cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
abdimasku@unissula.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kaligawe Km 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran
ISSN : -     EISSN : 2809915X     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/abdimasku
Core Subject : Health,
Jurnal ABDIMAS-KU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran is a peer-reviewed journal that includes the study of the development and application of science and technology aimed at publishing the results of community service activities in the field of: 1. Human resource development in medical and health 2. Community empowerment in medical and health 3. Rural health development 4. Health promotion 5. Technology application in medical and health 6. Business application in medical and health
Articles 69 Documents
Pendampingan bagi Pasien Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) di RSI Sultan Agung Semarang dalam Modifikasi Lifestyle dan Pendekatan Aspek Psikospiritual Fasitasari, Minidian; Aryani, Rini; Samsudin, Samsudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.1.13-26

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan disfungsi endokrin yang sering terjadi pada wanita usia reproduksi. Penyebab tersering terjadinya PCOS adalah penumpukan atau akumulasi lemak visceral yang dapat terjadi pada wanita dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) obesitas maupun kurus. Penumpukan lemak yang terjadi akan mengarah pada proses lain yang lebih kompleks, yang apabila tidak ditangani dapat mengarah pada sindrom metabolik hingga risiko penyakit kardiovaksular. Pengobatan bagi pasien PCOS selama ini hanya berfokus pada pengobatan dengan medikamentosa tanpa diimbangi dengan pengaturan nutrisi, olahraga rutin, akibat rendahnya kedisiplinan dan motivasi serta pengetahuan pasien mengenai pengaruh intervensi diet bagi pasien PCOS. Kurangnya dukungan psikospiritual bagi pasien juga menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kepatuhan pasien untuk menjalankan diet seimbang, dan melakukan olahraga rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Mitra dalam mendampingi pasien PCOS dalam modifikasi lifestyle dan memberikan dukungan psikis serta spiritual bagi pasien PCOS di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang. Kegiatan yang dilakukan berupa pembentukan dan pelatihan tim fasilitator, seminar untuk pasien PCOS yang diisi dengan pemberian edukasi mengenai PCOS, konseling gizi, olahraga bersama, dan konseling psikospiritual. Selain itu dibentuk komunitas pasien PCOS agar mereka dapat saling mensupport secara berkelanjutan. Hasil dari program ini antara lain: media edukasi berupa leaflet, video, dan tayangan digital signage di RSI Sultan Agung, serta pasien lebih memahami mengenai PCOS, mengikuti kegiatan senam bersama, IMT pasien menjadi lebih ke arah normal, dan terbentuknya komunitas PCOS yang kegiatannya dapat berkelanjutan meskipun program ini sudah selesai. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is an endocrine dysfunction that often occurs in women of reproductive age. The most common cause of PCOS is the accumulation or accumulation of visceral fat, which can occur in women with a body mass index (BMI) who are obese or thin. The accumulation of fat that occurs will lead to other, more complex processes, which if left untreated can lead to metabolic syndrome and the risk of cardiovascular disease. Treatment for PCOS patients so far has only focused on medical treatment without being balanced with nutrition settings, regular exercise, due to low discipline and motivation as well as patient knowledge about the effect of dietary interventions for PCOS patients. Lack of psychospiritual support for patients is also a factor in the low level of patient adherence to a balanced diet and regular exercise. This activity aims to optimize the role of hospital in assisting PCOS patients in lifestyle modification and providing psychological and spiritual support for PCOS patients at the Sultan Agung Islamic Hospital (RSI) Semarang. Activities carried out in the form of forming and training a facilitators’ team, seminar for PCOS patients filled with providing education about PCOS, nutritional counseling, joint exercise, and psycho-spiritual counseling. In addition, a PCOS patient community was formed so that they could support each other and carry out ongoing activities. The results of this program include: educational media in the form of leaflets, videos, and digital signage shows at RSI Sultan Agung, as well as patients understanding more about PCOS, participating in joint exercise, BMI of patients becoming more normal, and the formation of a PCOS community whose activities can sustainable even after the program has been completed.
Pengolahan Pangan Fungsional dari Ekstrak Kayu Secang untuk Kesehatan: Optimalisasi Program MBKM Proyek Independen Kimia Pangan Febriani, Nadia; Kurnia, Nova; Muhali, Muhali; Mirawati, Baiq; Ali, Nur Aini Abdurrahman; Sumarlin, Muhamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.2.47-56

Abstract

Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) menjadi salah satu tanaman yang banyak tumbuh di hutan Sumbawa Barat. Kayu secang mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional. Perguruan tinggi memiliki peran untuk melakukan hilirasasi keilmuan dan hasil risetnya, salah satunya melalui program proyek independen Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pangan fungsional dari ekstrak kayu secang melalui optimalisasi program proyek independen MBKM. Kegiatan PkM menggunakan metode pemberian informasi dan praktik langsung pembuatan produk pangan fungsional dari ekstrak kayu secang di Desa Tamekan, Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan PkM telah mampu menghasilkan produk pangan fungsional dalam bentuk permen jelly dari ekstrak kayu secang. Masyarakat sangat antusias dan merespon baik kegiatan PkM ini melalui partisipasinya dalam proses pengolahan langsung. Produk permen jelly ekstrak kayu secang ini juga disukai oleh kalangan anak-anak.Secang wood (Caesalpinia sappan L.) is one of the plants that grow abundantly in the forests of West Sumbawa. Secang wood contains various bioactive compounds that are beneficial to health, thus having the potential to be developed into functional food products. Higher education institutions have a role in advancing scientific knowledge and research results, one of which is through the independent project program, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Community service aims to develop functional foods based on secang wood  through the optimization of the MBKM independent project program. The community service activities utilize methods of providing information and direct practice in the production of functional food products from secang wood extract in Tamekan Village, West Sumbawa Regency. The community service activities have successfully produced functional food products in the form of secang wood extract-based jelly candies. The community has shown great enthusiasm and responded positively to these community service activities by actively participating in the product-making process. The secang wood extract jelly candies are also well-liked by children.
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SDIT Permata Bunda Mranggen, Demak Utami, Kamilia Dwi; Amanda, Qorry; Amelia, Amelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.2.57-67

Abstract

Jumlah perokok laki-laki di Demak, usia 15-24 tahun sebesar 18,8%, 25-34 tahun sejumlah 33,3%, dan 35-44 tahun sebesar 26,77%. Perilaku merokok, tidak terjadi secara tiba-tiba, akan tetapi dimulai sejak anak-anak atau remaja. Berdasarkan observasi dan survei awal yang dilakukan peneliti di SDIT Permata Bunda dan lingkungan sekitar Desa Batursari Mranggen Demak, ada sebagian alumni yang berada di lingkungan keluarga atau teman perokok, mulai tertarik merokok. Perilaku merokok sering terjadi pada siswa laki laki dan terjadi saat berada di luar lingkungan sekolah. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi tentang bahaya merokok kepada siswa. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok dan pengaruh penyuluhan bahaya merokok pada siswa SDIT Permata Bunda kelas V dan VI. Penyuluhan dilakukan menggunakan presentasi diselingi video animasi bahaya merokok. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan alat ukur kuesioner pre-post penyuluhan. Sampel diambil dengan metode total sampling berjumlah 146 responden. Analisis data menggunakan Mc Nemar Didapatkan perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan bahaya merokok di antara nilai pretest dan postest (p<0,05). Pentingnya edukasi merokok, untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok.In Demak, the prevalence of male smokers varies among age groups, with rates of 18.8% for ages 15-24, 33.3% for ages 25-34, and 26.77% for ages 35-44. According to the 2021 GATS survey, two out of three adult men in the region are smokers. The adoption of smoking behavior typically initiates during childhood or adolescence. Initial observations and surveys conducted by researchers at Permata Bunda Elementary School, within the vicinity of Batursari Mranggen Demak Village, reveal that some alumni are smokers, and their family or friends are showing an increasing interest in smoking. Smoking tendencies are prevalent among male students, particularly outside the school environment, emphasizing the need for comprehensive education on the hazards of smoking.  This study aims to assess the level of knowledge regarding the dangers of smoking and the impact of counseling on SDIT Permata Bunda students in grades V and VI. Counseling sessions utilized presentations combined with animated videos addressing the dangers of smoking. The research follows a quantitative analytical approach with a cross-sectional design, employing a pre-post counseling questionnaire for measurement. A total sampling method was used, encompassing 146 respondents. Data analysis was conducted using the Mc Nemar statistical test. Significant differences were observed between the pretest and posttest scores concerning the knowledge of the dangers of smoking (p<0.05). The study underscores the significance of smoking education in augmenting students' knowledge about the hazards associated with smoking. This emphasizes the need for ongoing efforts to educate students and mitigate the allure of smoking, especially among younger age groups.
Pola Hidup Bersih untuk Meminimalkan Diare Akibat Escherichia Coli di Kelurahan Tembok Dukuh Surabaya Listyawati, Agusniar Furkani; Tania, Putu Oky Ari; Soekanto, Ayly; Rianti, Emillia Devi Dwi; Hardiyono, Hardiyono; Sudibya, Akhmad; Azka, Andra Agnes Al; Simamora, Dorta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.2.68-73

