cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Agustus 2013" : 37 Documents clear
IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI WILAYAH KELURAHAN PARIT MAYOR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Zakaria, Muhammad; Gunawan, Joni; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan dan persaingan dalam penggunaan lahan baik untuk keperluan produksi pertanian maupun untuk keperluan lainnya memerlukan pemikiran yang seksama dalam mengambil keputusan pemanfaatan yang paling menguntungkan dari sumber daya lahan terbatas. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem informasi berbasis pemetaan dan geografi; yang merupakan sebuah alat bantu manajemen untuk memperoleh informasi dengan bantuan komputer yang berkaitan erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu peristiwa yang terjadi di muka bumi. Lahan yang digunakan tanpa memperhatikan kemampuannya akan menimbulkan perubahan dan permasalahan pada lahan tersebut, misalnya tanah longsor, banjir, kekeringan dan kerusakan-kerusakan lahan pertanian serta penurunan prodiktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur yang terjadi selama 9 tahun terakhir antara tahun 2004 s/d tahun 2012 dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Daerah penelitian terdapat di Wilayah Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur seluas 202,98 Ha Kata Kunci : SIG, Penggunaan Lahan
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN AIR KELAPA DAN KONSENTRASI GULA PASIR TERHADAP KARAKTERISTIK DAN ORGANOLEPTIK NATA DE COCO Laras, Franelia Angela; -, Zakiatulyaqin; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu penyimpanan air kelapa dan konsentrasi gula pasir yang optimal terhadap karakteristik dan organoleptik Nata de Coco. Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Teknologi Hasil Pertanian danLaboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian UNTAN selama dua bulan dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2012.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama lama penyimpanan air kelapa (P) dan faktor kedua pemberian konsentrasi gula pasir (G). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalahberat basah, ketebalan, kadar air, kadar abu, serta organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan kesukaan terhadap hasil Nata de Coco.Hasil penelitian menunjukkan penambahan gula pasir yang optimal untuk berat basah, ketebalan, dan kadar abu Nata de Coco adalah penambahan 75 g gula pasir. Perlakuan terbaik organoleptik Nata de Coco adalahtanpapenyimpanan air kelapadengan penambahan gula pasir sebanyak 75g dengan karakteristik 3,00 (agak cerah), 3,52 (agak kenyal) dan 3,12 (agak disukai) dengan rerata berat basah 850 g, rerata ketebalan 17mm, rerata kadar abu 0,88%, dan rerata kadar air 98,59%. Kata Kunci : Air Kelapa, Gula Pasir, Nata de Coco
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN DI TANAH GAMBUT Tri Indra Wijaya; Agustina Listiawati; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2574

Abstract

Tanah gambut dalam pemanfaatannya sebagai lahan pertanian banyak dijumpai kendala dan hambatan, salah satunya seperti pH dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Abu kayu dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pH dan memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S yang bermanfaat untuk hasil tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi abu kayu dan pupuk phonska serta dosis yang terbaik terhadap hasil mentimun di tanah gambut. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (a) dan faktor pupuk phonska (p). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan, faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 6,82 ton/ha abu kayu, a2 = 11,12 ton/ha abu kayu, a3 = 15,35 ton/ha abu kayu, Faktor kedua pupuk phonska terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 300 kg phonska/ha, p2 = 400 kg phonska/ha, p3 = 500 kg phonska/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata buah per tanaman, diameter buah per tanaman, produksi per petak dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu 6,82 ton/ha, 11,12 ton/ha, 15,35 ton/ha dan pupuk phonska 300 kg/ha, 500kg/ha memberikan pengaruh yang sama pada tanaman mentimun yang ditunjukan dengan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata, diameter buah dan berat per petak. Pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata buah per tanaman, pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel diameter buah pertanaman, sedangkan abu kayu dengan dosis 15,35 ton/ha dan 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel berat per petak. Kata kunci : Abu Kayu, Mentimun, Pupuk Phonska, Tanah Gambut.
EKSPLORASI CENDAWAN ENDOFIT SEBAGAI ANTAGONIS TERHADAP PATOGEN HAWAR BELUDERU (Septobasidium sp.) Rakasiwi, Ratih; Suswanto, Iman; -, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis cendawan endofit yang diisolasi dari jaringan batang lada dan kemampuan antagonis cendawan terhadap Septobasidium sp. Penelitian berlangsung selama empat bulan, mulai dari bulan Juni sampai September 2012 di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Cendawan diisolasi berdasarkan tiga kriteria batang lada yaitu tanaman sehat, terserang ringan dan terserang parah. Dari hasil isolasi diperoleh 14 jenis cendawan, 8 jenis merupakan cendawan endofit seperti Botryodiplodia sp., Aspergillus niger, Trichoderma harzianum, Fusarium Solani, Penicillium sp., Botryosphaeria sp., Mucor sp. dan Cunninghamella sp. sedangkan 6 jenis lainnya merupakan cendawan skunder pada tanaman lada. Cendawan endofit yang mempunyai kemampuan antagonis tinggi adalah Botryodiplodia sp. dengan besar kemampuan antagonis 64.26% 1,28 dan Trichoderma harzianum 57.87% 2,81. Kata kunci : Antagonis, Cendawan Endofit, Septobasidium sp.
PENGARUH MEDIA TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN PERTUMBUHAN KARET OKULASI STUMP MATA TIDUR Kristoforus, Abdias; Rahayuni, Tri; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tumbuh yang baik bagi pertumbuhan bibit karet okulasi stump mata tidur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kedukul Kec. Mukok Kab.Sanggau. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan dari tanggal 13 Maret 2011 sampai dengan 9 Juli 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan media tumbuh dengan 5 kali ulangan dan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga jumlah seluruhnya 60 tanaman. Perlakuan media tumbuh yang digunakan dalam penelitian ini yaitu m1 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi tankos, m2 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi sekam padi, m3 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi pakis merah dan m4 = media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi keladi. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase bibit hidup okulasi karet, tinggi okulasi karet, diameter batang okulasi karet, jumlah anak daun okulasi karet dan jumlah akar lateral okulasi karet Hasil penelitian perlakuan media tumbuh berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase bibit hidup dan diameter tunas okulasi, sedangkan variabel tinggi tunas okulasi, jumlah anak daun dan jumlah akar lateral berpengaruh tidak nyata. Hasil yang terbaik yaitu pada media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi sekam padi untuk variebel pengamatan persentase bibit hidup dan media tumbuh campuran tanah PMK dengan bokashi keladi untuk variebel pengamatan diameter okulasi karet.
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN HABITAT ASAM KALIMBAWAN (Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F) Rizky Wahyuni; Mulyadi Safwan; Nurjani -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2491

Abstract

Asam Kalimbawan merupakan tumbuhan buah-buahan hutan memiliki potensi ekonomis tinggi. Hasil buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, antioksidan dan sebagai petunjuk adanya kandungan nikel dalam lapisan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan karakterisasi morfologi dan habitat Asam Kalimbawan (Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F). Penelitian dilaksanakan di Desa Sengkubang Kabupaten Pontianak dan Desa Lingga Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan selama 1 bulan (Januari hingga Februari 2012) efektif mulai persiapan sampai pengolahan dan penyusunan hasil penelitian.Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan survei penjelasan (explanatory research). Analisa data dalam penelitian ini dengan melakukan deskriptif pada variabel penelitian.Secara karakteristik morfologi tidak terdapat perbedaan antara tanaman Asam Kalimbawan di Desa Sengkubang dan Desa Lingga. Perbedaan pada pengamatan kuantitatif diduga karena perbedaan habitatnya, namun perbedaannya tidak terlalu jauh berbeda. Umumnya tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada habitat yang sesuai dengan lingkungan tumbuhnya saat ini. Kata Kunci : Sarcotheca diversifolia (Miq) Hallier F, Karakterisasi, Morfologi, Habitat.
PENGARUH WAKTU PENYEMPROTAN HERBISIDA PARAQUAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI DESA SAHAN KECAMATAN SELUAS KABUPATEN BENGKAYANG Juliana -; Sarbino -; Rahmidiyani -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyemprotan herbisida yang berbahan aktif paraquat yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang mulai tanggal 22 Juli 2012 sampai tanggal 08 Nopember 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor, yaitu faktor penyemprotan terdiri dari 6 perlakuan, 3 ulangan yaitu Po: kontrol disiang seperti petani, P1: penyemprotan 2 minggu setelah tanam,P2: penyemprotan 3 minggu setelah tanam, P3: penyemprotan 4 minggu setelah tanam, P4: penyemprotan 5 minggu setelah tanam, P5: penyemprotan 6 minggu setelah tanam. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman (cm), berat biji kering per tongkol (gram), berat biji per petak (ons), berat 100 biji (gram), biomassa gulma (gram). Hasil penelitian menunjukanbahwa waktu penyemprotan herbisida paraquat tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat biji per petak, tetapi berpengaruh nyata terhadap berat biji kering per tongkol dan berat 100 biji. Penelitian menunjukkan dari seluruh perlakuan, P3 memberikan hasil terbaik yaitu waktu penyemprotan 4 minggu setelah penanaman, dengan berat 100 biji tertinggi sebesar 35,47. Kata Kunci : Herbisida, Jagung, Waktu Penyemprotan
UJI ADAPTASI BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG F12 DI LAHAN GAMBUT Busri -; Hidayat -; -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi beberapa genotipe jagung F12 di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Rasau Jaya I dimulai pada tanggal 24 Mei 2012 sampai dengan 4 September 2012 dan Rasau Jaya III pada tanggal 11 Juni 2012 sampai dengan 18 September 2012. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada masing - masing lingkungan, sebagai perlakuan terdiri dari 2 varietas sebagai pembanding yakni: A Arjuna dan B Sukmaraga dan 9 genotipe F11 dengan kode C, D, H, I, J, L, R, U dan Y, sebagai perlakuan dengan ulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 55 petak perlakuan pada setiap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan genotipe yang beradaptasi khusus di lingkungan Rasau Jaya I adalah genotipe A, F, G, J dan K, sedangkan di lingkungan Rasau Jaya III genotipe E, G, H, I, dan J sedangkan Genotipe yang beradaptasi umum di kedua lingkungan adalah genotipe G dan J. Kata kunci : Adaptasi, F12, gambut, jagung.
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM DI DAERAH PASANG SURUT DESA PUNGGUR BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Kresensia Tya Tya; Asrifin Aspan; Joni Gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2675

Abstract

KRESENSIA TYA. Studi status hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dibimbing oleh Ir. H. Asrifin Aspan, MS dan. Ir. H. Joni Gunawan, M.Sc. Pemanfaatan lahan pasang surut khususnya untuk tanaman padi yang banyak menghadapi kendala, secara umum memiliki kesuburan yang rendah serta kendala agrofisik yang tinggi dan beragam. Secara garis besar juga memiliki kesuburan yang rendah karena memiliki tingkat kemasaman tanah, dan adanya racun seperti pirit yang dapat berbahaya bila dalam keadaan teroksidasi. Untuk itu perlu diketahui ketiga unsur yang penting seperti Nitrogen, Fosfor Dan Kalium baik dalam bentuk tersedia dan total di tanah. Contoh tanah diambil di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar yaitu pada dua kedalaman yaitu kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm pada 4 titik pengamatan, dengan 5 kali ulangan pada setiap titik, dan kemudian tanah dikompositkan. Diketahui bahwa pada kedalaman 0-20 cm hasil pengukuran Nitrogen, Fosfor Dan Kalium tersedia serta total tanah lebih tinggi dibandingkan kedalaman 20-50 cm.
PENGARUH PEMBERIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA TANAH GAMBUT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN FAMILI Brassicaceae DAN AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) Maradeta Cristy Handayani; Rita Hayati; Junaidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2673

Abstract

Pemanfaatan abu terbang (fly ash) pada tanah gambut untuk memperbaiki kesuburan tanah sebagai media tumbuh tanaman sayur-sayuran sangat potensial, karena jumlah fly ash yang cukup banyak serta keberadaan lahan kritis yang cukup luas. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian abu terbang (fly ash) pada tanah gambut terhadap produksi tanaman famili Brassicaceae dan akumulasi logam timbal (Pb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fly ash pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah. Hasil penelitian mengindikasikan juga bahwa tanaman aman untuk di konsumsi karena pemberian fly ash pada tanah gambut tidak berpengaruh terhadap kadar logam timbal (Pb) pada tanaman famili Brassicaceae. Kata Kunci : Abu terbang (Fly Ash), tanah gambut, logam timbal(Pb) dan BrassicaceaeUtilization of fly ash on peat soil to improve fertility of soil as a growing medium vegetable crop potential, because the amount of fly ash are pretty much as well as the existence of critical area is quite extensive. This study to determine the effect of fly ash on peat soil to the plant family Brassicaceae production and metal accumulation of lead (Pb). The results showed that administration of fly ash on peat soils to increase soil pH. The results also indicate that the plant is safe for consumption because of the provision of fly ash on peat soil had no effect on levels of lead metal (Pb) in the plant family Brassicaceae. Keywords : Fly ash, peat soil, metal lead (Pb) and Brassicaceae

Page 1 of 4 | Total Record : 37