cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3 (2025)" : 25 Documents clear
Implementasi metode TREND (Teaching, Read and Explain, Evaluation) pada agregat anak usia sekolah untuk meningkatkan literasi kesehatan di Kecamatan Darussalam Aceh Besar Muthmainah, Fadhilla; Asniar, Asniar; Ridwan, Arfiza
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1472

Abstract

Literasi kesehatan mencakup kemampuan individu untuk mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan guna mendukung keputusan yang tepat. Rendahnya literasi kesehatan dapat menyebabkan kesulitan memahami informasi kesehatan, memilih makanan sehat, dan menjaga kebersihan diri, yang berdampak pada risiko kesehatan seperti obesitas atau penyakit infeksi. Penulisan ini bertujuan untuk menguraikan asuhan keperawatan komunitas pada agregat anak usia sekolah dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan di sekolah dasar negeri ujong kuta kecamatan darussalam aceh besar. Pengkajian dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru penanggung jawab Unit Kesehatan Sekolah (UKS), windshield survey, serta penyebaran instrument pegkajian literasi kesehatan pada anak usia sekolah kepada 38 siswa kelas 5 dan 6. Berdasarkan pengkajian, rata-rata skor literasi kesehatan siswa hanya 9,92, dengan kesalahan signifikan dalam memahami panduan kesehatan, seperti cara menjaga makanan (84,2%) dan membaca label makanan (47,4%). Masalah ini diperparah oleh kebiasaan tidak sehat, seperti berlarian tanpa sepatu dan konsumsi jajanan tidak sehat, serta rendahnya kemampuan membaca pada beberapa siswa kelas 5. Diagnosa keperawatan yang diidentifikasi adalah kesiapan meningkatkan literasi kesehatan. Berdasarkan pengkajian, dirancang intervensi berupa edukasi kesehatan dengan metode TREND (teaching, read and explain, evaluation). Implementasi dilakukan selama satu hari pada 29 November 2024, melibatkan 43 siswa. Evaluasi dilakukan pada hari selanjutnya melalui posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor rata-rata literasi kesehatan menjadi 14,00 setelah intervensi. Hasil Uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 yang mengindikasikan bahwa intervensi keperawatan komunitas dengan metode TREND terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan siswa sekolah dasar. Untuk mendukung keberlanjutan program, disarankan agar pihak sekolah memanfaatkan media edukasi seperti poster dan video untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya literasi kesehatan.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rantau Durian Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2024 Lasepha, Ani; Wathan, Fika Minata; Sari, Intan; Hamid, Siti Aisyah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1478

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin di bawah 11 gr/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar haemoglobin kurang dari 10,5 gr/dl pada trimester 2. Faktor-faktor yang mempengaruhu kejadian anemia meliputi: status gizi, kunjungan Antenatal Care, kepatuhan konsumsi table Fe, pendidikan, pengetahuan, usia, social ekonomi, paritas, umur kehamilan, jarak kehamilan, penyakit infeksi, pekerjaan, pola makan dan sikap. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan Status Gizi, Kunjungan Antenatal Care dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe secara simultan dengan kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Rantau Durian Kab.OKI tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan metode kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional yang di Puskesmas Rantau Durian Kab.OKI Tahun 2024 dengan jumlah responden 92 orang. Hasil uji statistic chi-square status gizi p value = 0,002, kunjungan ANC didapatkan p value = 0,017, kepatuhan konsumsi tablet FE didapatkan p value = 0,001 lebih kecil dari α = 0,05 menunjukan ada hubungan yang bermakna antara Status Gizi, Kunjungan Antenatal Care dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Rantau Durian Kab.OKI tahun 2024.
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.M umur 37 tahun dengan letak lintang dan primi tua Lestari, Diana Ayu; Maryam, Maryam; Surni’ah, Surni’ah
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1490

