cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KADER DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN IBU BALITA KE POSYANDU DI DESA GASARIBU KECAMATAN LAGUBOTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR Rina Marlina Manalu; Dosma Ida Nababan; Maria lumban toruan
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.913 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.317

Abstract

The health system can function optimally if supported by empowering people and as a form of empowerment is their guidance Posyandu cadre and mothers who bring their babies to Posyandu. Guidance cadres would improve their knowledge so that changing the behavior for implementation of knowledge. The purpose of this study was to analyze the relationship between service quality and compliance cadres with a visit to Posyandu toddler's mother in the village of Gasaribu District of Laguboti Toba Samosir. The study design used is cross sectional. The population mothers with toddlers were registered in the region of in the village of Gasaribu District of Laguboti Toba Samosir with a sample size of 50 respondents. Independent variable is the quality of service cadre, while the dependent variable is the compliance visit to the Posyandu toddler's mother. Measuring instrument uses closed questionnaire to measure guidance and registers Posyandu cadres Posyandu to measure compliance visit to the Posyandu toddler's mother. Data were analyzed with chi square test Results: There was a significant correlation between the quality of service cadres with compliance visits mothers (p = 0.005). Posyandu already actively supported also by the mother's educational background is sufficient. Guidance given Posyandu cadres can encourage mothers to come to Posyandu. The cadre who has worked with both fast and precise, and further enhance its services, especially in the field of service quality cadres. Keywords: Quality of service cadre, Compliance visits
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI KOTA KEDIRI TAHUN 2016 Mahaendriningtiyastuti Mahaendriningtiyastuti; Erna Rahma Yani; Suwoyo Suwoyo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.509 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.243

Abstract

Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi, khususnya pada masa neonatal. Kejadian BBLR pada dasarnya berhubungan dengan banyak faktor, meliputi faktor ibu, faktor kehamilan, faktor janin dan faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Kota Kediri. Faktor yang diteliti meliputi status gizi ibu, status anemia, paritas, umur ibu, jarak kehamilan, penyakit ibu, kehamilan ganda dan komplikasi kehamilan. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel sebanyak 93 BBLR yang lahir pada bulan Januari-Oktober 2016. Pengumpulan data sekunder dari register kohort bayi dan kohort ibu yang ada di Puskesmas. Analisis secara bivariat menggunakan chi square dan fisher’s exact yang menunjukkan ada 4 variabel yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR di Kota Kediri yaitu status gizi ibu, status anemia, kehamilan ganda, dan komplikasi kehamilan. Sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik yang menunjukkan status anemia dan kehamilan ganda secara bersama-sama berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Ibu dengan kehamilan ganda memiliki risiko 3,457 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR KMK dibandingkan dengan BBLR prematur. Sedangkan ibu dengan anemia saat hamil memiliki risiko yang sama besar untuk melahirkan BBLR prematur maupun KMK. Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas, hendaknya menjadi pertimbangan bagi lahan penelitian agar lebih meningkatkan upaya promotif untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada ibu hamil, meningkatkan pelayanan ANC terpadu dan meningkatkan upaya untuk mencegah terjadinya BBLR. Kata kunci : Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Kehamilan ganda, Anemia, KEK, KMK, Prematur
Harmonizing and Accelerating Journal (HAJo) sebagai Strategi Perbaikan Pengelolaan Jurnal Ilmiah Heru Santoso Wahito Nugroho; Ilyas Ibrahim; Vincentius Supriyono; Suparji Suparji; Sunarto Sunarto; Sainuddin Sainuddin; Bahtiar Bahtiar; Ambo Dalle; Sri Angriani; Muhammad Saleh; Baharuddin Baharuddin; Koekoeh Hardjito; Yasin Wahyurianto
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.256 KB) | DOI: 10.33846/ghs6407

Abstract

Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes masih menemui kendala ketidakharmonisan peran antara journal manager, admin, editors, reviewers, authors dan readers, maka perlu dibenahi melalui sebuah kaji tindak yakni “Harmonizing and Accelerating Journal (HAJo)”. Kaji tindak dilaksanakan selama 1 tahun, dalam 3 siklus, masing-masing terdiri atas 3 tahap yaitu planning, acting, observing dan reflecting. Hasil siklus pertama menunjukkan adanya masalah teknikal yaitu belum ada DOI, review form, notifikasi e-mail otomatis; dan masalah proses publikasi yaitu penggunaan article template, proses submission yang tak lengkap dan editorial review yang lambat. Siklus kedua dapat menyelesaikan masalah dalam siklus pertama dan indeksasi DOAJ. Dalam siklus ketiga, status akreditasi pertama didapatkan (SINTA-3). Disimpulkan bahwa pendekatan HAJo berhasil memperbaiki keharmonisan manajemen jurnal dari segi teknis dan proses publikasi, serta mengakselerasi indeksasi dan akreditasi jurnal. Kata kunci: jurnal ilmiah kesehatan; harmonisasi; manajemen; akselerasi; indeksasi; akreditasi
Peran Petugas Kesehatan dan Ketersediaan Air Bersih dalam Kepemilikan Jamban di Kampung Wainlabat Kabupaten Sorong Jenni Lilis. S Siagian; Hansen Maikel Su
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.818 KB) | DOI: 10.33846/ghs6109

