cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
Pertumbuhan dan hasil cabai rawit akibat kotoran burung walet pada tanah aluvial Eka Yulianingsih; Rini susana; astina .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kotoran burung walet yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung mulai 10 Oktober 2019 sampai 9 Januari 2020. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu kotoran burung walet terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan, dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, jumlah keseluruhan ada 100 tanaman. Perlakuan terdiri dari B1 (205 g/polybag), B2 (432 g/polybag), B3 (659 g/polybag), B4 (886 g/polybag) dan B5 (1.113 g/polybag). Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), berat buah per tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat rerata per buah (g). Hasil penelitian pemberian kotoran burung walet pada cabai rawit memberi respon yang baik pada variabel volume akar, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Dosis kotoran burung walet 886 g/polybag setara dengan 253.21 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial.Kata Kunci : aluvial, cabai rawit, kotoran burung walet
PENGARUH DOSIS NPK PADA BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Yuspika, Beciana; Mustamir, M.Sc, Ir. Elly; Warganda, MMA, Ir.
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang hijau dihadapkan padabeberapa kendala seperti rendahnya kandungan unsur hara esensial. Salah satu usaha untukmemenuhi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial yang rendah adalah denganpenambahan pupuk NPK Lao Ying. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksiantara jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacanghijau pada tanah aluvial. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan FakultasPertanian Universitas Tanjungpura mulai pada tanggal 14 Januari 2020 sampai 24 Maret 2020. . Hitpotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga dengan jaraktanam 40 x 20 cm dan dosis NPK 200 kg/ha atau setara 34 g/petak dapatmemberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau terbaik pada tanahaluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan bentuk Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor yakni jarak tanam dan dosis NPKyang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali,sehingga terdapat 27 petak. Perlakuan yang dimaksud adalah 2 faktor yaitu jarak tanam dandosis NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: j1 = 40 x 10 cm, j2 = 40 x 20 cm, j3 =40 x 30 cm dan dosis NPK terdiri dari 3 taraf yaitu : p1 = 200 kg/ha atau setara 34 g/petak,p2 225 kg/ha atau setara 45 g/petak, p3 = 250 kg/ha atau setara 56 g/petak. Variabelpengamatan dalam penelitian ini adalah Luas Daun (cm), Volume Akar (cm), Berat KeringTanaman (g), Jumlah Polong Per Tanaman (polong), Jumlah Biji Per Polong (biji), BeratBiji Kering Per Tanaman (g) dan berat 100 biji kering (g). Sedangkan variabel penunjang yaitu suhu udara, kelembaban, curah hujan dan pH tanah. Berdasarkan hasil penelitianini ditemukan bahwa interaksi antara dosis jarak tanam dan dosis pupuk NPKberpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman.3
ANALISIS KARAKTERISTIK RESPONDEN KOPI BUBUK INSTAN INDOCAFE DI KOTA PONTIANAK Dita Arista; Eva Dolorsa; Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38941

Abstract

Semakin banyaknya pelaku usaha minuman membuat semakin ketatnya persaingan bisnis. Agar dapat menghadapi persaingan tersebut maka pelaku usaha perlu mengetahui karakteristik konsumen yang mereka tuju agar tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kosumen kopi bubuk instan Indocafe di Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan desain deskriptif analitik terhadap 150 responden secara purposive sampling. Perolehan data di input dan ditabulasikan pada Microsoft Excel yang selanjutnya akan diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen kopi Instan Indocafe di dominasi oleh kaum laki-laki berusia 17-25 tahun, pendidikan terakhir rata-rata SMA dengan status belum menikah dan pekerjaan sebagai wiraswasta. Jumlah anggota keluarga sebanyak 3 sampai 4 orang, pendapatan sebesar Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000. Jenis kopi Indocafe yang dibeli adalah Indocae Cappuccino dengan frekuensi pembelian 1 sampai 2 kali. Produsen perlu memfokuskan produk berdasarkan kategori tersebut untuk menetukan target pasar atau pasar sasaran.
THE EFFECT OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER CONCENTRATION OF GOAT MANURE ON THE GROWTH AND YIELD OF CHERRY TOMATOES ON PEAT SOILS Fauzan, Rizki; ., Nurjani; ., Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer of goat manureon the growth and yield of cherry tomatoes on peat soil. The research was conducted fromJanuary 13th 2019 to April 21th2019 in the garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of liquid organic fertilizer concentration as a single factor. The treatments were designed in five levelsof concentrationwith 5 replications and 4 sample plants. The treatment were 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. The variables observed in this study were plant height, root volume, root dry weight, of the plant dry weight, plant dry weight, amount of fruit crops, weight of fruit crops, weight of fruit. Based on the results of the study, it can be concluded that giving various concentrations of liquid organic fertilizer of goat manurecannot increase growth, but can inrease cherry tomato yield on peat soils. Giving liquid organic fertilizer goat manure with concentration 20% indicates the effective concentration for cherry tomato plants on peat soils. Keywords: cheryy tomatoes, goat manure, liquid organic fertilizer,peat soils
EFFECT OF ATRAZINE AND MESOTRION HERBICIDES AND THEIR MIXTURES AGAINTS TUTON GRASS (ECHINOCHOLA COLONA) JANUALIUS JANUALIUS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41758

Abstract

Weed is a plant that is detrimental to human interest. this study aims to evaluate the effect of atrazine and mesotrion herbicides and their mixtures on weed echinochola colona. the study was conducted at the experimental garden and pestiside Laboratory of the faculty of agriculture, Tanjungpura University, Pontianak in september - November 2019. The research was carried out using a randomized block design. the herbicide used is atrazine, mesotrion and its'mixture. Each herbicide treatment consisted of 5 dose levels, plus control, with 5 replications in each treatment. Weed poisoning intensity and weed dry weight data were observed. Probit analysis is used for SAS applications. Mesotrion herbicide with a dose of 0.63 1/ha, 1.25 1/ha and 2.5 1/hacan inhibit the growth of echinocholoa colona weeds, but cannot completely kill weeds.
PENDUGAAN STOK LOBSTER PAKISTAN (Panulirus polyphagus) DI KAWASAN PANTAI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Rosikin Rosikin; Widadi Padmarsari Soetignya; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.43924

Abstract

One of the fisheries commodities that are currently the mainstay of Indonesia's exports is lobster ( Panulirus spp ). Lobster is a very potential fishery product, because lobster has a high selling value and high nutrition. This research was conducted for four months, from December 2019 to March 2020 and the object under study was the pakistani lobster (Panulirus polyphagus).This research was conducted to estimate pakistani lobster stock in the beach area of Sebubus Village, Paloh District, Sambas Regency. Based on the results of the research, the ratio of male to female sex was 2.1: 1. The relationship between length and weight produces a negative allometric growth pattern. The growth rates of male and female Pakistani lobsters were 103.95 mm and 98.4 mm. The growth coefficient of  male and female lobsters is 0.51 per year and 1.01 per year. Natural mortality of male and female lobsters is 0.66 per year and 1.05 per year and lobster mortality is caused by natural mortality factors. The exploitation rates for male and female lobsters are -0.13 per year and  0.39 per year, so the exploitation of lobsters is under fishing because the E value is below 0.5. The pattern of recruitment in male lobsters has one peak, namely in March and in females there are three peaks, namely in Juli, September and October.
KARAKTERISASI PERTUMBUHAN GENERATIF PADI BERAS HITAM (PODI ITAM) ASAL SIMPANG HULU KABUPATEN KETAPANG VENLIANUS TAPANG; Darusalam .; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44894

Abstract

Padi beras hitam asal Kabupaten Ketapang Kecamatan Simpang Hulu merupakan varietas padi lokal, karakterisasi kultivar padi lokal sangat diperlukan untuk memahami karakter spesifikasi sehingga dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki. Penelitian karakterisasi padi hitam asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini melihat karakter morfologi fase generative padi beras hitam asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapang pada tanah aluvial. Benih yang digunakan adalah benih yang berumur 21 hari setelah semai, ditanam tunggal (1 bibit/lubang tanam) dengan jarak tanam 25 x 30 cm. hasil penelitian diperoleh ketegaran batang yang agak kuat, tinggi tanaman (>125 cm), menguningnya daun segera dan cepat, seluruh malai dan leher malai keluar, kerontokan mudah (51%-100%), gabah sebagian fertil (50%-74%), umur tanaman dalam (>150 hst), jumlah anakan produktif sedang (10-19 anakan), sudut batang sedang (±45°), diameter ruas batang bawah 7,3 mm, panjang malai 28 cm, tipe malai tergolong kompak, cabang malai sekunder tidak bercabang, poros malai terkulai, bulu ujung gabah tidak berbulu, panjang gabah (panjang 6,61mm-7,50 mm), lebar biji 2,5 mm, bobot 1000 butir 19 g, warna kulit ari beras ungu dan jumlah gabah permalai banyak ( 200-400 bulir/tanaman).
EFFECTIVITY TEST OF RICE PHYLLOSPHERE BACTERIA AGAINST Xanthomonas Oryzae AND RESPON OF Streptomycin sulfate RESISTANCE Elfidia Simanjuntak; Iman Suswanto; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36744

Abstract

Leaf blight is one of the crucial diseases caused by Xanthomonas oryzae pv.oryzae (Xoo) bacterial. Using of phyllosphere bacteria as biocontrol agents to againts Leaf |Blight disease has problem because can not to combination with synthetic bactericide applied. This study aims to determining potention of rice phyllosphere bacteria isolate against Xanthomonas oryzae pv.Oryzae caused of Leaf Blight Disease, and in vitro test Streptomycin sulfate resistance response. This research was conducted in Plant Disease Laboratory Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura during 2 months. This study used 21 rice filosphere bacteria isolates. This research used paper disc method with concentrate levels 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 250 ppm, 500 ppm. The result of this study showed that 6 isolates of rice filosphere bacteria have the potential to suppress the growth of Xanthomonas oryzae and are resistant to antibiotics (Streptomycin sulfate) up to 500 ppm. Key words: Leaf Blight Disease, biocontrol agent, phyllosphere, Resistance, Bactericide
PENGARUHPUPUKUREATERHADAPPERTUMBUHANDANHASILSAWI HIJAUPADATANAHALUVIAL Yuliantry yuliantry; Ir. Eddy Santoso, M.Agr; Ir. Dwi Zulfita, M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42576

Abstract

Tanamansawihijaumerupakanjenissayuranyangsangatdikenaldikalangan konsumen.Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasiltanamansawihijaupadatanahaluvialyangdilakukandenganpemberianpupuk anorganik yang mengandung nitrogen sepertiurea.Penelitian inibertujuanmencaridosisureayangterbaikuntukpertumbuhandanhasilsawihijaupadatanahaluvial.PenelitianinidilaksanakandikebunpercobaanFakultasPertanianUniversitasTanjungpuraPontianakdimulaitanggal22April–19Mei2020.PenelitianinimenggunakanRancanganAcakLengkap(RAL),terdiridari5perlakuanpupukureadan5ulangan.Setiapperlakuanterdiridari4sampeltanaman,sehinggajumlahtanamankeseluruhannyaadalah100tanaman.Perlakuanyangdimaksudadalahn1=100kg/hasetaradengan0,4g/tanaman,n2=150kg/hasetaradengan0,6g/tanaman,n3=200kg/hasetaradengan0,8g/tanaman,n4=250kg/hasetaradengan1,0g/tanaman,n5=300kg/hasetaradengan1,2g/tanaman.Variabelyangdiamatidalam penelitianiniadalahjumlahdaun(helai),luasdaun(cm),volumeakar(cm3),beratsegartanaman(g),danberatkeringtanaman(g).Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwapemberianpupukureadengandosis0,8g/tanamandapatmenunjukkanvolumeakar,luasdaun,danberatkeringtanamanyangtertinggiyaituberturut-turut29,76cm3,1530,80cm,dan9,79g.22
KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK YONAL, PETRUS; SULAKHUDIN, SULAKHUDIN; HAYATI, RITA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAKPetrus Yonal(1), Sulakhudin(2), Rita Hayati(3)(1) Mahasiswa dan (2) Staf Pengajar Program studi Ilmu TanahFakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasi sehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanah berpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan Status Kesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pasca penambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunder adalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir pada lapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahan organik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksi tanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Status kesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun status kesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir