cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
Analisis Program Hutan Kemasyarakatan Di KTH Batu Kura dan KTH Pinang Muda Kabupaten Tanah Laut Muhammad Adieb Rasyadi; Muhammad Naparin; Hafizianor Hafizianor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9631

Abstract

The social forestry program has been running since 2014 until now. The social forestry program has 5 schemes, one of which is community forestry which invites the community to intervene in implementing the social forestry program. The purpose of this research is to analyze the implementation of community forestry programs through institutional, technical, economic and ecological aspects. The respondents of this study were members of the Batu Kura and Pinang Muda forest farmer groups. The results obtained were tested through SPSS with an unpaired t test. The results of the analysis obtained sig 0.091 which has a not significant different meaningProgram perhutanan sosial berjalan semenjak tahun 2014 hingga sekarang. Program perhutanan sosial memiliki 5 skema salah satunya adalah hutan kemasyarakatan yang mengajak masyarakat untuk ikut campur tangan dalam melaksanakan program perhutanan sosial. Tujuan penelitian ini ada untuk menganalisa pelaksanaan program hutan kemasyarakatan melalui aspek kelembagaan, teknis, ekonomi dan ekologi. Responden dari penelitian ini merupakan anggota kelompok tani hutan Batu Kura dan Pinang Muda. Hasil yang didapatkan dilakukan pengujian melalui SPSS dengan pengujian uji t tidak berpasangan. Hasil Analisa didapatkan sig 0.091 yang memiliki arti berbeda tidak signifikan
ANALISIS SIFAT FISIK TANAH TERHADAP LAJU DAN VOLUME INFILTRASI DI DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Reynaldy Yustisio; Badaruddin Badaruddin; Syarifuddin Kadir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12319

Abstract

Research at Barabai CA for 3 months. The aims of this study were to analyze the physical properties of soil in Barabai CA of Hulu Sungai Tengah District, analyze the relationship of infiltration capacity and volume, and measure the infiltration rate.  The primary data of this research is soil physical properties. Data from related agencies were used as secondary data. The results of the highest bulk density analysis in land unit 7 1.50 g/cm3, the lowest bulk density was found in land unit 8 with a value of 0.71 g/cm3. The results of the analysis of the highest particle density value in land unit 7 with a value of 2.45 g/cm3, the lowest particle density value was found in land unit 11 1.80 g/cm3. In land unit 8 with the highest value of 64.08%, land unit 7 with the lowest value of 38.86%. The relationship between infiltration capacity and infiltration volume with a very close correlation value of 0.9819, means that only 0.02 is influenced by other factorsPenelitian di DTA Barabai selama 3 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat fisik tanah DTA Barabai Kabupaten HST, hubungan kapasitas dan volume, dan pengukuran laju infiltrasi. Data primer penelitian ini adalah sifat fisik tanah.  Data Instansi terkait digunakan sebagai data sekunder. Hasil analisis Bulk Density (BD)  tertinggi di unit lahan 7 dengan nilai 1.50 g/cm3, BD  dan terendah di unit lahan 8 dengan nilai 0.71 g/cm3. Hasil analisis nilai particle density (PD) tertinggi di unit lahan  7 dengan nilai sebesar 2,45 g/cm3, PD terendah terdapat pada unit lahan 11 dengan angka 1,80 g/cm3. Di unit lahan 8 dengan nilai sebesar 64,08% tertinggi, unit lahan 7 dengan nilai 38,86% terendah. Hubungan kapasitas infiltrasi dan volume infiltrasi dengan nilai kolerasi sangat erat yaitu 0,9819 artinya hanya 0,02 dipengaruhi oleh faktor lain
TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA KAWASAN AGROFORESTRI DUKUH KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Febrianto Akhmad Syam Jongka; Mochamad Arief Soendjoto; Mufidah Asy'ari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.8816

Abstract

Agroforestry practiced by the community in Karang Intan District holds the potential for plant species that are believed to have various medicinal benefits for the community. The local community living around the agroforestry area has indigenous knowledge of utilizing forest plants for traditional medicine. This practice has been passed down from generation to generation indirectly since ancient times. This research aims to analyze the potential and utilization of medicinal plants by the community within the agroforestry area in Karang Intan District. The research was conducted in three villages in Karang Intan District, namely Kiram Village, Bi'ih Village, and Pulau Nyiur Village. Data collection was done through guided interviews, direct field observations, and a literature study. The selection of key informants was determined through Purposive Sampling and Snowball Sampling. The total number of key informants was 20 people. The results of the research show that there are 34 medicinal plant species from 24 families utilized by the community and 27 medicinal plant species from 21 families whose benefits are known from literature studies. The dominant plant species used as medicine belong to the Euphorbiaceae family. It was found that 32% of medicinal plants have multiple parts utilized for medicinal purposes.Agroforestri yang dimiliki masyarakat Kecamatan Karang Intan menyimpan potensi jenis tumbuhan yang diduga memiliki berbagai manfaat sebagai obat bagi masyarakat. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan agroforestri memiliki kearifan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan hutan untuk pengobatan secara tradisional. Masyarakat melakukannya sudah sejak jaman dulu, diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan pemanfaatan tumbuhan obat yang dilakukan oleh masyarakat yang terdapat pada kawasan agroforestri dukuh di Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini dilakukan pada 3 desa di Kecamatan Karang Intan yaitu desa Kiram, desa Bi’ih dan desa Pulau Nyiur. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan panduan wawancara, pengamatan langsung dilapangan dan studi pustaka. Pemilihan informan kunci ditentukan dengan cara Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Jumlah informan kunci sebanyak 20 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat 34 jenis tumbuhan berkhasiat obat dari 24 famili yang dimanfaatkan masyarakat dan 27 jenis tumbuhan berkhasiat obat dari 21 famili yang diketahui manfaatnya dari studi pustaka. Jenis tumbuhan yang mendominasi digunakan sebagai obat berasal dari famili Euphorbiaceae. Bagian tumbuhan berkhasiat obat yang sering dimanfaatkan sebagai obat lebih dari satu bagian yaitu sebanyak 32%.
Study On The Distribution Of Pongamia Pinnata Trees In The Coastal Forest Of Hatusua Village, Kairatu Subdistrict, West Seram Regency Demianus Tamala; Irwanto Irwanto; Yulianus Dominggus Komul
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12133

Abstract

Study on the Distribution of Pongamia Pinnata (Pongamia Pinnata) Wood Species on the Coastal Forest of Hatusua Village, Kairatu Subdistrict, West Seram Regency. The research objective is to determine the morphology and distribution pattern of Pongamia Pinnata wood, using data collection methods such as purposive sampling surveys, a combination of transect and quadrat line methods conducted along the observation paths on the coastal forest. The results of the study show that morphologically, Pongamia Pinnata wood is a tree with woody stems, grayish in color, round in shape with rough and protruding stem surfaces. The height of this tree ranges from 8 to 37.5 meters with a stem diameter reaching 84 cm. The vegetation species diversity for seedling level = H’=2.79, Sapling = 3.46, and tree level H’ =3.17, which is classified as experiencing moderate to high diversity with a clustered distribution pattern
PENGARUH BERAT LABUR, JENIS KOMBINASI SERTA INTERAKSINYA TERHADAP SIFAT FISIKA MEKANIKA PAPAN LAMINASI KOMBINASI RAJUMAS BAMBU PETUNG DAN KEMIRI BAMBU PETUNG Febriana Tri Wulandari; Rima Vera Ningsih; Hasyyati Shabrina
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12147

Abstract

Bambu petung dipilih karena memiliki diameter yang dapat mencapai 20 cm dengan tebal dinding antara 1-3 cm sehingga cocok digunakan menjadi bambu laminasi.  Kayu yang digunakan dalam penelitian menggunakan kayu rajumas dan kemiri dimana kedua kayu tersebut termasuk jenis kayu ringan (kelas kuat IV) sehingga sesuai untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku papan laminasi.  Kualitas papan laminasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah jenis bahan baku, warna kayu, perekat yang digunakan, jumlah garis perekat, berat labur perekat, arah serat kayu, berat jenis kayu dan kadar air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berat labur, kombinasi jenis dan interaksinya terhadap sifat fisika mekanika papan laminasi serta pemanfaatanya berdasarkan kelas kuatnya. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan dua faktor dan empat perlakuan serta tiga kali ulangan. Berat labur berpengaruh tidak nyata pada pengujian sifat fisika tetapi berpengaruh nyata terhadap pengujian mekanika papan laminasi.  Jenis kombinasi berpengaruh nyata terhadap sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian Modulus of Rupture (MoR) berpengaruh tidak nyata.  Interaksi berat labur dan jenis kombinasi berpengaruh nyata terhadap sifat fisika tetapi tidak berpengaruh terhadap sifat mekanika papan laminasi.  Terjadi peningkatan kelas kuat dari kelas kuas IV menjadi kelas kuat III setelah dibuat menjadi papan laminasi sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi terlindungi.
STUDI KEBERHASILAN PERTUMBUHAN TANAMAN KENARI (Canarium indicum L.) PROVENAN MORELA PADA KEBUN BENIH DESA HATUSUA KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Rian Miru; Ludya Siahaya; Hendrik S.E.S Aponno
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.12650

Abstract

  Studi keberhasilan pertumbahan tanaman kenari provenan Morela pada kebun benih Provenan Morela di Desa Hatusua Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat”. Skripsi ini membahas tentang keberhasilan pertumbuhan dan kualitas tanaman kenari provenan Morela yang ditanam di desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan tanaman kenari dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persen tumbuh tanaman kenari hidup mencapai 84% dengan jumlah tanaman hidup sebanyak 336 pohon dan jumlah tanaman mati sebanyak 64 pohon. Tingkat keberhasilan ini lebih dari nilai rata-rata yang di tetapkan oleh Permen LHK No 23 Tahun 2021, yaitu 75%. Selain itu hasil penelitian ini menunjukan bahwa tinggi total dan diameter tanaman kenari pada provenan Morela memiliki variasi yang signifikan, dengan nilai rata-rata tinggi total 1,46 m dan diameter 1,30 cm. Jumlah daun taanaman kenari juga memiliki variasi yang signifikan, dengan nilai rata-rata 10,44 helai daun. Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman kenari meliputi kondisi dan cara pengangkutan bibit, cara penanman dan pemupukan, kandungan bahan organik dalam tanah, serta kondisi iklim seperti curah hujan. Dalam hal ini, curah hujan yang relatif tinggi pada tahun 2023- 2024 rata-rata berkisar antara 2056 - 667 mm dengan suhu berkisar antara 23,42°C- 32°C, kelembaban udara kisaran 50% - 92%, intesitas cahaya pada provenan kenari berkisar antara 3558 – 11524 lux, pH tanah pada tanaman kenari provenan morela kisaran 6 – 7 netral, dan kelembaban tanah pada tanaman kenari berkisar antara 5 – 8 jumlah air pada tanaman sangat tercukupi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman kenari yang di tanam di lokasi penelitian berada pada kategori berhasil dan memiliki potensi yang baik untuk di kembangkan sebagai tanaman yang produktif dan berkelanjutan.
PEMANFAATAN KONFLIK ANTARA GAJAH DAN MANUSIA SEBAGAI EKOWISATA DI DESA TEGAL YOSO Gunardi Djoko Winarno; Dimas Aulia Miftahul Khusna; Agus Setiawan
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12795

Abstract

The increasing conflict between humans and elephants makes people think that the existence of elephants is detrimental, so humans tend to antagonize them. conflict does not always have a bad connotation, but can be a source of positive experience. This can mean that elephant and human conflicts can become important information, knowledge and education in the development of elephant conflict ecotourism. This study aims to analyze the causes of elephant conflicts, analyze efforts to overcome elephant conflicts, analyze people's perceptions of the use of elephant and human conflicts as ecotourism. The research was conducted from May 14, 2023 to June 14, 2023 in Tegal Yoso Village, Purbolinggo sub-district, East Lampung. The tools used in this research are stationery, GPS (Global Positioning System), camera, and laptop. The materials used in this research were Respondents, 30 people from Tegal Yoso Village. The research was conducted through survey and interview methods. The results of the research obtained the causes of conflict are habitat changes that are getting worse, decreased availability of resources, and the number of food crops favored by elephants around the forest border area, and tataliman. Conflict mitigation efforts are ERU to help mitigate conflicts between elephants and humans, night patrols, building guard towers, blocking, blocking and driving elephants into the forest area, and building embankments to block elephants and prevent flooding. The people of Tegal Yoso Village strongly agree to the utilization of elephant and human conflicts as ecotourism.Konflik manusia dengan gajah yang semakin meningkat membuat masyarakat menganggap keberadaan gajah merugikan, sehingga manusia cenderung memusuhinya. konflik tak selamanya berkonotasi buruk, tapi bisa menjadi sumber pengalaman positif. Hal ini dapat dimaksudkan bahwa konflik gajah dan manusia bisa menjadi sebuah informasi, pengetahuan dan edukasi yang penting dalam pengembangan ekowisata konflik gajah. Penelitian ini bertujuan yaitu menganalisis penyebab terjadinya konflik gajah?, menganalisis upaya penanggulan konflik gajah?, menganalisis persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan konflik gajah dan manusia dijadikan sebagai ekowisata?. Penelitian dilakukan pada 14 Mei 2023 sampai 14 Juni 2023 di Desa Tegal Yoso kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah ATK, GPS (Global Positioning System), kamera, dan laptop. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Responden, 30 orang masyarakat Desa Tegal Yoso. Penelitian dilakukan melalui metode survei dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan penyebab terjadinya konflik ialah Perubahan habitat yang semakin memburuk, penurunan ketersediaan sumber daya, dan banyaknya tanaman pangan yang disukai gajah sekitar areal perbatasan hutan, dan tataliman. Upaya penanggulangan konflik yaitu terdapat ERU dalam membantu mitigasi konflik antara gajah dan manusia, patroli malam, pembuatan menara jaga, pemblokadean, penghalauan serta penggiringan gajah ke dalam kawasan hutan, dan pembuatan tanggul untuk penghalauan gajah serta pencegahan banjir. Masyarakat Desa Tegal Yoso sangat setuju terhadap pemanfaatan konflik gajah dan manusia dijadikan sebagai ekowisata.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TRUBUSAN SUNGKAI (Peronema canescens) TERHADAP MEDIA TANAH GAMBUT DENGAN DAN TANPA ABU CANGKANG KELAPA AWIT DAN KAPUR DOLOMIT Naila Mikhael Wenda; Basir Achmad; Setia Budi Peran
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.8996

Abstract

Kalimantan merupakan pulau yang kaya akan potensi alam terutama dalam bidang kehutanan. Salah satu vegetasi yang banyak dimanfaatkan di Kalimantan yaitu sungkai (Peronema canescens). Dengan demikian spesies ini harus ditingkatkan populasinya untuk memenjaga kelestariannya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis persentase hidup dan kecepatan bertunas trumbusan stek sungkai (Peronema canescens). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu tanah gambut, tanah gambut dicampur kapur dolomit dan tanah gambut dicampur abu cangkang kelapa sawit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase hidup stek sungkai (Peronema cansescens) pada perlakuan A (kontrol) sebesar 96%, perlakuan B (kapur dolomit + tanah gambut) 72% perlakuan C (abu cangkang kelapa sawit + tanah gambut) 32%. Rata-rata presentase hidup stek sungkai 68%. Pertumbuhan tunas stek sungkai tercepat tumbuh terdapat pada percobaan pertama yaitu tanah gambut (kontrol) dengan rata-rata pertumbuhan 4,4 hari sedangkan tumbuh tunas terlambat terdapat pada percobaan ketiga yaitu tanah gambut + abu cangkang kelapa sawit dengan rata-rata 7,36 hari.
PROSES PENURUNAN KADAR AIR MADU KELULUT (Heterotrigona itama) MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN BEKAS DAN DEHUMIDIFIER Nova Purwanti; Trisnu Satriadi; Rosidah Radam
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9296

Abstract

ABSTRACT. Honey is a natural product obtained from kelulut bees (Heterotrigona itama). This research aims to analyze the use of used refrigerators and dehumidifiers to reduce the water content of honey. The process of reducing the water content of honey begins by pouring honey into a plastic container. Each plastic container is neatly arranged in a used refrigerator. The dehumidifier is placed at the bottom of the used refrigerator. Observation of water content is carried out every 09.00 and 16.00. The use of used refrigerators and dehumidifiers can reduce the water content of honey from 30% to 20% for 48 hours.ABSTRAK. Madu kelulut (Heterotrigona itama) adalah salah satu bahan alam yang diperoleh dari lebah kelulut. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan lemari pendingin bekas dan dehumidifier terhadap penurunan kadar air madu kelulut. Proses penurunan kadar air madu dimulai dengan menuangkan madu ke dalam wadah plastik.  Setiap wadah plastik disusun rapi di dalam lemari pendingin bekas.  Alat dehumidifier diletakkan pada bagian paling bawah lemari pendingin bekas.  Pengamatan kadar air dilakukan setiap pukul 09.00 dan 16.00.  Penggunaan lemari pendingin bekas dan dehumidifier dapat menurunkan kadar air madu dari 30% menjadi 20% selama 48 jam.
PEMETAAN BENCANA TANAH LONGSOR DI DTA BARABAI MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI NDBI, SAVI, DAN CBI Naufal Noor Kamil; Badaruddin Badaruddin; Syam'ani Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12316

Abstract

The destruction of forest areas results in large amounts of surface runoff, thereby disrupting soil stability and triggering landslides. The landslide disaster occurred in the Barabai Catchment Area (DTA) followed by flood. Mapping the location of landslides using images can be done as a mitigation effort in disasters. The extraction method is used to determine changes in an area, so it can be used to observe changes in soil appearance due to landslides. The purpose of this study was to test the accuracy of the extraction method at the landslide location using Sentinel-2 imagery and analyze its spatial distribution in the Barabai catchment area. The extraction methods used are NDBI, SAVI, and CBI. The accuracy test was carried out using the Confusion Matrix method by comparing the results of image extraction with field surveys. Sampling in the survey was carried out by accidental sampling by considering the access road to the landslide location. The results of testing the accuracy of the extraction method obtained the highest Overall Accuracy by the NDBI method of 73.53%, then the SAVI method 63.73%, and the CBI method 69.61%. The area of the landslide in the Barabai catchment area is estimated at 183.92 HectaresRusaknya kawasan hutan mengakibatkan aliran permukaan dalam jumlah besar, sehingga mengganggu kestabilan tanah dan memicu terjadinya bencana tanah longsor. Bencana tanah longsor terjadi pada Daerah Tangkapan Air (DTA) Barabai diikuti dengan banjir. Pemetaan lokasi tanah longsor menggunakan citra dapat dilakukan sebagai upaya mitigasi pada bencana. Metode ekstraksi digunakan untuk mengetahui perubahan suatu area, sehingga dapat digunakan dalam mengamati perubahan kenampakan tanah akibat tanah longsor. Tujuan Penelitian ini adalah menguji akurasi metode ekstraksi pada lokasi longsor menggunakan citra Sentinel-2 dan menganalisis distribusi spasialnya di daerah tangkapan air Barabai. Metode ekstraksi yang digunakan adalah NDBI, SAVI, dan CBI. Uji akurasi dilakukan menggunakan metode Confusion Matrix dengan membandingkan hasil ekstraksi citra dengan survey lapangan. Pengambilan sampel dalam survey dilakukan secara Accidental Sampling dengan mempertimbangkan akses jalan lokasi longsor. Hasil dari pengujian akurasi dari metode ekstraksi didapatkan Overall Accuracy tertinggi oleh metode NDBI sebesar 73,53%, kemudian metode SAVI 63,73%, dan metode CBI 69,61%. Luas longsoran tanah pada daerah tangkapan air barabai diperkirakan sebesar 183,92 Hektar.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue