cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
abdimasku@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kaligawe Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2809915X     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku
Core Subject : Health,
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran is a peer-reviewed journal that includes the study of the development and application of science and technology aimed at publishing the results of community service activities in the field of: 1. Human resource development in medical and health 2. Community empowerment in medical and health 3. Rural health development 4. Health promotion 5. Technology application in medical and health 6. Business application in medical and health
Articles 69 Documents
Upaya Pencegahan Hipertensi melalui Penyuluhan dan Pemutaran Video Edukasi bagi Warga RW 10, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kota Semarang Prasetijono, Purwito Sugeng; Ardiansyah, Rodjik; Rahmantika, Nurbani Widha; Ayunindya, Nisrina Syifa; Sabila, Nadila Yuniar; Saputra, Yoga Pratama; Nurulita, Nisa Devina; Asyar, Nisrina Adiba; Widiasari, Naura Filza; Aldian, Alfida Fitratunissa; Syauqi, Laely Nur Habibah; Prasetyo, Anugerah Wahyu Adi; Suparmi, Suparmi; Yuliyanti, Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.99-108

Abstract

Pengetahuan dan sikap terhadap pengobatan dan pencegahan hipertensi merupakan faktor penting dalam perilaku kepatuhan pengobatan dan pengendalian hipertensi. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi melalui penyuluhan dengan media video. Tema intervensi ditentukan berdasarkan masalah yang ditemukan dari hasil observasi serta evaluasi kegiatan dengan pendekatan one group pre and post-test design. Sebanyak 44 pasien hipertensi di RW 10 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, berpartisipasi dalam intervensi edukasi dan pelatihan yang bertemakan “ARJUNA: Ayo Rutin Jaga Tekanan Darah”. Intervensi ini menggunakan media powerpoint, video edukasi, dan leaflet yang berisi tentang pencegahan dan pengobatan hipertensi serta pemberian kalender pengingat kepatuhan minum obat hipertensi. Pretest dan posttest untuk menilai persepsi dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 22 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p < 0,05) persepsi peserta tentang hipertensi setelah intervensi. Edukasi yang diberikan meliputi definisi, faktor risiko, dan komplikasi hipertensi, serta pentingnya kepatuhan dalam pengobatan berdasarkan pendekatan teori health believe model. Edukasi dilakukan dengan powerpoint, video edukasi, leaflet edukasi, serta pemberian kalender terbukti efektif dalam meningkatkan persepsi peserta mengenai hipertensi.Understanding knowledge and attitudes toward hypertension treatment and prevention is crucial for enhancing adherence to treatment and effectively managing hypertension. This health promotion initiative aims to improve treatment adherence among hypertension patients through mass education utilising video media. The intervention theme was developed based on issues identified from observations and evaluations of prior activities, and it follows a one-group pre- and post-test design approach. Forty-four patients with hypertension from RW 10 in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City, participated in an educational and training intervention titled "ARJUNA: Let's Routinely Manage Blood Pressure." The intervention consisted of PowerPoint presentations, educational videos, and leaflets containing information on hypertension prevention and treatment. Participants also received a reminder calendar to help them adhere to their medication schedule. To assess the impact of the intervention, pretest and posttest questionnaires were administered, consisting of 22 questions that were previously tested for validity and reliability. The results of the Wilcoxon test indicated a significant increase (p < 0.05) in participants' perceptions of hypertension following the intervention. The educational content covered the definition, risk factors, and complications associated with hypertension, as well as the importance of adhering to treatment, based on the Health Belief Model theory. Using PowerPoint slides, educational videos, and informational leaflets, along with distributing calendars, was effective in enhancing participants' understanding and perceptions of hypertension.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Ginger Lem Jelly sebagai Alternatif Herbal dalam Mengurangi Mual Muntah pada Ibu Hamil Mayangsari, Rr. Nindya; Ardi, Djurriy Yeta; Julianti, Gita; Febi, Rikana; Halbia, Halbia; Ramadhani, Nisa; Sartika, Sartika; Safitri, Suci Aulia; Afriani, Nur; Salasiah, Nur; Wenggo, Angela Marici
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.148-157

