cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1" : 42 Documents clear
Pengaruh Pemberian Bokashi Limbah Buah jeruk dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kale Keriting (Brassica oleracea var. acephala) Pada Tanah Gambut Ramadhan, Dicky; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70330

Abstract

Tanah gambut berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan tanaman kale. Kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya kale. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya dengan penggunaan bokashi limbah jeruk dan pupuk urea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah gambut. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari 6 perlakuan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea yang diulang 5 kali. Setiap unit percobaan menggunakan 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokashi limbah buah jeruk + pupuk Urea 250 kg/ha, 5 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 200 kg/ha, 10 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 150 kg/ha, 15 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 100 kg/ha, 20 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 50 kg/ha, 25 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + tanpa pupuk urea. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah helai daun, volume akar , tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun 1 MST dan 4 MST. Semua komposisi dosis bokashi limbah buah jeruk dan urea tidak menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil kale keriting pada tanah gambut. Penggunaan bokashi limbah buah jeruk dapat menggantikan urea untuk tanaman kale keriting pada tanah gambut, terutama terjadi pada volume akar, berat segar tanaman dan, berat kering tanaman kale keriting.
PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG DI FASE VEGETATIF PADA TANAH GAMBUT Eka Wardhana, Muhammad Khafidzan; Susana, Rini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72407

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis, penghasil umbi yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Peningkatan produksi porang per satuan luas dapat dilakukan diantaranya dengan cara menyediakan ruang tumbuh yang mendukung pertumbuhan tanaman porang, satu diantaranya dengan memenuhi kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai keperluan tanaman porang, yaitu sebesar 60 - 70%. Saat ini belum diketahui persentasi naungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan terbaik terhadap pertumbuhan tanaman porang di fase vegetatif pada tanah gambut Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai pada bulan April   "“ Juni 2023 yang berlokasi di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, 5 ulangan dan masing - masing ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga diperoleh 100 tanaman. Perlakuan yang digunakan yaitu N0: tanpa naungan, N1: intensitas naungan 45%, N2: intensitas naungan 60%, N3: intensitas naungan 75%, N4: intensitas naungan 90%. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas , lebar kanopi , waktu kemunculan katak, dan jumlah katak total. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan naungan dengan intensitas 45, 60, 75 dan 90% menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman porang yang sama baiknya pada tanah gambut. Naungan 45% lebih efisien digunakan dari segi harga naungannya.
Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Podsolik Merah Kuning Resti, Resti; Anggorowati, Dini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.63841

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati dikalangan masyarakat Indonesia. Tomat bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, misalnya diolah menjadi saus, pewarna alami dan berbagai olahan lainnya. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tomat adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah sehingga dilakukan penambahan biochar sekam padi dan pupuk NPK pada media untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis biochar sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat terbaik pada tanah PMK. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dimulai sejak 27 Mei 2022 sampai dengan 22 Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor biochar sekam padi 3 taraf, dan faktor pupuk NPK 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehingga diperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: faktor pertama b1= 4 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 100 g/polybag, b2= 6 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 150 g/polybag, b3= 8 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 200 g/polybag, faktor kedua p1= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 10 g/polybag, p2= 500 kg/ha pupuk NPK setara dengan 12,5 g/polybag, p3= 600 kg/ha pupuk NPK setara dengan 15 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa Interaksi biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap variabel tinggi tanaman dan volume akar. Sedangkan faktor tunggal biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha masing- masing memberikan rerata tertinggi terhadap jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA TANAH PADA TIGA TIPE LUAPAN DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Irawan, Yogi; Junaidi, Junaidi; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70245

Abstract

Sifat fisika tanah merupakan unsur lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap tersedianya air, udara tanah dan secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman (Delsiyanti, 2016). Pengelolaan lahan secara terus menerus, adanya saluran drainase, dan pengolahan tanah serta adanya perbedaan tipe luapan lahan pasang surut, mengakibatkan tanah di lahan tersebut memiliki sifat fisik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah dan karakterisasinya pada tiga tipe luapan di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Setiap lokasi   ditentukan 6 titik pengamatan sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm. Parameter sifat fisika tanah yaitu: fraksi tekstur, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang (KAKL), permeabilitas diuji menggunakan anova. Apabila terdapat perbedaan parameter pada tiga tipe luapan maka dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada tingkat kepercayaan 95% (5%). Hasil analisis yang didapat, yaitu fraksi pasir dan debu pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap B dan C, serta fraksi liat pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap B dan C. Bobot isi tanah, porositas tanah dan KAKL pada tipe luapan B berbeda nyata terhadap C dan A. Permeabilitas tanah pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap tipe B dan tipe B berbeda nyata terhadap tipe C.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALLUVIAL Habilene, Adrian; Budi, Setia; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70718

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme tanah yang berfungsi untuk menguraikan bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman. Pupuk kotoran ayam berfungsi sebagai bahan organik sumber energi bagi mikroorganisme yang dimiliki pupuk hayati agar dapat menghasilkan unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam, serta menganalisis peranan pupuk hayati dan dosis terbaik pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pupuk hayati (H) : h0 = tanpa pemberian pupuk hayati, h1 = pemberian pupuk hayati dan faktor kedua pupuk kotoran ayam (P) : p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha, p4 = 20 ton/ha Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan berat polong segar per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam pada variabel jumla polong isi. Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah polong isi dan berat polong isi. Pupuk kotoran ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah polong isi
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Meita, Priskila; Radian, Radian; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71055

Abstract

Tanah aluvial cukup potensial digunakan sebagai lahan pertanian bawang merah, namun terkendala dengan kesuburannya. Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK merupakan upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Menentukan kombinasi yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung selama ±3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan serta diulang sebanyak 3 kali. Faktor (B) adalah dosis biochar tongkol jagung terdiri atas 3 taraf : b0 = 0 ton/ha, b1 = 8 ton/ha, b2 = 16 ton/ha. Faktor (P) adalah dosis pupuk NPK terdiri atas 3 taraf yaitu : p1 = 400 kg/ha, p2 = 500 kg/ha, p3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar perumpun, berat kering, jumlah umbi, bobot susut dan diameter umbi serta variabel tambahan yaitu suhu udara, kelembaban udara, pH tanah setelah inkubasi, Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tongkol jagung hanya berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 6 MST dan diameter umbi.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA KAWASAN AIR TERJUN PANCUR AJI DI KECAMATAN KAPUAS, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Damara, Valentino Dwika; Adijaya, Mardan; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71120

Abstract

Air Terjun Pancur Aji adalah wisata alam yang terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 - Januari 2023. Tujuan penelitian ini untuk menentukan status Kesesuaian Wisata berdasarkan analisis Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan (Yulianda, 2019) dan Location Qoutien di Kabupaten Sanggau yang turut berpengaruh dalam keberlangsungan Wisata Alam Air Terjun Pancur Aji. Metode penentuan stasiun penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan IKW di Kawasan Air Terjun Pancur Aji, kategori Bermain Air sangat sesuai dan kategori Melihat Pemandangan dan Duduk Santai sesuai dan kategori Berkemah/Outbound tidak sesuai. DDK di Kawasan Air Terjun Pancur Aji menunjukan dalam 1 hari Kawasan Pancur Aji dapat menampung 2.818 orang dengan luas area yang dapat dimanfaatkan adalah 2,01%. Nilai LQ 1 di Kabupaten Sanggau yang termasuk sektor basis adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian dan sektor industri pengolahan.
Pengaruh Kedalaman Sarang Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) Terhadap Masa Inkubasi dan Persentase Keberhasilan Penetasan Di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (KKP3K) Paloh Rizki, Rizki; Adijaya, Mardan; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70236

Abstract

Penyu hijau ( Chelonia mydas ) secara Internasional, masuk ke dalam daftar merah (red list ) IUCN ( International Union for Conservation of Natre ) Redlist dan Appendix I CITES ( Conservation on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ). Masuknya Penyu hijau ( Chelonia mydas ) ke dalam daftar merah disebabkan oleh adanya pencurian telur, adanya predator yang memangsa telur, dan perubahan lingkungan sehingga tingkat kelangsungan hidup penyu untuk bertahan menurun. Dalam hal ini upaya untuk menjaga populasi penyu terutama penyu hijau (Chelonia mydas ) di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil (KKP3K) Paloh agar tingkat kelangsungan hidup tidak terus mengalami penurunan perlu dilakukan, salah satunya dengan memperhatikan sarang inkubasi telur penyu. Oleh karena itu perlunya penelitian untuk mengkaji kedalaman yang optimal untuk menghasilkan tingkat penetasan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman yang cocok untuk penetasan telur penyu hijau ( Chelonia mydas ) dan mengetahui persentase tetas telur penyu hijau ( Chelonia mydas ) berdasarkan kedalaman di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau "“ Pulau Kecil (KKP3K) Paloh. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Maret - Mei 2023 yang berlokasi di Pos Pemantauan Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan yaitu penganalisisan secara deskriptif dengan memberikan 3 kedalaman perlakuan yang berbeda, perlakuan I 30 cm, perlakuan II 60 cm, dan perlakuan III 90 cm dengan 3 ulangan pada tiap perlakuan. Hasil Penelitian ini menunjukkan kedalaman yang cocok untuk penetasan telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah 60 cm dengan rata - rata 90% dengan lama masa inkubasi 1272 jam atau 53 Hari. Pada grafik kecenderungan hubungan kedalaman terhadap suhu dan kelembaban menunjukkan bahwa memberikan pengaruh kedalaman terhadap suhu dan kelembaban di mana semangkin suhu tinggi maka semakin rendah pula kelembaban, perubahan suhu paling tinggi dapat mencapai 4,2 °C sedangkan iklim paling rendah mencapai 0,3 ° C. Pada kelembaban ketinggian paling tinggi mencapai 16 % dengan rentang 77% "“ 88% sedangkan ketinggian paling rendah mencapai 4% dengan rentang 84% - 88%.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Simahayati, Simahayati; Hadijah, Siti; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70650

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Dapat tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tomat adalah tanah gambut yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalahtersebut yaitu dengan memberikan bahan organik pupuk organic cair dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk organic cair sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah gambut terutama sifat tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi konsentrasi POC dan dosis pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dilahan jalan parit haji husin 2 pada tanggal 02 Desember 2022 - 25 Februari 2023. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan faktorial dengan Pola Rancang Acak lengkap (RAl) terdiri dari 2 faktor yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair (P), terdiri dari 3 taraf dan perlakuan pemberian pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf. Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dan penelitian. Faktor pertama adalah konsentrasi  pupuk organic cair (P) terdiri dari 3 taraf yakni: p1 = Pupuk oranik cair sebanyak 100 ml/L, p2 = Pupuk organik cair sebanyak 200 ml/L dan p3 = Pupuk organik cair sebanyak300 ml/L. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf yakni: n1 = Pupuk NPK sebanyak 150 kg/ha setara dengan 3 g/ polybag, n2= Pupuk NPKsebanyak 300 kg/ha setara dengan 6 g/polybag dan n3= Pupuk NPK sebanyak 450 kg/ha setara dengan 9 g/polybag. Variabel pengamatan seperti: pengamatan tinggi tanaman (cm), pengukuran berat kering tanaman (g), pengukuran berat per buah (g), pengukuran berat buah per tanaman (g), dan menghitung jumlah buah per tanaman (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC nanas 200 ml/L dan Pupuk NPK 300 kg/ha dapat memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut.
PENGARUH BOKASHI ALANG-ALANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Pratiwi, Anugrah Putri; Santoso, Edy; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.60471

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Kedelaitidak menjadi prioritas untuk diproduksi di Kalimantan Barat sehingga perlu adanya upaya  ekstensifikasi dan intensifikasi. Secara ekstensifikasi yaitu pemanfaatan tanah PMK sebagai  media tanam. Secara intensifikasi yaitu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada  dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi bokashi alang-alang dan pupuk kalium, serta mendapatkan dosis bokashi alang-alang dan pupuk kalium terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Sepakat II Pontianak Tenggara, dimulai pada Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu bokashi alang-alang dan pupuk kalium. Faktor pertama dosis bokashi alang-alang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Faktor kedua pupuk kalium terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha dan 200 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi alang-alang dosis 20 ton/ha dengan pupuk kalium dosis 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap semua variabel dan terdapat interaksi antara pemberian bokashi alang-alang dan pupuk kalium terhadap tanaman kedelai pada tanah PMK.