cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Desember 2013" : 39 Documents clear
PENGARUH KOMPOS BAGASE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH ALLUVIAL MARYANDI, ASTIAN; MUSTAMIR, ELLY; MULYADI, ACHMAD
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae Var. Acephala) sebagai tanaman hortikultura merupakan salah satu jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan diminati oleh masyarakat. Budidaya kailan pada tanah alluvial dihadapkan pada beberapa kendala, antara lain alluvial mempunyai kandungan liat yang cukup tinggi, serta lapisan olah yang dangkal, selain itu kandungan unsur hara dan bahan organik yang rendah, tingkat keasaman tanah yang tinggi, serta memiliki permeabilitas yang lambat dan cukup peka terhadap erosi. Salah satu bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan budidaya kailan pada tanah alluvial adalah kompos bagase. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh kompos bagase terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan pada tanah Alluvial. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya ada 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: k1 = 210 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 9% bahan organik, k2 = 413 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 11% bahan organik, k3 = 613 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 13% bahan organik, k4 = 813 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 15% bahan organik, k5 = 1.011 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 17% bahan organik. Variabel yang diamati adalah: Luas daun (cm2), kehijauan daun (spad unit), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman (g). Pemberian kompos bagase pada tanaman kailan di tanah alluvial memberikan hasil terhadap variabel luas daun, berat segar dan berat kering tanaman. Hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan k2 dengan dosis 413 g/polybag setara dengan 11 % bahan organik terhadap luas daun dengan hasil 753 cm2, berat segar dengan hasil 66,26 g dan juga terhadap berat kering tanaman dengan hasil 5,74 g. Sedangkan terhadap kehijauan daun dan volume akar tidak menunjukan hasil yang baik Kata Kunci : Kailan, Kompos Bagase, Tanah Alluvial
OPTIMASI PRODUK KERAJINAN ROTAN PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) DANGAU DAIK DI DESA PANDU RAYA KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Muhartini, Muhartini; Muani, Ani; Kurniati, Dewi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Kerajinan Rotan merupakan salah satu usaha kecil rumah tangga informal dengan memanfaatkan hasil rotan yang tumbuh di daerah tempat tinggal penduduk menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual tinggi serta memberikan sentuhan seni yang menarik pada setiap produk yang dihasilkan. Setiap usaha menginginkan hasil produksi yang lebih maksimal dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Masalah yang sering dihadapi oleh pengrajin salah satunya adalah kesulitan dalam menentukan jumlah produksi yang optimal. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui jumlah masing-masing produk yang dihasilkan oleh pengusaha kerajinan rotan agar mencapai keuntungan yang optimal. (2) Untuk mengetahui berapa banyak produk optimal yang diproduksi dengan kendala dan keterbatasan yang ada dalam optimasi produk kerajinan rotan pada Industri Kecil Menengah (IKM) Dangau Daik. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa keuntungan optimal sebesar Rp 9.122.396,- dengan kondisi yang sudah optimal terdapat pada jenis produk jarai pengambin besar sebanyak 2 unit, keranjang hiasan sebanyak 0,7816 = 1 unit, tikar bidai ukuran 2x2m sebanyak 4 unit dan tikar bidai ukuran 2x1,5m sebanyak 1 unit. Pengrajin kerajinan rotan menghadapi kendala-kendala dalam upaya memaksimumkan keuntungan, berupa proses produksi dalam bentuk keterbatasan sumberdaya yang dimiliki yaitu meliputi kendala modal, jam tenaga kerja, dan permintaan. Kata Kunci : Optimasi, Keuntungan, Model LP, Software POM For Windows, Produk Kerajinan Rotan.
WATER QUALITY STUDIES FOR IRRIGATION ON SUB WATERSHEDS NGARAK WATERSHEDS MANDOR florianus selvinus vivin; Saifudin Saifudin; Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3380

Abstract

Watersheds is an area where all the water goes into the river that separated by topography, watershed condition at an area will show the conditions that exist in the surrounding environment. This study aims to determine the classification spesific water for irrigation in the watershed Ngarak District Overseer. This research was done in two (2) outlets located on the watershed Ngarak Mandor District outlet A and outlet B. The study took place from December 2012 until May 2013, with a total area of approximately 6,750 ha. This study begins by collecting biophysical data that includes classroom watershed slope, soil type, land use, rainfall and agriculture. The Method of water quality analysis has done of direct measurements in the field and laboratory measurements with observational parameters include: Salinity, Boron, SAR, RSC, temperature, water pH, flow discharge, Brightness, alkalinity, and Content of Sediments. The measurement results of water samples showed an average salinity values ??ranged from 0.0073 ds / m - 0.077 ds / m, the average level of Boron ranged from 0.017 mg / l - 0.018 mg / l. Average SAR values ??ranged from 1.003 to 1.486, the average RSC ranged between 0.0062 meq / l - 0.0314 meq / l, and a supporter of the variables, the average water temperature ranged between 26.68 C0 - 27, 12 C0, the average pH of the water ranged from 6.73 to 6.85, the average flow discharge ranged from 0.979 m3/second - 2,017 m3/second, Brightness average water ranged from 48.6 cm - 110.8 cm, and alkalinity ranged from an average of 5.26 mg / l - 7.18 mg / l and the average content of sediments ranged from 5.4 mg / l - 18.8 mg / l. Based on the analysis and calculation of the main variables and the supporting variables, the water Watershed District Overseer Ngarak can be used for irrigation because it is based on the classification of the suitability of water for irrigation, watershed Ngarak Mandor District on appropriate criteria for irrigation class.
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MARJIN PEMASARAN KARET RAKYAT DI DESA TAPANG PULAU KECAMATAN BELITANG HILIR KABUPATEN SEKADAU Sri Pujiati; Novira Kusrini; Dewi Kurniati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4099

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi marjin pemasaran dan menganalisis elastisitas transmisi harga yang terjadi dalam pemasaran karet rakyat di Desa Tapang Pulau Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau. Metode penelitian dilakukan dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Tapang Pulau Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau sebagai daerah penilitian dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan wilayah yang terluas pengguanaan lahan karetnya bila dibandingkan dengan desa lain yang ada di kecamatan Belitang Hilir. Pengambilan jumlah sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan Stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor yang mempengharuhi marjin pemasaran karet lump adalah harga ditingkat petani (X1) , jumlah lembaga pemasaran yang dilalui (X3) dan jarak petani denganbarik (X4). Nilai elastisitas transmisi harga pada pemasaran karet lump di Desa Tapang Pulau untuk saluran pemasaran I sebesar 0,0903, saluran pemasaran II dan III sebesar 0,078. Nilai elastisitas transmisi harga yang diperoleh untuk semua saluran pemasaran lebih kecil dari 1, Artinya setiap perubahan harga ditingkat pengecer sebesar 1% maka akan mengakibatkan perubahan harga kurang dari 1% ditingkat produsen (petani). Kata kunci : Karet Lump, Marjin Pemasaran, Transmisi Harga
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN PEREKONOMIAN DAN KOMODITI PERTANIAN DI KABUPATEN KAYONG UTARA cholid, irfan; yurisinthae, erlinda; komariyati, komariyati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kayong Utara merupakan pemekaran dari Kabupaten Ketapang terbentuk secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007 dan Surat Mendagri No.135/439/SJ tanggal 27 Februari 2007. Sektor perekonomian merupakan alat pertumbuhan ekonomi yang harus diletakkan sesuai dengan fungsi tata ruang. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor basis dan komoditi pertanian unggulan di Kabupaten Kayong Utara. Pertumbuhan sektor-sektor unggulan diketahui dengan analisis LQ, DLQ, dan Shift Share. Data yang digunakan adalah data PDRB Kabupaten Kayong Utara dari tahun 2007-2011 atas dasar harga konstan. Hasil penelitian diketahui bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan dan memiliki kontribusi besar di Kabupaten Kayong Utara diikuti dengan sektor listrik,gas, dan air minum, sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa-jasa, dan sektor industri pengolahan. Komoditi pertanian sub sektor tanaman bahan pangan di Kabupaten Kayong Utara dilihat dari luas panen dan produksinya komoditi padi menjadi basis satu-satunya. Hasil panen per hektar diketahui ada tiga komoditi basis yaitu padi, ubi kayu, dan ubi jalar. Sesuai dengan RPJPD/RPJM Kabupaten Kayong Utara bahwa sektor pertanian menjadi prioritas dalam pembangunan daerah maka harus diberikan perhatian yang serius agar tidak terjadi alih fungsi lahan, pemberian modal kepada petani, serta dukungan regulasi yang lebih baik sebagai upaya dalam memajukan sektor pertanian dan tetap menjadi sektor basis. Kata kunci : sector unggulan, Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift Share.
Studi Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jemelak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Kabupaten Sintang Jenius Mero; Saifudin Saifudin; Asadi Asadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4076

Abstract

ABSTRAK JENIUS MERO, Studi Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jemelak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Kabupaten Sintang dibawah bimbingan bapak Ir. Saifudin, M.Si dan bapak Ir. H. Asadi, MP. Air adalah materi yang berharga bagi makhluk hidup. Tidak ada air tidak mungkin ada kehidupan, karena air merupakan penyusun utama tubuh makhluk hidup. Perubahan waktu yang begitu cepat menyebabkan kebutuhan air oleh manusia semakin meningkat untuk berbagai keperluan dan salah satu sumber air yang digunakan adalah sungai. Pada saat ini sungai sudah berada dalam keadaan yang kritis dimana kondisi DAS mengalami perubahan. Perubahan keadaan DAS ini disebabkan adanya perubahan aktivitas tata guna lahan pada daerah hulu sungai seperti perambahan hutan, alih guna hutan menjadi perkebunan, limbah industri maupun rumah tangga yang pada akhirnya tidak hanya memberi dampak pada daerah hulu saja tetapi juga menimbulkan dampak pada daerah tengah dan hilir sungai. Penelitian bertujuan untuk mempelajari karakteristik Sub DAS Jemelak yang terletak di Kecamatan Sintang dan Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat dan secara geografis Sub DAS Jemelak terletak antara 11102951.132 BT 11103712.155 BT dan 00625.961 LU 00159.811 LU dan mempunyai luas 4.588 Ha. Hasil analisis di lapangan pH air di Sub DAS Jemelak rata-rata sebelum hujan (surut) adalah 4,35 dan pada saat setelah hujan (pasang) adalah 4,61, suhu 270C, kecerahan 59,66 cm, debit aliran sebelum hujan (surut) rata-rata 1,15 m3/detik dan setelah hujan (pasang) adalah 2,74 m3/detik, Sub DAS Jemelak termasuk ke dalam tipe iklim A. Hasil analisis di laboratorium menunjukkan laju sedimen rata-rata sebelum hujan (surut) adalah 8,35 ton/hari, sedangkan rata-rata sesudah hujan (pasang) adalah 70,67 ton/hari. dengan pola drainase denritik dan bentuk drainase memanjang atau seperti bulu burung dengan profil melintang sungai berbentuk segitiga. Orde sungai terdiri dari 2 orde dimana indeks kerapatan drainasenya tergolong kategori rendah.
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN TANGAN BERBAHAN BAKU BAMBU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PARIT RAJA KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS Januarti Januarti; Erlinda Yurisinthae; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4027

Abstract

JANUARTI, Kontribusi Pendapatan Usaha Kerajinan Tangan Berbahan Baku Bambu Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas, dibawah bimbingan Dr. Ir. Erlinda Yurinsinthae, MP. selaku dosen pembimbing pertama dan Ir. Adi Suyatno, MP. selaku dosen pembimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha kerajinan tangan berbahan baku bambu, serta untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan usaha kerajinan tangan tersebut terhadap pendapatan keluarga pengrajin di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 responden (50% dari populasi) dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : pendapatan rata-rata dari usaha kerajinan tangan berbahan baku bambu yaitu berupa caping bambu sebesar Rp 3.494.368/thn. Total pendapatan yang diperoleh dari usaha kerajinan caping bambu, usahatani padi dan usahatani karet sebesar Rp 19.056.530/thn. Kontribusi usaha kerajinan caping bambu terhadap pendapatan keluarga sebesar 18,35%. Kata kunci : kontribusi, pendapatan keluarga
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Karet Di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas Erpiani Erpiani; Asmahan Akhmad; Joni Gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4039

Abstract

Evaluasi lahan merupakan bagian bentang alam yang mencakup pengertian lingkungan termasuk iklim, topografi, bahkan keadaan vegetasi alam. Adapun evaluasi kesesuaian lahan pada hakekatnya berhubungan dengan evaluasi untuk budidaya perkebunan dan pertanian. Lahan yang di evaluasi adalah lahan yang terletak di Desa Sekura Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas seluas 60 Ha. Lingkup penelitian ini hanya dibatasi pada aspek kesesuian lahan untuk tanaman karet, Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan dan hasil analisis sifat kimia tanah dilaboratorium di ketahui bahwa tempat penelitian memiliki 2 jenis tanah yaitu tanah mineral dan tanah gambut. Pada SPT 1 memiliki kelas kesesuaian lahan aktual tidak sesuai pada saat ini (N1fx) dengan faktor pembatas pH tanah dan kedalaman sulfidik. Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensialnya (S3) sesuai marginal. Pada SPT 2 memiliki kelas kesesuaian lahan aktual ( N1fb) tidak sesuai pada saat ini dengan faktor pembatas pH tanah, bahaya banjir sedangkan kelas kesesuaian lahan potensialnya (S3) sesuai marginal. Kata Kunci: Evaluasi Kesesuaian Lahan tanaman karet.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM ARAB PETELUR PADA PETERNAK BANTUAN MESIN PENGOLAH PAKAN TERNAK DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Setiawati Setiawati; Ani Muani; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4026

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat pendapatan yang diperoleh peternak pada usaha ternak ayam arab petelur dengan adanya bantuan mesin pengolah pakan ternak dan untuk melihat kaitan antara volume penjualan minimal, harga jual serta jumlah produksi yang harus diusahakan agar usahanya tidak rugi dan memberikan sejumlah laba tertentu. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis BEP dan analisis R/C Ratio dan Rumus perhitungan pendapatan. Analisis BEP digunakan untuk melihat hubungan antara volume penjualan minimal, jumlah produksi. Analisis R/C ratio dihitung berdasarkan penerimaan dan biaya untuk melihat kelayakan usaha ternak ayam arab petelur dari segi untung atau rugi suatu usaha yang dilakukan peternak. Hasil perhitungan dan analisa menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan peternak ayam arab petelur di Desa Pal IX adalah sebesar Rp.34.532.336/Th artinya peternak memperoleh nilai selisih antara biaya dan penerimaan sebesar Rp.34.532.336/Th. Rata-rata nilai BEP rupiah 2.894.758 artinya nilai penjualan atau nilai produksi minimal yang harus dilakukan peternak sebesar Rp 2.894.758 dan rata-rata nilai BEP unit sebesar 2.209 artinya jumlah produksi yang harus dihasilkan peternak sebanyak 2.209 butir telur. Nilai R/C ratio usaha ternak ayam petelur sebesar 3,23, artinya angka tersebut lebih tinggi dari 1,00 yang merupakan indikasi bahwa suatu usaha ternak ayam arab petelur di Desa Pal IX menguntungkan. Kata kunci : Pendapatan, usaha ternak ayam, ayam arab,bantuan mesin pengolah pakan.

Page 4 of 4 | Total Record : 39