Abstract

Pola hidup bersih adalah salah satu bagian dari menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh yang dapat diukur dari kebersihan tangan. Kebersihan tangan dapat menjadi tolak ukur dalam kesehatan tubuh terutama untuk mencegah terjadinya diare dikarenakan bakteri Escherichia coli sebagai bakteri indikator terjadinya diare dapat dengan mudah menginfeksi tubuh apabila kebersihan tangan tidak terjaga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi pola hidup bersih dan  meminimalkan kejadian diare terutama di musim hujan atau pancaroba ini. Setelah mendapatkan penyuluhan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini tentang pola hidup bersih pada warga masyarakat di wilayah kelurahan Tembok Dukuh, menjadi mengerti pentingnya cuci tangan dan untuk selalu menerapkan pentingnya hidup bersih. Dari data hasil sampel swab tangan sebelum dan sesudah cuci tangan tidak menunjukkan adanya pertumbuhan Escherichia coli, hasil ini menunjukan bahwa pola hidup bersih telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Kelurahan Tembok Dukuh Surabaya.A clean lifestyle is one part of maintaining body health and cleanliness which can be measured by hand hygiene. Hand hygiene can be a benchmark for body health, especially in preventing diarrhea because Escherichia coli bacteria as an indicator of bacteria for diarrhea can easily infect the body if hand hygiene is not maintained. As an indicator bacteria for diarrhea can easily infect the body if hand hygiene is not maintained. A clean lifestyle is one part of maintaining body health and cleanliness which can be measured by hand hygiene. Hand hygiene can be a benchmark for body health, especially in preventing diarrhea because Escherichia coli bacteria community service activity aims to provide education on clean lifestyles and minimize the incidence of diarrhea, especially in this rainy or transition season. After receiving counseling during this community service activity about clean living patterns, residents in the Tembok Dukuh became aware of the importance of washing their hands and always implementing the importance of clean living. From the data from hand swab samples before and after washing hands, it did not show any growth of Escherichia coli. These results show that a clean lifestyle has become a habit for the people ward of Tembok Dukuh Subdistrict, Surabaya.
Pentingnya Peningkatan Pengetahuan dan Praktik Personal Hygiene terhadap Kesehatan Reproduksi bagi Siswi SDN VII Batursari Mranggen Demak Harlisa, Pasid; Sampurna, Sampurna; Zulaikhah, Siti Thomas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 3, No 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.3.2.74-80

