cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 895 Documents
PENGARUH KELEMBAGAAN ADAT DAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT TERHADAP PARTISIPASI DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) DI DAGARI LATANG, SUMATERA BARAT Afda Refani; Leti Sundawati; Ivana Rindi Antika; Ishlahul Fikri; Nur Jamiah Rangkuti; Adhika Agra Putra W
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.18460

Abstract

Keberhasilan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) berkaitan dengan karakteristik masyarakat yang berpartisipasi serta peran kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelembagaan adat dan karakteristik masyarakat dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan HKm di Nagari Latang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 anggota Kelompok Tani Hutan yang dipilih menggunakan teknik sensus. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi masyarakat (β = 0,245; p = 0,026), sedangkan kelembagaan adat menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan dengan partisipasi masyarakat (β = 0,149; p = 0,271). Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik masyarakat memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan HKm dibandingkan kelembagaan adat pada model yang dikembangkan. Mengingat penelitian ini menggunakan desain survei observasional dengan pendekatan cross-sectional, hasil penelitian menunjukkan hubungan statistik antarvariabel dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat.
UJI KINERJA TUNGKU MODIFIKASI DENGAN VARIASI LUBANG ANGIN DALAM MEMPERCEPAT PEMBAKARAN BIOPELET DAUN SIRSAK (Annona muricata) DAN BIOPELET DAUN JATI (Tectona grandis) Rangga Putra Wijaya; Muhammad Faisal Mahdie; Adi Rahmadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20711

Abstract

Menipisnya cadangan bahan bakar fosil serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang ramah lingkungan mendorong pengembangan bahan bakar berbasis biomassa seperti biopelet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja tungku modifikasi dengan variasi lubang angin dalam mempercepat pembakaran biopelet berbahan dasar daun Sirsak (Annona muricata) dan daun Jati (Tectona grandis). Metode penelitian melibatkan pengujian tiga variasi lubang angin (satu, dua, dan tiga lubang) untuk menentukan konfigurasi paling efisien dalam mendidihkan 200 ml air. Efisiensi pembakaran dievaluasi berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 100°C serta jumlah biopelet yang dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi dua lubang angin memberikan efisiensi tertinggi, dengan waktu mendidihkan air tercepat yaitu 333 detik untuk biopelet daun Jati dan 309 detik untuk biopelet daun Sirsak. Satu lubang angin menghasilkan pembakaran yang lebih lambat akibat suplai oksigen yang terbatas, sedangkan tiga lubang angin menyebabkan aliran udara berlebih yang mengurangi retensi panas secara efisien. Biopelet daun Jati menunjukkan karakteristik pembakaran yang lebih stabil karena kandungan ligninnya yang lebih tinggi, sementara biopelet daun Sirsak lebih cepat terbakar tetapi kurang stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimasi desain tungku melalui konfigurasi lubang angin yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pembakaran biopelet, sehingga mendukung pengembangan teknologi energi terbarukan. 
PENDUGAAN CADANGAN KARBON TEGAKAN HUTAN TANAMAN DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS (TH2TI) KOTA BANJARBARU Aditya Dwi Pangestu; Mufidah Mufidah; Rina Kanti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20702

