cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
Strategi Implementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk di Era Post Truth Samuel Agus Setiawan
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/w707y297

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia saat ini berhadapan dengan kompleksitas masyarakat majemuk yang diperparah oleh disrupsi era post-truth, di mana relativisme kebenaran, misinformasi, dan polarisasi sosial menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi implementatif bagi PAK agar mampu mempertahankan identitas iman Kristen sekaligus mempromosikan harmoni sosial. Melalui metode kepustakaan (library research), kajian ini menganalisis landasan teologis PAK berdasarkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, lalu mengontekstualisasikannya dengan dinamika sosiologis masa kini. Hasil studi mengindikasikan bahwa PAK tidak lagi sekadar wadah transmisi dogma, melainkan instrumen esensial untuk membentuk nalar kritis dan resiliensi spiritual umat melalui internalisasi nilai kasih dan keadilan. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan literasi media, praksis dialog lintas agama yang inklusif, penerapan kurikulum multikultural, serta optimalisasi teknologi digital untuk menyemai narasi teologis yang damai. Kesimpulannya, penelitian ini menawarkan kerangka teologis-pedagogis bagi para pendidik guna memperkokoh peran PAK sebagai kekuatan transformatif yang merawat kohesi sosial di tengah krisis kebenaran abad ke-21.
Gereja yang Memuridkan: Menjawab Tantangan Spiritualitas tanpa Komunitas di Era Digital Rizky Arya Susanto; Vivi Alida Br Zebua
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/q504fk38

Abstract

Gereja merupakan sarana yang tepat untuk membentuk setiap orang percaya menjadi murid Kristus. Namun, di tengah kehidupan yang semakin individualistik dan perkembangan teknologi digital yang pesat, muncul pandangan bahwa pertumbuhan rohani dapat terjadi tanpa keterlibatan dalam komunitas gereja lokal. Akibatnya, peran gereja dalam pemuridan mulai diabaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis teks Alkitab, jurnal teologi, dan buku akademik yang berkaitan dengan pemuridan, spiritualitas, serta kehidupan komunitas Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas tanpa komunitas dapat melemahkan pertumbuhan iman dan membuka peluang bagi individualisme rohani. Karena itu, gereja yang memuridkan menjadi jawaban penting dalam membentuk kehidupan rohani yang sehat melalui persekutuan, pembinaan iman, dan relasi yang saling membangun.
Theopreneurship Sebagai Konsep Teologis Baru dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Gereja Steve Limin; Sureni; Ezra Palit
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/wydt6g54

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep theopreneurship sebagai kerangka teologis dalam membangun kemandirian ekonomi gereja tanpa menghilangkan identitas spiritualnya. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya ketergantungan gereja pada persembahan dan bantuan eksternal, yang membatasi keberlanjutan pelayanan. Theopreneurship dipahami sebagai integrasi antara iman Kristen dan kewirausahaan, di mana aktivitas ekonomi dilihat sebagai bagian dari panggilan rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang diperkaya observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa theopreneurship memiliki dasar biblika yang kuat, seperti mandat budaya, imago Dei, dan penatalayanan. Konsep ini menempatkan gereja sebagai agen transformasi sosial-ekonomi. Implementasi theopreneurship dilakukan melalui pemberdayaan jemaat, pembentukan unit usaha, serta pengelolaan sumber daya secara etis dan berkelanjutan. Dengan demikian, gereja tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memperluas makna pelayanan melalui dampak sosial yang nyata.
Peranan Pemuda sebagai Tulang Punggung Pelayanan Gereja: Studi Kualitatif Teologis di GBI Biji Gandum Jakarta Selatan Eliman; Intan Florida Mooy
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/5j8shr11

Abstract

Artikel Ilmiah ini mengkaji peran vital pemuda sebagai "tulang punggung pelayanan" di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Biji Gandum, Jakarta Selatan. Meskipun pemuda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan pilar utama gereja, terdapat berbagai permasalahan yang menghambat keterlibatan aktif mereka, seperti kurangnya pemahaman dan kesadaran akan peran, perselisihan pribadi, perasaan kurang dihargai, rendahnya kepercayaan diri, prioritas terhadap kesibukan lain, serta tekanan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif teologis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada lima Informan, dengan kriteria Pemuda yang aktif beribadah dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan tersebut berdampak negatif terhadap pertumbuhan rohani pemuda dan perkembangan gereja secara keseluruhan. Untuk mengoptimalkan peran pemuda, diperlukan pembinaan rohani yang intensif, pemberian ruang dan kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan, serta penyelenggaraan kegiatan persekutuan yang menarik dan relevan. Penerapan peran pemuda secara efektif diharapkan dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan rohani, mengoptimalkan pelayanan, dan menjamin keberlanjutan kepemimpinan gereja.
Hamba Setia dan Bijaksana: Teologi Lukas Tentang Spiritualitas Integritas dan Kesetiaan Eskatologis Pastoral Yeremia Priyanto; Mersi Langga
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/64m3ny05

Abstract

Fenomena keletihan rohani, penipisan integritas pelayanan, dan tekanan visibilitas publik dalam gereja kontemporer menegaskan pentingnya spiritualitas pastoral yang berakar pada eskatologi Injil. Studi ini menelaah Lukas 12:42–43 dengan pendekatan eksegesis gramatikal-historis dan analisis naratif untuk memahami figur “hamba yang setia dan bijaksana” sebagai paradigma kesetiaan pastoral. Istilah pistos, oikonomos, phronimos, dan en kairo dianalisis dalam terang penghakiman Kristus dan amanat penggembalaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetiaan pastoral merupakan habitus eskatologis yang terwujud dalam tiga pilar utama, yaitu: integritas tersembunyi, yaitu kesetiaan di hadapan Allah melampaui pencitraan publik; tanggung jawab relasional sebagai pengelola amanah; dan ketahanan praksis dalam menjalankan tugas secara konsisten di tengah tekanan. Dengan demikian, kesetiaan pastoral tidak diukur oleh performativitas religius, melainkan oleh ketaatan yang berakar pada pengharapan eskatologis, serta membentuk pelayan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan tekun di hadapan Tuhan.