cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Agustus 2013" : 37 Documents clear
PENGARUH PUPUK HIJAU LAMTORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR Darmawanti, Systena Feri; Santoso, Eddy; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau lamtoro dan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian dilaksanakan di Jalan dr. Rubini Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan, dari tanggal 4 Oktober 2012 sampai dengan 28 Februari 2013. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima taraf perlakuan pupuk hijau lamtoro yaitu 5% bahan organik dalam tanah (setara dengan 28 kg/petak), 7% bahan organik dalam tanah ( setara dengan 51 kg/petak), 9% bahan organik dalam tanah (setara dengan 74 kg/petak), 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) dan 13% bahan organik dalam tanah (setara dengan 119 kg/petak) yang terdiri atas lima ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat kering tanaman (g), jumlah umbi per tanaman (buah), diameter umbi per tanaman (cm), berat umbi per tanaman (g) dan berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pelakuan pupuk hijau lamtoro dengan dosis 11% bahan organik dalam tanah (setara dengan 97 kg/petak) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada tanah alluvial. Kata Kunci : Pupuk Hijau Lamtoro, Ubi Jalar, Tanah Alluvial
EKSPLORASI BAKTERI RIZOSFER LADA ( Piper nigrum L .) YANG BERSIFAT ANTAGONIS TERHADAP PATOGEN HAWAR BELUDRU (Septobasidium sp.) Nia Supriana; Sarbino -; Zakiatulyaqin -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman bakteri rizosfer tanaman lada dan mengujinya sebagai antagonis terhadap Septobasidium sp. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, mulai dari bulan Juni sampai September 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan metode survey dengan cara mengambil sampel tanah pada rizosfer tanaman lada di Desa Pasir Palembang Kecamatan Mempawah Kabupaten Pontianak. Pengamatan bakteri meliputi identifikasi morfologi koloni bakteri, uji Gram, uji Antagonis, dan uji Hipersensitivitas. Variabel yang diamati ialah keanekaragaman bakteri, daya antagonis terhadap Septobasidium sp. dan Reaksi Hipersensitif. Berdasarkan hasil isolasi dan identifikasi diperoleh 23 isolat bakteri. 7 isolat dari tanaman lada sehat tidak bergulma, 5 isolat dari tanaman lada sakit tidak bergulma dan 21 isolat dari tanaman lada sakit bergulma. Isolat C, D, E, F dan G merupakan bakteri yang selalu ada pada rizosfer tanaman lada. Isolat A dan B hanya ditemukan pada tanaman lada sehat tidak bergulma. Pada tanaman lada sakit bergulma selain isolat isolat tersebut juga terdapat isolat H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, dan W. Tingkat keanekaragaman bakteri rizosfer tergolong rendah. Hasil uji Gram menunjukkan 20 isolat bakteri rizosfer memiliki Gram negatif, isolat yang memiliki daya hambat tinggi yaitu isolat J sebesar 63,94% 9,15, G sebesar 49,45% 5,43 dan S sebesar 34,74% 3,65 sedangkan bakteri yang memiliki daya hambat terendah yaitu isolat E sebesar 15,38% 5,19 dan uji Hipersensitivitas menunjukkan 7 isolat bakteri memiliki reaksi positif. Kata kunci : Antagonis, bakteri rizosfer, Septobasidium sp.
PENGARUH PUPUK KOTORAN BURUNG WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Helsandy Talino; Dwi Zulfita; Surachman -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2476

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran burung walet terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 04 Februari 2013 sampai dengan tanggal 28 April 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuandan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel jadi terdapat 72 polybag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk kotoran burung walet dengan dosis : W0 (tanpa pemberian pupuk kotoran burung walet), W1(33,10 gram/tanaman atau setara dengan 7 % bahan organik), W2(309 gram/tanaman atau setara dengan 10 % bahan organik), W3(565 gram/tanaman atau setara dengan 13 % bahan organik), W4 (832 gram/tanaman atau setara dengan 16 % bahan organik) dan W5 (1098 gram/tanaman atau setara dengan 19 % bahan organik). Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), klorofil daun (spad unit), berat kering tanaman (gram),Tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), jumlah polong (polong), berat polong pertanaman (gram), berat biji kering pertanaman (gram), Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pupuk kotoran burung walet pada tanah aluvial organik memberikan rerata tertinggi pada variabel Kehijauan Daun (51,68 Spad Unit), Berat Kering (14,51 g), Tinggi Tanaman minggu ke-2 dan ke-4 setelah tanam (14,51cm dan 16,67 cm ), Jumlah Polong Pertanaman (33,75 g), Berat Polong Pertanaman (54,00 g) dan Berat Biji Kering Pertanaman (21,00). Kata kunci: Pupuk, Kotoran Burung Walet, Aluvial, Kacang Hijau
PENGARUH SUSU KEDELAI SEBAGAI PENGGANTI SUSU SKIM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SOSIS AYAM Badriyah -; Yohana S.K.D; Retno Budi Lestari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2468

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan volume susu kedelai terbaik sebagai pengganti susu skim dalam pembuatan sosis ayam berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu pengaruh penggunaan susu kedelai sebagai pengganti susu skim sebanyak enam taraf perbandingan susu kedelai : susu skim yaitu0,00ml : 157,50 g, 31,50 ml : 94,50 g , 63,00 ml : 63 g , 94,50 ml : 31,50 , 126,00 ml : 0 g dan 157,50ml : 0 g diulang sebanyak lima kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar serat kasar, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5 %. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian pembuatan sosis ayam dengan menggunakana susu kedelai sebagai pengganti susu skim menghasilkan formulasi terbaik dengan perlakuan volume 126. Sosis ayam yang dihasilkan memiliki karakter fisikokima : kadar air 30,60 %, kadar lemak 22,34%, protein 11,32%, kadar abu 3,48%, serat kasar 17,36 %, karbohidrat 24,36 % dan karakter sensori adalah kekenyalan 4,12 (sangat kenyal),warna 2,48 (krem), rasa 4,28 (enak), dan kesukaan 4,28 (sangat suka). Kata kunci:susu kedelai, susu skim, sosis ayam
KERAGAMAN PARASITOID PADA KUTUDAUN TOXOPTERA CITRICIDUS DI PERTANAMAN JERUK -, Heru; Ramadhan, Tris Haris; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parasitoid merupakan salah satu musuh alami kutudaun yang penting untuk pengendalian hayati. Pada tanaman jeruk sering ditemukan kutu daun T. citricidus yang dapat merusak tanaman baik langsung maupun tidak langsung. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi spesies parasitoid dan menghitung keragamannya, terutama yang menyerang T. citricidus di Areal pertanaman jeruk desa Serumpun Buluh Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu mulai bulan Oktober 2012 sampai November 2012. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei lapangan yang dilakukan pada kebun tanpa perlakuan di Desa Serumpun Buluh dengan cara pengamatan secara langsung. Tanaman yang terpilih sebagai tanaman yang sampel diamati berdasarkan arah mata angin yaitu Timur, Barat, Utara dan Selatan. Variabel yang diamati adalah Populasi T. citricidus , Suhu dan Curah hujan, spesies Parasitoid, Keragaman Parasitoid dan Indeks Dominansi parasitoid. Hasil pengamatan didapatkan semua imoga parasitoid pada pohon contoh merrupakan family Braconidae. Spesies parasitoid yang diperoleh yaitu parasitoid sp1 yang diduga spesies Lipolexis gracilis Haliday, parasitoid sp2 yang diduga adalah spesies Lysiphlebus testaceipes (Cresson), dan parasitoid sp3 yang diduga spesies Lipolexis oregmae. Berdasarkan nilai Indeks Keanekaragaman Shannon, diperoleh angka 0.33 untuk keragaman parasitoid pada bagian timur dan 0,22 pada bagian barat serta nol (0) pada bagian utara dan selatan. Keragaman parasitoid tergolong rendah. sedangkan untuk perhitungan indeks dominasi spesies didapatkan nilai: parasitoid sp1 10,53%, parasitoid sp2 5,26% dan parasitoid sp3 82,21%. Kata kunci: Braconidae, Keragaman, Toxoptera citricidus
UJI PREFERENSI BEBERAPA JENIS BAHAN UNTUK DIJADIKAN UMPAN TIKUS SAWAH ( Rattus argentiventer ) Dedi, Dedi; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) merupakan hama utama padi di Indonesia. Pemilihan jenis umpan yang tepat merupakan salah satu keefektifan dalam pengendalian tikus secara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi tikus sawah terhadap jenis-jenis bahan untuk pembuatan umpan tikus sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cendrawasih Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya, mulai tanggal 4 September 2012 sampai 4 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu dengan pemasangan umpan-umpan pada lahan sawah yang terserang tikus. Umpan dipasang sebanyak 15 unit, setiap unit terdiri atas 9 macam umpan yaitu : ikan teri, ubi kayu,mie instant, kelapa sangrai, kelapa bakar, beras, gabah, rebon dan jagung pipil, jarak antar unit umpan 50 m. Preferensi ditentukan berdasarkan nilai SDR dari masing-masing bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri merukan jenis umpan yang paling disukai dengan nilai SDR 19,54 yang kemudian disusul mie instan 13,69 %, kelapa sangrai 12,38 %, jagung 11,73 %, rebon 11,08 %, kelapa bakar 9,12 %, ubi kayu dan gabah 7,82 % serta beras 6,84 %. Kata kunci : Preferensi, Tikus sawah, Umpan.
PENGARUH TEPUNG SUKUN SEBAGAI SUBSTITUSI BAHAN PENGISI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SOSIS AYAM Fauziah, Siti; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; -, Sholahuddin
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan tepung sukun sebagai substitusi tepung tapioka yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori sosis ayam terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu substitusi tepung sukun yang terdiri dari lima perlakuan yaitu substitusi 0 g, 10 g, 20 g, 30 g, dan 40 g. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar serat kasar, kadar karbohidrat dan uji sensori. Data yang diperoleh pada hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan uji F (ANOVA), jika berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur dengan taraf 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan hasil terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Berdasarkan hasil analisis fisikokimiaa dan organoleptik dengan perlakuan terbaik 0 g menghasilkan kadar air 9,10%, abu 3,05 %, protein2,28%, lemak 21,88%, serat kasar 13,79% dan kadar karbohidrat 67,38 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu rasa 3,28 (enak), warna 3,52 (agak krem), kekenyalan 3,36 (agak kenyal), kesukaan 2,92 (suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis tanpa substitusi tepung sukun menghasilkan nilai indektifitas tertinggi. Namun demikian substitusi tepung sukun dengan taraf 10 % memiliki nilai indektifitas terbaik kedua selain tanpa substitusi. Kata kunci : sosis, tepung sukun, tapioka, sensori, fisikokimia
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Yuniarti, Indri; -, Radian; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kubis bunga adalah salah satu tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.Budidaya kubis bungadi Kalimantan Barat masih belum dilakukan secara luas, karena pengetahuan petani masih sangat minim.Budidaya kubis bunga merupakan upaya meningkatkan hasilkubis bunga dengan cara meminimalkan penggunaan pupuk kimia. Dengan demikian menggunakan pupuk kandang kotoran sapi pada tanaman kubis bungadiharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bungadi tanah gambut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut.Penelitian ini dilakukan di dalam rumah plastik yang berlokasi di Cipta Mandiri II blok. i No. 25, Kecamatan Kapuas Kanan Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dimulai 5 Februari 30 Juni 2012.Rancanganpenelitian menggunakan metode eksprimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga terdapat 72 sampel tanaman.Perlakuan tersebut masing-masing sebagai berikut : p0 = Tanpa pupuk kandang, p1 = 75 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 10 ton/ha, p2 = 112,5 g/polybag pupuk kandang sapisetara dengan 15 ton/ha, p3 = 150 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 20 ton/ha, p4 = 187,5 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 25 ton/ha, p5 = 225 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 30 ton/ha.Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun (helai), berat basah tanaman (g), volume akar, berat bagian atas (g), berat bunga (g), keliling bunga (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap berat basah tanaman dengan rerata 2048,16 g, berat bagian atas dengan rerata 1939,73 g, berat bunga dengan rerata 507,64 g, dan keliling bunga 112,72 g.Namun perlakuan ini tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan volume akar. Kata kunci :Pupuk Kandang Sapi, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Bunga, Tanah gambut.
EVALUASI KESUBURAN TANAH UNTUK REPLANTING KELAPA SAWIT DI AFDELING I (SATU) PTPN XIII KABUPATEN LANDAK Adil Saut Parulian; Joni Gunawan; Feira Budiarsyah Arief
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2465

Abstract

Replanting tanaman kelapa sawit merupakan salah satu upaya alternatif untuk mempertahankan kelangsungan perkebunan kelapa sawit. Akan tetapi, penggunaan lahan replanting untuk penanaman sawit dengan bibit baru memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah tingkat produktivitas lahan serta adanya kemungkinan perubahan struktur tanah akibat penanaman kelapa sawit pada masa sebelumnya. Produktivitas lahan dipengaruhi oleh status hara serta tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penanaman kembali pada lahan replanting, perlu diketahui kandungan pH tanah, Nitrogen, Fospor, Kalium, kandungan C-Organik, Kapasitas Tukar Kation dan tingkat Kejenuhan Basa sehingga dapat diketahui status kesuburan tanah pada lahan tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survey lapangan yang dilakukan pada areal perkebunan kelapa sawit Afdeling I PTPN XIII Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Sampel diambil dengan metode pengambilan sampel secara zig-zag pada titik yang telah ditentukan pada tiap blok, pengambilan sampel dilakukan pada dua kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm. Pengambilan sampel juga dilakukan terhadap dua lahan pembanding yaitu lahan perkebunan pribadi dan kawasan hutan, masing-masing sebanyak 10 titik pada dua kedalaman yang sama. Sampel tanah dari tiap lokasi dikompositkan dan kemudian dianalisa. Analisa tanah dilakukan di laboratorium kimia dan ditentukan statusnya berdasarkan PPT tahun 1983. Dari hasil penelitian diketahui status hara dan tingkat kesuburan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah sehingga perlu dilakukan upaya-upaya guna meningkatkan status hara dan kesuburan tanah pada lahan tersebut agar dapat digunakan secara maksimal untuk penanaman tanaman kelapa sawit. Kata Kunci : Replanting, Kelapa Sawit, PTPN XIII
ANALISIS FAKTOR EPIDEMI PENYAKIT HAWAR BELUDRU (VELVET BLIGHT) PADA TANAMAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Sandi Sandi; Iman Suswanto; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2641

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara faktor budidaya dan lingkungan terhadap keparahan dan insiden penyakit hawar beludru pada lada. Penelitian dilakukan di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing selama 3 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan kuisioner terbuka digunakan untuk melihat variabel yang berkaitan dengan penyakit hawar beludru. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 kebun yang diamati didapatkan keparahan penyakit berkisar antara 6% sampai 88% dengan masing- masing tingkat keparahan penyakit adalah 13 kebun kategori ringan, 9 kebun kategori sedang dan 3 kebun dengan kategori berat. Sedangkan insiden penyakit rata- rata 80%. Kebun dengan tingkat keparahan penyakit kategori berat terdapat pada kebun yang berbatasan dengan kebun karet, sistem tanam tumpang sari, penggunaan tanjar hidup, varietas Bengkayang, tanaman menghasilkan, pemupukan NPK rendah, tidak memberi pupuk organik, keadaan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari berada pada di atas atau di bawah keadaan normal yang diinginkan tanaman. Kata kunci : insiden penyakit, keparahan penyakit, tanaman lada, penyakit hawar beludru.

Page 2 of 4 | Total Record : 37