cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
abdimasku@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kaligawe Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2809915X     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku
Core Subject : Health,
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran is a peer-reviewed journal that includes the study of the development and application of science and technology aimed at publishing the results of community service activities in the field of: 1. Human resource development in medical and health 2. Community empowerment in medical and health 3. Rural health development 4. Health promotion 5. Technology application in medical and health 6. Business application in medical and health
Articles 69 Documents
Edukasi dan Penerapan Terapi Latihan dengan Keluhan Nyeri Bahu pada Lansia di Posyandu Pandanwangi Kota Malang Rodhiyan Muhammad; Zidni Imanurrohmah Lubis; Enis Retnowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.1.16-22

Abstract

osyandu lansia kelurahan Pandanwangi merupakan salah satu tempat yang termasuk dalam binaan UPT. Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Rata-rata penduduk di kelurahan tersebut sudah memasuki usia tua atau lanjut usia. Perubahan yang terkait usia pada lansia menyebabkan kelainan pada otot, saraf, tendon, sendi, tulang rawan dan struktur pendukung pada anggota gerak atas dan bawah yang disebut Musculoskeletal Disorders (MSD). Musculoskeletal disorders salah satunya nyeri bahu atau frozen shoulder. Berdasarkan edukasi dan penerapan terapi latihan kepada komunitas lansia, diharapkan dapat mencegah dan mengatasi nyeri bahu yang lansia alami. Jumlah lansia sebanyak 32 orang di Posyandu Lansia, RW 2, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan edukasi menggunakan metode diskusi interaktif atau penyuluhan, sedangkan terapi latihan diberikan dengan metode penerapan dan pendampingan. Kegiatan tersebut meliputi: (1) Koordinasi; (2) Persiapan; (3) Edukasi; (4) Demonstrasi terapi latihan; (5) Diskusi. Hasil penyuluhan ini berdasarkan kuesioner evaluasi pretest dan posttest pemahaman materi, sehingga diperoleh peningkatan sebesar 100% pengetahuan lansia terkait materi nyeri bahu, langkah pencegahan dan penanganan nyeri bahu termasuk dalam penerapan terapi latihan.The elderly posyandu of Pandanwangi village is one of the places included in the UPT. Pandanwangi Public Health Center, Malang City. The average population in the village has entered old age or older. Age-related changes in the elderly cause abnormalities in muscles, nerves, tendons, joints, cartilage and support structures in upper and lower ectermities called Musculoskeletal Disorders (MSD). Musculoskeletal disorders include shoulder pain or frozen shoulder. Based on the education and application of exercise therapy to the elderly community, it is expected to prevent and cope with the shoulder pain of the elderly. The number of elderly people is 32 in Posyandu Elderly, RW 2, Pandanwangi Village, Blimbing District, Malang City, East Java Province. Educational activities use interactive discussion or counseling methods, while exercise therapy is provided with application and assistance methods. These activities include: (1) Coordination; (2) Preparation; (3) Education; (4) Demonstration of exercise therapy; (5) Discussion. The results of this counseling were obtained by increasing the knowledge of the elderly regarding shoulder pain material, preventive measures and management of shoulder pain included in the application of exercise therapy.
Upaya Pencegahan Stroke melalui Skrining Skor Risiko Stroke dengan Intervensi Penyuluhan dan Pemeriksaan Faktor Risiko Stroke di Kelurahan Bojong Salaman Kecamatan Pusponjolo Selatan Semarang Barat Ken Wirastuti; Naili Sofi Riasari; Durrotul Djannah; Meyvita Silviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.1.23-29

Abstract

Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak dengan manifestasi klinis bervariasi, yang terjadi mendadak akibat gangguan peredaran darah otak. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab mortalitas dan disabilitas utama di samping prevalensinya yang terus meningkat. Upaya promotif dan preventif masih menjadi prioritas utamadalam upaya menurunkan morbiditas, disabilitas dan mortalitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan promotif berupa penyuluhan mengenai stroke dan preventif berupa skrining faktor risiko stroke langsung kepada masyarakat lanjut usia. Skrining dilakukan terhadap delapan faktor risiko stroke yaitu tekanan darah, irama jantung, status merokok, kadar kolesterol, diabetes mellitus, olah raga, indeks massa tubuh dan riwayat stroke dalam keluarga. Kegiatan pengabsian masyarakat ini dihadiri 55 orang lanjut usia, laki-laki 21 orang (38,2%) dan perempuan (61,8%). Berdasarkan total skoring risiko stroke didapatkan 20 orang (36,4%) memiliki risiko stroke tinggi, 29 orang (52,9% memiliki risiko stroke sedang dan sisanyanya 6 orang (10,9%) memiliki risiko stroke rendah. Total peserta skrining yang memiliki risiko stroke sedang sampai tinggi (89,1%). Artinya hasil skrining ini bisa sekaligus menjawab mengapa prevalensi stroke di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kelompok risiko sedang – tinggi harus dapat segera mendapatkan terapi untuk mencegah kejadian stroke di masa mendatang. Kartu risiko stroke pada pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat digunakan secara luas di berbagai tingkat fasilitas kesehatan dan masyarakat secara mandiri dan terus menerus sebagai upaya mencegah kejadian stroke.Stroke is a functional disorder of the brain with various clinical manifestations, all of which occur suddenly due to interruption of cerebral blood flow. In Indonesia, stroke is the main cause of death and disability. Promotive and preventive needed to reduce morbidity and mortality. This community service activity is a promotive activity in the form of counseling about stroke and preventive in the form of screening for stroke risk factors directly to the elderly. Screening was carried out on eight risk factors for stroke, namely blood pressure, heart rhythm, smoking status, cholesterol levels, diabetes mellitus, exercise, body mass index and family history of stroke. This community dedication activity was attended by 55 elderly people, 21 men (38.2%) and women (61.8%). Based on the degree of stroke risk, 20 people (36.4%) had a high stroke risk, 29 people (52.9% had a moderate stroke risk and the remaining 6 people (10.9%) had a low stroke risk. The high prevalence of stroke in Indonesia is due to the large geriatric population who are in the moderate to high stroke risk group (89.1 Moderate to high risk groups should immediately receive therapy to prevent future strokes. It is hoped that the stroke risk card in community service can be used for various levels of health facilities and layers of society independently and continuously and prevent stroke events.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat untuk Berolahraga melalui Kegiatan Jalan Sehat dan Penyuluhan Kesehatan pada Kelompok Pra Lansia dan Lansia Dasa Wisma Flamboyan 2 Kelurahan Tlogosari Kulon Masfiyah Masfiyah; Minidian Fasitasari; Rahayu Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.1.30-36

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi obesitas meningkat di berbagai negara. Obesitas merupakan faktor risiko berbagai macam penyakit. Pencegahan dibutuhkan dengan pola hidup sehat dan berolahraga. Jalan kaki merupakan olah raga yang murah dan sehat. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga melalui kegiatan jalan sehat dan penyuluhan kesehatan.Metode: Pengabdian diikuti oleh ibu-ibu lansia dan pra lansia di kelompok dasa wisma Flamboyan 2. Kegiatan dimulai dengan berolah raga jalan kaki selama 30 menit, dilaksanakan pada pagi hari. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan, dan pengukuran data antropometri. Kegiatan dilaksanakan rutin setiap bulan.Hasil: Data BMI kelompok normal 22,2%, kelompok BB lebih dengan risiko 11,1%, Kelompok Obesitas satu 44,4%, dan kelompok obesitas dua 22,2%. Kehadiran meningkat dari 54,5 % bulan Juni, menjadi 63,64% bulan Juli dan Agustus, serta 72,73% pada bulan September.Kesimpulan: Terjadi peningkatan kesadaran masyarakat untuk berolah raga melalui kegiatan jalan sehat. Background: The prevalence of obesity is increasing in various countries. Obesity is a risk factor for various diseases. Prevention is needed with a healthy lifestyle and exercise. Walking is an inexpensive and healthy exercise. This service aims to increase public awareness to exercise through healthy walks and health education.Methods: This service was attended by elderly and pre-elderly mothers in the Flamboyan 2 dasa wisma group. The activity began with walking for 30 minutes, carried out in the morning. The activity was continued with health education, and anthropometric data measurement. Activities are carried out regularly every month.Results: BMI data for the normal group was 22.2%, the overweight group was 11.1% at risk, the first obesity group was 44.4%, and the second obesity group was 22.2%. Attendance increased from 54.5% in June, to 63.64% in July and August, and 72.73% in September.Conclusion: There is an increase in public awareness to exercise through healthy walking activities.
Upaya Meningkatkan Pengetahuan tentang Low Back Pain pada Anggota Nasyiatul Aisyiyah Sukodadi Lamongan Aprilia Nur Fitrianti; Nurul Fitriati; Safun Rahmanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.37-42

Abstract

Low Back Pain/ nyeri punggung bawah merupakan gangguan muskuloskeletal akibat ergonomi yang salah, serta di definisikan sebagai nyeri yang lokasinya antara batas costae dan lipatan gluteaus inferior yang berlangsung lebih dari satu hari, bisa disertai dengan nyeri kaki atau mati rasa tetapi tidak termasuk rasa sakit yang terkait dengan menstruasi dan kehamilan, hal ini menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup dan aktivitas hidup sehari-hari terutama paling banyak terjadi pada perempuan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan pada masyarakat mengenai LBP sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan di Masjid Darussalam Sukodadi Lamongan. Metode: Penyuluhan serta pemberian materi dengan media lefleat dan lembar kuesioner pre dan post untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai LBP. Hasil: Penyuluhan ini berlangsung dengan lancar dengan peserta penyuluhan berjumlah 28 orang dengan rentang usia peserta 18-22 sebanyak 2 orang, usia 23-27 sebanyak 3 orang, usia 28-32 sebanyak 10, 33-37 sebanyak 8 dan usia 38-40 sebanyak 5 orang. Kesimpulan: Sebelum dilaksanakan penyuluhan di Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sukodadi Lamongan, gambaran pengetahuan anggota (NA) mengenai penyakit LBP tergolong dalam kategori rendah walaupun ada sebagian yang masuk dalam kategori tinggi dan sedang. Setelah dilakukan penyuluhan ini para anggota (NA) dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai penyakit LBP sehingga semua peserta berada dalam kategori tinggi. Low Back Pain is a musculoskeletal disorder due to wrong ergonomics the costal margin and the inferior gluteal fold that lasts more than one day, can be accompanied by leg pain or death. pain but does not include pain associated with menstruation and pregnancy, this causes a decrease in quality of life and activities of daily living, especially in women. Objective: To find out the description of knowledge in the community about LBP before and after counseling at the Darussalam Sukodadi Lamongan mosque. Methods: counseling and providing material using leaflet media and pre and post questionnaire sheets to measure public knowledge about LBP. Results: this counseling went smoothly with 28 participants in the counseling with an age range of 2 people from 18-22, 3 people from 23-27, 10 from 28-32, 8 from 33-37 and 5 from 38-40. person. Conclusion: before the counseling was carried out at Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sukodadi Lamongan, the description of the knowledge of members (NA) about LBP was in the low category although some were in the high and medium categories. After this counseling was carried out, the members (NA) could increase their knowledge about LBP so that all participants were in the high category.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perhitungan Kebutuhan Kalori dan Penyusunan Menu Makan Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Azizah Hikma Safitri; Nurina Tyagita; Dian Apriliana Rahmawatie; Hesty Wahyuningsih; Eni Widayati; Titiek Sumarawati; Rahmata Almas Sayyida; Taufiqurrachman Taufiqurrachman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.83-92

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat penurunan fungsi suatu jaringan atau organ. Pengaturan kebutuhan kalori harian merupakan faktor pendukung terjadinya penyakit degeneratif. Pengetahuan masyarakat yang kurang terkait pengaturan pola makan menjadi penyebab utama kasus penyakit degeneratif di Indonesia masih tinggi. Tujuan kegiatan edukasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait perhitungan kalori dan penyusunan menu makan gizi seimbang untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif pada kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Semarang. Metode: memberikan edukasi pengaturan kalori dan evaluasi pengetahuan dengan pre dan post-test. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kader PKK sejumlah 33 wanita dan dilaksanakan di kota Semarang. Lembar pertanyaan diberikan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Wilcoxon Test dengan p0,05 (p=0,109), namun rerata jumlah jawaban benar pada sesi post-test (28,6 ± 5,1) lebih tinggi dibandingkan dengan sesi pre-test (21,6±12,9). Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan kader PKK Kota Semarang mengenai pengaturan kebutuhan kalori dan penyusunan menu makan gizi seimbang. Degenerative disease is a condition that occurs due to a decrease in the function of a tissue or organ. Regulation of daily calorie needs is a supporting factor for the occurrence of degenerative diseases. Lack of public knowledge related to dietary regulation is the main cause of degenerative disease cases in Indonesia is still high. The purpose of this educational activity is to determine the influence of counseling in increasing knowledge and skills related to proper dietary arrangements to prevent degenerative diseases in Semarang City health cadres. Method: provide education about calorie management and knowledge evaluation with pre and post-test. The target in this activity was PKK cadres totaling 33 women and was carried out in the city of Semarang. Question sheets were given before and after health education and then analyzed using the Wilcoxon Test with p0.05 (p=0.109), but the average number of correct answers in the post-test session (28.6 ± 5.1) was higher than the pre-test session (21.6±12.9). Counseling and mentoring activities are known to still be able to increase participants' knowledge because they found improvements in post-test scores after being given interventions in the form of education about regulating the composition of diet and exercise as an effort to prevent degenerative diseases.
Pengecekan Kadar Asam Urat dan Kolesterol serta Penyuluhan Mengenai Hiperurisemia dan Hiperkolesterol pada Komunitas Jantung Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Danis Pertiwi; Sampurna Sampurna; Maritsatun Nisa'
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.43-51

Abstract

Hiperurisemia dan hiperkolesterol merupakan salah satu contoh penyakit tak menular yang dapat menyebabkan komplikasi di kemudian hari. Hiperurisemia adalah kondisi peningkatan asam urat ≥ 6 mg/dL pada perempuan, dan ≥ 7 mg/dL. Hiperkolesterol atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit kolesterol ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah, ≥ 200 mg/dL. Hiperurisemia dan hiperkolesterol dapat menyebabkan komplikasi berupa penyakit ginjal, hingga penyakit jantung koroner dan stroke. Pendidikan kesehatan seperti penyuluhan dapat meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pasien. Pemahaman mengenai peran diet, gaya hidup sehat dalam mengatasi serta mencegah hiperurisemia dan hiperkoleserol penting untuk diketahui dan dapat disampaikan melalui pendidikan kesehatan. Pengabdian masyarakati ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hiperurisemia, hiperkolesterol dan dampaknya bagi kesehatan. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan kegiatan penyuluhan dab sesi tanya jawab interaktif mengenai hiperurisemia, hiperkolesterol, dan dampaknya pada kesehatan serta pemeriksaan kadar asam urat dan kolesterol kepada komunitas jantung yang ada di RSI Sultan Agung Semarang. Penyuluhan ini terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat, terlihat dari nilai pretest dan posttest peserta mengenai asam urat maupun kolesterol mengalami peningkatan yang signifikan (p=0.00). Berdasatkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa penyuluhan mengenai hiperurisemia dan hiperkolesterol dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hiperurisemia dan hiperkolesterol.
Edukasi Pemanfaatan Jamur Tiram dalam Pemberdayaan Forest Bathing di Desa Wisata Lerep Ungaran Barat Kabupaten Semarang Atina Hussaana; Conita Yuniarifa; Mohamad Riza; Susilorini Susilorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.52-61

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur yang dapat dikonsumsi sebagai sumber protein dan vitamin D. Kandungan gizi yang tinggi dan harga yang relatif murah menjadikan jamur tiram putih sebagai alternatif diversifikasi pangan yang perlu dioptimalkan pengolahannya. Berbagai penelitian telah menyimpulkan bahwa jamur tiram putih dapat ditingkatkan kandungan vitamin D dengan paparan sinar matahari. Tujuan kegiatan ini adalah agar Kader Pokdarwis Rukun Santoso, Desa Lerep, Ungaran Barat dapat meningkat pengetahuannya tentang manfaat dan pengolahan jamur tiram serta mampu meningkat kesehatannya karena edukasi dikemas sebagai kegiatan pemberdayaan forest bathing. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah edukasi pada 20 kader kesehatan dari Pokdarwis. Sebelum dan sesudah kegiatan edukasi dan pemberdayaan forest bathing, peserta diuji tingkat pengetahuan serta diperiksa kesehatan paru dan jantung. Perbedaan skor tingkat pengetahuan dan kesehatan paru dan jantung sebelum dan sesudah kegiatan diuji dengan uji T berpasangan. Hasil uji menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan (p value 0,05) dari hasil pemeriksaan kesehatan jantung peserta. White oyster mushroom is a mushroom that can be consumed as a source of protein and vitamin D. High nutritional content and relatively cheap price make white oyster mushroom an alternative food diversification that needs to be optimized for processing. Various studies have concluded that white oyster mushrooms can increase their vitamin D content by exposure to sunlight. The purpose of this activity is for Pokdarwis Cadres Rukun Santoso, Lerep Village, West Ungaran to increase their knowledge about the benefits and processing of oyster mushrooms and to improve their health because education is packaged as forest bathing empowerment activities. The method of implementing this activity was educating to 20 health cadres from Pokdarwis. Before and after the education and forest bathing empowerment activities, participants were tested for their level of knowledge and checked for lung and heart health. Differences in knowledge level and lung and heart health scores before and after the activity were tested by paired t test. The test results show that there was a significant difference (p value 0.05) from the participants heart health examination results.
Skrining dan Penyuluhan Penyakit Tidak Menular sebagai Inisiasi Program Posyandu Lansia di Kecamatan Turi, Sleman Titik Kuntari; Fadilla Riesty; Angga Ardhan Deriawan; Fanny Anggiastuti Fatima; Muhammmad Yusuf Ilham; Ramadhania Afifah Putri; Fathia M Sekaringtyas; Putri Nur Khodijah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.62-68

Abstract

Perubahan gaya hidup, kemajuan teknologi dan transisi demografi menyebabkan peningkatan insidensi penyakit tidak menular (PTM). Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan dua PTM yang paling sering ditemukan dan berkaitan erat dengan berbagai permasalahan kesehatan lain, seperti stroke, gangguan jantung, penyakit ginjal dan bahkan kematian. skrining dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan serta keberhasilan terapi perlu terus dilakukan. Pedukuhan Dadapan dan Selowangsan di Kabupaten Sleman saat ini belum memiliki posyandu lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk skrining dan edukasi tentang PTM kepada masyarakat di daerah tersebut. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS) dan lingkar perut terhadap 49 lansia yang hadir. Pemberian edukasi tentang PTM dilakukan dengan cara penyuluhan. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Turi, perangkat desa dan kader kesehatan agar kegiatan dapat ditindak lanjuti dengan baik. Kami memberikan bantuan sumbangan alat kesehatan agar dimanfaatkan pada kegiatan berikutnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 73,3% lansia mengalami hipertensi. Tiga lansia (6,1%) terdiagnosis hiperglikemia. Sekitar 42,9% lansia memiliki lingkar perut lebih dari rerata normal dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan. Lansia yang terdiagnosia hipertensi atau diabetes mellitus (DM) atau memiliki risiko tinggi selanjutnya diberikan surat rujukan untuk melakukan pemeriksaan dan terapi dari puskesmas Turi. Kegiatan ini diharapkan ditindaklanjuti dengan pembentukan posyandu lansia di wilayah tersebut. Lifestyle changes, technological advances and the demographic transition have increased the incidence of non-communicable diseases (NCDs). Hypertension and diabetes mellitus are the two most common NCDs and are closely related to various other health problems, such as stroke, heart problems, kidney disease and even death. Screening and education must be carried out continuously to improve knowledge and therapeutic success. Dadapan and Selowangsan hamlets in Sleman Regency currently do not have an elderly posyandu. Community service activities are carried out for screening and education about NCDs in the community in the area. Health checks include measuring blood pressure, blood sugar (GDS) and abdominal circumference of 49 elderly people who attend. Providing education about NCDs is done through counselling. This activity involved Turi Health Center health workers, village officials and health cadres so that activities could be followed up appropriately. We provided donations of medical equipment to be utilized in the next activity. The examination results showed that 73.3% of the elderly had hypertension. Three elderly (6.1%) were diagnosed with hyperglycemia. About 42.9% of the elderly had more abdominal circumference than the average and had a high risk of health problems. Elderly diagnosed with hypertension or DM or high risk are then given a referral letter for examination and therapy from the Turi health centre. This activity is expected to be followed up with establishing an elderly posyandu in the area.
Pelayanan Fisioterapi melalui Pemeriksaan dan Latihan Keseimbangan untuk Mencegah Risiko Jatuh pada Lansia di Desa Ngranggonanyar Shelly Shellyayuning; Safun Rahmanto; Fahmi Ardinsyah Basuki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.69-74

