cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 895 Documents
ANALISIS OPTIMALISASI POLA TANAM AGROFORESTRI DUKUH DENGAN APLIKASI SExI-FS DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Sebastian Arta Kesuma; Hafizianor Hafizianor; Mahrus Aryadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.18841

Abstract

ABSTRACT. This study aimed to evaluate spatial modeling and optimize planting patterns in dukuh agroforestry systems using the Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS). Field data consisting of tree species, diameter, height, and spatial coordinates were used as input to simulate horizontal and vertical stand structures. The model generated crown map, root map, and light map to assess canopy distribution, root interaction, and light availability as key indicators of spatial efficiency. The results showed that both Dukuh Rumah and Dukuh Gunung exhibited adaptive spatial configurations, with light intensity ranging from 67–89.4% and 65–85%, respectively, and root density indicating low to moderate competition. More complex vertical stratification contributed to a more even distribution of light without significantly increasing competition. The optimization analysis revealed that planting arrangement based on spatial configuration and canopy stratification improves resource use efficiency and reduces interspecific competition. These findings demonstrate that SExI-FS provides a quantitative approach for designing more adaptive and sustainable planting patterns in dukuh agroforestry systems. Keywords: spatial modeling; planting optimization; SExI-FS; agroforestry; spatial structure ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemodelan spasial dan mengoptimalkan pola tanam pada sistem agroforestri dukuh menggunakan aplikasi Spatially Explicit Individual-Based Forest Simulator (SExI-FS). Data lapangan berupa jenis, diameter, tinggi, dan koordinat spasial pohon digunakan sebagai input untuk mensimulasikan struktur tegakan secara horizontal dan vertikal. Model menghasilkan crown map, root map, dan light map yang digunakan untuk menganalisis distribusi tajuk, interaksi perakaran, serta ketersediaan cahaya sebagai indikator efisiensi ruang tumbuh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Dukuh Rumah dan Dukuh Gunung memiliki konfigurasi spasial yang adaptif, dengan intensitas cahaya masing-masing berkisar 67–89,4% dan 65–85%, serta kepadatan akar yang mencerminkan tingkat kompetisi rendah hingga sedang. Stratifikasi vertikal yang lebih kompleks berkontribusi terhadap distribusi cahaya yang lebih merata tanpa meningkatkan kompetisi secara signifikan. Analisis optimalisasi menunjukkan bahwa pengaturan pola tanam berbasis konfigurasi spasial dan stratifikasi tajuk mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan menekan kompetisi antarjenis. Hasil ini menegaskan bahwa SExI-FS dapat digunakan sebagai pendekatan kuantitatif dalam merancang pola tanam agroforestri dukuh yang lebih adaptif dan berkelanjutan.Kata kunci: pemodelan spasial; optimalisasi pola tanam; SExI-FS; agroforestri; struktur spasial
KARAKTERISTIK ANATOMI KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) BERDASARKAN KELAS DIAMETER PADA AREAL REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG BATU BARA Evita Sari; Wiwin Tyas Istikowati; Trisnu Satriadi; Yusanto Nugroho
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20704

Abstract

Tanaman sengon (P. falcataria) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai persentase hidup tinggi karena tanaman sengon dapat menyesuaikan air dan dapat beradaptasi dengan karakteristik tanah bekas tambang tersebut. Variasi diameter kayu pada tanaman yang memiliki spesies, umur, dan lokasi tanam yang sama disebabkan oleh faktor kerapatan pohon, kompetisi dengan tanaman lain, pengelolaan tanaman, hama, penyakit, dan ketersediaan unsur hara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis karakteristik anatomi kayu sengon berdasarkan variasi kelas diameter sebagai penentu untuk penggunaan akhirnya. Sampel diambil dari kawasan reklamasi lahan pasca tambang batu bara di PT Borneo Indobara, kemudian diuji sifat fisik dari kadar air, berat jenis, maserasi, pengamatan pada mikroskop dengan perbesaran 100 dan 400 setelah itu melalui pengukuran dengan aplikasi imagej. Penelitian juga dilakukan di laboratorium Tekhnologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Hasil dari perhitungan dapat memberikan informasi dasar mengenai karakteristik anatomi kayu, adanya perbedaan signifikan diantara panjang serat dan panjang pembuluh. Nilai rerata diameter lumen yaitu 8 µm, dengan rerata ketebalan dinding sel sebesar 1,32 µm. Serat turunan memiliki rerata bilangan runkel sebesar 0,33, rerata daya tenun sebesar 12,46, rerata bilangan muhlsteph (%) sebesar 73,08, rerata koefisien kekakuan sebesar 0,13, dan rerata koefisien kelenturan sebesar 0,76. Kualitas serat turunan yang baik ditemukan pada kayu sengon, yang termasuk dalam kategori kelas 2 dengan jumlah nilai 350 berdasarkan perhitungan persyaratan dan nilai serat kayu sebagai bahan baku pulp. Oleh karena itu, kayu sengon dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk pulp dan kertas.
ANALISIS BRIKET CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA (Cocos mucifera L) DAN LIMBAH PLASTIK LDPE TERHADAP KUALITAS BRIKET Muhammad Rizki; Muhammad Faisal Mahdie; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas briket yang dibuat dari campuran arang tempurung kelapa (Cocos mucifera L) dan limbah plastik LDPE dengan berbagai komposisi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kebutuhan energi alternatif dan permasalahan limbah plastik yang sulit terurai. Pembuatan briket dilakukan dengan proses pencampuran serbuk arang tempurung kelapa, limbah plastik LDPE, dan perekat tepung tapioka dengan beberapa variasi komposisi, kemudian dilakukan pengujian terhadap kerapatan, kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor berdasarkan standar SNI 01-6235-2000.Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dengan komposisi 85% arang tempurung kelapa dan 15% limbah plastik LDPE memiliki kualitas terbaik dengan nilai kerapatan 0,4784 g/cm³, kadar air 2,27%, kadar abu 5,58%, zat terbang 1,95%, karbon terikat 90,18%, dan nilai kalor 6.185 Kal/g. Penambahan limbah plastik LDPE berpengaruh terhadap peningkatan nilai kalor dan karbon terikat, serta penurunan kadar air dan zat terbang. Dengan demikian, briket campuran ini dapat menjadi alternatif energi terbarukan yang ramah lingkungan serta solusi dalam pengelolaan limbah plastik.
ANALISIS SMART AGROFORESTRY PADA LAHAN KERING DI DESA KAYANGAN, LOMBOK UTARA, NUSA TENGGARA BARAT SMART AGROFORESTRY ANALYSIS ON DRY LAND IN KAYANGAN VILLAGE, NORTH LOMBOK, WEST NUSA TENGGARA Endah Wahyuningsih; Maiser Syaputra; Pande Komang Suparyana; Andi Tri Lestari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.19801

Abstract

ABSTRACT. Agroforestry is a land management system that has the potential to improve food security and farmers' income on dry land in West Nusa Tenggara. This study aimed to identify farming orientation, analyze plant species composition, and examine the climate resilience mechanism of agroforestry systems in Kayangan Village, North Lombok Regency. The method used was a census of 25 agroforestry farmers through interviews and plant species inventory. Data were analyzed descriptively, by frequency, and Spearman correlation. The results showed that 100% of farmers applied a semi-commercial system by planting an average of 25 ± 6 plant species per 0.5 Ha. 21 core species were found, with 5 species at 100%, namely Cashew (Anacardium occidentale), Coconut (Cocos nucifera), Mango (Mangifera indica), Corn (Zea mays), and Peanut (Arachis hypogaea) Bantenan (Lannea coromandelica) had a frequency of 96% as an ecological fence. This system has a 6-Layer Buffer structure consisting of quick food, reserve, spices, quick cash, savings, and liquid assets. A total of 16% of farmers have implemented Trigona sp beekeeping and Nila fish (Oreochromis niloticus) culture. Conclusion, Kayangan agroforestry is a smart model proven to be resilient to 8-10 months of long dry season. The implication of this study is the need for a 3-mandatory-pillars policy of Bantenan, NTF, and Cashew to strengthen dryland agroforestry in NTB.Keywords: Smart agroforestry;  Food security; Climate Resilience; Dry Land; NLR ABSTRAK. Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang berpotensi meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani di lahan kering Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi orientasi usahatani, menganalisis komposisi jenis tanaman, dan mengkaji mekanisme ketahanan iklim sistem agroforestri di Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah sensus terhadap 25 petani agroforestry dengan wawancara dan inventarisasi jenis tanaman. Data dianalisis secara deskriptif, frekuensi, dan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 100% petani menerapkan sistem semi-komersial dengan menanam rata-rata dari 25 responden sebesar  ±6 jenis tanaman per 0,5 ha. Ditemukan 21 jenis utama dengan 5 jenis 100% yaitu mete (Anacardium occidentale), kelapa (Cocos nucifera), mangga (Mangifera indica), jagung (Zea mays), dan kacang tanah (Arachis hypogaea). Spesies bantenan (Lannea coromandelica) memiliki frekuensi 96% sebagai tanaman pagar ekologi. Sistem ini memiliki struktur 6 strata penyangga yang terdiri dari pangan cepat, cadangan, rempah, uang cepat, tabungan, dan aset likuid. Sebanyak 16% petani telah menerapkan budidaya Trigona sp. dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Kesimpulan: agroforestry Desa Kayangan merupakan model smart yang terbukti tahan terhadap kemarau panjang 8-10 bulan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya kebijakan 3 pilar wajib, yaitu bantenan, HHBK, dan mete untuk penguatan agroforestri lahan kering NTB.Kata kunci: Smart agroforestry; ketahanan pangan; lahan kering; perubahan iklim; KLU
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026 Wirawan Noor Hadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20716

Abstract


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026 Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 3 Edisi Juni 2026 Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026 Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026 Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue