cover
Contact Name
Suwito
Contact Email
jurnal.unhan@idu.ac.id
Phone
+628121550347
Journal Mail Official
jurnal.unhan@idu.ac.id
Editorial Address
niversitas Pertahanan Republik Indonesia ( UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul - Bogor 15141 Telp. 021-29618754 Fax. 021-29618773 Website : www.idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
ISSN : 26205262     EISSN : 26207400     DOI : 10.33172/jpbh
Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah merupakan wadah para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi akademik, sekaligus perwujudan kontribusi intelektual terhadap perkembangan keilmuan di bidang Pertahanan dan Bela Negara melalui tulisan ilmiah baik berupa kajian maupun hasil penelitian. Jurnal Pertahanan & Bela Negara diterbitkan setiap tiga bulan sekali dalam setahun, yakni bulan April, Agustus dan Desember. Tujuan utama Jurnal Pertahanan & Bela Negara adalah untuk mengembangkan, memperkaya, dan menjadi referensi kajian bidang ilmu pertahanan dan bela negara, serta menjadi bahan pembelajaran dan pengkajian bagi para akademisi yang memiliki fokus dan minat pada bidang ilmu pertahanan dan bela negara. Jurnal Pertahanan & Bela Negara melingkupi kajian ilmu pertahanan dan bela negara dari perspektif strategi, manajemen, kebijakan, dan teknologi pertahanan, serta bidang kajian lainnya yang terkait ilmu pertahanan dan bela negara.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 316 Documents
DAMPAK PEMBERLAKUAN AIR DEFENSE IDENTIFICATION ZONE (ADIZ) CINA TERHADAP KEAMANAN ASIA PASIFIK Safril Hidayat
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.322

Abstract

Air Defense Identification Zone (ADIZ) atas Pulau Diaoyu/Senkaku oleh Cina pada tanggal 23 November 2013 menimbulkan persoalan tumpang tindih kedaulatan dan mengakibatkan multilateralisasi isu keamanan di Laut Cina Timur. Sebagai konsekuensi atas tindakan Cina tersebut, maka Jepang meningkatkan nasionalisme dan remiliterisasi pasukan bela dirinya. Keputusan dan kebijakan politik luar negeri Cina tersebut dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternalnya. Kebijakan politik luar negeri memiliki sumber daya internal sebagai input bagi pembuat keputusan yang meliputi determinan internal dan determinan eksternal. Kebijakan Cina ini akan diekplorasi melalui model pembuatan keputusan dalam rangka memahami para pembuat keputusan dan determinan luar negeri yang mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai hasilnya, maka konflik ADIZ yang dilakukan oleh Cina akan menjadi suatu isu ‘gun race’ (perlombaan senjata) atau‘tit-for-tat’ (gayung bersambut) antara kekuatan-kekuatan dominan dalam sistem internasional. Kebijakan Cina ini juga akan mewujudkan suatu perimbangan kekuatan (balance of power) yang baru dan dilema keamanan (security dilemma) di Laut Cina Timur. Lebih lanjut bila kompromi tidak dapat dicapai di kawasan tersebut, maka Laut Cina Selatan dan Asia Pasifik akan menjadi lapangan konflik yang baru di masa mendatang. Kata Kunci - Kebijakan Luar Negeri, ADIZ Cina, keseimbangan kekuatan, keamanan Asia Pasifik.
PERUBAHAN CORAK TERORISME DI INDONESIA TAHUN 2000 HINGGA TAHUN 2013 Prasetyo Prasetyo
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.323

Abstract

Kejadian terorisme di Indonesia, terutama di sepanjang 2013, telah mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, hampir tidak ada kejadian teror yang signifikan selama periode waktu ini. Namun, ini tidak berarti bahwa serangan teroris telah berakhir, melainkan diperlukan peningkatan kesadaran karena kegiatan teroris ternyata masih berlangsung, meskipun tersembunyi. Hasil studi perilaku terorisme dengan mengunakan pendekatan sejarah kejadiannya menunjukkan bahwa kegiatan teroris di Indonesia selama periode 2000-an telah mengalami situasi naik turun dan perubahan corak, utamanya dalam bidang pengorganisasian maupun cara perekrutan kadernya, sehingga masyarakat dan para pemangku kepentingan tidak boleh berpuas diri dan lebih meningkatkan upaya kesadaran, pencegahan dan penanggulanganya. Kata Kunci: terorisme, aksi terorisme, Jamaah Islamiyah, penanggulangan terorisme
THE DEBATE OVER MORAL JUSTIFICATION OF STATE TERRORISM Indriana Kartini
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.324

Abstract

This essay examines the debate over moral justifications of state terrorism. Consequentialist and deontologist perspectives provide a framework to justify acts of terrorism. However, this framework can not absolutely be defended. By drawing on Tony Coady and Igor Primoratz point of views, it is argued that acts of terrorism perpetrated by the state can never be justified and it is morally wrong and worse than non-state terrorism. Keywords : state terrorism, moral justification, consequentialist, deontologist
STATUS PERUSAHAAN MILITER DAN KEAMANAN SWASTA (PRIVATE MILITARY AND SECURITY COMPANIES) DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL Jerry Indrawan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.325

Abstract

Perusahaan Militer dan Keamanan Swasta (PMSC), lebih dikenal sebagai "tentara bayaran" memainkan bagian penting dalam perang baru-baru ini dan konflik di seluruh dunia. Masalah datang ketika keterlibatan mereka dalam permusuhan tidak tunduk pada hukum kemanusiaan internasional. Berdasarkan Pasal 47 Protokol Tambahan Konvensi Jenewa, ada persyaratan tertentu yang harus dipertimbangkan karena keterlibatan PMSC dalam situasi perang atau konflik bersenjata. Namun, di lapangan persyaratan agak diabaikan. Status untuk keterlibatan permusuhan masih belum jelas. Menurut penulis, jika PMSC terlibat dalam pertempuran, maka mereka akan dianggap sebagai kombatan, serta merepresentasikan target-target militer. Untuk itu, tentunya mereka dapat diserang dan menjadi subjek hukum humaniter internasional. Tulisan ini akan membahas masalah-masalah terkait dengan status PMSC dalam perang atau konflik bersenjata, dan peraturan atau aturan sejalan dengan partisipasi mereka dalam situasi seperti itu. Kata kunci: Status PMSC, Hukum Humaniter Internasional, dan Keterlibatan dalam Permusuhan
PENGARUH SOSIALISASI BELA NEGARA TERHADAP SIKAP BELA NEGARA GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA Aska Leonardi
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan sosialisasi bela negara yang diselenggarakan Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terhadap sikap bela negara guru-guru Sekolah Dasar di Jakarta yang menjadi peserta sosialisasi. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif, dan teknik sampling yang dilakukan adalah total sampling. Populasi dan sample penelitian adalah guru-guru sekolah dasar peserta sosialisasi bela negara yang berjumlah 50 orang. Penelitian ini melibatkan 2 variabel bebas (X) terdiri dari faktor sumber (X1) dan faktor pesan (X2), 3 variabel terikat (Y) terdiri dari aspek kognisi (Y1), aspek afeksi (Y2) dan aspek konasi (Y3) sikap bela negara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur serta analisis inferensial koefisien korelasi dengan rumus korelasi Pearson. Kesimpulan penelitian adalah, (1) Faktor sumber tidak berpengaruh terhadap aspek kognisi bela negara, tetapi secara signifikan berpengaruh terhadap aspek afeksi, dan konasi sikap bela negara guru sekolah dasar di Jakarta. (2) Faktor pesan secara signifikan berpengaruh terhadap aspek kognisi, afeksi, dan konasi sikap bela negara guru sekolah dasar di Jakarta.Saran bagi Direktorat Bela Negara untuk mengurangi pemateri kalangan militer dan menghadirkan pemateri guru sekolah dasar serta peserta sosialisasi sebelumnya. Tempat penyelenggaraan sebaiknya tidak di lingkungan Kementerian Pertahanan dan disarankan  menyelenggarakan sosialisasi secara simultan setiap seminggu sekali selama satu bulan. Kata Kunci: sosialisasi, sikap, bela negara, direktorat bela negara, guru SD Jakarta
ANALISIS DAN UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK ANTARA WARGA PERBATASAN TIMOR TENGAH UTARA, INDONESIA DENGAN WARGA DISTRIK OECUSSI, TIMOR LESTE PADA 2012-2013 Sandy Nur Ikfal Raharjo
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.327

Abstract

Konflik antarwarga perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara, Indonesia, dengan warga Distrik Oecussi, Timor Leste terjadi lagi pada tahun 2012 dan 2013 dan mengancam keamanan nasional. Jenis konflik antarwarga ini menarik karena tidak terjadi di kawasan perbatasan darat Indonesia lainnya, baik di Pulau Kalimantan maupun Papua. Fokus penelitian terdiri atas dua pertanyaan, yaitu bagaimana analisis terhadap konflik antarwarga tersebut dan bagaimana upaya penyelesaian konflik yang sudah dilakukan. Dengan menggunakan metode kualitatif yang deskriptif analitis, penelitian ini menemukan bahwa isu belum selesainya delimitasi dan rendahnya tingkat kesejahteraan menjadi faktor struktural penyebab konflik, dimana aktor-aktor yang bermain pun tidak hanya melibatkan unsur pemerintah dan aparat militer, tetapi juga masyarakat sipil. Dalam penyelesaian konflik, upaya pemeliharaan perdamaian berupa penghentian kekerasan dan penciptaan perdamaian berupa negosiasi delimitasi perbatasan sudah dilakukan, sementara pembangunan perdamaian masih belum terlihat. Selain itu, berbagai kebijakan pengelolaan batas wilayah dan pembangunan kawasan perbatasan juga berpotensi berperan mencegah kembali pecahnya konflik. Kata kunci: konflik antarwarga, penciptaan perdamaian, penjagaan perdamaian, pembangunan perdamaian, dan perbatasan Indonesia-Timor Leste.
ANCAMAN AKTUAL PENYELUNDUPAN IMIGRAN INDONESIA - AUSTRALIA DALAM PERSPEKTIF KEAMANAN NASIONAL Triyoga Budi Prasetyo; Sugeng Berantas
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i1.328

Abstract

Ancaman aktual terhadap imigran gelap (illegal smuggling) merupakan bentuk ancaman non tradisional/nonmiliter, sudah lama menjadi perhatian serius antara pemerintah Indonesia dengan Australia. Namun, upaya untuk menanggulanginya selalu mendapat respon yang kurang diharapkan atau kinerja yang kurang optimal dan seimbang. Padahal, berbagai upaya secara intensif telah dilakukan. Baik dengan menegakkan atau membuat peraturan perundang-undangan terkait maupun membangun kerja sama antarnegara (bilateral-multilateral), kepolisian, dan badan/lembaga lainnya (nasional/internasional). Dalam perspektif keamanan nasional, adanya ancaman ini sudah sangat meresahkan dan merugikan kepentingan nasional Indonesia. Apalagi, dianggap menyangkut kepentingan pertahanan (kedaulatan negara). Perkembangan ke depan, untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penyelundupan imigran gelap, dilakukan dengan peningkatan berbagai kemampuan baik sumber daya, sistem hukum maupun peningkatan kerja sama bilateral. Sehingga, ancaman dimaksud, dapat diminimalisir dalam rangka memperkuat visi sistem keamanan nasional yang memerlukan dukungan dari jajaran Kemenhan,TNI, Polri, dan kementerian dan kelembagaan. Kata kunci : ancaman, penyelundupan imigran, Indonesia-Australia, penegakan hukum, keamanan nasional.
DIPLOMASI PERTAHANAN LAUT INDONESIA DALAM KONTEKS PERGESERAN GEOPOLITIK DI KAWASAN PADA MASA DEPAN A. Yani Antariksa
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i2.329

Abstract

Dunia telah mengalami pergeseran Geopolitik di Laut Cina Selatan (LCS) dan Laut Cina Timur (LCT), serta Samudera Hindia. Dua kawasan ini menjadi perhatian dunia secara politik, ekonomi dan keamanan, serta menjadi perhatian geopolitik minyak. Khusus untuk Samudera Hindia, ketegangannya belum seperti di LCS/LCT. Di kawasan ini, Indonesia lebih menghadapi gangguan penyelundupan manusia dan tindakan kapal perang Australia yang melanggar wilayah. Hal ini diatasi dengan diplomasi secara lunak melalui protes diplomasi. Perkembangan diplomasi pertahanan termasuk diplomasi AL, sekarang dan ke depan semakin kompleks dalam kondisi damai dan perang.  Dilaksanakan melalui Inisiatif pengaturan keamanan ASEAN melalui berbagai mekanisme diplomatik seperti ASEAN Ministrial Meeting, ASEAN Regional Forum, Shangrila Dialouge ASEAN + 1, dan ASEAN + 3. Di tingkat regional ditopang pilar-pilar TAC, Zopfan, Kawasan Bebas Nuklir Asia Tenggara, serta ASEAN Security Community serta beberapa dialog tingkat tinggi menteri pertahanan, panglima angkatan bersenjata, kelapa staf angkatan, asop dan asintel. Pembahasan dalam dialog ini masih tertuju pada isu-isu keamanan non-tradisional seperti terorisme, bencana alam, penyakit menular, keamanan pangan dan energi, perubahan iklim, perdagangan manusia, perdagangan senjata ilegal dan pembajakan. Kesemuanya akan bermakna bila disertai dengan Angakatan bersenjata yang kuat/sepadan. Kata kunci : diplomasi angkatan laut, pertahanan, geopolitik, kawasan
DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA: AMALGAM MILITER-SIPIL Safril Hidayat
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i2.330

Abstract

Kondisi global dan regional berpengaruh dalam melaksanakan kebijakan luar negeri. Selain itu, situasi dinamika domestik juga menjadi faktor penting dalam membuat kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri diwujudkan melalui kerja sama dengan negara lain dalam wujud diplomasi pertahanan yang bertujuan untuk mencapai kepentingan nasional. Kepentingan nasional melalui diplomasi pertahanan secara global, regional dan bilateral dalam mewujudkan saling percaya guna mencegah konflik dan resolusi konflik. Sekalipun belum ada defenisi yang baku tentang diplomasi pertahanan, namun beberapa negara ada yang secara eksplisit maupun implisit menjelaskan diplomasi pertahanan. Aktor pelaku diplomasi pertahanan juga tidak semata-mata militer, namun dari kalangan sipil yang berbeda latar belakang. Sebagai negara yang demikian besar dengan sumber daya alam yang melimpah, maka diplomasi pertahanan Indonesia tidak dapat berjalan sektoral oleh kementerian pertahanan atau oleh personel militer saja. Kerja sama pertahanan perlu melibatkan aktor non negara dan pejabat sipil yang dilakukan antar lembaga baik aktor negara maupun aktor non negara. Dengan demikian, kebijakan diplomasi pertahanan memiliki interdependensi dan perlu diselaraskan dengan kebijakan luar negeri lainnya sehingga tujuan dan kepentingan nasional dapat terwujud. Kata kunci : pertahanan, diplomasi, kepentingan, aktivitas, aktor
ENHANCING SAFETY AND SECURITY IN INDONESIAN WATERS: COOPERATIONS WITHIN DIPLOMACY FRAMEWORK Kresno Buntoro
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v4i2.331

Abstract

The Indonesian waters is for world seaborne trade, military and naval movement, and other maritime interests. So it has a strategic value for maintaining economic security, peace, and stability in the region. Indonesia has the responsibility to address the challenges presented by activities conducted in its waters, such as marine pollution, depletion of marine resources and criminal activities at sea. These challenges also arise out of the fact that there are only a few provisions in the United Nations Law of the Sea Convention which regulate the obligations of ships or user states to share the burden faced by states which possess sea lanes of communication. The purpose of this paper is to provide an overview of maritime security challenges within Indonesia in light of its obligations to ensure safety of navigation and security. A number of recommendations are brought up to show efforts have been made by Indonesia in maintaining the safety and security in its waters in the light of defense and naval diplomacy. Keywords: maritime safety and security, Indonesian waters, cooperation, diplomacy

Page 10 of 32 | Total Record : 316


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 3 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara (English) Vol. 6 No. 3 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 3 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 3 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara More Issue