Abstract

Latar belakang: Kehamilan pertama pada usia >35 tahun merupakan salah satu dari faktor risiko kehamilan yang menyebabkan komplikasi dan kematian ibu, selain faktor tersebut, kelainan letak janin juga termasuk faktor risiko kehamilan yang dapat menyumbangkan angka kematian ibu. Di Indonesia angka kematian yang disebabkan, kelainan letak dan primi tua sebanyak 1.504 jiwa (Kemenkes RI, 2023), sedangkan kematian ibu menurut umur >35 tahun di Jawa Tengah sebanyak 336 jiwa (Profil Kesehatan Jawa Tengah, 2022). Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. M Umur 37 Tahun Dengan Letak Lintang dan Primi Tua Di PMB Ny. S Wilayah Puskesmas Kaliwadas Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil: Bedasarkan asuhan komprehensif pada Ny.M ditemukan masalah primi tua sejak awal kehamilan, pada kunjungan pertama ditemukan masalah kelainan letak yaitu letak lintang, kunjungan kedua posisi janin Ny.M berhasil memutar setelah dilakukan intervensi seperti posisi knee chest, dan kunjungan ketiga ditemukan masalah tekanan darah tinggi, sehingga dalam hal ini tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus. Persalinan dilakukan dengan tindakan sectio caesarea dalam hal ini tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus. Kunjungan neonatal dilakukan 3 kali kunjungan ditemukan masalah berat badan lahir rendah dalam hal ini tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus. Kunjungan nifas dilakukan 4 kali dengan hasil pemeriksaan normal dalam hal ini tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus dan Ny. M menggunakan alat kontrasepsi jenis IUD dalam hal ini tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus. Kesimpulan: Asuhan yang diberikan pada Ny. M selama kehamilan, persalinan bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana sesuai kebutuhan sehingga tidak di temukan kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Keperawatan pada Pasien ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) di Unit Perawatan Intensif: Studi Kasus Agustina, Riska; Halimuddin, Halimuddin; Amni, Rahmalia
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1501

Abstract

STEMI (ST segment Elevation Myocardial Infarction) merupakan indikator kejadian oklusi total pada pembuluh darah arteri koroner. Kondisi ini memerlukan tindakan untuk mengembalikan aliran darah dan reperfusi miokard secepatnya. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien STEMI di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Kota Banda Aceh. Diagnosis keperawatan yang muncul pada Tn. Z adalah gangguan pertukaran gas dengan intervensi keperawatan pemantauan respirasi, pengambilan sampel darah arteri dan manajemen asam-basa. Diagnosis kedua yaitu penurunan curah jantung dengan intervensi keperawatan perawatan jantung, pemantauan cairan dan pemantauan tanda vital. Diagnosis ketiga yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah dengan intervensi keperawatan manajemen hiperglikemia dan pemberian obat intravena. Hasil evaluasi terdapat perbaikan pada kondisi pasien, ditandai dengan nilai TD: 105/65 mmHg, MAP: 70 mmHg, HR: 76 x/menit (gambaran EKG sinus rhytm), T: 36,5 oC, akral teraba hangat dan CRT < 2 detik. Selain itu pasien sudah tidak lagi menggunakan ventilator, pasien terpasang oksigen nasal canul 3 L/menit, suara napas ronchi dan pasien mampu mengeluarkan sputum. Pola napas reguler, RR: 20 x/menit, SpO2: 94%, kesadaran compos mentis (E3M6V5). Rekomendasi bagi perawat agar dapat meningkatkan kualitas perawatan intensif, serta penanganan keperawatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sehingga angka kematian dapat diminimalkan.
Analisis faktor perilaku sedentari, pemesanan makanan online dan faktor genetik terhadap kejadian obesitas di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat tahun 2024 Safitri, Nur Haliza; Sabilu, Yusuf; Lestari, Hariati
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1502

Abstract

Introduction: Based on the latest data in 2023, the prevalence of obesity in Indonesia in adults over 18 years old is 23.4%. The prevalence of obesity in Southeast Sulawesi Province in 2021 at the age of over 15 years from 2021 to 2023 increased by 57,259 cases. The prevalence of obesity in Kendari City from 2022 of 2,431 cases has increased in 2023 to 2,970 cases. Benu-Benua Health Center is one of the health centers in Kendari City with the highest obesity cases. The prevalence of obesity in 2022 was 68 cases, in 2023 it increased to 203 cases. Objective: this study aims to analyze the relationship between sedentary behavior, frequency of online meal orders, and genetic factors with the incidence of obesity in the work area of BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, West Kendari District in 2024. Methods: This study is a quantitative study using a case control study design. This research was carried out in the BLUD Working Area of the Benu-Benua Health Center, West Kendari District in February 2025. Population: There are 834 people with 203 people who are obese. Sample: The number of samples in this study amounted to 80 samples consisting of 40 cases and 40 controls with the sampling technique being a random sampling technique. The statistical tests used are the chi square test and the odds ratio. Results: this study showed that the variable at risk for obesity was sedentary behavior (OR=2,914). And variables that were not at risk with the incidence of obesity were the frequency of online food ordering (OR=0.318) and genetic factors (OR=0.815). Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that sedentary behavior is a risk factor for obesity while the frequency of online food ordering and genetic factors are not risk factors for obesity incidence in the BLUD UPTD Work Area of the Benu-Benua Health Center, West Kendari District in 2024. Pendahuluan: Berdasarkan data terbaru tahun 2023 prevalensi obesitas di Indonesia pada usia dewasa di atas 18 tahun terdapat 23,4 %. Prevalensi obesitas di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021 pada usia di atas 15 tahun dari tahun 2021 hingga 2023 meningkat sebanyak 57.259 kasus. Prevalensi obesitas di Kota kendari dari tahun 2022 sebesar 2.431 kasus mengalami kenaikan pada tahun 2023 menjadi 2.970 kasus. Puskesmas Benu-Benua merupakan salah satu puskesmas di Kota Kendari dengan kasus obesitas tertinggi. Prevalensi obesitas tahun 2022 terdapat 68 kasus Tahun 2023 meningkat menjadi 203 kasus. Tujuan: studi yang dilaksanakan mempunyai tujuan dalam melaksanakan analisis hubungan perilaku sedentari, frekuensi pemesanan makan online, dan faktor genetik terhadap fenomena obesitas di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Tahun 2024. Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi case control. Penelititan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat pada bulan Februari 2025. Populasi: Berjumlah 834 orang dengan 203 orang yang mengalami obesitas. Sampel: Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 80 sampel tersusun atas 40 kasus dan 40 kontrol dengan teknik dalam mengambil sampel yaitu teknik random sampling. Uji statistik yang dipergunakan yaitu uji chi square serta Odds ratio. Hasil: studi ini menunjukan varibael yang beresiko terhadap fenomena obesitas yaitu perilaku sedentari (OR=2.914). Dan variabel yang tidak beresiko dengan kejadian obesitas adalah frekuensi pemesanan makanan online (OR=0.318) dan faktor genetik (OR=0.815). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Prilaku sedentari merupakan faktor risiko kejadian obesitas sedangkan frekuensi pemesaan makanan online dan faktor genetik bukan faktor risiko kejadian obesitas di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Tahun 2024.
Hubungan pengetahuan, status gizi, dan usia Menarche dengan kejadian Disminorhea pada remaja putri di SMPN 3 Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Tahun 2024 Nina, Nina; Sari, Intan; Handayani, Sri; Indriani, Putu Lusita Nati
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1503

Abstract

Dismenorhea atau nyeri haid adalah nyeri yang ditimbulkan akibat menstruasi yang dirasakan remaja di perut bawah atau di pinggang, bersifat seperti mulas-mulas, ngilu, dan seperti ditusuk-tusuk, diare, bahkan pingsan yang terasa sebelum atau selama menstruasi. Wanita yang mengalami dismenorhea memproduksi prostaglandin 10 kali lebih banyak dari wanita yang tidak dismenorhea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, status gizi, dan usia menarche secara simultan dengan kejadian dismenorhea pada remaja putri di Sekolah SMPN 3 Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang sekolah di SMPN 3 Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin sebanyak 53 siswi. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic chi square. Hasil univariat menunjukkan responden yang mengalami dismenorhea sebanyak 17 orang (32,1%) dan yang tidak mengalami dismenorhea sebanyak 36 orang (67,9%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p value =0,042), status gizi (p value =0,025), dan usia menarche (p value =0,001) dengan kejadian dismenorhea primer pada remaja putri di Sekolah SMPN 3 Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin tahun 2024. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk bekerja sama dengan instansi kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada siswi mengenai reproduksi wanita khususnya disminore.
Analisis tingkat keparahan nyeri dada pasien sindrom koroner akut di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Amni, Rahmalia; Putri, Salsa Savira; Yanti, Sarini Vivi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1506

Abstract

Nyeri dada merupakan gejala utama yang paling sering dikeluhkan pasien SKA, namun terkadang nyeri yang muncul sering kali disalahartikan oleh masyarakat sebagai gejala masuk angin biasa dan diabaikan, sehingga dapat berakibat terjadinya kematian. Tingkat keparahan nyeri yang dirasakan setiap pasien dapat bervariasi mulai dari ringan hingga berat, dengan ketidaknyamanan yang mungkin akan terus meningkat dan berkurang secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan nyeri dada yang muncul pada pasien sindrom koroner akut di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional study dengan jumlah sampel 53 pasien SKA. Teknik pengambilan sampel adalah incidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar isian yang berisi pengkajian nyeri pada pasien dengan metode Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keparahan nyeri yang dirasakan pasien mayoritas berada pada kategori nyeri sedang (77.4%). Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengabaikan rasa nyeri dada yang muncul, dan menambah wawasan bagi para perawat mengenai bagaimana gambaran tingkat keparahan nyeri dada yang dirasakan pasien sindrom koroner akut.
Asuhan keperawatan pada lansia (NY S) dengan diabetes mellitus di Desa Bandar Baru (Lampriet) Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Jilli, Razi; Nurhasanah, Nurhasanah; Yanti, Sarini Vivi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1509

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan  prevalensi penderita diabetes mellitus tertinggi di Asia tenggara. Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis dan masalah kesehatan yang serius, maka dari itu diharapkan penderita diabetes melitus dapat mengontrol dan megendalikan penyakitnya agar dapat mempertahankan kualitas hidup. Kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus dapat dikendalikan dengan cara menerapkan 4 pilar penatalaksanaan diabetes melitus berupa edukasi, nutrisi, aktivitas fisik dan farmakologi. Tujuan dari studi kasus ini untuk melaporkan asuhan keperawatan pada lansia Ny S dengan masalah diabetes mellitus di desa Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan pada tanggal 21-23 Agustus 2024 didapatkan bahwa Ny S mengalami diabetes mellitus sejak 4 tahun yang lalu, hasil KGDS tanggal 22 Agustus 2024 adalah 297 mg/dl, kaki terasa kesemutan dan nyeri. Diagnosa keperawatan pada Ny S adalah manajemen kesehatan tidak efektif, nyeri kronis dan gangguan pola tidur. Implementasi yang diberikan yaitu edukasi tentang diabetes mellitus dan latihan aktivitas fisik senam kaki diabetes selama 3 hari berturut-turut untuk mengontrol kadar gula darah, edukasi asam urat, kompres jahe untuk mengurangi nyeri, edukasi pola tidur sehat dan terapi murattal Al-Qur’an. Berdasarkan hasil evaluasi dari implementasi yang telah dilaksanakan terdapat penurunan kadar gula darah klien, sebelum dilakukan intervensi 297 mg/dl sesudah intervensi menjadi 123 mg/dl, skala nyeri sebelum intervensi 5 (NRS) sesudah intervensi menjadi 3 (NRS) dan skor pengkajian PSQI sebelum intervensi 11 dan setelah intervensi menjadi 6. Disarankan kepada keluarga dan klien agar dapat melanjutkan intervensi keperawatan yang sudah diberikan secara mandiri.
Uji aktivitas diuretik obat furosemide pada mencit jantan (Mus muculus) Usman, Dwi Anggara Putri; Salamena, Fuadiska
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1510

Abstract

Background: Water is the main component required by the human body, accounting for approximately 60% of total body weight. However, excess extracellular fluid can cause edema, so therapy is needed that can help reduce fluid retention. Furosemide is a loop diuretic that is often used in the management of edema and hypertension, working by inhibiting the reabsorption of sodium and chloride in the renal tubules thereby increasing the volume of urine excreted. This study aims to evaluate the diuretic activity of furosemide in male mice (Mus musculus) as a test animal model, to assess its effectiveness and potential use in clinical therapy. This study is a laboratory experimental research involving two treatment groups, namely the negative control group given 0.5% Na-CMC solution and the treatment group receiving furosemide at a dose that has been adjusted based on the body weight of the mice. Urine volume was measured at intervals of 10, 30, and 60 minutes post drug administration. Observations showed that furosemide administration could increase urine volume compared to the negative control group. The diuretic effect of furosemide became apparent within the first 10 minutes and reached its peak at the 30th to 60th minute. The results of this study confirm that furosemide has significant diuretic activity in male mice. The measurement of increased urine volume after furosemide administration demonstrates its potential in increasing body fluid excretion. Further studies are needed to evaluate the mechanism of action as well as possible side effects of long-term use. Latar Belakang: Air merupakan komponen utama yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, mencakup sekitar 60% dari total berat badan. Namun, kelebihan cairan ekstraseluler dapat menyebabkan edema, sehingga diperlukan terapi yang dapat membantu mengurangi retensi cairan. Salah satu terapi yang umum digunakan adalah Furosemide merupakan diuretik loop yang sering digunakan dalam penanganan edema dan hipertensi, bekerja dengan menghambat reabsorpsi natrium dan klorida di tubulus ginjal sehingga meningkatkan volume urin yang diekskresikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas diuretik furosemide pada mencit jantan (Mus musculus) sebagai model hewan uji, guna menilai efektivitas serta potensi penggunaannya dalam terapi klinis. Studi ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang melibatkan dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan larutan Na-CMC 0,5% dan kelompok perlakuan yang menerima furosemide dengan dosis yang telah disesuaikan berdasarkan berat badan mencit. Volume urin diukur pada interval waktu 10, 30, dan 60 menit pasca pemberian obat. Pengamatan menunjukkan bahwa pemberian furosemide dapat meningkatkan volume urin dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa Efek diuretik furosemide mulai terlihat dalam 10 menit pertama dan mencapai puncaknya pada menit ke-30 hingga 60 namun tidak signifikan. Pengukuran volume urin yang meningkat setelah pemberian furosemide menunjukkan potensinya dalam meningkatkan ekskresi cairan tubuh. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi mekanisme kerja serta kemungkinan efek samping dari penggunaan jangka panjang.
Menutup kesenjangan kesehatan: Peningkatan kesetaraan akses dan kualitas layanan kesehatan Nabilah, Hanifah; El-Tsana, Ashfiya Vi'Aqila; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1511

Abstract

Ketimpangan akses dan kualitas layanan kesehatan masih menjadi tantangan yang sistemik di Indonesia, terutama bagi kelompok rentan. Perbedaan pendapatan, tingkat pendidikan, dan lokasi geografis memperburuk utilisasi layanan dan luaran kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk menelaah faktor struktural penyebab ketimpangan, mengevaluasi keterbatasan kebijakan yang ada seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta mengidentifikasi strategi peningkatan kesetaraan yang dapat diterapkan. Tinjauan pustaka dilakukan terhadap enam sumber nasional dan internasional yang terbit pada 2016–2025. Hasil menunjukkan bahwa hambatan yang berkelanjutan—termasuk ketimpangan infrastruktur, keterbatasan distribusi tenaga kesehatan, dan pelaksanaan kebijakan yang belum terintegrasi—masih menghambat pencapaian kesetaraan. Harmonisasi kebijakan, optimalisasi alokasi sumber daya, dan pemanfaatan teknologi digital seperti telemedicine merupakan komponen penting dalam upaya mempersempit kesenjangan layanan. Pendekatan lintas sektor yang terkoordinasi diperlukan untuk membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif dan tangguh.

Page 2 of 3 | Total Record : 25