Abstract

Risiko jatuh merupakan jatuh bila kejadian jatuh diakibatkan ketika sistem kontrol postural tubuh gagal mendeteksi pergeseran serta tidak mereposisi pusat gravitasi terhadap penopang tubuh pada waktu yang tepat. Insiden jatuh pada lansia yang tinggal di komunitas meningkat dari 25% usia 70 tahun menjadi 35% setelah berusia lebih dari 75 tahun. Salah satu penyebab jatuh yaitu gangguan pola jalan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan pemahaman pada komunitas lansia di Desa Ngranggonanyar mengenai latihan keseimbangan guna mencegah risiko jatuh. Metode yang digunakan dengan melakukan pemeriksaan keseimbangan berupa Time Up and Go Test sebagai sumber data pemberian intervensi, kemudian dilakukan penyuluhan mengenai intervensi yang diberikan. Penyuluhan berjalan dengan baik dan mudah dipahami oleh lansia. Setelah diberikan materi mengenai definisi, manfaat, serta dosis dari Otago Exercise Program. Kegiatan penyuluhan didapatkan hasil 100% pengetahuan lansia mengenai cara mencegah risiko jatuh dengan Latihan keseimbangan. The risk of falling is a fall if the fall occurs when the body's postural control system fails to detect the shift and does not reposition the center of gravity against the body's support in a timely manner. The incidence of falls in the elderly living in the community increased from 25% at the age of 70 years to 35% after the age of 75 years. One of the causes of falls is impaired gait. This community service aims to provide and increase understanding of the elderly community in Ngranggonanyar Village regarding balance exercises to prevent the risk of falling. The method used is to carry out a balance check in the form of a Time Up and Go Test as a data source for providing interventions, then counseling is carried out regarding the interventions provided. Conclusions Counseling goes well and is easy for the elderly to understand. After being given material regarding the definitions, benefits, and dosages of the Otago Exercise Program. Counseling activities resulted in 100% knowledge of the elderly regarding how to prevent the risk of falling with balance exercises.
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Endometriosis pada Perempuan Usia Reproduktif Awal Laila Chuvita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 2, No 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.2.2.75-82

Abstract

Endometriosis didefinisikan sebagai suatu kondisi adanya epitel endometrium dan atau sel stroma di luar kavum uterus. Infertilitas adalah gejala yang relatif umum pada pasien dengan endometriosis. Sayangnya, banyak perempuan sering mengalami keterlambatan diagnosis endometriosis yang mengakibatkan kesakitan yang tidak perlu dan penurunan kualitas hidup. Pemberian penyuluhan kesehatan tentang penyakit endometriosis diharapkan dapat meningkatkan kesadaran perempuan sejak masuk usia reproduktif tentang bahaya endometriosis dan dapat segera memeriksakan diri ketika mengalami tanda dan gejala endometriosis. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan tentang endometriosis. Penyuluhan dilakukan kepada mahasiswi D3 Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, Universitas Dian Nuswantoro Semarang pada bulan Desember 2022. Sebanyak 23 mahasiswi kelas D15 menjadi peserta penyuluhan kesehatan. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi hasil penyuluhan dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan beberapa pertanyaan yang bisa diakses peserta melalui link google form. Dari 23 peserta penyuluhan, sebanyak 20 peserta yang menjawab soal pre-test dan post-test. Evaluasi penyuluhan menunjukkan adanya kenaikan tingkat pengetahuan peserta penyuluhan, yaitu dari rata – rata skor pengetahuan sebelum 68,75 menjadi 97,5 saat post-test. Berdasarkan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang endometriosis ini terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan tentang endometriosis. Endometriosis is defined as a condition of the presence of endometrial epithelium and/ or stromal cells outside the uterine cavity. Unfortunately, many women often experience a delayed diagnosis of endometriosis which results in unnecessary suffering and reduced quality of life. Providing health education about endometriosis is expected to increase women's awareness from the time they enter reproductive age about the dangers of endometriosis. The form of community service activities carried out is health counseling about endometriosis. Counseling was carried out for D3 Medical Record and Health Information students, Universitas Dian Nuswantoro Semarang in December 2022. Counseling is carried out by lecture, discussion, and question-and-answer methods. Evaluation of counseling results is carried out through a pre-test and post-test using several questions that participants can access via the google form link. From the 23 counseling participants, 20 participants answered the pre-test and post-test questions. The counseling evaluation showed there was an increase in the knowledge level of the participants, from an average score of 68.75 before the counseling to 97.5 at the post-test. Based on the evaluation, it can be concluded that health education about endometriosis is proven to be able to increase the knowledge of counseling participants about endometriosis.