cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PERTUMBUHAN ANGGREK Cymbidium Finlaysonianum PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK NPK Ratih Widya Apsari; Asnawati Asnawati Asnawati; Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42294

Abstract

Anggrek adalah tanaman hias yang sangat populer karena memiliki jenis yang beragam. Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman anggrek adalah media tanam dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan  konsentrasi pupuk NPK terbaik terhadap pertumbuhan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian dilakukan di rumah paranet Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor yaitu media tanam dan konsentrasi pupuk NPK,  terdiri dari 3 taraf perlakuan media tanam dan 4 taraf perlakuan konsentrasi NPK,  dikombinasikan menjadi 12 perlakuan, 3 ulangan dan 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Perlakuan tersebut adalah media tanam, m1= 1 pakis, m2= kadaka, m3= lumut dan konsentrasi NPK, k1= 1 g/l air, k2= 2 g/l air, k3= 3 g/l air, k4= 4 g/l air. Variabel yang diamati iyalah pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun, pertambahan panjang daun, , pertambahan jumlah akar dan pertumbuhan tunas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara media tanam dan konsentrasi pupuk NPK. Pemberian pupuk NPK sebanyak 3g/l merupakan konsentrasi efektif untuk pertumbuhan tunas anggrek Cybidium finlaysonianum.
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR SERBUK GERGAJI KAYU DAN PUPUK KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Kiki Roseni Boru Saragih; Wasi'an Wasi'an; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis kombinasi biochar dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan Juli hingga September 2020 berlokasi di lahan milik KEP’S Agro Jl. Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu, kombinasi antara pemberian  serbuk kayu dan pupuk kalium (A, B, C, D). Setiap perlakuan terdiri dari 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali serta setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel. A = 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha), B = 800 g/polybag biochar (10%) + 0,4 g KCl/polybag  (100 kg KCl/ha), C = 400 g/polybag biochar (5%) + 0,6 g KCl/polybag (150kg KCl/ha), D = 0,8 g KCl/polybag (200 kg KCl/ha). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Pemberian biochar serbuk gergaji kayu 1200 g/polybag biochar (15%) + 0,2 g KCl/polybag (50 kg KCl/ha) adalah kombinasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah podsolik merah kuning . Kata kunci: Biochar Serbuk Gergaji Kayu, Lobak, Podsolid Merah Kuning, Pupuk Kalium.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH TERHADAP PEMBERIAN NAUNGAN ALAMI PADA TANAH GAMBUT ARI DIPINTO DIPINTO; Darussalam Darussalam; Iman Suswanto Suswanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38608

Abstract

Intensitas naungan merupakan aspek lingkungan yang berperan penting bagi tanaman jahe yang perlu diteliti guna meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan intensitas cahaya yang terbaik dari tanaman naungan terhadap pertumbuhan dan  hasil tanaman jahe merah pada tanah gambut.Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari  2019 sampai Juni di Sungai Selamat Pontianak Utara. Rancangan percobaan adalahmenggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Analisis keragaman denganuji beda nyata jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaan 5%, dengan 5 perlakuan komposisi tanaman naungan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 15 tanaman jahe.Adapun perlakuan tanaman naungan yang dimaksud adalah komposisi naungan tanaman pare. n0= Tanpa naungan, n1= Ditanam 4 tanaman/2m2, n2= Ditanam 6 tanaman/2m2,n3 = Ditanam 8 tanaman/2m2, n4 = Ditanam 10 tanaman/2m2. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman(cm), berat kering tanaman(g), jumlah daun(helai), jumlah anakan per rumpun(tunas) danberat rimpang per rumpun(g).Hasil penelitian menunjukan perlakuan  tanaman naungan  n4  dengan intensitas cahaya 40% pada pertumbuhan meningkatkan tinggi tanaman, berat kering dan berat segar tanaman jahe. Pada hasil perlakuan n0 dengan intensitas cahaya 100% meningkatkan jumlah daun dan berat rimpang. Tanaman jahe merupakan tanaman yang memerlukan naungan pada pertumbuhan dan memerlukan intensitas cahaya yang penuh pada hasil untuk mendapatkan produksi yang baik.
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI Putih PADA TANAH ALUVIAL Runggah, Paulus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk majemuk merupakan pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara.Pupuk majemuk biasanya paling sedikit terdiri dari dua unsur hara. Pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S disebut pupuk phonska majemuk. Tanaman sawi putih merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan mengandung gizi yang cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk majemuk phonska terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial, mengetahui dosis pupuk majemuk phonska yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dalam 1 faktor yang terdiri dari 5 taraf untuk perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p0 (tanpa pemberian pupuk majemuk phonska), p1 (1,5 g/polybag), p2 (3 g/polybag), p3 (4,5 g/polybag), p4(6 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk majemuk phonska memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda nyata pada tanah aluvial. Dosis pupuk majemuk phonska yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih pada tanah aluvial adalah 1,5 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Sawi Putih, Pupuk Majemuk
Karakteristik Minyak Kasar Biji Mentawa (Artocarpus anisophyllus) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut Heksan dan Petroleum Eter Rikardo, David; Purwayantie, Sulvi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentawa adalah salah satu buah lokal yang dikonsumsi dengan biji buah dan menghasilkan limbah biji yang sangat banyak. Biji mentawa mengandung minyak akan tetapi sampai saat ini belum diketahui karakteristik dari minyak biji mentawa. Salah satu cara ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut nonpolar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak kasar biji mentawa terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan petroleum eter (PE). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%.  Jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%, Penentuan hasil terbaik pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 0:100 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak kasar biji mentawa yang dihasilkan yaitu rendemen sebesar 17,39 %, angka penyabunan 231,36 mg KOH/g, berat jenis 0,981 g/mL, angka iodin 24,04 g Yod/100g dan pH 8,57.Kata Kunci: Minyak kasar, Maserasi, Heksan, PE, Karakteristik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TANDAN PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH GAMBUT Negianto, Negianto; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TANDAN PISANGTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL                 BUNCIS PADA TANAH GAMBUT Negianto(1), Rahmidiyani(2), Tatang Abdurrahman(2)e-mail : Negiantoptk2@gamil.com. Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair tandan pisang yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak sejak bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan pupuk organik cair tandan pisang yang diulang sebanyak 5 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud yaitu : p1 = 10% pupuk organik cair tandan pisang, p2 = 15% pupuk organik cair tandan pisang, p3 = 20% pupuk organik cair tandan pisang, p4 = 25% pupuk organik cair tandan pisang, p5 = 30% pupuk organik cair tandan pisang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair tandan pisang memberikan hasil yang sama terhadap seluruh variabel pengamatan. Kata kunci : buncis, gambut, pupuk organik cair tandan pisang 
SIFAT KIMIA TANAH ULTISOLS PADA AREAL UNTUK REPLANTING KELAPA SAWIT DAN HUTAN SEKUNDER DI DESA AMBOYO INTI KECAMATAN NGABANG Gayu, Adrianus; Suryadi, Urai Edi; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah Ultisols dikenal sebagai tanah yang kurang subur tetapi pemanfaatannya dalam bidang pertanian sangat luas, khususnya pada bidang perkebunan kelapa sawit. Periode budidaya kelapa sawit di Desa Amboyo Inti telah berumur 33 tahun sehingga perlu dilakukan replanting. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan sifat kimia tanah Ultisols pada areal untuk replanting kelapa sawit dengan hutan sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Analisis sifat kimia dan fisika tanah dilakukan di lapangan, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, serta Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Januari sampai April 2020. Titik pengamatan menggunakan sistem diagonal pada luasan 2 hektar untuk setiap penggunaan lahannya. Sampel tanah diambil secara utuh dan komposit pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm untuk masing-masing penggunaan lahan. Parameter sifat kimia tanah dalam penelitian ini adalah reaksi tanah (pH), karbon organik tanah (C-org) dan bahan organik tanah. Parameter pendukung pada pengamatan di lapangan adalah profil tanah dan sifat fisika tanah, seperti tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan reaksi tanah (pH) sangat masam pada kedua lahan di kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm. Pada setiap penggunaan lahan, hasil analisis karbon organik tanah dan bahan organik tanah adalah rendah di kedalaman 0-30 cm dan sangat rendah di kedalaman 30-60 cm. Kata kunci : Sifat kimia tanah, Ultisols, replanting kelapa sawit, hutan Sekunder
STUDI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PADI LADANG DAN SAWAH IRIGASI SEDERHANA DI DESA SIDAS KABUPATEN LANDAK Rusdi, Tino Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah. Dari hasil tersebut diharapkan dapat memberi informasi untuk rekomedasi umum hara N, P dan K sehingga dapat menunjang peroduksi padi yang lebih baik.Penelitian ini dilakukan di Desa sidasKabupaten Landak. Lahan penelitian merupakan lahan padiladang dan sawah irigasi sederhana dengan luas masing-masing 2 ha. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey pada lokasi penelitian dan wawancara serta mengambil sampel langsung dilapangan. Lokasi lahan ladang diambil 3 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem grid dan pada lokasi lahan sawah irigasi sederhana di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan secara diagonal. Sampel tanah di ambil dalam bentuk sampel tanah utuh dan sampel tanah terganggu pada kedalaman 0-20 cm.Parameter pengamatan tekstur tanah,bobot isi, kedalaman muka air tanah,reaksi tanah (pH),C-organik tanah,  N-total tanah, P tersedia, K dapatdipertukarkan, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, kejenuhan alumunium dan Fe dapat dipertukarkan. Hasil analisis tekstur tanah pada lokasi penelitian dikategorikan dalam kelas lempung berpasir, bobot isi pada lokasi penelitian berkisar antara 0,73-1,21, kedalaman muka air tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat dangkal hingga dalam, reaksi tanah (pH) pada lokasi penelitian tergolong masam, C-organik pada lokasi penelitiantergolong rendah hingga sedang,kadar nitrogen (N) total  tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah hingga sedang, C/N rasio pada lokasi penelitian tergolong rendah, kadar  fosfor (P) tersedia tanah  pada lokasi penelitian tergolong rendah, kadar kalium (K) tanah yang dapat dipertukarkan pada lokasi penelitian tergolong rendah, kapasitas tukar kation pada lokasi penelitian tergolong rendah,kejenuhan basapada lokasi penelitian tergolong sangat rendah hingga rendah, kejenuhan aluminium pada lokasi penelitian tergolong tinggi dan Fe tanah yang dapat dipertukarkan tergolong tinggi sampai sangat tinggi.Kata kunci : Sifat kimia, ladang, sawah, irigasi sederhana.
THE GROWTH RESPONS OF YELLOW PUMP PLANTS (SQUASH HYBRID F1) IN VARIOUS OF GROWING MEDIA COMPOSITION hertati sp; maulidi sp; elly mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.33334

