cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
METODE APLIKASI COLOSTRUM MERUPAKAN PREKUSOR BAGI PERCEPATAN PENGERINGAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR Sitti Suharni Hermanses
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.611 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.177

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh aplikasi Kolostrum, perawatan kering terbuka dan perawatan dengan kasa steril terhadap waktu pelepasan tali pusat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Haulussy, Ambon. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel penelitian adalah bayi baru lahir normal sebanyak 90 orang yang terdiri atas kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan metode eksperimental semu. Data diuji dengan uji Kruskal Wallis.Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui hasil uji statistik dengan uji Kruskal Wallis diperoleh nilai p
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP LAMA PENGELUARAN KOLOSTRUM PADA IBU POST SECTIO CAESARIA DI RSUD KOTA MADIUN Sundari Sundari; Rury Narulita Sari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 3 (2017): september 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.351 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i3.148

Abstract

Ibu Post Sectio Caesaria (SC) seringkali sulit menyusui bayinya. Apabila bayi tidak menghisap puting susu setengah jam setelah bersalin, hormon oksitosin dan prolaktin turun sehingga ASI baru keluar di hari ketiga atau lebih. Dampak tidak lancarnya pengeluaran dan produksi ASI bisa bisa menimbulkan masalah baik pada ibu maupun bayi. Maka, perlu usaha merangsang hormon prolaktin dan oksitosin salah satunya dengan treatmen pijat oksitosin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap lama pengeluaran kolostrum ibu post SC di RSUD Kota Madiun. Jenis penelitian analitik quasy experiment dengan rancangan “post test only control group design”. Populasi 60 ibu post SC, besar sampel 52 ibu post SC dengan teknik purposive sampling dibagi 2 kelompok, 26 orang dilakuan pijat oksitosin dan 26 orang tidak dilakukan pijat oksitosin. Instrumen menggunakan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji dengan t-test. Lama pengeluaran kolostrum kelompok eksperimen 26 responden. Diketahui terdapat 19 orang (73,1%) mengeluarkan kolostrum secara cepat sedangkan pada 7 orang lainnya (26,9%) lambat. Sedangkan kelompok kontrol 26 responden terdapat 21 orang (80,8%) mengeluarkan kolostrum lambat. Sedangkan pada 5 orang lainnya (19,2%) cepat dalam mengeluarkan kolostrum. Berdasarkan analisis uji statistik, nilai p= 0,00
Hubungan Faktor Afeksi dan Religiusitas Terhadap Perilaku Seksual Berisiko HIV dan AIDS Pada Remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong Baktianita Ratna Etnis; Febry Talakua
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.304 KB) | DOI: 10.33846/ghs5202

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan suatu proses dalam tahap perkembangan individu yang diawali dari berkembangnya organ seksual. Faktor yang mendukung remaja melakukan hubungan seksual adalah faktor biologis, faktor religiusitas, teman sebaya, faktor demografi, faktor afeksi. Menurut world Health Organization (WHO) tahun 2011, remaja berumur 13-17 tahun setuju dengan hubungan seksual yakni mencapai 16%. Dinas Kabupaten sorong menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV dan AIDS dalam 6 bulan terakhir dari bulan juli 2017 yaitu 51 orang.Tujuan : Mengetahui hubungan faktor afeksi dan religiusitas terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Metode: Desain studi yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah semua siswa/siswi SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong sebanyak 290 orang. Sampel penelitian diambil berdasarkan metode ‘’stratified random sampling’’ yakni 168 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018. Hasil: penelitian dengan uji Chi-Square, didapatkan nilai p = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor afeksi terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS. Dan didapatkan nilai p = 0,001 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara religiusitas terhadap perilaku seksual berisiko HIV dan AIDS. Kesimpulan: dalam penelitian ini adalah faktor afeksi berhubungan dengan perilaku seksual beresiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Dan Religiusitas berhubungan dengan perilaku seksual beresiko HIV dan AIDS pada remaja SMA Negeri 1 Kabupaten Sorong. Kata kunci: afeksi; religiusitas; perilaku beresiko, HIV dan AIDS
HUBUNGAN FAKTOR PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM rosni lubis
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.309 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i1.60

Abstract

HUBUNGAN FAKTOR PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM Rosni Lubis, SST, MKeb Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta III Email: rosnilubis@gmail.com ABSTRAK Penurunan pemakaian Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) salah satunya disebabkan oleh faktor pelayanan kesehatan, sedangkan mutu pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu prosedur, petugas, biaya dan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor pelayanan keluarga berencana (ditinjau dari prosedur, petugas, biaya, sarana prasarana dan informasi) dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif studi dengan pendekatan potong lintang pengumpulan data mengunakan kuesioner. Subjek penelitian adalah Pasangan Usia Subur yang menjadi akseptor baru sebanyak 96 responden, pengambilannya dengan tehnik Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Palmerah Jakarta Barat pada bulan Juni-Agustus 2015. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 aspek pelayanan keluarga berencana (prosedur, petugas, biaya, sarana prasarana, dan informasi) yang memiliki hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim adalah aspek informasi (p=0,000; OR=13,79). Berdasarkan karakteristik subyek penelitian (umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak dan penyakit kandungan) yang memiliki hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim adalah penyakit kandungan (p=0,014; OR=0,33). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim adalah informasi (p= 0,001; OR=11,42). Kata kunci: pelayanan keluarga berencana, pemilihan KB, AKDR.
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TERHADAP PENURUNAN KELUHAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN GOUT DI DESA WAIMITAL DUSUN WAIMITAL KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2015 Epi Dusra
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i3.291

Abstract

ABSTRAK Gout merupakan gangguan inflamasi akut yang ditandai dengan adanya nyeri akibat penimbunan Kristal monosodium urat pada persendian maupun jaringan lunak didalam tubuh. Di dunia prevalensi penyakit gout mengalami kenaikan jumlah penderita hingga dua kali lipat antara tahun 1990-2010. Di Amerika Serikat penyakit gout mengalami peningkatan dan mempengaruhi 8.3 juta (4%) orang Amerika. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri sendi adalah dengan terapi non farmakologi seperti senam ergonomik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan keluhan nyeri sendi pada lansia di Dusun Waimital Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasy eksperimental) dengan pendekatan non-equivalent control group design. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi skala nyeri. Pengolahan data dengan SPSS menggunakan uji statistik Pairest sample t-test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian dengan menggunakan uji parametrik Paired sample t-test menunjukan kelompok perlakuan nilai p=0,000 sedangkan kelompok kontrol nilai p=0,948. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa senam ergonomik berpengaruh terhadap penurunan keluhan nyeri sendi pada lansia dengan gout di Dusun Waimital Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Kata kunci : Senam Ergonomik, Skala Nyeri, Lansia, Gout
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL OLEH PEKERJA SEKS DI LOKALISASI BANDAR BARU KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2018 Monika Fernonike Silaban; Juliandi Harahap; Megawati Megawati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.142 KB) | DOI: 10.33846/ghs4306

Abstract

Perilaku yang mendukung terjadinya IMS biasanya dilakukan oleh pekerja seks dengan melakukan hubungan seksual yang tidak sehat dan kurangnya kesadaran para pekerja seks dalam hal pencegahan IMS diantaranya adalah sering bergonta-ganti pasangan, melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tidak dikenal dan masih terus berhubungan seks meskipun telah menderita infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan mengalisis pengaruh predisposisi (pengetahuan, sikap, persepsi), pendukung (ketersediaan layanan kesehatan) dan factor pendorong (dukungan tenaga kesehatan) terhadap pencagahan IMS pada wanita pekerja seks di Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Deli Serdang tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 340 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 orang berdasarkan kriteria penelitian. Data dianalisis dengan melakukan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan sikap pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan persepsi pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks dengan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000, hubungan ketersediaan layanan kesehatan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000 dan hubungan dukungan tenaga kesehatan pencegahan infeksi menular seksual pada wanita pekerja seks kemaknaan (α) = 0,05 dan diperoleh nilai p value = 0,000. Kata kunci: Pencegahan infeksi menular, HIV/AIDS
HUBUNGAN POLA KONSUMSI GLUTEN DAN KASEIN DENGAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK AUTIS DI KOTA AMBON TAHUN 2016 Glodia Waas; Ivy Violan Lawalata
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.814 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.224

Abstract

Sekitar 60% anak autis mempunyai sistem pencernaan yang kurang baik, sehingga beberapa jenis makanan seperti gluten dan kasein tidak dapat dicerna dengan sempurna. Pada anak autis terjadi kebocoran dinding usus sehingga makanan diserap kembali oleh tubuh anak autis, diteruskan ke otak dan diubah menjadi morfin yang dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan fungsi otak terganggu sehingga meningkatkan hiperaktifitas pada anak autis. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study analitik. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 32 anak. Data yang dikumpulan, meliputi data karakteristik anak autis, pola makan dan pengamatan perilaku dengan instrumen Tabel pengamatan Perilaku dan FFQ (Food Frequency Quistionaire). Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik chisquare. Jumlah anak autis ditemukan lebih banyak pada laki-laki (87,5%) dibandingkan perempuan. Status gizi pada anak autis lebih banyak dengan kategori normal (84,4%) dan terdapat anak autis dengan gizi lebih (6,2%) serta gizi kurang (9,4%). Anak autis dengan perilaku hiperaktif lebih dominan (81,25%) dibanding yang berperilaku defisit. Pola konsumsi gluten anak autis masih cukup tinggi (62,5) dibanding dengan Pola konsumsi gluten (56,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi gluten dengan perilaku hiperaktif anak autis (p=0.001 < =0,05). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi kasein dengan perilaku hiperaktif anak autis (p=0,064 > =0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi gluten dengan perilaku hiperaktif anak autis di Kota Ambon tahun 2016 Kata Kunci: Autis, Hiperaktif, Gluten, Kasein
Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Pelaksanaan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar Yuswandi Yuswandi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7104

Abstract

Tersedianya sarana kesehatan di seluruh pelosok tanah air menandakan keberhasilan pembangunan kesehatan yang ditandai dengan berdirinya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Tetapi sebagian besar perawat masih kurang memahami tentang Standar Asuhan Keperawatan, dan tidak menerapkan Standar Asuhan Keperawatan sesuai dengan standar Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Maka dilakukan penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Perawat tentang pelaksanaan dokumentasi keperawatan di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada Juli-September 2017 dengan populasi 10 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik total sampling yaitu seluruh responden dijadikan sampel . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mayoritas mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 4 orang (40%) sedangkan minoritas mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 3 orang (30%) dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 3 orang (30%). Karakteristik perawat Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar tahun 2017 mayoritas mempunyai umur 31-40 tahun yaitu sebanyak 5 orang (50%), mayoritas jenis kelamin perempuan yaitu 8 orang (80%), mempunyai pendidikan Diploma III yaitu sebanyak 9 orang (90%), mayoritas bekerja selama >10 tahun yaitu sebanyak 6 orang (60%). Mayoritas mempunyai pengetahuan cukup yaitu sebanyak 5 orang (50%). Puskesmas Karo dapat mengetahui permasalahan yang menyebabkan pendokumentasian tidak lengkap dan optimal sehingga dapat melakukan program-program yang dapat meningkatkan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas. Kata kunci: perawat; pengetahuan; dokumentasi keperawatan
STUDY KEBERHASILAN PEMBERIAN KOMPRESI DADA DENGAN TEKNIK SATU JARI DAN DUA JARI PADA BAYI DENGAN ASFEKSIA BERAT Suardi Zurimi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i3.47

Abstract

abstrak
HUBUNGAN PERAN SATUAN BASARNAS DENGAN KESELAMATAN KORBAN TENGGELAM DI LAUT PADA KANTOR BASARNASKOTA AMBON PROVINSI MALUKUTAHUN 2015 Sahrir Sillehu; Dewi Kartika
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.154 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.281

Abstract

Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra.Laut berada dipermukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua dengan benua lainya dan suatu pulau dengan pulaulainya.Badankesehatanduniaatau World Health Organization (WHO) menyatakan kematian akibat tenggelam merupakan masalah kesehatan publik yang masih diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran satuan BASARNAS dengan keselamatan korban tenggelam di laut pada kantor BASARNAS Kota Ambon Provinsi Maluku tahun 2015. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survey analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 102 orang, sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposif sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang, instrumen penelitian menggunakan kuesioner, pengolahan data dengan SPPS, menggunakan uji T dan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini di peroleh nilai signinifikan sistem operasi SAR(p=0,126)(0,05)dengan hasil statistik menunjukan bahawa ada hubungan antara tugas basarnas dengan penanggulangan korban tenggelam. Kata kunci: Manajemen bencana, Korban tenggelam