Abstract

Masa remaja adalah masa dengan rentang usia berkisar 10 sampai 24 tahun, suatu fase peralihan dari masa kanak-kanak (dependent) menuju masa dewasa (independent) dan ini normal terjadi pada kehidupan manusia. Seorang remaja dalam periode tersebut akan banyak sekali mengalami perkembangan dan pertumbuhan guna mencari identitas dan jati dirinya. Berbagai perubahan akan muncul baik dari sisi psikologis, fisik (pubertas), dan sosial lingkungan. Tujuan dilakukannya pengabdian kepada masyarakat terhadap siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) VII Batursari ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dan praktik personal hygiene terhadap kesehatan reproduksi. Metode yang dilakukan dengan penyuluhan dan praktik mencuci tangan. Peserta adalah siswi SDN VII Batursari Mranggen Demak yang berjumlah 30.  Sebelum dan sesudah kegiatan peserta diberi kuesioner tentang pengetahuan yang berjumlah 20 item pertanyaan, sebagai evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Skor pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan dibandingkan dan dianalisis dengan uji t-paired. Rerata skor pengetahuan sebelum kegiatan 50,25 dan skor sesudahnya 87,80, sedangkan hasil analisisnya diperoleh nilai p= 0,0001. Pendek kata, penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan praktik personal hygiene berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi siswi SDN VII Batursari Mranggen Demak.Adolescence is a period with an age range of 10 to 24 years, a transitional phase from childhood (dependent) to adulthood (independent) and this is a normal occurrence in human life. A teenager during this period will experience a lot of development and growth in order to find his identity and identity. Various changes will emerge both psychologically, physically (puberty) and the social environment. The aim of carrying out community service for female students at State Elementary School (SDN) VII Batursari is to determine whether there is an increase in knowledge and practice of personal hygiene regarding reproductive health. The method used is education and hand washing practices. The participants were 30 female students from SDN VII Batursari Mranggen Demak. Before and after the activity the participants were given a questionnaire about knowledge totaling 20 question items, as an evaluation of the activities carried out. Knowledge scores before and after the activity were compared and analyzed using the paired t-test. The average knowledge score before the activity was 50.25 and the score after 87.80, while the results of the analysis obtained a p value = 0.0001. In short, counseling about reproductive health and personal hygiene practices influence the reproductive health of female students at SDN VII Batursari Mranggen Demak.
Demonstrasi dan Edukasi Postur Tubuh yang Baik dan Benar di TPA Ummi Chamidah Kota Malang Imtiaz, Zitni Chelsea Budi; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Fransiska, Tri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.1-7

Abstract

Postur tubuh merujuk pada cara seseorang ketika berdiri, duduk, atau bergerak. Postur yang baik penting untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan, sedangkan postur yang buruk, seperti membungkuk atau duduk terlalu lama dalam posisi tidak nyaman, bisa menyebabkan masalah seperti nyeri punggung, ketegangan otot dan masalah tulang belakang lainnya. Dampak jangka panjang yang serius seperti gangguan muskuloskeletal dapat menyebabkan ketegangan, nyeri otot dan sendi, serta mengurangi stabilitas dan kekuatan tulang belakang, sehingga meningkatkan terjadinya risiko cedera kedepannya. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang masalah gangguan postur tubuh, terutama tentang pengertian, jenis, dan penyebab gangguan postur tubuh serta strategi pencegahan dari sedini mungkin. Pelaksanaan program ini dilaksanakan dengan tiga tahapan, yaitu tahap pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap pasca pelaksanaan yang dilakukan di TPA Ummi Chamidah Kota Malang pada 16 siswa sekolah dasar dengan cara melakukan penyuluhan menggunakan media poster kemudian mengajukan beberapa pertanyaan kuesioner sebagai alat ukur pengetahuan dan diakhiri dengan pengecekan postur pada setiap anak. Hasil yang didapat menunjukkan 13 siswa dari 16 siswa yang mengikuti kegiatan dapat mendemonstrasikan 4 cara postur yang baik dan benar ketika berdiri, berjalan, duduk dan mengambil barang.Posture refers to the way a person stands, sits or moves. Good posture is important for physical health and well-being, while poor posture, such as slouching or sitting too long in an uncomfortable position, can cause problems such as back pain, muscle strain and other spinal problems. Serious long-term impacts such as musculoskeletal disorders can cause strain, muscle and joint pain, and reduce spinal stability and strength, increasing the risk of future injury. The purpose of this program is to provide knowledge to students about the problem of posture disorders, especially about the definition, types, and causes of posture disorders and prevention strategies from as early as possible. The implementation of this program was carried out in three stages, namely the pre-implementation stage, the implementation stage, and the post-implementation stage carried out at TPA Ummi Chamidah Malang City on 16 elementary school students by conducting counseling using poster media then asking several questionnaire questions as a knowledge measurement tool and ending with checking the posture of each child. The results obtained showed 13 students out of 16 students who participated in the activity could demonstrate 4 ways of good and correct posture when standing, walking, sitting and picking up items.
Edukasi dan Simulasi untuk Mencegah Carpal Tunnel Syndrome pada Komunitas Ibu-Ibu PKK di Kelurahan Polehan Kota Malang Riswina, Tania Ica; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Fransiska, Tri Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.8-15

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome atau biasa disebut dengan CTS merupakan salah satu kasus yang sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. CTS terjadi karena kompresi saraf median yang berada di pergelangan tangan. Gejala yang sering terjadi adalah nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada jari-jari. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan upaya pencegahan pada Carpal Tunnel Syndrome bersama ibu-ibu PKK RT 9 RW 1 Polehan, Kota Malang. Metode yang dilakukan berupa edukasi dan simulasi yang dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2024 secara luring dengan menggunakan media promosi kesehatan berupa poster, kemudian dilakukan sesi tanya jawab bersama peserta. Sebelum memulai pelaksanaan edukasi dan simulasi latihan, dilakukan pre-test untuk mengetahui apakah ibu-ibu PKK memahami materi yang disampaikan. Setelah penyampaian materi dilakukan evaluasi melalui post-test. Hasilnya, Kegiatan ini dihadiri 25 orang dengan hasil pre-test 0 poin (0%) dan post-test rata-rata sudah memahami materi yang disampaikan dengan hasil 100 poin (100%). Kesimpulannya, edukasi dan simulasi latihan mengenai Carpal Tunnel Syndrome terlaksana dengan baik dan telah memenuhi target. Diharapkan peserta yang hadir dapat menerapkan terapi latihan yang telah disampaikan apabila terdapat gejala CTS.Carpal Tunnel Syndrome commonly called CTS, is one of the cases that often occurs in women compared to men. CTS occurs due to compression of the median nerve in the wrist. Common symptoms are pain, tingling, and numbness in the fingers. The program aims to improve understanding, knowledge, and prevention about Carpal Tunnel Syndrome in Ibu-Ibu PKK RT 9 RW 1 Polehan, Malang City. Education and simulation of exercise were carried out offline on October 17, 2024 using health promotion media in the form of posters, and then a question-answer session was held with the participants. Before starting the implementation of education and simulation exercise, a pre-test was conducted to determine whether the ibu-ibu PKK understood the material presented. After the delivery of the material, an evaluation was carried out through a post-test. The result shows that this activity was attended by 25 people, with a pre-test result of 0 points (0%) and an average post-test result of 100 points (100%) showing that they understood the material presented. In conclusion, education and simulation exercise regarding Carpal Tunnel Syndrome were carried out well and have met the target. It is expected that participants who attend can apply the exercise therapy that has been delivered if there are symptoms of CTS.
Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Kelurahan Bangetayu Kulon melalui Edukasi Menggunakan Film Pendek dan Kuis Mitos-Fakta Novita, Mutiara Putri; Pradhana, Aleyda Syifa; Ali, Aqila Aurora; Fauzira, Danissa; Layli, Intan Noor; Ratnawati, Ratnawati; Prasetijono, Purwito Soegeng; Suparmi, Suparmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.16-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi melalui metode analitik observasional dengan pendekatan one group pre and post-test design. Sebanyak 23 orang penderita hipertensi di RW 11 Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, berpartisipasi dalam intervensi edukasi dan pelatihan yang bertemakan “SEMAR MESEM: Semarak Anti Hipertensi Supoyo Urip Ayem.” Intervensi ini meliputi edukasi menggunakan media film pendek, kuis mitos-fakta, dan diskusi interaktif. Pretest dan posttest dilakukan menggunakan kuesioner berjumlah 22 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, sehingga uji Wilcoxon (non parametrik) digunakan untuk menganalisis hasil. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p < 0,05) pada tingkat pengetahuan peserta tentang hipertensi setelah intervensi. Edukasi yang diberikan menyentuh aspek definisi, faktor risiko, dan komplikasi hipertensi, serta pentingnya kepatuhan dalam pengobatan. Edukasi menggunakan media film pendek, kuis mitos-fakta, dan diskusi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta mengenai hipertensi, mencakup definisi, faktor risiko, komplikasi, serta pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.This study aims to improve medication adherence among individuals with hypertension through an observational analytical method utilizing a one-group pre-and post-test design. A total of 23 hypertensive patients from RW 11 Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City, participated in educational and training interventions themed “SEMAR MESEM: Vibrant Anti-Hypertension Supoyo Urip Ayem.” The intervention included education delivered through short films, myth-fact quizzes, and interactive discussions. Pretest and posttest assessments were conducted using a 22-item questionnaire that was validated for reliability. The analysis revealed that the data were not normally distributed and not homogeneous, necessitating the use of the Wilcoxon test (non-parametric) for analysis. The results indicated a significant increase (p < 0.05) in participants' knowledge about hypertension following the intervention. The education provided covered key aspects such as the definition, risk factors, and complications of hypertension, as well as the importance of treatment adherence. Education combining short films, myth-fact quizzes, and interactive discussions effectively increased participants' knowledge of hypertension, covering definition, risk factors, complications, and treatment adherence.
Membangun Kewaspadaan Munculnya Komplikasi Neuropati Perifer pada Gangguan Metabolik di Lingkungan Klinik Pratama Soetoko, Anita Soraya; Fatmawati, Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.25-32

Abstract

Gangguan metabolik merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dijumpai di Klinik Pratama. Komplikasi yang umum dijumpai pada penyakit ini berupa neuropati perifer. Membangun kewaspadaan melalui peningkatan pengetahuan dan kegiatan deteksi dini terhadap neuropati perifer pada penderita gangguan metabolik dapat mencegah penurunan kualitas hidup penderita akibat komplikasi ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini neuropati perifer pada penderita gangguan metabolik di Klinik Pratama. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan mengunakan media power point (PPT) dan pemeriksaan gejala dan tanda neuropati perifer menggunakan tes Michigan dan monofilamen. Kegiatan ini dihadiri oleh 38 peserta yang berasal dari 2 Klinik Pratama di Semarang. Hasil evaluasi setelah selesai kegiatan penyuluhan, didapatkan 70% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang definisi dan mekanisme, 90% mengetahui tanda dan gejala, serta 100% peserta memahami cara mencegah terjadinya neuropati perifer. Hasil tes Michigan, didapatkan 13 peserta memiliki gejala subjektif dan 4 peserta memiliki tanda objektif neuropati perifer, sedangkan pada hasil tes monofilamen didapatkan 5 peserta terdiagnosis neuropati perifer dan 7 memiliki risiko tinggi dalam kurun waktu 4 tahun ke depan. Kegiatan ini menunjukan kemanfaatannya dalam meningkatkan pengetahuan dan mampu mendeteksi dini gejala neuropati perifer pada penderita gangguan metabolik di Klinik Pratama.Metabolic disorders are one of the chronic diseases commonly found in primary clinics. The common complication found in this disease is peripheral neuropathy. Building awareness through increased knowledge and early detection for peripheral neuropathy in patients with metabolic disorders can prevent a decline in the quality of life of patients. The aim of this activity is to enhance knowledge and early detection of peripheral neuropathy in patients with metabolic disorders at the primary clinic. This activity was conducted by giving health education using PowerPoint (PPT) media and examination of peripheral neuropathy symptoms and signs using the Michigan test and monofilament. This activity was attended by 38 participants from 2 primary clinics in Semarang. The evaluation results after giving health education showed that 70% of the participants had a good understanding of the definition and mechanism, 90% knew the signs and symptoms, and 100% of the participants understood how to prevent peripheral neuropathy. The results of the Michigan test showed that 13 participants had subjective symptoms and 4 participants had objective signs of peripheral neuropathy, while the results of the monofilament test indicated that 5 participants were diagnosed with peripheral neuropathy and 7 were at high risk within the next 4 years. This activity demonstrates its usefulness in increasing knowledge and being able to detect early symptoms of peripheral neuropathy in patients with metabolic disorders at the primary clinic.
Cegah Stunting dengan MPASI dan Waspada Pneumonia Priyantini, Sri; Dipayana, Setya; Nugraha, Mahardika Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.1.33-42

