cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH AMPAS TAHU PADA MEDIA SERBUK GERGAJI DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Anjas, Anjas; Purwaningsih, Purwaningsih; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70367

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur makroskopis yang digolongkan kedalam jamur yang kaya akan nutrisi karena memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Ampas tahu mengandung protein, lemak, kalsium dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan dan hasil jamur tiram pada media serbuk gergaji dan ampas tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di jalan Beringin RT 30, RW 07, Sekunder B Unit Kampung, Kecamatan Rasau Jaya. