersedianya monogram citra drone. Peneltian ini bertujuan menganalisis penggunaan lahan dan memperoleh model monogram menggunakan citra drone di Wilayah Kampus Akademi Komunitas Peternakan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Data primer meliputi parameter: identifikasi objek, deskripsi kunci interpretasi, tipe penggunaan lahan, posisi koordinat dan luasannya. Data sekunder didapatkan dari penelusuran literatur dan sumber bacaan yang berhubungan dengan penelitian dan data penunjangnya. Penentuan titik sampling menggunakan tenik purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik non random sampling dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus atau dengan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini titik sampling ditentukan dengan hasil digitasi. Hasil penggunaan lahan yang dapat diidentifikasi dari citra drone pada lokasi penelitian dengan luas 10,3 ha didapatkan 7 jenis, yaitu bangunan, hutan alam sekunder, hutan tanaman, kebun campuran, lahan terbuka, perkebunan sawit, dan kolam penggunaan lahan yang terluas perkebunan sawit dengan persentase 64,76 % karena berdasarkan dengan tata ruang wilayah lokasi penelitian termasuk kedalam kawasan peruntukan perkebunan. Penggunaan lahan hutan tanaman dengan persentase 13.63% dan penggunaan lahan paling kecil yaitu kolam dengan persentase 0,25 %. Citra drone memiliki banyak kelebihan dari citra yang lain karena dapat mempermudah interpreter untuk mengenal suatu objek yang lebih detail dan tajam, dari 60 titik didapatkan tingkat ketelitian sebesar 92 % dari total keselurahan titik. Berdasarkan penafsiran objek dari citra drone didaptkan 9 model monogram penggunaan lahan dan identifikasi pohon didapatkan 25 jenis pohon.
TUMBUHAN BAWAH DI AREA REVEGETASI PASCA TAMBANG BATUBARA DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN OBAT Elsa Lenia Lefi; Mochamad Arief Soendjoto; Kissinger Kissinger
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.9087

Abstract

Pemulihan ekosistem yang umum dilaksanakan pada area pasca tambang yaitu reklamasi dan revegetasi lahan. keberhasilan kegiatan reklamasi dan revegetasi dapat diukur dengan jumlah tanaman pokok yang tumbuh. Selain tanaman pokok, tumbuhan bawah yang hadir secara alami yang dapat memberikan dampak positif terhadap revegetasi awal lahan pasca tambang dan lingkungan sekitarnya, seperti tempat tinggal dan sumber pakan bagi fauna serta digunakan sebagai obat-obatan oleh manusia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis komposisi jenis, indeks keragaman jenis dan indeks kemiripan komunitas serta tumbuhan bawah yang berkhasiat obat beserta manfaatnya. Pelaksanaan penelitian ini di PT Adaro Indonesia, Kalimantan Selatan menggunakan metode purposive sampling. lokasi penelitian yang digunakan sebanyak 4 titik. Jalur plot yang dipakai sepanjang 200 m dan lebar 2 x 2 m² untuk jenis rumput dan paku serta 5 x 5 m² untuk jenis semak herba dan liana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 27 famili tumbuhan bawah yang terdiri dari 57. Potensi individu spesies yang dominan yaitu Kerisan (Scleria bancana), Paku tertutup (Davallia denticulata), Lulampuyangan (Pennisetum purpureum), Paku harupat (Nephrolepis bisserata), dan Ara sungsang (Asystasia gangetica). Indeks Keragaman (H’) tumbuhan bawah di empat lokasi pengamatan masuk dalam kriteria “Sedang” dapat diartikan bahwa pertumbuhan tumbuhan bawah dalam kondisi yang cukup baik dan cukup beragam. Tumbuhan bawah yang berkahsiat obat ditemukan sebanyak 34 spesies (62.96%) dari 4 lokasi pengamatan. 33 spesies tumbuhan obat berkhasiat untuk mengobati penyakit dengan kategori ringan hingga berat dan 1 spesies tumbuhan obat dijadikan sebagai obat vitalitas dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
ANALISIS KERUSAKAN DAUN TANAMAN ANGLAI (Intsia palembanica) DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA (TH2TI) BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Iqbal Anshori; Dina Naemah; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12778

Abstract

The Indonesian tropical rainforest park TH2TI is a research and reclamation site for the community in which there are several types of plants developed, one of which is the Anglai plant (Intsia palebanica). Anglai in the TH2TI area is about 1 year old with a height of approximately 1 m and is still susceptible to attack by pests and plant diseases, especially on the leaves. The aims of the research were to analyze the type of leaf damage on Anglai plants, and calculate the percentage of leaf damage on Anglai plants. Data collection was carried out by identifying the condition of damage to Anglai plants, especially on the leaves through a direct survey. The results obtained during the study were that there were 5 types of damage to Anglai leaves in the form of damage due to leaf caterpillars, bagworms, putul beetles, yellowing leaves, and black spotting leaves where the intensity of damage to Anglai leaves the greatest 40.67% in Anglai plants, while the intensity the smallest damage was 13.28% and the percentage of damage to the leaves of the Anglai plant with a percentage of 100% in the damaged leaves.Taman hutan hujan tropis Indonesia TH2TI merupakan salah satu tempat penelitian maupun reklamasi untuk masyarakat yang di dalamnya terdapat beberapa jenis tanaman yang dikembangkan salah satunya jenis tanaman yang Anglai (Intsia palembanica). Anglai di kawasan TH2TI berumur sekitar 1 tahun dengan tinggi kurang lebih 1 m dan masih rentan terkena serangan hama dan penyakit tanaman terutama pada bagian daun. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis tipe kerusakan daun pada tanaman Anglai, dan menghitung persentase kerusakan daun pada tanaman Anglai. Pengambilan data yang dilakukan dengan cara identifikasi kondisi kerusakan tanaman Anglai khususnya pada bagian daun dengan cara survey secara langsung. Hasil yang didapat selama penelitian yaitu terdapat 5 tipe kerusakan pada daun Anglai berupa kerusakan karena ulat daun, ulat kantong, kumbang puthul, daun menguning, dan daun bercak hitam dimana intensitas kerusakan daun Anglai yang paling besar 40,67% pada tanaman Anglai, sedangkan intensitas kerusakan yang paling kecil terdapat 13,28% serta presentase kerusakan daun tanaman Anglai dengan presentase 100% pada bagian daun rusak.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue