cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 4 (2024)" : 20 Documents clear
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus (Blume) Miq.) Sebagai Antibakteri Terhadap Propionibacterium Acnes Dengan Menggunakan Dua Pelarut Arianti, Varda; Fikriyan, Fatikhah; Lakoan, Milda Rianty; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.941

Abstract

Jerawat ialah masalah kesehatan kulit yang kerap dialami oleh masyarakat, dapat diakibatkan dari adanya infeksi Propionibacterium acnes. Penelitian pendukung terdahulu membuktikan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) mengandung zat metabolit sekunder yang memiliki peran sebagai antibakteri seperti alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid, dan tanin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan antibakteri ekstrak daun kumis kucing terhadap Propionibacterium acnes menggunakan etanol 96% dan n-heksana. Metode ekstraksi yang dipakai yaitu maserasi, serta menggunakan metode difusi cakram yang dilakukan 3 kali pengulangan untuk pengujian aktivitas antibakteri dengan berbagai konsentrasi yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, 80%, kontrol positif klindamisin 0,1%, dan kontrol negatif n-heksana dan etanol 96%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kumis kucing pada konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80% terhadap Propionibacterium acnes memperoleh rata-rata sebesar 3,76 mm, 5,88 mm, 10,71 mm, 12.08 mm, 17,36 mm dan ekstrak n-heksana dengan rata-rata sebesar 3,68 mm, 5,30 mm, 7,75 mm, 12.03 mm, 17,21 mm. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ekstrak etanol 96% dan n-heksana daun kumis kucing memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dengan konsentrasi terbaik yaitu 80%.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Kondisioner Dari Limbah Biji Pepaya (Carica papaya L.) Nafisah, Asti; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.942

Abstract

Biji pepaya (Carica papaya L.) mengandung senyawa triterpenoid yang dapat dimanfaatkan sebagai sediaan kondisioner. Kondisioner merupakan salah satu sediaan kosmetik yang dapat melindungi rambut setelah keramas sehingga rambut terlihat lebih lembut dan berkilau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada biji pepaya dan dapat melakukan pembuatan sediaan kondisioner dari biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai salah satu upaya dalam pemanfaatan limbah biji pepaya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan zat aktif berupa ekstrak biji pepaya. Penelitian ini meliputi proses pembuatan simplisia, uji kadar abu, uji kadar sari larut etanol, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan dan evalusiasi sediaan kondisioner. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu membuktikan bahwa limbah biji pepaya dapat dimanfaatkan sebagai sediaan kondisioner dan memenuhi persyaratan uji mutu sediaan, yaitu memiliki warna coklat muda hingga coklat kehitaman, bau khas biji pepaya, kental dan lembut, homogen, memiliki rentang pH 5,23–6,5 dengan nilai viskositas 2497 mPa’s atau 2497 Cp, dan memiliki tipe krim minyak dalam air (M/A).
Formulasi Dan Uji Tingkat Kesukaan Gummy Candy Dari Puree Terong Ungu (Solanum melongena) Sebagai Suplemen Makanan Khairunnisa, Alifa Fajar; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.943

Abstract

Gizi buruk di Indonesia masih menjadi polemik utama. Ketidaksukaan masyarakat terhadap buah dan sayur menjadi faktor meningkatnya angka gizi buruk. Terong ungu merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi berlimpah namun tingkat kesukaan masyarakat masih sangat kurang, supaya kandungan gizi yang dimiliki dalam terong ungu dapat bermanfaat bagi masyarakat maka perlu diolah menjadi suatu sediaan yang cukup populer di semua umur yaitu gummy candy. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan responden dan evaluasi sediaan gummy candy puree terong ungu. Formulasi gummy candy puree terong ungu terdiri dari 4 formula yaitu 0%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penilaian uji tingkat kesukaan menunjukkan bahwa formula 1 gummy candy dengan konsentrasi puree terong ungu 10% merupakan formula terbaik dengan perolehan skor warna 7,77, rasa 6,87, aroma, 6,93, dan tekstur 7,43. Evaluasi sifat fisik gummy candy menghasilkan aroma khas buah, rasa manis sedikit asam, warna kuning, dan tekstur kenyal. Evaluasi kimia gummy candy memiliki kadar air rentang 18,58 sampai 19,92 dan nilai pH 5,00 sampai 5,90 memenuhi syarat SNI 3547.2-2008. Hasil uji stabilitas ± 1 bulan pada suhu dingin atau kontrol 4℃ cenderung stabil. Analisis data menggunakan SPSS versi 16 dengan uji Kruskal -Wallis (p>0,05) dan uji lanjutan Mann-Whitney (p<0,05).
Implementasi Program Rujukan Berjenjang Peserta Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Di Puskesmas X Syarifah, Ummi; Ridwan, Muhammad; Nasution, Yulia Adinda; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.944

Abstract

Pengoptimalkan pelayanan sistem rujukan merupakan suatu hal yang penting dalam penegakan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tingginya angka rujukan di Puskesmas X menunjukkan bahwa implementasi sistem rujukan sudah berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengimplementasian rujukan berjenjang pada peserta jaminan kesehatan nasional di Puskesmas X Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam melalui proses wawancara dan observasi kepada informan. Informan kunci pada penelitian ini yakni orang yang mempunyai informasi dasar yang dibutuhkan, maka informan kunci pada penelitian ini adalah kepala bidang JKN dan Peserta JKN di Puskesmas X Kota Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas SDM sudah cukup baik, serta kuantitas SDM sudah cukup baik. Ketersediaan sarana dan fasilitas kesehatan sudah lengkap serta obat-obatan di Puskesmas sudah cukup lengkap dan belum sesuai dengan fornas yang berlaku. Pelaksanaan sistem rujukan di Puskesmas sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, akan tetapi masih banyak pasien yang meminta rujukan atas permintaan sendiri. Kesimpulan: Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Ketersediaan Obat-obatan di Puskesmas X berpengaruh terhadap terjadinya tinggi angka rujukan di Puskesmas X dan masih terdapat rujukan atas permintaan sendiri yang dikarenakan ketidaktahuan pasien mengenai alur rujukan.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Rusun Dakota Terhadap Resistensi Antibiotik Wulandari, Mia; Adiana, Sylvi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.945

Abstract

Banyak masyarakat yang mengkonsumsi obat yang tidak rasional atau tidak tepat salah satunya merupakan jenis antibiotik, ketika antibiotik digunakan secara tidak tepat hal yang akan didapatkan adalah masalah negatif pengobatan seperti resistensi yang menimbulkan dampak berbahaya yaitu kematian, sehingga perlu adanya penelitian mengenai tingkat pengetahuan masyarakat mengenai resistensi antibiotik untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan yang dimiliki masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Rusun Dakota RT 06 RW011 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 60 responden dalam usia produktif (15-64 Tahun). Penelitian ini menggunakan 10 soal kuesioner yang sudah di lakukan uji validitas dan uji reliabilitas sebagai intrumen penelitian. Data yang diperoleh akan dilakukan analisis kemudian persentase pengetahuan responden akan dihitung. Hasil penelitian tingkat pengetahuan masyarakat terhadap resistensi antibiotik berdasarkan usia dengan nilai tertinggi pada  usia 36-45 tahun (31,67%), jenis kelamin perempuan dengan persentase sebesar (60%), tingkat pendidikan SMA/SMK sederajat (65%), dan pekerjaan karyawan swasta (35%). Hasil dari perhitungan rata-rata Tingkat pengetahuan masyarakat Rusun Dakota RT 06 RW 011 Kebon Kosong Kemayoran Jakarta Pusat sebesar (70,33%) kategori cukup.
Analisis Staphylococcus aureus Pada Tester Kosmetik Sediaan Lipstik Cair Dan Padat Di Gerai Kosmetik Daerah Kelapa Gading Dengan Uji Angka Lempeng Total Putri, Nanda Agustin Adhila; Adrianto, Dimas; Krismayadi, Krismayadi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.947

Abstract

Pendahuluan: Ketersediaan sampel produk memungkinkan konsumen untuk membuat pilihan yang lebih tepat ketika membeli produk yang diinginkan, sehingga dalam memilih lipstik, konsumen dapat mencoba dan menguji warna lipstik tersebut sebelum membelinya, memastikan bahwa warna dan tipe lipstik sesuai dengan kebutuhan mereka. Terkadang konsumen tidak memperhatikan cara pemakaian dan penyimpanan yang baik, sehingga lipstik mudah tercemar bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran mikroba pada tester lipstik cair dan padat. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen (eksperimental) yang melibatkan tindakan atau perlakuan di laboratorium. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan hasil persentase bakteri Staphylococcus aureus pada tester lipstik cair dan padat, yaitu berkisar antara < 1 x 104 sampai 6,2 x 104 CFU/ml didapatkan persentase sebanyak 40%, untuk kisaran hasil 1,5 x 106 sampai 4,2 x 106 CFU/ml didapatkan hasil persentase sebanyak 60%. Kesimpulan: Dari semua 6 sampel tester lipstik cair dan tester lipstik padat tidak memenuhi syarat BPOM yaitu tidak lebih dari 103 CFU/ml, sedangkan untuk hasil dari pewarnaan gram bakteri Staphylococcus aureus pada tester lipstik cair dan padat pada 6 sampel didapatkan 5 sampel yang positif dan 1 sampel negatif.
Profil Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan BPJS Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat Periode Januari-Desember 2022 Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Laeman, Safirah Adlina
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.950

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menjadi perhatian global dan menjadi masalah serius di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang rentan terjadi pada usia produktif karena tingginya mobilitas. Pemberian pengobatan secara lengkap dan sesuai dengan pedoman sangat diperlukan guna mengurangi angka kematian akibat tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita tuberkulosis paru, jenis dan pola penggunaan, serta lama penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) yang diberikan pada penderita tuberkulosis paru jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit “X” Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik penderita tuberkulosis paru pada usia produktif terbanyak yaitu usia dewasa 26 – 45 tahun berjumlah 48 penderita (47%) dan jenis kelamin laki – laki sejumlah 62 penderita (60%). Jenis penggunaan OAT yang digunakan pada penderita tuberkulosis paru adalah OAT KDT kategori I sebanyak 77 penderita (75%) dan OAT KDT pergantian menjadi OAT Lepasan (Kombipak) sebanyak 26 penderita (25%). Pola penggunaan OAT KDT yang digunakan adalah fase intensif 4KDT dan fase lanjutan 2KDT, sementara pola penggunaan OAT Lepasan (Kombipak) adalah R/H, R/H/E, dan R/H/Z/E. Lama penggunaan OAT pada penderita tuberkulosis paru terbanyak adalah masa pengobatan > 6 bulan yaitu sebanyak 50 penderita (48%) karena mengalami komplikasi.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Kombinasi Minyak Peppermint (Mentha Piperita L.) Dan Minyak Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia Swingle.) Kireina, Tafani Ayu; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.952

Abstract

Lilin aromaterapi kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) diharapkan memberikan efek menyegarkan dan efek relaksan kepada penggunannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah formula dengan kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) dapat digunakan sebagai zat aktif sediaan lilin aromaterapi dan memiliki efek terapi yang disukai oleh responden. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi formulasi dan evaluasi sediaan. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji waktu bakar, uji titik leleh dan uji kesukaan. Hasil yang didapatkan dari titik leleh ketiga formula memenuhi standar yaitu 50oC-58oC. Hasil uji waktu bakar paling lama 74 menit pada formula I. Hasil uji kesukaan lilin aromaterapi yang paling disukai dan memiliki efek terapi yaitu formula III dapat dibuktikan dengan jumlah presentasenya mencapai 58%. Formulasi kombinasi minyak peppermint (Mentha piperita L.) dan minyak jeruk nipis (Citrus aurantiifolia Swingle.) dapat digunakan sebagai zat aktif yang memberikan efek terapi yang disukai responden.
Fisioterapi Dengan New Bobath Concept Pada Hemiparese Sinistra Et Causa Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Hermina Jatinegara Nesi, Nesi; Suminarti, Suminarti; Hayuningrum, Cicilia Febriani; Wiyono, Agus; Faradilla, Adella
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.955

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian dan disabilitas pada orang dewasa di seluruh dunia. Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah yang mengakibatkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel atau jaringan. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah menggunakan metode bobath. Bobath concept berorientasi pada aktifitas fungsional dengan pola gerakan normal untuk meningkatkan kemampuan kontrol postural dan gerakan-gerakan yang selektif. Tujuan: Mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus stroke iskemik dengan metode bobath dalam peningkatan postural kontrol. Metode: Penelitian ini berupa studi kasus dengan pelaksanaan terapi menggunakan new bobath concept sebanyak 5 kali pertemuan di Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Hasil Penelitian: penanganan fisioterapi menggunakan metode bobath yang diberikan memperlihatkan adanya peningkatan kekuatan otot, pengurangan tightness, pengurangan spastisitas, perbaikan postur, meningkatkan postural kontrol dan kontrol keseimbangan yang mengacu pada pola berjalan pasien sehingga dapat meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional. Kesimpulan: Penatalaksanaan fisioterapi dengan bobath concept yang diberikan pada pasien stroke iskemik dapat meningkatkan kemampuan fungsional secara signifikan sekaligus dapat mencegah terjadinya komplikasi lain yang dapat memperburuk keadaan pasien.
Pola Peresepan Obat Antihistamin Di Poli Anak Eksekutif RS X Dengan Diagnosa Rhinitis Alergi Periode Juli – September 2023 Afsyanti, Asfyanti; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i4.957

Abstract

Antihistamin adalah senyawa yang bertindak sebagai penentang histamin, mengurangi dan menghambat efek histamin dalam tubuh dengan menghalangi reseptor histamin. Rhinitis alergi adalah kondisi peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien yang sudah sensitif terhadap alergen tertentu, yang dipicu oleh reaksi antara alergen dan antibodi jenis IgE dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat antihistamin yang banyak diresepkan oleh dokter poli anak eksekutif Rumah Sakit X periode Juli - September 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan mengumpulkan lalu mencatat resep pasien rawat jalan. Penelitian dengan jumlah 167 resep pasien, didapatkan hasil pola peresepan obat antihistamin di poli anak eksekutif Rumah Sakit X berdasarkan karakteristik jenis kelamin yaitu laki-laki 84 pasien (50,30%) perempuan 83 pasien (49,70%). Berdasarkan karakteristik umur masa balita 0 – 5 tahun 88 pasien (52,70%); masa kanak-kanak 6 – 11 tahun 79 pasien (47,30%). Berdasarkan karakteristik jenis terapi tunggal 139 pasien (83,23%) terapi kombinasi 28 pasien (16,77%). Obat jenis terapi tunggal yang paling banyak digunakan adalah cetirizine dengan nama dagang Ryvel® sirup 54 pasien (38,85%). Obat dengan jenis terapi kombinasi yang paling banyak adalah kombinasi siproheptadin tablet (nama dagang Pronicy®) dan cetirizine tablet (nama dagang Ryvel® ) dengan jumlah 15 pasien (53,57%).

Page 2 of 2 | Total Record : 20