cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 59 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 4" : 59 Documents clear
IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas sp. PADA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT Qutsiyeh, Qutsiyeh; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66491

Abstract

Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan salah satu dari sekian banyak ikan air tawar yang terdapat di danau, sungai-sungai besar, kecil maupun di kanal-kanal dan parit. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian spesies ini adalah dengan cara melakukan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Aeromonas sp. pada ikan tengadak yang dibudidayakan di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu UPT-PBAPL Kecamatan Anjongan dan SKIPM Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan uji bakteri dilakukan dengan metode konvensional. Sampel selanjutnya dilakukan uji laboratorium, dengan parameter berupa gejala klinis, karakteristik morfologi dan koloni bakteri serta uji biokimia. Parameter penunjang yang digunakan berupa kualitas perairan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan sampel ikan tengadak tidak terdapat gejala klinis serangan bakteri. Sebagian besar koloni bakteri berbentuk bulat, tepian rata, warna krem dan elevasi cembung. Morfologi sel bakteri berbentuk batang pendek dan berwarna pink. Uji biokimia menunjukan gram negatif, oksidase positif, katalase positif, indol positif dan negatif, motility positif, ornithine dekarbokxilase negatif, glukosa positif, membentuk dan tidak membentuk gas, serta bersifat fermentatif. Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa ikan tengadak terinfeksi bakteri Aeromonas sp. Yang bersifat parasit namun tidak mengganggu dan belum mampu menimbulkan penyakit pada ikan tersebut. Parameter kualitas air berupa suhu, pH dan Do layak untuk komoditas budidaya ikan air tawar.
DINAMIKA POPULASI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SUNGAI RENGAS, KABUPATEN KUBURAYA Jesila, Lila; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66492

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu jenis hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui sebaran frekuensi panjang ikan, hubungan panjang dan berat, parameter pertumbuhan, serta mortalitas dan laju eksploitasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software FISAT II Ver. 1.2.2 Tahun 2005 yang dikeluarkan oleh FAO-ICLARM. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai dengan bulan Februari 2023. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel ikan tongkol adalah metode systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukan sebaran frekuensi panjang cagak ikan tongkol selama penelitian diperoleh panjang minimum 30,7 cm dan panjang maksimum 56,5 cm. Persamaan hubungan panjang dan berat ikan tongkol adalah W = 0,0918L2,592 dengan koefisien determinasi (R2) 0,853. Pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Koefisien pertumbuhan (K) adalah 0,70 per tahun dengan panjang asimtotik (L∞) sebesar 56,50 dan umur teoritis mula-mula (t0) sebesar -0,714 per tahun. Laju mortalitas total (Z) adalah 1,65 per tahun, mortalitas alami (M) sebesar 1,21 per tahun, laju mortalitas penangkapan (F) sebesar 0,44 per tahun dan laju eksploitasi (E) sebesar 0,27. Nilai laju eksploitasi ini belum melebihi nilai eksploitasi optimum 0,5
PENGARUH KAPUR DAN BOKASHI TKKS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Roma, Natasya Vidia; Abdurrahman, Tatang; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66493

Abstract

Kedelai Edamame merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang menjadi sumber protein nabati utama masyarakat Indonesia. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman kedelai edamame yaitu tanah podsolik merah kuning. Tanah podsolik merahkuning sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah jelek pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti kapur dolomit dan bokashi tandan kosong kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi kapur dolomit dan bokashi tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat 2, Gg. Sejahtera. Penelitian ini berlangsung dari bulan November 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama kapur terdiri dari 3 taraf yaitu d1 = 15 ton/ha setara dengan 75 g/polibag, d2 = 18 ton/ha setara dengan 90 g/polibag dan d3 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag. Faktor kedua bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 5 ton/ha setara dengan 25 g/polibag, b2 = 10 ton/ha setara dengan 50 g/polibag dan b3 = 15 ton/ha setara dengan 75 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian kapur dosis 18 ton/ha dan bokashi TKKS 10 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame yang terbaik pada tanah podsolik merah kuning.
SERAPAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT DESA SIJANG KABUPATEN SAMBAS Wibianto, Rizki Lambang; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66745

Abstract

Kelapa sawit yang dibudidayakan di Kabupaten Sambas mempunyai produksi yang berbeda-beda di setiap lahan. Perbedaan produksi di setiap lahan di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi produksi tanaman kelapa sawit adalah kondisi tanah dan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman agar tumbuh maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kadar hara N, P, K, Mg, Cu dan Boron pada Satuan Peta Lahan yang sudah diklasifikasikan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit dan mengelompokannya dalam kategori defisiensi, optimum, dan berlebih, mengetahui serapan hara N, P, dan K pada tanaman kelapa sawit, dan memberikan rekomendasi pemupukan tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawit swadaya masyarakat Desa Sijang Kabupaten Sambas. Parameter penelitian yaitu Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Tembaga, dan Boron. Hasil Analisis menunjukkan bahwa kadar hara N, P, K, Mg, Cu, dan Born pada SPL 1 tergolong defisiensi sampai berlebih, SPL 2 tergolong defisiensi sampai berlebih, dan SPL 3 tergolong defisiensi sampai berlebih. Pada masing-masing SPL di Rekomendasikan dosis pemupukan N, P dan K untuk SPL 1 (Urea 7,5 kg/pohon/tahun, SP-36 0,5 kg/pohon/tahun, KCL 1,75 kg/pohon/tahun), SPL 2 (Urea 2,75 kg/pohon/tahun, SP-36 0,35 kg/pohon/tahun, KCL 3,75 kg/pohon/tahun), dan SPL 3 (Urea 9,5 kg/pohon/tahun, SP-36 1,1 kg/pohon/tahun, KCL 4,5 kg/pohon/tahun).
STATUS HARA N, P, DAN K TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA SUNGAI KERAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG Lusi, Lusi; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66872

Abstract

Status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan hara yang tersedia di dalam tanah. Status hara diperoleh melalui survey lapangan dan analisis unsur hara di laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah serta memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Keran Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Lokasi penelitian merupakan lahan kelapa sawit dengan umur tanaman yang berbeda yakni, umur 5 dan 9 tahun. Pengambilan sampel menggunakan metode diagonal. Hasil analisis menunjukkan bahwa status hara N,P, dan K pada dua lokasi penelitian berturut-turut Sedang, Sangat Tinggi, dan Rendah. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan pupuk sesuai rekomendasi yang digunakan, maka masing-masing lahan disarankan memberikan dosis pemupukan untuk lokasi A kebutuhan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 2 kg/pohon, Kekurangan dipenuhi dengan pupuk tunggal: 1,16 kg urea/pohon dan 0,94 kg KCl/pohon. Lokasi B 2,9 kg urea/pohon, 0,89 kg SP36/pohon (1,14 kg rock phospate/pohon), dan 2,5 kg KCl/pohon).
PEMETAAN LAHAN RAWAN BANJIR AREAL PERSAWAHAN DI DESA KUALA TOLAK KECAMATAN MATAN HILIR UTARA Alparizy, Dominikus Donny; Krisnohadi, Ari; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66879

Abstract

Banjir terjadi karena faktor manusia dan faktor alam. Faktor fisik pada daerah alir sungai (DAS) adalah faktor alam dan saling terkait dalam kejadian banjir. Banjir yang terjadi di Desa Kuala Tolak, Kabupaten Ketapang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan sungai tolak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kawasan yang berpotensi banjir pada lahan sawah Desa Kuala Tolak. Penilaian potensi banjir suatu wilayah menggunakan metode penelitian dengan dilakukan pemberian skoring dan pembobotan pada kelas di setiap parameter banjir (Suherlan, 2001). Dari hasil peta kerawanan banjir yang dibuat berdasarkan dari data kelas parameter banjir didapat bahwa lahan sawah di Desa Kuala Tolak terdiri dari dua kelas kerawanan banjir yaitu : Kelas Sangat Rawan dengan persentase 1,17% atau seluas 9,24 Ha dan Kelas Rawan dengan persentase 98,83% atau luasnya sebesar 779,77 Ha.Kata Kunci: Pemetaan, Kerawanan Banjir, pasang surut
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KOPI (Coffea Canephora) DI PUNGGUR KECIL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Darmawan, Muhammad Ivan; Krisnohadi, Ari; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66948

Abstract

Evaluasi lahan adalah penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Petani kopi di Kubu Raya masih menghadapi sejumlah persoalan, salah satunya yakni produktivitas kopi segar hanya sekitar tiga ton per hektar terlebih lagi karakteristik pada lahan lokasi penelitian masih belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan data informasi mengenai sifat fisik dan kimia tanah yang dapat memberikan solusi pertumbuhan dan produktivitas tanaman kopi. Penelitian dilakukan di Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat dengan tahapan pengumpulan data dan informasi, survei pendahuluan, survei dan pengambilan sampel tanah di lapangan, analisis lapangan analisis laboratorium serta pengolahan data dan penyajian hasil. Kegiatan evaluasi lahan ini dilakukan dengan luasan 60 hektar dengan jumlah 12 titik pengamatan dengan setiap titik pengamatan mewakili 5 hektar lahan penelitian. Hasil penilaian kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kopi menunjukkan bahwa pada lahan penelitian memiliki faktor pembatas S3-nr,wa. Faktor pembatas S3-nr,wa dengan faktor pembatas kelembaban, kejenuhan, pH H2O dan K-dd. Usaha perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengolahan lahan berkelanjutan dilakukan untuk mengatasi faktor kedalaman gambut dan rekomendasi ameliorant untuk mengatasi pH, kematangan gambut dan kejenuhan basa. Jika dikaitkan dengan fakta yang ada di lapangan kelas kesesuaian lahan potensialnya bisa mencapai kelas sesuai (S3).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA PANGGI RUGUK KECAMATAN KETUNGAU TENGAH KABUPATEN SINTANG Putra, Herlangga Eka; Hazriani, Rini; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit di wilayah Desa Panggi Ruguk Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode grid dengan jarak 200 x 250 meter dengan jumlah titik sampel sebanyak 12 titik. Penelitian ini dilaksanakan dengan Melakukan pengambilan sampel tanah di lapangan, jumlah sampel tanah yang diambil ada dua sampel tanah, pengambilan dilakukan perkedalaman yaitu pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm, dengan satu SPT, kemudian dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium, Kegiatan yang dilakukan meliput empat tahapan yaitu : Persiapan, Kegiatan lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan data pembuatan peta dan penyusunan laporan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit di daerah lokasi penelitian masuk kedalam Kelas N1(tidak sesuai) dengan luas 100 ha. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari pemupukan dan pengapuran. Tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam dengan kisaran pH <4,5 (4,16) sehingga untuk mengatasi keadaan tanah yang bereaksi sangat masam tersebut perlu dilakukan rekomendasi pengapuran. Perhitungan dilakukan berdasarkan atas kadar Al-dd yang dapat ditukar pada tanah permukaan, dengan asumsi peningkatan pH menjadi 5,5. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Jumlah kapur yang dibutuhkan adalah 5,13 Ton/ha. Pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian adalah pupuk N (urea) = 205,22 Kg/ha, pupuk P (SP-36) = 131,44 Kg/ha dan pupuk K (KCL) = 201,33 Kg/ha.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG HIJAU PADA TANAH GAMBUT Kadir, Kadir; Hadijah, Siti; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67164

Abstract

Pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang diaplikasikan pada tanah gambut dapat memperbaiki porositas tanah, meningkatkan komposisi mikroorganisme tanah, meningkatkan daya ikat air tanah, serta diharapkan dapat menekan ketergantungan tanaman terhadap pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui salah satu perlakuan kombinasi pupuk kadang ayam dan pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil terung hijau pada tanah gambut. Penelitian dilakukan di Kota Pontianak, pada bulan Januari-Maret 2023. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yaitu kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK (40 ton/ha+50 kg/ha; 35 ton/ha+100 kg/ha; 30 ton/ha+150 kg/ha; 25 ton/ha+200 kg/ha; 20 ton/ha+250 kg/ha; dan 15 ton/ha+300 kg/ha). Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaplikasian pupuk kandang ayam 40 ton/ha dan pupuk NPK 50 kg/ha merupakan kombinasi perlakuan efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung hijau terlihat pada variabel berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman.
STATUS MUTU AIR DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG Setiawan, Andre; Soetignya, Widadi Padmarsari; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67190

Abstract

Danau Jemut sebagai salah satu kawasan dengan sumberdaya ikan yang tinggi dan telah mengalami degradasi. Untuk itu, pola pengelolaan perikanan yang berkelanjutan mutlak diperlukan untuk menjamin terjaganya keanekaragaman hayati dan potensi pemanfaatan sumber dayanya. Danau Jemut diduga tercemar karena adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Destructive Fishing dan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan status mutu air di Danau Jemut Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan September-Oktober 2022. Adapun penelitiannya terdiri dari pengukuran parameter Fisika, Kimia dan Biologi. Pengukuran parameter Fisika yaitu Suhu, kecerahan, dan TSS. Parameter Kimia yaitu DO, pH, Nitrat, Fosfat dan BOD. Parameter Biologi yang diukur yaitu Kelimpahan Plankton. Setelah parameter kualitas air yang diukur kemudian dilakukan Analisis dengan Metode STORET dan Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan Parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu adalah suhu, kedalaman, kecerahan, TSS, DO dan nitrat. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah pH, fosfat dan BOD. Status mutu air menggunakan metode STORET menunjukkan kondisi tercemar sedang dengan metode Indeks Pencemaran menunjukkan kondisi tercemar ringan. Status mutu air Danau Jemut sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan dapat dijadikan daerah reservat perikanan.