Abstract

Pada 2023 masih terdapat 18,8% balita stunting dan pneumonia sebanyak 2,24% di Kota Semarang. Deteksi stunting dapat dicegah dengan deteksi kurva pertumbuhan KMS 2020. Infeksi saluran pernapasan akut yang berulang adalah penyakit yang harus dicegah karena berdampak pada pertumbuhan anak. IDAI perwil kota Semarang dalam rangka hari anak nasional dan ulang tahun IDAI ke 70 bekerjasama dengan Pemerintah kota Semarang mengadakan kegiatan Pengmas Pediatric Social Responsibility (PSR). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tenaga kesahatan di UPTD Puskesmas Genuk terkait edukasi makanan sapihan guna mencegah stunting, deteksi dini stunting, dan pencegahan pneumonia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan teknik Ceramah menggunakan media presentasi dan sesi tanya jawab pemateri untuk menilai pemahaman peserta. Penyampaian materi dilakukan selama 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 30 menit. Penilaian pemahaman peserta secara subyektif dengan menilai proses pembelajaran tercapai jika ada diskusi interaktif dua arah antara narasumber dan peserta. Hasilnya, peserta mampu melakukan komunikasi dua arah (aktif bertanya dan menjawab) dengan baik mengenai deteksi dini stunting dari kurva pertumbuhan, pencegahan stunting dengan MPASI tepat berbasis pada Protein-lemak Hewani, deteksi dini Pnemonia dan pencegahan penularan pneumonia balita dengan menjaga etika batuk, pemakaian masker, imunisasi dan hindari asap rokok. Kesimpulan: Kegiatan ceramah ini berhasil meningkatkan pemahaman tenaga Kesehatan terkait Stunting-MPASI-Pnemonia, ini dinilai dari terciptanya suasana diskusi intraktif dua arah.In 2023, there still be 18.8% stunted toddlers and 2.24% pneumonia in Semarang City. Detection of stunting can be prevented by detecting the KMS 2020 growth curve. Recurrent acute respiratory infections are diseases that must be prevented because they have an impact on children's growth. IDAI Perwil Semarang City in the context of National Children's Day and IDAI's 70th anniversary, in collaboration with the Semarang City Government, held Pediatric Social Responsibility (PSR) community service activities. The aim of this activity was to increase the understanding of health workers at the Genuk Community Health Center UPTD regarding weaning food education to prevent stunting, early detection and prevention of stunting. This community service activity was carried out using a lecture technique using presentation media and a question-and-answer session for the presenters to assess participants' understanding. The material was delivered for 60 minutes, then followed by a 30-minute question and answer session. Subjectively assessing participants' understanding by assessing the learning process is achieved if there is a two-way interactive discussion between the resource person and the participants.The result shows that the participants were able to carry out good two-way communication (actively asking and answering) regarding early detection of stunting from the growth curve, prevention of stunting with appropriate weaning food based on animal protein and fat, early detection of pneumonia and prevention of transmission of pneumonia to toddlers by maintaining cough etiquette, wearing masks, immunizations and avoiding cigarette smoke. Conclusion: This lecture activity was successful in increasing the understanding of Health workers regarding Stunting-MPASI-Pnemonia, this was assessed by creating an atmosphere of interactive, two-way discussion.