cover
Contact Name
Siti Aisyah
Contact Email
siti.aisy@gmail.com
Phone
+6287823177983
Journal Mail Official
edusentris_sps@upi.edu
Editorial Address
Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - INDONESIA
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 23560703     EISSN : 24422592     DOI : DOI: https://doi.org/10.17509/edusentris
Core Subject : Education,
Edusentris, the Journal of Teaching and Education Studies, is published by Center for Development and Publication of Scientific Work, School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, on March, July and December. It aims to stimulate research, encourage academic exchange, and enhance the professional development for theoretical and practical purposes of scholars and other researchers who are interested in: educational and instructional issues; teaching; schooling; formal and non-formal education; higher and vocational education; educational policies; life-long education.
Articles 164 Documents
GAYA BELAJAR DAN KEMAHIRAN PEMIKIRAN SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI PERINGKAT UNIVERSITAS Rully Putri Nirmala Puji
Edusentris Vol 2, No 3 (2015): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.49 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i3.178

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat gaya belajar dan kemahiran berfikir sejarah dalam kalangan peserta didik pendidikan sejarah di peringkat Universitas. Gaya belajar yang digunakan dalam kajian ini ialah menggunakan model gaya belajar myers briggs type indicators (MBTI) iaitu Extrovert, Introvert, Sensing, Intuition, Thinking, Feeling, Judging dan Perceiving. Sedangkan kemahiran pemikiran sejarah difokuskan kepada tiga aspek iaitu mengidentifikasi bukti, membuat interpretasi dan membuat rasionalisasi. Sampel kajian melibatkan sebanyak 400 orang peserta didik tahun 2012 dan tahun 2013 dalam program pendidikan sejarah dari dua buah universitas pendidikan di Indonesia iaitu yang berletak di daerah Jember dan Bandung, Indonesia. Analisis statistik yang digunakan dalam kajian ini adalah statistik deskriptif dalam SPSS (Statiscal Package For The Social Science 22.0). Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya belajar yang dominan ialah pada gaya belajar aspek Judging. Sedangkan tahap kemahiran berfikir sejarah secara keseluruhan berada pada tahap yang sederhana tinggi. Implikasi kajian menunjukkan pendidik hendaknya memahami jenis gaya belajar dan tingkat kemahiran pemikiran sejarah peserta didik demi membentuk pembelajaran yang efektif.Kata Kunci : Gaya Belajar, kemahiran pemikiran sejarah, pembelajaran sejarahABSTRACT This study aims to identify the level of learning style and historical thinking skills in history education students at University. Types of learning styles used in this study is the learning style according to the Myers Briggs Type Indicators (MBTI) are Extrovert, Introvert, Sensing, Intuition, Thinking, Feeling, Judging dan Perceiving. While historical thinking skills in this study related to the ability of identifying evidence, making interpretation, and making rationalizations. The sample of this study involving a total of 400 students at a 2012 and 2013 year upon history education major from two universities of education are in Jember and Bandung, Indonesia. Statistic analyse used in this study is  descriptive statistic upon SPSS (Statiscal Package For The Social Science 22.0).The result showed that the dominan learning style is in judging learning style aspect. While level of historical thinking skills overall is in average level. Implications of this study showed that teacher should be comprehend a type of learning style and historical thinking skills students for making an effective learning.Key words : Learning style, historical thinking skills, history lesson
KAMUS DWIBAHASA ARAB–INDONESIA UNTUK PEMBELAJAR PEMULA Encep Rustandi
Edusentris Vol 3, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.926 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v3i2.217

Abstract

THE ROLE OF MODEL-ELICITING ACTIVITIES ON STUDENT’S MATHEMATICAL REASONING AND SELF REGULATED LEARNING Utari Sumarmo; Suharyati Suharyati; Rippi Maya
Edusentris Vol 5, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.326 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v5i2.294

Abstract

The study aims to analyze the role of model-eliciting activities on students’ mathematical reasoning ability and self regulated learning. This study was conducted using a pretest-post test experiment control group design. The study involved 72 eighth grade students. Instruments used were mathematical reasoning ability test, and a mathematical self regulated learning questionnaire. The study found that students who got treatment on model-eliciting activities had better grades on mathematical reasoning ability and self regulated learning than that of students taught by conventional teaching, though the students’ mathematical reasoning ability grades were at medium level and the grades of self regulated learning were at fairly good level. Students expressed positive response on Mathematics Model-eliciting Activities, even though student still realized difficulties in solving mathematical reasoning task. So we conclude that students reasoning abilities and their self-regulated learning tend to increase through model-eliciting activities
REPRESENTASI AHOK DALAM PORTAL PEMBERITAAN DI KOMPAS DAN REPUBLIKA Ami Rahmi; Dadang Sudana
Edusentris VOL 4, NO 2 (2017): JULI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.422 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v4i2.371

Abstract

Media massa adalah salah satu jembatan bagi bertukarnya informasi di kalangan masyarakat. Menariknya, ada adagium yang terlanjur diyakini bahwa tidak ada media yang netral. Hal ini menunjukkan bahwa media massa pasti memiliki kecenderungan untuk memihak pada salah satu pihak. Pandangan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan analisis makna ideasional pada pemberitaan mengenai representasi Ahok dalam sampul pemberitaan mengenai “Ahok di mata mereka” dan peresmian simpang susun semanggi di portal berita online Republika dan Kompas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Sampel penelitian terdiri atas media online Republika dan Kompas yang dipilih menggunakan teknik purposif. Data representasi Ahok pada objek pemberitaan kedua media massa dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pada pemberitaan di Repulika, Ahok muncul sebagai partisipan II, yang menunjukkan bahwa Ahok dan segala informasi mengenai dirinya bukan merupakan entitas utama dalam pemberitaan. Berlawanan dengan Republika, Kompas memunculkan Ahok sebagai partisipan I, yang memposisikan Ahok dan segala informasi mengenai dirinya sebagai entitas utama dalam pemberitaan. Perbandingan konstruksi makna ideasional representasi Ahok pada kedua media besar menunjukkan bahwa Republika memiliki ideologi politik non-kooperatif pada Ahok. Sepak-terjang Ahok ditutupi oleh berbagai sudut pandang pemberitaan yang menempatkan Ahok sebagai pihak yang tidak berperan positif pada sebuah isu. Sebaliknya, sosok Ahok dikonstruksi sangat baik oleh Kompas. Berbagai hal baik yang dilakukan oleh Ahok ditampilkan sebagai modal untuk menunjukkan popularitas, elektabilitas, dan citra Ahok yang baik di hadapan masyarakat, yang mengindikasikan Kompas memiliki idelogi kooperatif terhadap sosok Ahok sebagai pemimpin Jakarta.
EFEKTIVITAS TEKNIK ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI INTERPERSONAL REMAJA Sakura Alwina; M. Solehuddin; Nani M. Sugandhi
Edusentris VOL 6, NO 1 (2019): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.405 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v6i1.450

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan fenomena pada remaja ditemukan banyak permasalahan seperti tidak baiknya hubungan dengan teman sebaya, keluarga (khususnya orang tua), dengan guru dan bahkan dengan lingkungan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan keefektivan teknik role playing untuk meningkatkan kompetensi interpersonal remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain penelitian eksperimen non-equivalent pretest-posttest control group design. Lokasi penelitian di SMP Negeri 12 Bandung dengan mengambil subjek penelitian yakni peserta didik kelas VIII dengan jumlah sampel 136 peserta didik. Intrumen penelitian yang digunakan adalah intrumen kompetensi interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan atau intervensi dengan teknik role playing teruji efektif dalam meningkatkan kompetensi interpersonal remaja di SMP Negeri 12 Bandung Tahun Ajaran 2018/2019 berada pada kategori sedang. Penelitian ini direkomendasikan kepada konselor di sekolah atau  guru bimbingan dan konseling sebagai referensi untuk merancang kegiatan tindakan kelas dalam rangka pengembangan professional, bagi civitas akademika di program studi bimbingan dan konseling diharapkan dapat mengkaji lebih lanjut sehingga menambah keilmuan teoritis maupun praktis, dan bagi peneliti selanjutnya kompetensi interpersonal remaja dapat dijadikan rujukan di masa mendatang dengan teknik role playing maupun bentuk intervensi lainnya dalam meningkatkan kompetensi interpersonal.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN MERINGKAS DAN FORMAT PRESENTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENALARAN ARGUMENTATIF SEJARAH DI SMA Susanto Yunus Alfian
Edusentris Vol 1, No 2 (2014): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.612 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v1i2.139

Abstract

Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran meringkas dan format presentasi terhadap hasil belajar penalaran argumentatif sejarah di SMA. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial yang terdiri atas pretes-perlakuan-postes.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dari empat kelas pada empat SMA negeri di Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar penalaran argumentatif sejarah adalah test uraian yang terdiri dari 10 soal. Analisis data menggunakan ANCOVA 2X2. Dua variabel bebasnya adalah strategi pembelajaran meringkas yang terdiri dari graphic organizer dalam bentuk sebab akibat dan written summarizing dan format presentasi yang terdiri dari format presentasi dengan sub topik dan tanpa sub topik. Simpulan penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar penalaran argumentatif sejarah secara signifikan antara kelompok siswa yang diajar dengan meringkas dengan graphic organizer dalam bentuk sebab akibat dan writtensummarizing pada matapelajaran sejarah.Kata kunci: strategi pembelajaran meringkas, format presentasi, penalaran argumentatif sejarah
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU TEMA UDARA MELALUI FOUR STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT Arifin Arifin
Edusentris Vol 2, No 1 (2015): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.718 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, memaparkan karakteristik, dan menguji keterpahaman bahan ajar IPA terpadu pada tema udara untuk siswa SMP kelas VII melalui Four Steps Teaching Material Development (4S TMD). Penelitian ini dilatar belakangi oleh tidak tersedianya bahan ajar IPA SMP yang disajikan secara terpadu melalui tema udara. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Pengembangan bahan ajar IPA terpadu tema udara terdiri dari tahap seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Tahap seleksi dan strukturisasi merupakan tahap memilih dan menyusun konsep secara terpadu. Selanjutnya pada tahap karakterisasi, dilakukan karakterisasi konsep-konsep yang dilakukan pada 99 siswa kelas VII. Data dari hasil tahap karakterisasi menjadi dasar untuk melakukan reduksi didaktik terhadap konsep-konsep yang sulit dipahami oleh siswa. Tahap reduksi didaktik adalah tahap pengurangan tingkat kesulitan bahan ajar. Berdasarkan uji kelayakan, bahan ajar telah memenuhi aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa dan kelayakan kegrafikan. Karakteristik bahan ajar meliputi kedekatan tema bahan ajar dengan siswa, dan kesesuaian bahan ajar dengan standar BSNP. Berdasarkan uji keterpahaman, bahan ajar telah memenuhi aspek keterpahaman dengan kategori tinggi. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar IPA terpadu berupa buku dengan tema udara yang telah melewati empat tahap pengembangan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar pendamping pembelajaran IPA.kata kunci: bahan ajar, IPA terpadu, tema udara, 4S TMD
ANALISIS KONTRASTIF PERUBAHAN FONEM PADA PROSES REDUPLIKASI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA: KAJIAN MORFOFONEMIK Rama Ulun Sundasewu
Edusentris Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.296 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v2i2.171

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengontraskan atau menganalisis persamaan dan perbedaan perubahan fonem yang terjadi pada proses reduplikasi bahasa Jepang-Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persamaan dan perbedaan perubahan fonem vokal dan konsonan dari proses reduplikasi  kedua bahasa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis kontrastif secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah fonem vokal dan fonem konsonan yang mengalami perubahan pada proses reduplikasi bahasa Jepang-Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan vokal pada proses reduplikasi tidak memiliki persamaan, akan tetapi perubahan konsonan memiliki persamaan, yaitu perubahan konsonan /k/, /s/, dan /h/ pada bahasa Jepang dan bahasa Indonesia yang berubah menjadi konsonan plosif. Selain itu perubahan fonem konsonan terjadi di awal kata yang mengalami pengulangan. Sedangkan perbedaannya adalah pada proses reduplikasi fonem vokal pada bahasa Jepang tidak mengalami perubahan fonem, sedangkan dalam bahasa Indonesia mengalami perubahan. Konsonan /r/ pada bahasa Jepang tidak mengalami perubahan fonem, sedangkan konsonan /r/ pada bahasa Indonesia mengalami perubahan fonem. Secara umum tidak semua nomina,  verba, adjektiva, dan adverbia bahasa Jepang dapat diulang, sedangkan dalam bahasa Indonesia dapat diulangan dan menyatakan jamak.Kata kunci: morfofonemik, reduplikasi, perubahan fonem, kontrastif, analisisABSTRACT This research conducted  by analyzing similarities and differences of phoneme changes on Japanese and Indonesian reduplication process. The purpose of this research is to find out the similarities and differences of vowel phoneme and consonant phoneme changes on Japanese and Indonesian reduplication process. This research is qualitative research, using the contrastive analysis with descriptive metods. Object of research is vowel phoneme and consonant phonem that change on Japanese and Indonesian reduplication process. Result of this study indicates that the vowel changes on reduplication process do not have similarities, but the consonant has, that is consonant changes of /k/, /s/, and /h/ on Japanese and Indonesian that turns out to be a plosive consonant. In addition, the consonant phonem changes occur at the beginning of the word that has repetition. And the differences are the vowel phonem on Japanese reduplication process does not have changes but Indonesian reduplication process has. The /r/ consonant of Japanese does not have changes, but Indonesian does. In general, not all nouns, verbs, adjectives, and adverbs of Japanese can not be repetited, but Indonesian can be repetited and has a plural meaning.Keyword: morphophonemic, reduplication, phoneme changes, contrastive, analysis
KONTRIBUSI PRAKTEK KERJA INDUSTRI DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA SMK Zulkadri .
Edusentris Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.385 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v3i1.210

Abstract

PENGEMBANGAN KIT PRAKTIKUM DIFRAKSI DAN INTERFERENSI CAHAYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Asep Setiawan; Indarini Dwi Pursitasari; Hendardi Hardhienata
Edusentris Vol 5, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.507 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v5i1.289

Abstract

This study aims to develop diffraction and light interference practicum kits to improve the mastery of concepts and students' critical thinking skills. The research method begins with needs analysis, design, expert validation, testing to students, and application of practicum kits in learning. The instruments used were expert validation sheets, concept mastery tests and critical thinking skills, observation sheets of teacher and student activities, and student response questionnaires. The results of the study showed the validator's assessment for the content validity aspect and construct validity practicum kit was 91.3%. As well as the N-gain from the initial test and the final test mastery of the concept of 42% (sufficient category) and critical thinking ability by 45% (sufficient category). Inferential statistical test results show that there were significant differences between the initial test scores and the final test of mastery of concepts and critical thinking skills. This result was supported by student response questionnaire after learning with an assessment of 97.3%.

Page 8 of 17 | Total Record : 164