Abstract

Ketersediaan jamban yang baik dikeluarga dapat memberikan dampak positif yakni meningkatkan status kesehatan masyarakat dan dampak negatifnya adalah menjadi sumber penularan penyakit infeksi. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan peran petugas kesehatan dan ketersediaan air bersih dengan kepemilikan jamban di Kampung Wainlabat Kabupaten Sorong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga di Kampung Wainlabat sebanyak 42 KK, sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian diperoleh responden dengan ketersediaan air bersih baik sebanyak 5 orang (11,9%), peran petugas kesehatan baik sebanyak 8 orang (19,0%) dan jumlah kepemilikan jamban yang memenuhi sebanyak 19 orang (45,2%). Peran petugas kesehatan nilai p = 0,474 > α (0,05) artinya tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban, dan ketersediaan air bersih nilai p = 0,005 < α (0,05) artinya ada hubungan ketersediaan air dengan kepemilikan jamban. Disimpulkan ada hubungan ketersediaan air bersih dengan kepemilikan jamban di Kampung Wainlabat Kabupaten Sorong dan tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban di Kampung Wainlabat Kabupaten Sorong. Kata kunci: jamban; pengetahuan; peran petugas kesehatan
PROSES PEMASUNGAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA Dhita Kurnia Sari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.497 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.113

Abstract

Physical restraint and confinement of the mentally ill patient (called pasung in Indonesia) are still common problem in Indonesia. Earlier survey showed that from two of three family said that pasung process not only supported by family member but also motivated by civilization including neighbourhood. Although pasung obviously breaking the laws in UU Kesehatan Jiwa Pasal 70 No. 18 tahun 2014 about patient right in mental ill. These research main goals was to described about pasung process in mental ill patient. Design used was qualitative with approachment method fenomenology interpretative. In-depth interview using semistructural questions involved 6 family with mental illness patient in Puskesmas Kras area. Data collected and analyzed using tematik analysis with Braun and Clarke approachment. These research showed 7 theme there are environment, family that depressed, perspective pasung in family, stress in family, family discussion, pasung process and caring modification. The interview results was from all the pasung process started with environment and family that treager family who has stress. And then family discussing with all the member to solved the patient problem. After being pasung, the family modified the treatment to recurring the patient. When modification did not worked, then pasung will be started all over again. These decision affected by environment. Keyword: Pasung process, Mental disorder
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Biji Jambu Mete (Anacarium occidentale) Sebagai Insektisida Nabati Nyamuk Aedes Aegypti Jumarni Ely
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.316 KB) | DOI: 10.33846/ghs5103

Abstract

Cashew Nutshells extract also work as natural larvicides. Purpose: to find out the dose, time and the number of death Aedes aegypti mosquito. This type of research is a type of experimental research using the one pretest posttest design. There is no comparison group (control). Research development is carried out. The first observation (pre-test) sample in this study is 50 Ae. aegypti mosquitoes that can be used to produce breeding larvae. A trial study using a dose of cashew nutshell extract showed that administering a dose of 1 ml, 2 ml, 2.5 ml, 3 ml, 3.5 ml of cashew nutshell extract which was more effective against the risk of virus was dose 3, 5 ml For the time of death of a mosquito after extracting cashew nutshells (Anacardium occidentale) the faster time in the 20th minute with a total of 17 mosquito deaths. Meanwhile, if seen from the number of mosquito deaths from doses of 1 ml, 2 ml, 2.5 ml, 3 ml, 3.5 ml as many as 50 mosquitoes died. The greater the dose, the higher the number of deaths, and the fewer time of death. With the use of cashew nutshell extract can be seen from the dose, time of death, and the number of mosquito deaths. Further research needs to be carried out on controlling mosquito vectors in different research applications, namely identification of variables that have not been studied can be developed into future research topics with better results. Keywords: plant-based insecticide; dosage; time; number of Ae.aegypti deaths ABSTRAK Ekstra kulit biji mete juga berpotensi sebagai larvasida alami. Kulit biji mete yang selama ini hanya menjadi limbah di wilayah Namlea ternyata memiliki kandungan senyawa kimiawi yang dapat berfungsi sebagai larvasida. Tujuan: untuk mengetahui dosis, waktu, dan jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan One Group Pretest Posttest rancangan ini tidak ada kelompok pembanding (control) tetapi pengembangannya dilakukan observasi pertama (pre test ) sampel dalam penelitian ini adalah 50 ekor nyamuk Ae.aegypti yang di dapat dari hasil perkembangbiakan larva. Penelitian dengan uji coba efektivitas pemberian dosis ekstrak kulit biji jambu mete menunjukan bahwa pemberian dosis 1 ml, 2 ml, 2,5 ml, 3 ml, 3,5 ml ekstrak kulit biji jambu mete yang lebih efektif terhadap kematian nyamuk adalah dosis 3,5 ml Untuk waktu kematian nyamuk setelah diberi ekstrak kulit biji jambu mete (Anacarium occidentale) waktu yang lebih cepat dimenit ke 20 dengan jumlah kematian nyamuk sebanyak 17 ekor. Sedangkan jika dilihat dari jumlah kematian nyamuk dari dosis 1 ml, 2 ml, 2,5 ml, 3 ml, 3,5 ml sebanyak 50 ekor nyamuk mati. Semakin besar pemberian dosis maka jumlah kematian semakin banyak dan waktu kematian semakin sedikit. Dengan penggunaan ekstrak kulit biji jambu mete dapat di lihat dari pemberian dosis, waktu kematian, dan jumlah kematian nyamuk. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengendalain vector nyamuk dalam aplikasi penelitian yang berbeda yaitu identifikasi variabel yang belum diteliti, dapat dikembangkan menjadi topik penelitian mendatang dengan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: insektisida nabati; dosis; waktu; jumlah kematian Ae. aegypti
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 1–4 BULAN Aco Tang; Djohan Aras
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.45 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.182

Abstract

Setiap orang tua mendambakan anak yang dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal demi menjadi generasi yang tangguh dan membanggakan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah kualitas tidur karena waktu yang ideal terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yaitu pada saat bayi tertidur. Kualitas tidur bayi dapat distimulus dengan pemberian pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 1–4 bulan. Metode yang digunakan adalah metode pre-eksperimental design dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel penelitian ini berjumlah 15 bayi dengan usia 1–4 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea, Makassar. Variabel independen pada penelitian ini adalah pijat bayi. Variabel dependen yang diukur adalah kualitas tidur bayi menggunakan kuisioner yang mengacu pada A Brief Screening Questionnaire For Infant Sleep Problems dan Morrel’s Infant Sleep Questionnaire. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pijat bayi dan kualitas tidur bayi (p=0,003). Penelitian ini menunjukkan bahwa pijat bayi efektif dalam memberikan pengaruh terhadap kualitas tidur bagi bayi. Kata kunci: Pijat bayi, Kualitas tidur bayi
Pengaruh Perilaku Pola Makan Nasi Singkong dan Nasi Beras Terhadap Tekanan Darah Budi Rianto; Dede Riska; Ayu Lestari; Onis Rohnenti
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.115 KB) | DOI: 10.33846/ghs6302

Abstract

The background of this research is that the traditional village of Cireundeu Leuwigajah Cimahi city is a village that has a specialty, one of which is the tradition of eating patterns that are still preserved today. The tradition of eating is the behavior of consuming cassava rice and some consume rice as their daily staple food. Hypertension is a non-communicable disease can be caused by several factors such as diet, lifestyle, smoking habits, and others. The purpose of this study was to determine the effect of the behavior of cassava rice diet and rice diet on blood pressure. This research method uses survey method with comparative analysis of two unpaired groups. The number of samples are 76 respondents with random sampling technique. Data collection was done by direct observation to the object of research to obtain data about the behavior of the respondent's diet and blood pressure, namely in the group that had a cassava rice diet and a rice diet pattern. The statistical test uses the comparative test of two unpaired groups with an abnormal distribution, the Mann-Whitney test. Mann-Whitney test analysis results obtained p value for systolic blood pressure in the group of respondents who have a cassava rice diet pattern of 0.220 < 0.05 then there is no influence of cassava rice diet on respondents systole. And to determine the effect of diet on diastolic blood pressure, the value of p = 0.552 < 0.05 then there is no effect of cassava and rice diet on diastole blood pressure of respondents. As a suggestion from the conclusions of the research it is expected that the results of this study can be used as an alternative non-pharmacological therapy to preserve the cassava rice diet because it is proven that local cultural wisdom has no effect on systolic blood pressure or diastole. Keywords: cassava; rice; blood pressure; Mann-Whitney ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah bahwa kampung adat Cireundeu Leuwigajah kota Cimahi merupakan kampung yang memiliki kekhsan, salah satunya adalah tradisi pola makan yang menjadi budaya yang masih dilestarikan sampai dengan saat ini. Tradisi pola makan tersebut adalah perilaku mengkomsusi nasi singkong dan sebagian mengkonsumsi nasi beras sebagai makanan pokok sehari-hari mereka. Penyakit hipertensi adalah merupakan penyakit tidak menular (PTM) bisa disebabkan oleh beberapa factor seperti pola makan, pola hidup, kebiasaan merokok, dan lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perilaku pola makan nasi singkong dan pola makan nasi beras terhadap tekanan darah. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan analisa komparatif dua kelompok tidak berpasangan. Jumlah sampel 76 responden dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung kepada objek penelitian untuk mendapatkan data tentang perilaku pola makan dan tekanan darah responden yaitu pada kelompok yang punya pola makan nasi singkong dan pola makan beras. Uji statistic menggunakan uji komparasi dua kelompok tidak berpasangan berdistribusi tidak normal yaitu uji Mann-whitney. Hasil analisa uji Mann-Whitney didapatkan nilai p untuk tekanan darah sistol pada kelompok responden yang punya pola makan nasi singkong 0.220 < 0.05 maka tidak terdapat pengaruh pola makan nasi singkong terhadap sistol responden. Serta untuk mengetahui pengaruh pola makan terhadap tekanan darah diastol diperoleh nilai p = 0,552 < 0,05 maka tidak terdapat pengaruh pola makan nasi singkong dan nasi beras terhadap tekanan darah diastole responden.Sebagai saran dari hasil kesimpulan penelitian adalah diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternative terapi non farmakologi untuk melestarikan pola makan nasi singkong karena terbukti kearifan budaya local ini tidak berpengaruh terhadap tekanan darah sistol maupun diastole. Kata kunci: nasi singkong; nasi beras; tekanan darah; Mann-Whitney
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN KAIRATU Wiwi Rumaolat; Maryam Lihi Lihi; Siti Nur Atika Rengur; Sri Mulyati Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 4 (2020): Desember 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.778 KB) | DOI: 10.33846/ghs5407

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru sebagai suatu problema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius untuk ditangani terutama di provinsi maluku yang dari tahun ke tahunnya selalu mengalami peningkatan angka penderita TB Paru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap PMO dengan kepatuhan pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kairatu. Desain penelitian ini bersifat deskriktif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil uji menunjukan adanya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pengawas menelan obat dengan kepatuhan pasien tb paru di wilayah kerja puskesmas perawatan kairatu. ini diperkuat dengan hasil uji statistik chi-square dimana koefisien phi dengan nilai p-value = 0.001 (
TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA SISWA PUTRI DI SMA NEGERI 1 KAIRATU Nilfar Ruaida; Michran Marsaoly
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.092 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.165

Abstract

Masalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri adalah kurangnya asupan zat gizi yang akan menyebabkan gizi buruk, kurang energi kronis, kurang energi protein dan dapat terjadi anemia. Masalah tersebut akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya terdapat masalah penurunan konsentrasi belajar, pada WUS berisiko melahirkan bayi dengan berat badan bayi rendah (BBLR) maupun penurunan kesegaran jasmani. Di Indonesia banyak terjadi kasus kekurangan energi kronis terutama yang disebabkan karena adanya kurang asupan gizi seperti energi protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak tercukupi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif observasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat konsumsi energi dan protein dengan kejadian Kurang Energi Protein pada siswa putri SMA Negeri 1 Kairatu dilaksanakan minggu ke 2 bulan November 2016.pada 88 sampel yang dipilih dengan cara Accidental Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri/siswi SMA Negeri 1 Kairatu sebanyak 284 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lokasi penelitian melalui wawancara dengan pihak sekolah dilengkapi data-data penunjang. Pengukuran lingkar lengan atas siswa dengan menggunakan pita LILA dan wawancara konsumsi makan siswa menggunakan form recall selama 2 hari. Analisis data untuk menguji hipotesis penelitian menggunakan Uji Chi Square untuk melihat hubungan KEK/tidak dengan asupan zat gizi (energi dan protein). Hasil penelitian didapatkan sebagian besar siswi menderita KEK (60,23%) dengan tingkat konsumsi Energi terbesar adalah Kurang (51,1%) dan tingkat konsumsi Protein terbesar adalah Cukup (44,3%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan KEK dengan tingkat konsumsi Energi dan tidak terdapat hubungan KEK dengan tingkat konsumsi Protein. Kata Kunci: Tingkat konsumsi energi, Protein, KEK