Abstract

Masalah mual dan muntah pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, merupakan keluhan yang sangat umum dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup serta kesehatan ibu dan janin. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, malnutrisi dan stress psikologis yang berpotensi mengganggu perkembangan janin dan kesehatan ibu secara keseluruhan. Penggunaan terapi non farmakologis, khususnya berbasis herbal, menjadi alternative yang semakin diminati karena dianggap lebih aman dan ramah lingkungan. Ginger Lem Jelly dipilih sebagai solusi herbal inovatif karena mengandung jahe (Zingiber Officinale) dan jeruk lemon yang memiliki sifat antiemetic dan antiinflamasi yang telah terbukti secara ilmiah dapat mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan Ginger Lem Jelly sebagai alternative herbal yang efektif dan udah diakses untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif dan pelatihan langsung dengan pendekatan partisipatif, yang memungkinkan ibu hamil memahami manfaat bahan herbal dan praktik pembuatan produk secara mandiri. Peserta berjumlah 30 ibu hamil yang mengikuti kegiatan ini secara aktif dan antusias di PMB Juweni. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rerata skor pengetahuan sebelum kegiatan adalah 47,85 dan meningkat signifikan menjadi 93,75 setelah kegiatan, dengan nilai p=0,015 berdasarkan uji t-paired, yang menunjukkan efektifitas intervensi secara statistic. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam membuat dan menggunakan Ginger Lem Jelly sebagai terapi non farmakologis mandiri. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kemandirian ibu hamil dalam mengelola keluhan mual dan muntah secara alami, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan janin secara berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan produk herbal lokal yang dapat diadopsi secara luas sebagai solusi kesehatan alternative di komunitas lain, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.Nausea and vomiting problems in pregnant women, especially in the first trimester, are very common complaints and have a significant impact on the quality of life and health of the mother and fetus. This condition can cause dehydration, malnutrition and psychological stress that has the potential to interfere with fetal development and the mother's overall health. The use of non-pharmacological therapies, especially herbal ones, is becoming an increasingly popular alternative because it is considered safer and more environmentally friendly. Ginger Glue Jelly was chosen as an innovative herbal solution because it contains ginger (Zingiber Officinale) and lemon which have antiemetic and anti-inflammatory properties that have been scientifically proven to reduce nausea and vomiting in pregnant women. This community service aims to provide education and training on making Ginger Glu Jelly as an effective and accessible herbal alternative to reduce nausea and vomiting in pregnant women. The methods used include interactive counseling and hands-on training with a participatory approach, which allows pregnant women to understand the benefits of herbal ingredients and the practice of making products independently. Participants totaled 30 pregnant women who actively and enthusiastically participated in this activity at PMB Juweni. Evaluation is carried out by providing a pretest and posttest to measure the improvement of participants' knowledge and skills. The average knowledge score before the activity was 47.85 and increased significantly to 93.75 after the activity, with a p=0.015 value based on the t-paired test, which showed the effectiveness of the intervention statistically. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge and skills of pregnant women in making and using Ginger Glu Jelly as an independent non-pharmacological therapy. The implication of this activity is to increase the independence of pregnant women in managing nausea and vomiting complaints naturally, which contributes to the continuous improvement of maternal and fetal health as well as community empowerment in maintaining reproductive health. This activity also opens up opportunities for the development of local herbal products that can be widely adopted as alternative health solutions in other communities, while strengthening the community's capacity to maintain health independently and sustainably.
Penyuluhan Penyakit Parkinson dan Skrining Frailty pada Penderita Parkinson di RSI Sultan Agung Semarang Wirastuti, Ken; Rosdiana, Ika; Nugraha, Mahardika Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.109-117

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan kondisi neurodegeneratif yang progresif dan sering ditemukan pada populasi usia lanjut. Penyakit ini disertai dengan gejala motorik dan non-motorik yang dapat meningkatkan kerentanan pasien terhadap keadaan frailty. Frailty sendiri merupakan sindrom geriatrik yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis secara umum, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi seperti jatuh, disabilitas, dan mortalitas. Hubungan antara penyakit Parkinson dan frailty belum sepenuhnya dieksplorasi, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarganya mengenai penyakit Parkinson, serta melakukan skrining tingkat frailty melalui penggunaan kuesioner RAPUH. Kegiatan dilakukan di RSI Sultan Agung Semarang, meliputi penyuluhan, pengukuran pengetahuan melalui pretest dan posttest, penilaian stadium Parkinson berdasarkan metode Hoehn dan Yahr, serta penilaian frailty pada 59 pasien rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia antara 61 hingga 80 tahun, dengan dominasi jenis kelamin laki-laki. Selain itu, lebih dari 49,15% peserta berada dalam kondisi pre-frailty, sementara 40,68% masuk kategori frailty. Terjadi peningkatan yang bermakna pada skor pengetahuan pasien setelah diberikan penyuluhan. Temuan ini menegaskan pentingnya melakukan skrining frailty secara dini pada pasien Parkinson, mengingat korelasi yang erat antara tingkat keparahan gejala dan derajat frailty yang dialami pasien. Integrasi penilaian frailty dalam manajemen klinik Parkinson, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien dan keluarga, diharapkan dapat memperlambat progresi penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi beban perawatan jangka panjang.Parkinson's disease is a progressive neurodegenerative condition commonly found in the elderly population. It is accompanied by motor and non-motor symptoms that increase patients' vulnerability to frailty. Frailty itself is a geriatric syndrome characterized by a general decline in physiological function, potentially increasing the risk of complications such as falls, disability, and mortality. The relationship between Parkinson’s disease and frailty has not been fully explored, especially in Indonesia. This study aimed to enhance patients’ and their families’ understanding of Parkinson’s disease and to conduct frailty screening using the frailty questionnaire. The activities were carried out at RSI Sultan Agung Semarang and included educational sessions, assessment of knowledge through pre- and post-tests, staging of Parkinson’s disease using the Hoehn and Yahr method, and frailty assessment among 59 outpatient participants. The results showed that the majority of participants were aged between 61 and 80 years, with a predominance of male patients. Additionally, more than 49.15% of participants were classified as pre-frail, while 40.68% were categorized as frail. A significant improvement in patients’ knowledge scores was observed after the educational intervention. These findings highlight the importance of early frailty screening in Parkinson’s patients, considering the strong correlation between symptom severity and the degree of frailty experienced. Integrating frailty assessment into the clinical management of Parkinson’s disease, along with continuous education for patients and their families, is expected to slow disease progression, improve quality of life, and reduce the long-term burden of care.
Edukasi Fisioterapi untuk Mencegah Nyeri Punggung Bawah pada Guru SMPN 1 Bathin Solapan Akhir, Raudatul; Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.158-163

Abstract

Low back pain ataupun nyeri punggung bawah yakni keadaan ketika timbul rasa nyeri ataupun ketidaknyamanan di punggung bagian bawah, mulai dari bawah kosta hingga lipatan bawah bokong namun tidak disertai nyeri yang mengarah ke kaki. Faktor utama low back pain yakni duduk dengan jangka waktu yang panjang, sikap duduk yang tidak benar, dan kegiatan yang melampaui batas. Postur tubuh yang buruk, duduk terlalu lama saat mengerjakan pekerjaan rumah siswa, dan mempersiapkan pelajaran merupakan beberapa aspek yang mengakibatkan nyeri punggung bawah pada guru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pegetahuan mengenai low back pain dan cara mengatasinya dengan stretching bersama guru-guru SMPN 1 Bathin Solapan, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau pada 17 Maret 2025 dengan menggunakan media promosi berupa poster. Kegiatan ini dihadiri 24 orang guru dengan diawali dengan sesi pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab serta diskusi, serta ditutup dengan sesi post-test. Hasil dilaksanakannya tes di setiap pertanyaan menunjukkan peningkatan angka dari 0% menjadi 100%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi telah memenuhi target. Lower back pain is a condition characterized by pain or discomfort in the lower back area, from below the rib cage to the buttocks, without any pain radiating to the legs. The main causes of this pain include prolonged sitting, poor sitting posture, and excessive fatigue. Poor posture, prolonged sitting while completing school tasks, and lesson preparation are the primary triggers of lower back pain among teachers. This activity aims to increase awareness and understanding of lower back pain and its management techniques through stretching sessions with teachers at SMPN 1 Bathin Solapan, Mandau District, Bengkalis Regency, Riau Province, on March 17, 2025, using educational posters as media. A total of 24 teachers participated in the activity, which began with a pre-test, followed by a presentation of the material, a question-and-answer session and discussion, and concluded with a post-test. The evaluation results showed an increase in scores on each question, from 0% to 100%. From these results, it can be concluded that the awareness program successfully achieved its objectives.
Pemeriksaan Kesehatan, Skrining Faktor Risiko serta Edukasi Kesehatan Warga Pra-lansia dan Lansia Dewi, Dian Puspita; Nugraheni, Arwinda; Afifah, Diana Nur; Hastuti, Yuni Dwi; Rustanti, Ninik; Riansari, Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.1-14

Abstract

Penuaan membuat golongan lansia rentan terkena penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, sakit sendi dan dislipidemia. Penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke apabila tidak segera ditangani. Selain proses penuaan, faktor-faktor lain seperti pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik juga mempengaruhi. Ketidakseimbangan antara energi yang dihasilkan dari konsumsi makanan dengan energi yang dikeluarkan (aktivitas fisik) mengakibatkan kondisi status gizi yang buruk. Status gizi yang buruk ini juga mempengaruhi penyakit dan komplikasi yang dapat muncul pada lansia. Penapisan untuk kondisi dan penyakit tersebut perlu dilakukan sedini mungkin pada golongan pra-lansia dan lansia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining faktor risiko dan memberikan edukasi kesehatan pada warga pra-lansia dan lansia. Kegiatan penapisan dilakukan dengan menyelenggarakan pengabdian masyarakat di kelurahan Pudakpayung. Warga pra-lansia dan lansia diukur tinggi badan dan berat badannya, tekanan darah, serta kadar gula darah, asam urat dan kolesterol. Warga juga mengisi informasi aktivitas olahraga. Selain itu, diberikan juga edukasi kesehatan kepada warga yang berpartisipasi. Sebanyak 60 warga pra-lansia (48,3%) dan lansia (51,7%) berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil pemeriksaan partisipan menunjukkan prevalensi yang tinggi pada obesitas (55%), hipertensi (46,7%) dan kadar kolesterol tinggi (70%). Warga antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang ditunjukkan dengan aktif berdiskusi terkait topik yang diberikan. Hanya 25 warga yang telah cukup melakukan aktivitas fisik. Perlu adanya kegiatan pengabdian berkesinambungan yang dapat memfasilitasi warga untuk peningkatan durasi aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan warga pra-lansia dan lansia. Selain itu, juga dibutuhkan edukasi mengenai asupan gizi seimbang pada pra-lansia dan lansia.
Edukasi Konsumsi Ice Cream Jahe bagi Remaja Putri dalam Usaha Meredakan Dismenorea di SMKN 3 Kota Samarinda Tahun 2024 Ariestantia, Dwi Riyan; Alviyani, Dea Lola; Khasriyanie, Khasriyanie; Maren, Marsela Putri; Nurlilah, Nurlilah; Alasri, Nanda; Ramadhani, Novia; Hairunisa, Rahmah; Samia, Sinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.15-21

Abstract

Dismenorea atau nyeri haid merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu alternatif penanganan alami adalah penggunaan jahe (Zingiber officinale) yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik. Namun, konsumsi jahe secara langsung kurang diminati karena rasa dan aromanya yang kuat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri di SMKN 3 Kota Samarinda mengenai manfaat jahe sebagai pereda dismenorea melalui inovasi produk es krim jahe. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi dan pemberian intervensi konsumsi es krim jahe kepada 55 responden. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan uji Paired t-Test. Hasil menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri menstruasi yang signifikan setelah intervensi (p = 0,000). Penurunan rerata tingkat nyeri menstruasi dari 2,62 ± 0,49 sebelum intervensi menjadi 2,05 ± 0,61 setelah intervensi, dengan hasil uji Paired t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik, dengan pergeseran mayoritas responden dari nyeri berat ke sedang dan ringan. Kesimpulannya, konsumsi es krim jahe terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri haid dan dapat dijadikan sebagai alternatif alami yang diterima baik oleh remaja. Inovasi ini diharapkan mendorong pola hidup sehat dan pemanfaatan herbal dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri.Dysmenorrhea, or menstrual pain, is a common health problem experienced by adolescent girls and can interfere with daily activities and reduce quality of life. One natural alternative for managing dysmenorrhea is the use of ginger (Zingiber officinale), which has anti-inflammatory and analgesic properties. However, direct consumption of ginger is often less preferred due to its strong taste and aroma. This community service activity aimed to enhance the understanding of adolescent girls at SMKN 3 Samarinda City regarding the benefits of ginger in relieving dysmenorrhea through an innovative ginger ice cream product. The program was implemented through educational sessions and an intervention involving the consumption of ginger ice cream by 55 respondents. Evaluation was conducted using pre-test and post-test measurements analyzed with a Paired t-test. The results demonstrated a significant reduction in menstrual pain intensity after the intervention (p = 0.000), with the mean pain score decreasing from 2.62 ± 0.49 before the intervention to 2.05 ± 0.61 after the intervention. The Paired t-test results indicated a statistically significant difference, accompanied by a shift in the majority of respondents from severe pain to moderate and mild pain levels. In conclusion, the consumption of ginger ice cream was proven to be effective in reducing menstrual pain and can be considered a natural alternative that is well accepted by adolescents. This innovation is expected to promote healthy lifestyle behaviors and the utilization of herbal remedies in maintaining adolescent reproductive health.
Staying Healthy Abroad: Supporting Migrant Workers through Nutrition and Health Screening Nurrahma, Herlin Ajeng; Janitra, Fitria Endah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.22-29

Abstract

Indonesian migrant workers in Taiwan, particularly those employed in domestic caregiving roles, are at risk of developing undiagnosed metabolic conditions due to long working hours, limited access to nutritious food, and insufficient health information. This community service program aimed to promote nutritional awareness and conduct early screening for metabolic risks among Indonesian migrant workers in Taipei. Implemented in June 2025 in collaboration with the Indonesian Muslim community (PCINU Taiwan), the program engaged 38 participants aged 25–55 years. Activities included anthropometric assessments, blood pressure measurements, random blood glucose testing, and a brief nutrition education session in Bahasa Indonesia. The results showed that 42.1% of participants had elevated blood glucose levels (140–199 mg/dL), and 5.3% reached the diabetes threshold (≥200 mg/dL). Blood pressure screening revealed that 28.9% were in the pre-hypertensive range and 7.9% had hypertension. Body mass index data indicated that 44.8% of participants were either overweight or obese. The culturally tailored education session was well-received, improving participants’ understanding of nutrition and practical steps for disease prevention. This program demonstrated the feasibility and impact of combining basic health screening with targeted health education for underserved migrant populations. It underscores the importance of early detection and culturally sensitive health promotion in preventing chronic diseases among migrant workers. Future efforts should expand such initiatives and integrate mental health and follow-up components to ensure sustainable community health support.
Penyuluhan Perawatan Kulit Bayi dan Anak pada Masyarakat Desa Buluh Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang Paramita, Deryne Anggia; Effendy, Elmeida; Rahmawaty, Rodiah; Wahyuni, Arlinda Sari; Amin, Mustafa Mahmud; Hamdi, Ibnati Amira; Afia, Nadira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.30-37

Abstract

Salah satu isu penting yang diangkat dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Sumatera Utara adalah kesehatan kulit bayi dan anak, mengingat kelompok usia ini memiliki karakteristik kulit yang berbeda dibandingkan orang dewasa, yakni lebih tipis, sensitif, dan rentan terhadap berbagai gangguan seperti iritasi, ruam popok, biang keringat, dan infeksi kulit. Kurangnya pemahaman orang tua dan pengasuh mengenai perawatan kulit yang benar sering menjadi faktor utama munculnya permasalahan tersebut. Berdasarkan data global dan nasional, prevalensi penyakit kulit pada anak cukup tinggi, di antaranya dermatitis atopik (10–20%) dan ruam popok (sekitar 25%), dengan faktor lingkungan dan kebersihan sebagai penyebab dominan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan kulit bayi dan anak melalui penyuluhan kesehatan dan konsultasi langsung. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, sesi tanya jawab, serta pelaksanaan pra-uji dan pasca-uji untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan diharapkan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit, faktor risiko yang memengaruhi, serta praktik perawatan yang tepat. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan kulit bayi dan anak secara mandiri di rumah sehingga dapat menurunkan kejadian penyakit kulit serta meningkatkan derajat kesehatan anak di lingkungan setempat.
Pengolahan Limbah Sarang Lebah Klanceng sebagai Sabun dan Pemanfaatan Dehumidifier untuk Meningkatkan Kualitas Madu di UMKM Jepara Januarti, Ika Buana; Sagaf, Muhammad; Alfian, Tristan; Fais, Muhammad Teguh; Salsabila, Syaela Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.1.38-44

Abstract

Usaha madu klanceng Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) terdapat di Kabupaten Jepara mempunyai 100 buah koloni lebah Trigona leavicep. Produksi madu dimulai dari rumah lebah diambil dari setup, dan diperas menggunakan alat pemeras manual. Madu kemudian disaring,  kemudian dikemas menggunakan botol plastik dan botol kaca. Hasil perasan madu kurang bersih karena tercampur oleh kotoran sarang lebah yang rusak. Kandungan/kadar air pada madu selama ini belum dilakukan kontrol kualitas dikarenakan ketidaktahuan dan ketiadaan alat kontrol. Hal inilah yang menjadi kendala untuk menjaga kualitas madu dari Omah Ra&Fi. Permasalahan lain yaitu mitra juga belum memanfaatkan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai jual, manajemen usaha masih sederhana dan terbatas di Jepara sehingga dapat dirumuskan tujuan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi dengan penambahan setup koloni jenis Heterotrigona itama dan leavicep, memberi spinner dan pengurang kadar air dehumidifier, melatih pembuatan limbah menjadi sabun, dan memperluas area pemasaran dengan membuat market place serta mendesain kemasan dengan teknologi Augmented Reality. Kegiatan pengabdian dimulai dari persiapan, pelaksanaan, pendampingan dan monitoring serta evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan bahwa mitra telah mampu menggunakan alat-alat meningkatkan kontrol kualitas madu, membuat sabun, mengemas madu dan sabun dengan kemasan terbaru serta memanfaatkan market place di Instagram dan facebook.The Omah Ra&Fi Jepara (Mitra) honey business is located in Jepara Regency and has 100 bee colonies. Honey production begins with the honeycomb being removed from the hive and pressed using a manual press. The honey is then filtered and packaged in plastic and glass bottles. The honey extraction process results in honey that is not very clean because it is mixed with debris from damaged bee hives. The water content in the honey has not been quality controlled due to a lack of knowledge and the absence of control equipment. This is an obstacle to maintaining the quality of honey from Omah Ra&Fi. Another problem is that partners have not yet utilized bee hive waste into products with commercial value, and business management is still simple and limited in Jepara. Therefore, the objectives of this community service program can be formulated as follows: to increase production capacity and quality by adding Heterotrigona itama and leavicep colony setups, providing spinners and dehumidifiers to reduce moisture content, training in the production of soap from waste, and expanding the marketing area by creating a marketplace and designing packaging with Augmented Reality technology. The community service activities began with preparation, implementation, assistance, monitoring, and evaluation. The results of the activities showed that the partners were able to use the tools to improve honey quality control, make soap, package honey and soap with the latest packaging, and utilize the marketplace on Instagram and Facebook.