Abstract

ABSTRACTThe study aims to obtain the best composition of growing media for the growth of yellow pump plants plants. The research began from November 9, 2018 to January 9, 2019. The research was conducted at Jl. Purnama Agung VII, Komplek Pondok Agung Permata, Parit tokaya Village, South Pontianak. The method used was Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments, 5 replications and for each replication there were 4 plant samples. The treatment are as follows: (m1) alluvial soil: cow manure : sand (2: 1: 1), (m2) alluvial soil: cocopeat: sand (2: 1: 1), (m3) alluvial soil: husk charcoal: sand ( 2: 1: 1), (m4) alluvial soil: cow manure: cocopeat: sand (2: ½: ½: 1) and (m5) alluvial soil: cow manure: husk charcoal: sand (2: ½: ½: 1 ) The variables observed in this study were Root Volume (cm3), Leaf Area (cm2), Fresh Weight (g) and Plant Dry Weight (g). The results shows that the composition of growing media contained cow manure provided a better for variable plant dry weight growth response compared to the composition of the growing media without cow manure. Keywords: Alluvial soil, Cocopeat , Cow manure, Growing media, Husk charcoal, Pumpkin.
Pengaruh Biochar Sabut Kelapa (Cocos nucifera) Terhadap Ketersediaan Fosfor Pada Tanah Inceptisols Di Desa Pal IX Kabupaten Kubu Raya. Devi Lopita, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati, Rinto Manurung,
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanah Inceptisols termasuk golongan tanah masam yang memiliki kandungan liat cukup tinggi (35–78%) dengan permasalahan yang mendasar seperti pH tanah rendah, kandungan bahan organik rendah, dan kandungan unsur hara rendah terutama unsur fosfor. Konsentrasi Al dan Fe yang tinggi pada tanah Inceptisols menyebabkan terfiksasinya unsur fosfor. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Inceptisols Desa Pal IX, Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen lapangan pola rancangan acak kelompok  (RAK) dengan perlakuan 5 dosis biochar sabut kelapa dan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang dimaksud adalah: T0(tanpa biochar sabut kelapa), T1 (250 g.m-2), T2 (500 g.m2), T3 (750 g.m-2), T4 (1000 g.m-2). Parameter analisis tanah meliputi karakteristik kimia tanah (pH, N–total, P–tersedia, C–organik, KTK, Al, Fe dan DHL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sabut kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap ketersediaan fosfor. Namun terdapat peningkatan nilai terhadap P–tersedia bila dibandingkan dengan tanpa perlakuan biochar. Peningkatan nilai P–tersedia dipengaruhi oleh pH tanah, C–organik, Al dan Fe.