cover
Contact Name
Abdur Rohman
Contact Email
abdur101186@gmail.com
Phone
+6285731032511
Journal Mail Official
abdur101186@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wills, Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf
ISSN : 24425907     EISSN : 27972585     DOI : https://doi.org/10.53429/spiritualis
Core Subject : Religion,
The Jurnal Ilmiah Spritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf, published two times (March and September) a year since 2018, is a peer-reviewed journal and furnishes an international scholarly forum for research on Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, and Islamic Thought. Taking an expansive view of the subject, the journal brings together all disciplinary perspectives. It publishes peer-reviewed articles on the historical, cultural, social, philosophical, political, anthropological, literary, artistic and other aspects of Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, Islamic Thought in all times and places. By promoting an understanding of the richly variegated Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, and Islamic Thought in both thought and practice and in its cultural and social contexts, the journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all fields of Islamic studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 113 Documents
PRAKTIK DISKURSIF INTEGRASI-INTERKONEKSI ILMU PENGETAHUAN AMIN ABDULLAH SEBAGAI PERGULATAN INTELEKTUALISME DI INDONESIA Moch. Muwaffiqillah
Bahasa Indonesia Vol 7 No 2 (2021): TASAWUF DAN TRADISI KEAGAMAAN LOKAL
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v7i2.666 for articles

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis praktik distruktif dalam pemikiran Amin Abdullah terkait integrasi-interkoneksinya sebagai wujud proses intelektuualisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan library reasearch untuk menganalisis pemikiran-pemikiran Amin Abdullah tentang Integrasi-Interkoneksi yang mewujudkan dirinya sebagai bentuk pergulatan intelektualisme diIndonesia. Ada pun proses yang penelitian ini meliputi, dokumentasi pustaka yang terhubung dengan tema dan topik, serta penyusunan data-data yang telah ditemukan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menghasilkan temuan: 1) Praktik diskursif “Integrasi-Interkoneksi Ilmu Pengetahuan” yang dimainkan oleh Amin Abdullah sebagai pergulatan intelektualisme di Indonesia. Dimulai dengan membongkar epistemologi dan metodologi pengetahuan keagamaan lalu menawarkan konsepsi integrasi-interkoneksi agama dan sains. 2) Tidak hanya ‘dipungut’ paksa dan dicangkokkan begitu saja dalam PTKI, tetapi keilmuan yang dikembangkan memiliki nilai distingtif dengan yang berada di perguruan tinggi umum.
MEMBACA PEMIKIRAN SOSIAL POLITIK ANIS MATTA ABRAR
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.664

Abstract

Paper ini hadir untuk membaca pemikiran sosial politik Anis Matta, tokoh sentral berdirinya Partai Gelombang Rakyat Indonesia (GELORA), khususnya dalam konteks memaknai perubahan pemikiran Anis Matta dalam platform partai GELORA sebagai partai moderat dan terbuka. Pisau analisis yang penulis gunakan adalah teori dekonstruksi Jacques Derrida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anis Matta adalah tokoh politik dekonsntruksianis yang berani merombak gaya inklusif, feodalisme dan senioritas yang mengakar di PKS selama ini. Meski dengan resiko disingkirkan dari kepengurusan partai. Menurut Anis Matta Pergulatan mencari sistem tidak akan pernah berujung dengan pilihan benar-salah, tetapi akan berhenti sementara pada suatu titik dimana kita menemukan kesesuaian dan kecocokan sistem itu, dan akan terus mengalamai penyesuaian. Partai GELORA yang didirikan oleh Anis Matta adalah manifestasi pemikirannya yang telah lama ia cita-citakan. Membangun sebuah partai yang menggabungkan kekuatan Islam dan keterbukaan. Bacaan Anis Matta bahwa sebuah partai tidak akan besar apabila bertahan dengan konservatisme agama. Cara-cara berpartai seperti itu sudah tak relevan lagi hidup di era disrupsi. Mengantarkan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia menjadi cita-cita dari narasi Arah Baru Indonesia (ABI) yang digagasnya. Dan buku Gelombang Ketiga Indonesia menjadi referensi ide dan gagasannya untuk memberi Arah Baru bagi Indonesia. Hasil penelusuran juga menunjukkan bahwa konflik internal di PKS mempercepat lahirnya partai GELORA yang merupakam metamorfosa dari ide ABI yang digagas oleh Anis Matta saat masih aktif sebagai pengurus di PKS.
PERJALANAN MISTISISME IBNU `ARABI: MENJUMPAI WAHDAT AL-WUJUD MELALUI TASAWUF FALSAFI Ridwan, Ridwan Hidayat
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.691

Abstract

Sumber pengetahuan yang didapatkan oleh seorang sufi adalah berdasarkan pengalaman spiritualnya (esoteris). Mistisisme atau pengalaman mistis yang dialami sufi hanya dapat diraih melalui dirinya sendiri yang bersifat pribadi, tidaklah sama pengalaman seorang sufi dengan sufi yang lain. Sebab pengalaman mistis hampir mustahil dikomunikasikan kepada orang. lainArtikel ini ditulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dalam rangka penggalian data-data yang diperlukan dari sumber-sumber kepustakaan. Sumber pustaka sebagai bahan kajian yang relevan seperti buku teks/terjemah, jurnal, laporan penelitian, tulisan ilmiah dan sumber-sumber pustaka lainnya. dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Setelah data terkumpul penulis menggunakan metode deskriptif-analisis dalam rangka untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat.Kesatuan wujud yang dikenal dalam tasawuf sebagai "wahdatul wujud" pertama kali diperkenalkan dan didirikan oleh Ibnu `arabi dan tidak diragukan lagi ia adalah pembawanya. Kesatuan wujud ini (al-Haqq dan al-Khalq) dianggap sebagai puncak tertinggi dari konsep (pengalaman) tasawuf. Hal ini berkaitan tentang Tuhan sebagai yang mutlak dalam kaitannya dengan alam semesta, Melalui pemahaman Ibnu `arabi, segala yang tampak ini sebenarnya tidak mempunyai wujud. Kalaupun dikatakan mempunyai wujud, sebenarnya wujud itu hanyalah bayangan, tidak ubahnya seperti orang yang berdiri di depan cermin dan melihat bayangan dirinya ada di dalam cermin tersebut. Wujud. Wujud yang sebenarnya adalah orang yang berdiri di depan cermin. Adanya wujud di dalam cermin bergantung pada wujud orang yang berdiri di depan cermin.
PUASA DALAM TINJAUAN FIQIH DAN TASAWUF M. ALAN AL FARISI
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.698

Abstract

Tasawuf sering kali dianggap bertentangan dengan fiqih, padahal tasawuf dan fiqih ibarat dua sisi mata uang yang jika dihilangkan salah satunya maka tidak lagi memiliki nilai. Dewasa ini muncul fenomena di sekitar penulis di mana terdapat oknum yang tidak menjalankan puasa dengan dalih telah mencapai maqam tasawuf yang tinggi. Sebaliknya terdapat oknum yang menjalankan puasa sekedar untuk menggugurkan kewajiban. Namun mereka tetap melakukan perbuatan yang dibenci Allah meski tidak membatalkan puasa. Semoga dengan datangnya artikel dapat memberikan pengetahuan baru di mana tasawuf dan fiqih merupakan dua kesatuan yang tidak sepantasnya dipisahkan. Karena sesungguhnya puasa ditujukan untuk menghilangkan kemelekatan badan dari nafsu-nafsu yang mengganggu. Sehingga tidaklah benar jika seseorang tidak berpuasa kemudian mengaku telah sampai kepada tingkatan pengetahuan tasawuf yang tinggi. Karena Rasulullah yang merupakan sosok yang paling sufi saja masih menjalankan puasa sebagaimana umat Islam pada umumnya.
IMPLEMENTASI AMALAN TAREKAT IMPLEMENTASI AMALAN TAREKAT QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH TERHADAP JAMA’AH Moch. Luqman
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.708

Abstract

Pada zaman modern ini, terjadi banyak krisis yang menimpa kehidupan manusia dimulai dari krisis sosial sampai pada krisis sipiritual. Seiring dengan datangnya cobaan dan permasalahan hidup membuat jiwa mengalami kekosongan yang luar biasa, serta banyak manusia mulai menyalahkan takdir dari Tuhan-Nya. Perlunya pendidikan Islam itu dikarenakan pendidikan Islam dapat mewujudkan keseimbangan jasmani dan rohani manusia dalam menghadapi kehidupan, sebagaimana yang terlihat dalam tujuan pendidikan islam tersebut. Sebagaimana para sufi memilih tarekat sebagai jalan hidup, salah satu contoh tarekat dari banyaknya aliran tarekat ialah tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya. Pada penelitian ini peneliti melakukan sebuah penelitian pada jama’ah tarekat di Desa Mlorah kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk yang merupakan salah satu pembantu perwakilan tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya wilayah Nganjuk utara. Dalam tarekat mursyid berperan sebagai pendidik, dan jamaahnya tersebut sebagai peserta didik, dan amalan-amalan tarekat tersebut sebagai materi pembelajarannya. Didalam tarekat terdapat berbagai hal baik yang berkaitan tentang kehidupan di dunia, seperti nilai-nilai pendidikan islam yang terkandung di dalamnya, melalui penerapan amalan–amalan dari tarekat seseorang mampu mempertebal keimanan hati untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penelitian ini fokus pada bentuk amalan dan kendala-kendala dalam mengimplementasikan tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya pada jama’ah tarekat di desa Mlorah kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk, yang kemudian penelitian ini menemukan bentuk amalan tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya pada jama’ah tarekat di desa Mlorah kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk yaitu berupa Talqin, Bai’at, Dzikir, Khataman, Manaqiban, Riyadhoh, dan kendala dalam mengimplementasikan amalan tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya pada jama’ah tarekat di desa Mlorah kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk yaitu Istiqomah, Istiqomah Menjadi Kendala Utama dan disebabkan Oleh Beberapa Faktor Yaitu: Faktor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Keluarga
MEMBONGKAR HISTORIOGRAFI SUFI PEREMPUAN SYAMSIYANI, JAMALUL MUTTAQIN
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.721

Abstract

In various literary histories, women are inseparable from discriminatory construction. Women's problems often attract discourse which has yet to be resolved. Women are often considered foreign, vulnerable, and subordinate, inferior. In the historical constellation of Sufism literature, women always get second place compared to men in terms of quantity. This study tries to reveal three things: first, what is called the female Sufi ritual in Sufism literature, Second, it examines the history of female Sufi marginalization. Third, look deeply into the historical roots of the formation of Sufi marginalization of women. In addition, this study has a specific purpose, namely: first, to explain the position of women in the scope of Sufism literature, why so few write Sufi women. Second, we will look at the factors underlying the marginalization of women in Sufism literature. This study uses a library research model, gathering some literature that is directly related to the themes of this study using descriptive historical analytical methods.
TAFSIR SURAT AL-TÎN DALAM TAFSIR AL-TAHRÎR WA AL-TANWÎR PRESPEKTIF MAQÃSID AL-QUR’ÃN Moch Bashori Alwi
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.722

Abstract

Penelitian dalam tesis ini di latarbelakangi oleh pembacaan peneliti terhadap penafsiran surat al-ti>n, dimana pada surat ini kebanyakan orang hanya memahami al-ti>n dan al-zaitu>n sebagai suatu buah yang banyak manfaatnya. Begitu juga ayat selanjutnya yaitu kata t}urisi>ni>in sebatas dimaknai sebagai suatu bukit sinai yang berada di Syam dan balad al-ami>n diartikan sebagai kota Mekkah yaitu suatu tempat yang dimana ketika orang masuk didalamnya akan aman. Disambung dengan ayat selanjutnya, yaitu membahas tentang diciptakanya manusia dengan seabaik-baiknya bentuk (ah}sani taqwi>m) dan manusia juga bisa dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya (asfala sa>fili>n). Kemudian Allah menyuruh kepada manusia untuk beriman dan berbuat kebajikan. Dan ayat yang terakhir pada ayat ini peringatan kepada orang-orang yang mendustakan tentang hari pembalasan, maka Allah lah sebaik-baik hakim. Dari penjelasan al-ti>n secara ringkas diatas bahwa banyak makna-makna yang tersembunyi (tersurat), sehingga harus diungkap dan dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan membuat seorang muslim menjadi bingung dan bertanya-tanya. Dari keprihatinan inilah yang pada akhirnya memacu penulis untuk melakukan penelitian ini dengan tujuan agar pembaca kelak mengetahui apa dibalik Allah bersumpah dengan nama dua buah dan dua tempat sehingga sampai menjelaskan eksistensi dan hakikat manusia sebagai ciptaan Allah swt. Penelitian ini bersifat kajian pustaka (library research) yang dilakukan dengan cara dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari serta mentelaah data kualitatif yang sesuai dengan tema dari sumber data primer yaitu kitab tafsir al-tah}ri>r wa al-tanwi>r, serta beberapa sumber sekunder berupa semua referensi yang tekait dengan tema. Dengan bekal tersebut penulis berharap dapat melakukan pengungkapan makna dari surat al-ti>n berdasarkan konsep maqa>s}id al-Qur’an yang dibuat oleh Ibnu ‘A>shu>r. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan maqa>s}id al-Qur’a>n dari surat al-ti>n, bahwa surat al-ti>n memiliki tiga tema pokok; Yang pertama yaitu simbol-simbol sebagai syari’at para Nabi (ayat 1-3) yang memiliki empat maqashid; Is}la>h al-I’tiqa>d, al-Tashri>’, al-Qas}a>s} wa akhba>r al-uma>m al-sa>lifah dan al-I’ja>z. Yang kedua adalah hakikat dan eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan (ayat 4-6) yang memiliki tiga maqashid; Is}lah} al-I’tiqa>d, al-Tahdzi>b al-akhla>q, dan al-mawa>’idh wa al-indha>r wa al-tah}dzi>r wa al-tabshi>r.dan yang ketiga yaitu peringatan pada manusia atas hukum Allah (ayat 7-8) yang meiliki dua maqashid; Is}lah al-I’tiqa>d, dan al-mawa>’idh wa al-indha>r wa al-tah}dhi>r wa al-tabshi>r.
MENDAMAIKAN PERDEBATAN KAIDAH AL-SAHABAH KULLUHUM UDUL Zaenal Hamam; Misbachul Munir
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.724

Abstract

Abstrak Kitab Alquran dan hadis adalah dokumen ajaran Islam yang bersumber dari wahyu. Alquran menjelaskan bahwa apa yang diucapkan Nabi Muhammad saw. itu tidak menurut kemauan hawa nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diwahyukan sehingga kedudukan keduanya (Alquran dan hadis). Meskipun berasal dari sumber yang sama (shāriʻ), Alquran dan hadis memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan utamanya adalah masalah autentisitas. Alquran semua ayatnya diriwayatkan secara mutawatir dan terdokumentasikan dengan sangat baik,sedangkan hadis kebanyakan diriwayatkan secara ahad dan karena itu, kesahihannya disyaratkan harus diriwayatkan oleh perawi yang thiqqah. Kredibelitas sahabat Nabi saw. sebagai perawi pertama menjadi pembahasan penting dalam kajian hadis. Dalam hal ini, mayoritas ulama menyatakan, “al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl”, dengan argumentasinya, pun demikian dengan sebagian ulama lain menyangsikan kaidah ini juga dengan argumentasinya. Oleh karena itu, hal yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi :Apa argumentasi ulama yang menyatakan “al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl”?.Apa argumentasi ulama yang menyatakan keberatan atas kaidah “al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl” dan kemudian pada akhirnya membahas bagaimana mengkompromikan dua argumen dimaksud? Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penilitan kepustakaan (library research) dengan fokus penelitan pada pembahasan argumentasi kedua kelompok tersebut untuk kemudian dikomparasikan sehingga menemukan titik temu diantara keduanya, oleh karena itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian dini adalah studi komparatif, dimana merupakan studi dua faktor yang di bandingkan untuk menemui hasilnya. Penelitian ini mengurai tiga masalah, pertama: argumentasi kelompok yang mengakui kaidah al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl, kedua, argumentasi kelompok yang menyangsikan kaidah al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl, dan ketiga, hasil analisis dalil kedua kelompok yang tersimpulkan bahwa al-Ṣahābah kulluhum ʻudūl kecuali dibuktikan jelas-jelas sebaliknya.
SANTRI-ABANGAN DALAM FENOMENA SOSIAL KEAGAMAAN bayu, bayu fermadi
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2023): KHAZANAH SUFISME DAN STUDI AGAMA
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v9i2.728

Abstract

Tulisan ini berfokus pada kontestasi antara kaum Santri dan Abangan, walaupun secara eksplisit kaum Santri dan Abangan tidak menunjukan persaingan, tapi kenyataanya mereka membentuk capital seimboliknya masing-masing. Setelah Kepres no 22 tahun 2015 tentang hari Santri, perdebatan Santri-Abangan mulai muncul kembali. Maka dari itu penulis ingin menelaah tentang bagaimana perkembangan Santri dan Abangan setelah Kepres tersebut dan bagaimana kaum Santri dan Abangan berkontestasi dalam wilayah politik dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi, habitus dan modal dalam strategi kekuasaan milik Bourdieu sebagai pisau bedah. Berlandaskan pada penelitian kualitatif dengan basis data pengamatan lapangan dan wawancara serta dokumentasi. Penulis menemukan bahwa antara Santri dan Abangan saling berebut dominasi keagamaan ataupun kebudayaan yang berujung pada perebutan kekuasaaan, social dan ekomoni. selain itu perkembangan kaum Santri yang pesat juga menumbuhkan rasa egois dalam diri Santri. Hal tersebut didasarkan pada pengunaan Masjid sebagai salah satu sarana dalam membentuk habitus mereka. Berbeda dengan kaum Abangan yang bersifat komunal dan gotong royong, telah menjadikan Slametan sebagai alat daya tawar mereka atas dominasi kaum Santri. Kata kunci: kontestasi, capital, dominsai, Santri, Abangan, ego
DAMPAK KEBERADAAN MAJELIS RASULULLAH SAW JATIM DI SURABAYA TERHADAP PERILAKU ANAK MUDA Khomsin, Hanif Silmi
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2024): JIS : TASAWUF DAN PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v10i2.716

Abstract

Kehadiran berbagai majelis di Surabaya berhubungan dengan kekeringan spiritualitas dan fenomena hijrah pada kalangan anak muda. Hadirnya majelis Rasulullah SAW Jatim membuat daya tarik tersendiri pada fenomena yang terjadi di perkotaan, dengan membawa haibah (wibawa) dan kelembutan pada konsep dakwahnya. Karismatik para guru dapat mempengaruhi daya tangkap dalam menerima keilmuan, dasar ajaran dalam majelis Rasulullah SAW berdasarkan ajaran Tarekat Alawiyah. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini dilaknakan untuk menyimpulkan dengan adanya majelis Rasulullah SAW Jatim yang menggabungkan zikir, sholawat dan ta’lim dalam satu majelis dapat digolongkan sebagai logoterapi sehingga dapat mengubah perilaku para anak muda. Sehingga permasalah spiritualitas pada masyarakat dapat teratasi.

Page 8 of 12 | Total Record : 113