Abstract

Climate change has become one of the biggest global challenges facing humanity in the 21st century. The main cause of climate change is the increase in greenhouse gas emissions, such as carbon dioxide (CO2), methane (CH4), and nitric oxide (N2O), which are significantly causing global warming. This research aims to; (1) Determine the form of carbon estimation modeling based on the NDVI value from Landsat Image 9, (2) Estimate carbon reserves in plantation forest stands. This research was conducted in the Banjarbaru Tropical Rainforest Park (TH2TI), South Kalimantan Province. This study is a type of quantitative research that combines two methods, namely greenery index and field measurement, using remote sensing data from landsat 9 imagery and field observation. The sampling technique was carried out by purposive sampling, with reference to the vegetation index classification map to represent the level of vegetation density through NDVI analysis. The results of this study are (1) carbon reserves of Tropical Rainforest Parks based on the NDVI value from the Lansdsat 9 imagery, obtained a coefficient value of 10533x and a constant value of 2381.2 and a determination coefficient (R2) value of 0.8492 which means that the NDVI value (variable X) affects the carbon value and the error rate of the measurement of carbon sequestration potential with an RMSE accuracy test of 304.20 or 0.33%,  (2) the estimated value of carbon stocks in forest stands in TH2TI Banjarbaru with an area of 87.12 ha as a whole of 1008.16 tons. This indicates that the TH2TI Banjarbaru area has the potential to store significant carbon, which has a positive impact on climate change mitigation and environmental conservation efforts.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI DESA TANJUNG SUNGKAI KECAMATAN PULAULAUT TANJUNG SELAYAR KABUPATEN KOTABARU Tri Wulan Sari; Khairun Nisa; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove di Desa Tanjung Sungkai, Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, namun mengalami penurunan luas hutan mangrove dan kualitas akibat penebangan kayu mangrove, pencemaran lingkungan dan alih lahan tambak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 78 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan sedang (49%) hingga tinggi (40%) mengenai hutan mangrove dan (11%) kategori rendah. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pelestarian masih rendah, dengan mayoritas responden berada pada kategori sedang (78%), kategori tinggi (16%), dan kategori rendah (6%). Partisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian juga tergolong sedang (78%), dengan kategori tinggi (19%) dan rendah (3%). Namun demikian, meskipun masyarakat telah memiliki kesadaran akan pentingnya pelestarian, keterlibatan langsung dalam kegiatan seperti penanaman dan pembersihan hutan mangrove masih terbatas.
STUDI POPULASI DAN DENSITAS BEKANTAN (Nasalis larvatus) DI KAWASAN CAGAR ALAM GUNUNG KENTAWAN KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Muhammad Imbron; Ahmad Yamani; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20707

Abstract

Bekantan adalah salah satu dari jenis primata dengan keberadaanya populasi menyeluruh di seluruh pulau Kalimantan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui populasi saat ini ada berapa ekor bekantan yang berada di Kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan, menganalisa berapa jumlah nisbah kelamin (sex ratio) bekantan di Kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan, menganalisis berapa densitas atau kepadatan bekantan dikawasan Cagar Alam Gunung Kentawan, mengetahui faktor yang mempengaruhi dari trend atau naik turunnya pada populasi bekantan yang berada di Kawasan Cagar Alam Gunung Kentawan.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REPRODUKTIF TANAMAN KENARI (Canarium ambonensis) PADA PENGUKURAN ULANGAN KE 8 DI LOKASI PERBANYAKAN BENIH, DESA HATUSUA, KECAMATAN KAIRATU Ricky Apriano Patalala; Andjela Sahupala; Yulianus Dominggus Komul
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.18532

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the growth and development of the Canarium tree (Canarium ambonensis) over a six-month measurement period. Initial baseline data were obtained in January 2021, and final data were collected in July 2021. A quantitative method was employed by calculating the Mean Annual Increment (MAI), the Current Annual Increment (CAI), and describing the physiological development of Canarium ambonensis based on visual physiological characteristics. The results showed an increase in tree diameter every six months during the 7 to 8-year age period. The CAI for diameter growth during the eighth-year iteration period was 2.84 cm/tree/year, while the MAI for diameter growth was 2.30 cm/tree/year. For height growth, the CAI was 2.78 m/tree/year, with an MAI of 2.09 m/tree/year. In addition to the increase in height and diameter growth, there was also an advance in physiological development (flowering and fruiting) reaching 28 trees
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN RAMANIA (Bouea macrophylla Griff) DI BPTH BANJARBARU Richardo Adrian Naibaho; Adistina Fitriani; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20712

Abstract

Ramania (Bouea macrophylla Griffith.) adalah tumbuhan endemik Indonesia yang tergolong dalam famili Anacardiaceae, dimanfaatkan dari buah, daun, hingga batangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap tingkat kelangsungan hidup bibit ramania serta menentukan konsentrasi air kelapa yang optimal bagi pertumbuhannya. Observasi dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan dan tiga variasi perlakuan, menghasilkan 12 kombinasi perlakuan dengan total 36 bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kelangsungan hidup bibit ramania pada perlakuan A0 (kontrol) mencapai 100%, A1 (200 ml/l air kelapa) 100%, A2 (400 ml/l air kelapa) 100%, dan A3 (600 ml/l air kelapa) hanya 40%, dengan rata-rata persentase hidup keseluruhan sebesar 94%. Pemberian air kelapa tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan tinggi, diameter batang, maupun jumlah daun bibit ramania.
SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) DALAM PROGRAM DESA MANDIRI PEDULI GAMBUT DI DESA MARAMPIAU KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN Aulya Agustina; Rina Muhayah Noor Pitri; Sari Mayawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20703

Abstract

The Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) Program is a community empowerment initiative for sustainable peatland management aiming to improve community welfare while preserving the ecosystem. This study aims to calculate the total value and Social Return on Investment (SROI) ratio of the DMPG program in Marampiau Village, Tapin Regency, South Kalimantan. The study applied a descriptive quantitative approach using a census method with 12 respondents consisting of group members, community facilitators (FM), and community facilitator coordinators (KFM). The results show that the total benefits of the program reached IDR 289,770,000 with an investment value of IDR 113,000,000. The SROI ratio was 2.41, meaning that every IDR 1 invested generated social, economic, and environmental benefits of IDR 2.41. These findings prove that the DMPG program creates significant positive impacts and is feasible to be continued as a community empowerment model in peatland areas. 
ANALISIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUKU DAYAK MERATUS DI DESA HARATAI LOKSADO TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN METODE PAIRED SAMPLE T-TEST DAN BALANCED SCORECARD Muhammad Raihan Pratama; Muhammad Naparin; Fonny Rianawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.20708

Abstract

Kearifan lokal merupakan pengetahuan dan identitas masyarakat lokal setempat berupa aktivitas yang sudah dilakukan secara turun temurun untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kearifan lokal masyarakat suku Dayak meratus dari segi ekologi, ekonomi, sosial dan lembaga dan menganalisis perbedaan 2 jenis kearifan loka yang sangat berdampak terhadap kelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji homogenitas, uji normalitas dan uji paired sample t-test menggunakan aplikasi SPSS 24 dan menggunakan analisis data balanced scorecard menggunakan aplikasi Microsoft excel. Hasil yang didapatkan dari uji homogenitas untuk nilai signifikan sebesar 0,825. Hasil yang didapatkan dari uji normalitas untuk nilai signifikansi pada kearifan lokal (usaha hasil hutan bukan kayu) adalah 0,019 sedangkan untuk nilai signifikan kearifan lokal (sektor pariwisata) adalah 0,101. Hasil yang didapatkan dari uji paired sample t-test antara kearifan lokal 1 (usaha hasil hutan bukan kayu) dan Kearifan lokal 2 (sektor pariwisata) untuk nilai signifikan (2-tailed) yaitu 0,000, yang berarti terdapat perbedaan hasil rata-rata antara kearifan lokal 1 dan kearifan lokal 2. Hasil yang didapatkan dari uji balanced scorecard untuk kearifan lokal 1 (usaha hasil hutan bukan kayu) dengan total skor 13,67 dengan persentase 48,3 % sedangkan untuk kearifan lokal 2 (sektor pariwisata) dengan total skor 14,61 dengan persentase 51,7 % sehingga hasil tersebut menunjukan kearifan lokal yang unggul atau berdampak terhadap kelestarian lingkungan yaitu kearifan lokal pada sektor pariwisata.
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYEDUHAN TERHADAP KADAR FOSFOR (P) TEH DAUN KELAKAI (STENOCHLAENA PALUSTRIS) DENGAN PENAMBAHAN ASAM SITRAT (CITRUS LIMON) Husnul Chotimah; Ayutha Wijinindyah; Jerry Selvia; Harianty Harianty; Susan E Lumban Gaol
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i4.19663

Abstract

Stenochlaena palustris is a wetland fern with potential for development as a functional food based on local biological resources. This study aimed to evaluate the effects of brewing temperature and steeping time on the phosphorus content of kelakai leaf tea supplemented with citric acid solution and to determine the optimum brewing conditions. The study was conducted in 2024 using kelakai leaves collected from Pangkalan Bun, West Kotawaringin Regency, Indonesia. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was employed with two factors: brewing temperature (40°C, 50°C, and 60°C) and steeping time (1, 5, and 10 min), each with three replications. A 0.5% citric acid solution was used as the brewing medium. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that brewing temperature, steeping time, and their interaction significantly affected phosphorus content (p < 0.001). The highest mean phosphorus content based on temperature was obtained at 50°C (102.015 ppm), while the highest mean based on steeping time was observed at 5 min (101.048 ppm). The optimum treatment combination was achieved at 50°C and 5 min, yielding a phosphorus content of 148.379 ppm. These findings indicate that optimization of brewing temperature and steeping time enhances phosphorus extraction from kelakai leaf tea.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 4 Edisi Agustus 2026 Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 3 Edisi Juni 2026 Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026 Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026 Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue