cover
Contact Name
Setio Dharma
Contact Email
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Editorial Address
Jl. Johor No. 47, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Skenoo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27983048     DOI : https://doi.org/10.55649/skenoo
Teologi: Teologi Sistematika, Pengajaran Tabernakel, Tahbisan, Berita Mempelai. Penelitian Biblikal: Tafsir Perjanjian Lama, Tafsir Perjanjian Baru, Pengembangan Metode Tafsir, Teologi Perjanjian Lama, Teologi Perjanjian Baru. Misi dan Pertumbuhan Gereja: Teologi Penginjilan, Strategi Penginjilan, Misiologi, Pelayanan Lintas Budaya, Pertumbuhan Gereja, Misi Kontekstual, Pembinaan Warga Gereja, Sejarah Gereja. Pastoral: Teologi Pastoral, Pastoral Konseling, . Kepemimpinan: Teologi Kepemimpinan, Etika Kristen atau Gereja, Manajemen Gereja Pendidikan Agama Kristen : Pendidikan Kristiani dalam Keluarga, Sekolah, Gereja dan Masyarakat, Teologi PAK, Strategi Pembelajaran, Manajemen PAK
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Memaknai Gereja Diaklesial menurut Joas Adiprasetya sebagai Upaya Mencegah Kasus Bunuh Diri Nusli Siki; Imanuel 0me; Abraham Atalo; Yosti Bani
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v4i2.95

Abstract

Bunuh diri adalah tindakan yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, hal ini terjadi karena berbagai faktor, faktor-faktor tersebut disebabkan oleh stres dengan lingkungan, putus cinta, masalah ekonomi, masalah keluarga. Dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan bunuh diri. Penulis juga menggunakan metode kualitatif deskriptif, salah satu metode memanfaatkan data kualitatif dan menggunakan literatur jurnal, buku, berita sebagai penguatan data. Penulisan artikel juga menggunakan teori Joas Adipraetya, gereja diaklesial sebagai upaya untuk menawarkan pencegahan bunuh diri. Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa gereja diaklesial adalah pendekatan baru yang sangat relevan dalam upaya pencegahan bunuh diri dalam konteks dunia saat ini. Gereja diaklesial menawarkan gereja yang harus melampaui batas-batas, gereja yang ramah dan gereja yang seperti orang Samaria yang membantu orang tanpa memandang orang lain.
Simbol Sapaan Manasumo Raka? Sebagai Teologi Lokal: Upaya Menjaga Relasi Masyarakat Beragama di Toraja Theofilus Welem
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v4i2.102

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana ungkapan lokal manasumo raka?  yang mulai pudar dalam masyarakat Toraja dapat menjadi sumber teologi persahabatan antara masyarakat beda agama di Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan teori interaksionisme simbolik Mead dan Teologi Lokal Sedmark.  Hasil artikel ini menunjukkan bahwa sapaan manasumo raka? mengandung unsur persahabatan, kekeluargaan yang merujuk pada keterbukaan, sekaligus juga sebagai ekspresi anti-ego yang amat khas sebagai identitas orang Toraja. Sapaan ini menjadi simbol upaya orang Toraja untuk membuka sekat-sekat yang memisahkan masyarakat, baik itu dalam hal status sosial, status ekonomi, usia, dan tentunya perbedaan agama, sehingga dapat dilihat bahwa ungkapan ini memiliki makna dan nilai yang sangat dan lebih mendalam daripada ungkapan atau sapaan keagamaan lainnya.
Pengaruh Pengajaran Guru terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa SD Mandala Surabaya Minggus Bireleo; Morin Yohana
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v4i2.103

Abstract

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara siswa dan berbagai sumber. Proses ini menentukan hasil pembelajaran, yang salah satunya dipengaruhi oleh kualitas pengajaran guru. Hal ini menjadi dasar penelitian di SD Mandala Surabaya, khususnya kelas I-VI dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengajaran guru terhadap prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 77 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengajaran guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dalam PAK sebesar 60%. Oleh karena itu, guru PAK di SD Mandala Surabaya perlu didorong untuk meningkatkan profesionalisme mereka agar dapat berdampak positif pada prestasi belajar siswa. Metode pengajaran yang baik harus disesuaikan dengan kemampuan siswa, tujuan pembelajaran, situasi pembelajaran, fasilitas yang ada, serta kompetensi guru itu sendiri. Contoh metode yang sesuai dalam pembelajaran PAK adalah pembelajaran kelompok atau penggunaan media gambar, sehingga siswa lebih antusias dan terlibat dalam pelajaran.
Pentingnya Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Nilai Spiritualitas Orang Dewasa Usia 40-60 Tahun Titi Tiana; Sulistiawati Cintia; Rupina Elsy; Desi Ilovin Hadasa Manurung
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v4i2.105

Abstract

Dewasa madya, sering disebut sebagai usia lanjut, menghadapi beragam tantangan, termasuk perubahan fisik seperti kehilangan kekuatan, penurunan daya ingat, dan risiko penyakit. Di Indonesia, terdapat sekitar 157.053.112 orang dalam kelompok umur produktif, yang pada akhirnya akan memasuki fase ini. Tantangan emosional juga muncul, seperti kurangnya penghargaan dari keluarga atau masyarakat. Sebagian orang dewasa madya mengambil langkah antisipatif dengan belajar memahami dan menerima perubahan yang datang seiring pertambahan usia. Bimbingan, terutama dalam aspek keagamaan, menjadi krusial untuk membantu mereka menghadapi krisis di masa tua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur sistematis ini menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran agama melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai solusi. Simatupang dan timnya menegaskan bahwa pendidikan keagamaan berfungsi membentuk manusia bertakwa, berakhlak mulia, menjaga kedamaian, serta mempersiapkan individu menjadi bagian masyarakat yang mengerti dan menerapkan prinsip-prinsip agama atau berkompeten dalam bidangnya.
Strategi Gereja dalam Menyikapi Persoalan Kohabitasi untuk Meningkatkan Spiritualitas Pemuda di Jemaat GMIT Sion Babuin, Klasis Amanuban Tengah Selatan Dunosel Ir. Koebanu; Andrian Wira Syahputra; Hendrik A. E. Lao
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.104

Abstract

Masa muda adalah kehidupan yang penuh tantangan dalam pergaulan. Persoalan pemuda yang muncul bukan dibiarkan saja tetapi dihadapi dan diatasi dengan baik. Gereja perlu terlibat dalam mengatasi permasalahan pemuda karena sebagai generasi penerus gereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang bagaimana strategi gereja dalam menyikapi persoalan kohabitasi untuk meningkatkan spiritualitas pemuda di Jemaat GMIT Sion Babuin, Klasis Amanuban Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja memiliki peran penting dalam mengatasi kohabitasi pemuda. Pendeta, majelis, dan pengajar gereja berperan dalam meningkatkan pendidikan dan kesadaran tentang nilai-nilai pernikahan. Pelayanan pastoral yang komprehensif diberikan kepada pasangan kohabitasi, sementara pengakuan, pengawasan, dan pengendalian yang ketat juga penting. Pengembangan karakter Kristiani dan pembinaan hubungan yang memperhatikan spiritualitas menjadi fokus utama. Gereja berharap agar pasangan kohabitasi dapat tumbuh dalam iman, menjaga integritas spiritual, dan memasuki pernikahan yang sah.
Manajemen Konflik secara Alkitabiah dan Aplikasinya bagi Pelayanan Pastoral di Jemaat GBI House of Grace Jagir Surabaya Reynold Aristokrat Sinaga
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.107

Abstract

Konfik dalam kehidupan bergereja merupakan tantangan serius pada zaman modern ini. Kelalaian para hamba Tuhan dalam mengetahui realitas konflik di jemaat, telah mengakibatkan perselisihan, pertengkaran, kepahitan, kehilangan antusias beribadah,  mundur dari pelayanan bahkan keluar atau berpindah gereja. Demikian juga halnya yang terjadi pada beberapa jemaat GBI House of Grace Jagir – Surabaya. Artikel ini bertujuan untuk merespons dan menyelesaikan konflik tersebut dengan pendekatan seimbang dalam memahami realitas konflik melalui kebenaran Firman Tuhan. Oleh sebab itu pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Setelah melakukan penelitian dengan metode yang ada, pada penelitian ini menyungguhkan bahwa konflik merupakan suatu realitas dalam kehidupan yang diakibatkan oleh perbedaan personalitas atau temperamen dan komunikasi yang tidak berjalan semestinya. Temuan ini tentunya bermanfaat bagi semua pelayan Tuhan dan lebih spesifik bagi pelayanan pastoral di jemaat GBI House of Grace Jagir – Surabaya.
Kepemimpinan Pastoral Kristiani dalam Perspektif Prinsip-prinsip Ajaran Sosial Gereja Petrus Sina; Jean Loustar Jewadut; Gergorius Lawe Weking; Melgy Setya Permana; Herman Jewarut
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.125

Abstract

Artikel ini memberikan pendasaran teologis dengan berinspirasikan pada gagasan tentang prinsip-prinsip Ajaran Sosial Gereja (ASG) untuk praksis kepemimpinan pastoral Kristiani. Penulis akan mengangkat sejumlah pesan penting dalam prinsip-prinsip ASG untuk direlevansikan dengan praksis kepemimpinan pastoral Kristiani. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kepustakaan, artikel ini menjelaskan bahwa dalam perspektif prinsip-prinsip ASG, kepemimpinan pastoral menekankan prinsip partisipasi semua umat beriman dalam pelaksanaan karya pastoral. Seorang pemimpin, dalam hal ini kaum klerus, mesti mampu membangun komunikasi yang harmonis dengan semua umat beriman teristimewa dalam penetapan kegiatan-kegiatan pastoral. Selain itu, kepemimpinan pastoral dijalankan dengan keterlibatan aktif pemimpin pastoral dalam situasi konkret kehidupan umat sehingga kebijakan pastoral yang ditetapkan kontekstual dengan situasi umat dan akhirnya menawarkan kepemimpinan pastoral yang berdiakonia sebagai wujud kepedulian Gereja terhadap realitas sosial. Dengan demikian, kepemimpinan pastoral tidak hanya berurusan dengan altar saja, tetapi harus menjangkau berbagai dimensi kehidupan umat.
Kajian Kristologis Lukas Pasal 7: Dimensi Keilahian Yesus dan Implikasinya bagi Iman Kristen Kasieli Zebua
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.126

Abstract

Sikap skeptis pada keilahian Kristus terus berkembang hingga saat ini. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek-aspek Kristologis dalam Injil Lukas pasal 7, dengan fokus pada pemahaman tentang Keilahian Yesus dan implikasinya bagi iman Kristen. Lukas pasal 7 menyajikan narasi-narasi kunci yang memperlihatkan keilahian Yesus melalui tindakan, pengajaran, dan interaksi-Nya dengan berbagai karakter. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis naratif yakni tafsir terhadap Lukas 7, akan mengidentifikasi tema-tema teologis yang menunjukkan otoritas Yesus sebagai Mesias, Anak Allah. Hasil penemuan penelitian ini dari peristiwa-peristiwa penting seperti penyembuhan, pengampunan dosa, dan pengajaran-Nya, menyatakan keilahian dan ketuhanan Yesus. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana Kristologi dalam Lukas pasal 7 relevan dalam konteks masa kini dan berdampak pada penguatan iman pengikut Kristus.
Tanggung Jawab Sosial Misi Kristen: Sebuah Panggilan bagi Gereja untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah Romelus Blegur; Hari Wahyudi; Nico Pabayo Gading; Leniwan Darmawati Gea
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.128

Abstract

Masalah-masalah sosial yang terus berkembang menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia, sehingga memerlukan tanggapan serta partisipasi aktif untuk penyelesaiannya. Dalam konteks ini, gereja memiliki peran dan tanggung jawab yang penting sebagai bagian dari misi Allah yang harus diwujudkan secara nyata. Penelitian ini bertujuan menyelidiki prinsip panggilan misi Kristen dalam kaitannya dengan masalah-masalah sosial yang belum sepenuhnya menjadi fokus perhatian gereja global. Penelitian dilakukan melalui metode kepustakaan dengan pendekatan sosiologis. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah sosial merupakan bagian integral dari tanggung jawab gereja dalam menjalankan misi Allah. Sebagaimana Allah berkarya di tengah umat-Nya, gereja pun dipanggil untuk berperan aktif dalam menyikapi tantangan sosial masa kini. Penelitian ini menyoroti isu dunia kerja, lingkungan hidup, dan pengaruh dunia digital, yang semuanya menuntut keterlibatan gereja secara holistik dalam menjalankan misi ilahi di tengah dunia.
Potret Pra-Inkarnasi Yesus sebagai Malakh YHWH: Kutipan Langsung Maleakhi 3:1 dalam Prolog Injil Markus Gilbeth Pramana Saputra
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.130

Abstract

Umumnya literatur Teologi Sistematika tidak terhindarkan untuk mengangkat topik Kristologi dan Angelologi. Mayoritas Teolog Teologi Sistematika sepakat bahwa Malakh YHWH merujuk kepada eksistensi pra-inkarnasi Yesus. Sayangnya tidak ada argumentasi alkitabiah mengapa Yesus diasosiasikan sebagai Malakh YHWH di PL. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif, studi pustaka dengan pendekatan intertekstual. Melalui artikel ini, Peneliti menandaskan bahwa natur Malakh YHWH dideskripsikan oleh PL bahwa Ia adalah Allah yang dilayani oleh tokoh-tokoh yang pernah terlibat dengan-Nya. Kehadiran Malakh YHWH membuktikan pluralitas Pribadi di dalam diri Allah sehingga dapat dipahami Trinitas sudah diajarkan PL. Bapa-bapa Gereja memahami frasa Malakh pada Yesus tidak diartikan secara ontologis melainkan secara fungsional. Motif Markus mengutip Maleakhi 3:1 pada prolognya hendak menyingkapkan kepada pembaca Injilnya bahwa Malakh YHWH yang dijanjikan tergenapi melalui kedatangan Yesus di sungai Yordan. Jadi, dasar biblika pengasosiasian Yesus sebagai Malakh YHWH adalah Markus yang mengutip langsung Maleakhi 3:1.