cover
Contact Name
Laelia Nurpratiwiningsih
Contact Email
laelia.np89@gmail.com
Phone
+6285325068011
Journal Mail Official
semantika@umus.ac.id
Editorial Address
Jl. P. Diponegoro KM. 2 Wanasari, Brebes 52252 Jawa Tengah
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA
ISSN : -     EISSN : 27160823     DOI : https://doi.org/10.46772/semantika.v2i02
Hasil penelitian, tinjauan pustaka ( literature review ) dan/atau bentuk karya tulis ilmiah lainnya, yang khusus mengkaji Pembelajaran Bahasa Indonesia, Pembelajaran Sastra Indonesia, Pembelajaran BIPA, Sastra Murni, Linguistik, dan Teknologi Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Articles 67 Documents
DAMPAK UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL PADA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA WARGA KEPUNDUHAN Rosalina Subekti; Primadina Anismaditya
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 01 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.42 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i01.263

Abstract

Masyarakat perlu mengetahui apa itu berita hoax untuk mencegah atau mengurangi dampak negatif dari berita hoax tersebut, serta bersikap lebih bijaksana dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi dan menelaah kebenaran dari informasi sebelum dibagikan ke orang lain. Cepatnya penyebaran informasi tetap perlu disikapi dengan tenang dan jernih. Masyarakat harus lambat dalam mempercayai informasi yang diperoleh dengan memastikan kembali ke beberapa sumber yang terpercaya. Adanya “Sosialisasi Anti Hoaks” ini bertujuan untuk mengenalkan kepada warga Desa Kepunduhan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Memberikan sosialisasi kepada warga Desa Kepunduhan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal akan pentingnya mengakses berita. Untuk solusinya sendiri masyarakat tentu harus menyaring berita terlebih dahulu tidak langsung mensharringnya. Tentu jika hal demikian bisa dilakukan akan sedikit mengurangi berita hoaks dimedia sosisal seperti facebook. Twitter, Instagram, Whatshap, dan media sosial lainnya. Dan diharapkan masyarakat harus sedikit pandai menilai mana yang berita hoaks bohongan alias rekayasa dan mana yang real nyata kebenarannya.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE ANTARA PENJUAL DAN PEMBELI PADA MASA PANDEMI Tutut Rahayu; Nur Khalimah
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 01 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.942 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i01.264

Abstract

Masyarakat indonesia lebih cenderung menggunakan variasi bahasa pada proses komunikasi dan interaksi sosial. Salah satu variasi bahasa yang sering digunakan yaitu alih kode dan campur kode. Bagi sebagian masyarakat hal yang biasa menggunakan alih kode dan campur kode karena bahasa pertamanya ialah bahasa daerah dan bahasa keduanya yakni bahasa Indonesia. Alih kode dan campur kode adalah pergantian pemakaian bahasa atau ragam bahasa tertentu kedalam bahasa lain. Transaksi jual beli yang terjadi di pasar lebih bervariasi dalam penggunaan variasi bahasa. Oleh karena itu, alih kode dan campur kode antara penjual dan pembeli sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud alih kode dan campur kode dalam kegiatan jual beli pada masa pandemi. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif, yang berlokasi di pasar Kersana. Data dalam penelitian ini berwujud pemakaian bahasa oleh penjual dan pembeli di pasar Kersana pada masa pamdemi pada saat transaksi jual beli. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simak, teknik rekam, dan teknik catatat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat proses alih kode dan campur kode dalam pemakaian antara penjual dan pembeli di pasar Kersana. Dengan demikian, penggunaan alih kode dan campur kode antara penjual dan pembeli dipengaruhi adanya kebiasaan penutur, mitra tutur, kehadiran penutur ketiga, dan situasi pembicaraan tertentu serta kemampuan pemakaian bahasa yang dilatar belakangi oleh tingkat pendidikan baik penjual dan pembeli.
ANALISIS TANDA DAN LAMBANG PADA BANNER PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Prasetyo Yuli Kurniawan; Aas Ariska; Aguslukman Nur Fauzi; Ela Resti Nuraeni
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 01 (2020): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.327 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i01.265

Abstract

Covid-19 menjadi pandemi bagi seluruh manusia di dunia. Salah satunya yaitu di Indonesia. Pemerintah pusat maupun lembaga pendidikan telah mencanangkan bahwa pandemi covid-19 ini menjadi masalah serius. Perlu adanya sosialisasi atau gerakan dari lembaga pendidikan maupun instansi pendidikan. Misalnya Gerakan memakai masker memalui banner atau lainnya. Banyak lambang dan tanda yang sukar diketahui oleh masyarakat biasa. Oleh karena itu, perlu adanya pendiskripsian lambang dan tanda dari banner tentang covid-19. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda dan lambang pada banner Covid-19. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini berupa makna tanda dan lambang dari banner Covid-19. Terdapat tanda non verbal yang terdapat pada banner Covid-19. Selain itu juga ditemukan lambang yang dapat digali dalam banner tersebut.
STRUKTUR RUANG ARTISTIK DALAM NOVEL NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI Irma Yuliana Afianti
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 1 No. 02 (2020): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.469 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i01.275

Abstract

Novel Negeri 5 Menara ini memaparkan perjuangan meraih mimpi tanpa mengesampingkan kewajiban sebagai manusia. Struktur ruang artistik menjadi fokus penelitian dengan memunculkan tokoh Alif yang mempertahankan akidah di tengah keberagaman masyarakat yang ada disekelilingnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsi dan menjelaskan struktur ruang artistik yang leiputi struktur teks dan struktur sosial yang melatarbelakangi lahirnya karya tersebut. Teori yang digunakan yaitu Stukturalisme Genetik Lucien Goldmann. Pada teknik analisis data digunakan adalah metode dialektik. Penelitian ini dimulai dengan menformulasikan dan menganalisis struktur ruang artistik yang dimulai dari analisis struktur teks kemudian analisis struktur sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks novel Negeri 5 Menara meliputi ruang artistik yang terbangun dari beberapa medan semantis berupa elemen-elemen yang berelasi antara satu dengan yang lain dan adanya oposisi berpasangan. Struktur teks yang terakhir yaitu latar, meliputi latar ruang, latar waktu, dan latar sosial. Struktur sosial yang melatarbelakangi lahirnya karya ini memiliki hubungan erat dengan struktur sosial pengarang selama di pesantren, struktur sosial Indonesia pada masa reformasi dan insiden gedung WTC di Washington DC, dan juga kondisi kesastraan islami era tahun 2000an. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, apa yang diceritakan pengarang dalam Negeri 5 Menara sangat relevan dengan perjalanan hidup pengarang.
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Tingkat 3 Berbasis Budaya Lokal Malang Helmi Muzaki
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.01 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.379

Abstract

Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mempunyai misi yang sangat penting yaitu memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional serta meningkatkan mutu pengajaran BIPA. Untuk mewujudkan misi tersebut diperlukan berbagai upaya, salah satunya ketersedian bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan bermuatan budaya. Namun, berdasarkan observasi yang dilakukan penulis, penulis menemukan beberapa fakta yaitu masih kurangnya bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kurangnya bahan ajar yang membahas budaya lokal Malang khususnya untuk bahan ajar BIPA tingkat 3. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengembangkan bahan ajar BIPA tingkat 3 berbasis budaya lokal Malang dengan acuan SKL BIPA. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall dengan modifikasi tahapan sesuai kebutuhan penelitian dan pengembangan bahan ajar. Penulis melakukan penyesuaian dengan membatasi penelitian sampai pada tujuh tahap. Bahan ajar yang dikembangkan terintegrasi dengan empat keterampilan berbahasa yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam setiap unit bahan ajar, terdapat materi budaya lokal Malang baik secara eksplisit maupun implisit
Minat Baca Cerpen Terhadap Pemahaman Struktur Cerpen Yang Baik Dan Benar Pembaca Rubrik Cerpen Portal Basabasi.Co Siti Gomo Attas; Gusti Yarmi; David Darwin
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.598 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.381

Abstract

Cerita pendek (cerpen) adalah kisah yang selesai dibaca sekali duduk sekira setengah hingga dua jam. Sehingga minat membaca cerpen sejatinya lebih merupakan proses awal untuk memahami teks yang dibaca. Sehingga apabila seorang membaca suatu cerpen pada dasanya ia memahami unsur di dalam cerpen tersebut. Peneliti tertarik untuk mengkaji apakah minat membaca cerpen itu selaras dengan kemampuan pemahaman struktur cerpen yang dibacanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan signifikan bahwa minat membaca cerpen basabasi.co berkaitan erat dengan pemahaman struktur cerpen yang baik dan benar
Covid-19 Dalam Kolom Opini Koran Kompas: Sebuah Analisis Argumentasi Wulan Pusposari; Makyun Subuki; Nuryani Nuryani
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.76 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.382

Abstract

Percepatan kemajuan teknologi menjadikan koran atau surat kabar harus besikap adaptif dengan tampil dalam versi daring dan luring. Kolom opini dalam koran adalah medium bagi penulis untuk menyampaikan gagasan besar pemikirannya. Akan ada banyak argumentasi di luar sana, terutama di masa wabah Covid-19, karena hampir seluruh masyarakat dunia terfokus pada hal ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur argumentasi pada kumpulan tulisan yang terdapat kata “Covid-19” di setiap judul kolom Opini di koran Kompas versi daring (13 Juli 2020 – 13 Agustus 2020). Secara garis besar metode penelitian ini disebut deskriptif kualitatif. Pengumpulan data bertumpu dengan pengarsipan secara dokumentasi dan penelusuran daring hingga pengkategorian judul artikel. Teknik analisis data menggunakan teknik analysis content. Hasil penelitian yaitu terpilih 10 artikel yang terdapat kata “Covid-19” disetiap judul kolom Opini di koran Kompas versi daring. Adapun kelengkapan unsur-unsur argumentasi kesepuluh tulisan tersebut yaitu kesepuluh artikel telah memenuhi elemen utama unsur-unsur argumentasi yakni claim, data, dan warrant. Namun kesepuluh artikel tidak mendekati kesempurnaan unsur dengan memenuhi elemen pelengkap unsur-unsur argumentasi yaitu backing, qualifer, dan rebuttal
Paradigma Strukturalisme Bahasa: Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik David Darwin; Miftahulkhairah Anwar; Misbahul Munir
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.963 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.383

Abstract

Tulisan ini didedikasikan untuk mengulas paradigma strukturalisme dalam bahasa manusia yang terdiri dari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Bahasa sebagai sebuah alat komunikasi yang tidak lepas dari nilai dan bentuk akan menjadi sebuah studi yang panjang bila ditelaah dari strukturnya. Pijakan dasar yang coba peneliti tawarkan di sini adalah paradigma strukturalisme yang dipopulerkan oleh Ferdinand de Saussure. Di mana dalam pandangannya ia menjabarkan bahwa sistem bahasa sebagai forma dan bukan substansi dapat disederhanakan dan dijelaskan sebagai relasi sintagmatis dan paradigmatis; dan sistem itu terjadi dari tingkat-tingkat struktur. Di antara struktur bahasa yang sudah menjadi bidang studi tersendiri yang begitu luas yakni; fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka
Senyapan Tuturan Presiden Joko Widodo Dalam Wawancara Eksklusif di Kompas TV Dian Etikasari; Elen Nurjanah; Rahmawati Mulyaningtyas
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.104 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.384

Abstract

Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia selalu mendapatkan banyak sorotan publik, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesinya. Dengan adanya UU Cipta Kerja dan kasus Covid-19 di Indonesia, Presiden mendapatkan banyak kritikan. Hal ini menyebabkan salah satu media mengadakan wawancara khusus dengan Presiden Joko Widodo. Selama wawancara berlangsung, terjadi senyapan saat beliau berbicara. Senyapan dilakukan Presiden Joko Widodo saat beberapa kali menjawab pertanyaan dari pewawancara. Senyapan dalam tuturan penting untuk diteliti karena dapat mengungkapkan proses mental penutur. Selain itu, senyapan membutuhkan pembahasan lebih dalam untuk menambah informasi tentang produksi ujaran pada bidang ilmu psikolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk senyapan dan penyebabnya dalam wawancara. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa produksi ujaran Presiden Joko Widodo yang diwawancarai secara eksklusif di Kompas TV pada Senin, 16 November 2020. Hasil penelitian ini, pertama bentuk senyapan meliputi senyapan terisi, senyapan pengulangan, senyapan pemanjangan, senyapan kombinasi, senyapan false start, dan senyapan diam. Kedua, penyebab senyapan meliputi terlanjur memulai ujaran, tetapi sebenarnya belum siap untuk keseluruhan kalimat itu; lupa akan kata-kata yang diperlukan; kehati-hatian memilih kata; ketidaksiapan memulai tuturan; adanya kekeliruan tuturan; pengubahan isi tuturan; ragu-ragu karena mengingat kejadian di masa lampau; mencari kata-kata yang tepat untuk disampaikan.
Tindak Kekerasan Pada Tokoh Perempuan Dalam Novel Perempuan Kembang Jepun Karya Lan Fang dan Novel Kembang Jepun Karya Remy Sylado Siti Restu Rahayu; Aldi Alfaruk; Novi Diah Haryanti
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 2 No. 02 (2021): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.823 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v2i02.385

Abstract

Novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang dan novel Kembang Jepun karya Remy Sylado keduanya memiliki kemiripan yakni terjadinya kekerasan terhadap perempuan pada masa sebelum kemerdekaan dan pascakemerdekaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tindak kekeran terhadap tokoh perempuan dalam kedua novel tersebut dengan menggunakan metode sastra bandingan dan mempertalikannya dengan fenomena kekerasan perempuan saat ini berdasarkan Catahu Komnas Perempuan 2020. Kekerasan-kekerasan pada kedua novel ini terjadi di dalam dua ranah, yaitu ranah privat/personal dan ranah publik/komunitas. Pada novel Kembang Jepun kekerasan lebih ditonjolkan di ranah publik berupa kekerasan fisik, psikologis, dan seksual. Sedangkan pada novel Perempuan Kembang Jepun kekerasan ditonjolkan dari ranah privat/personal yaitu dalam hubungan rumah tangga yang dijalani pemeran utama berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi.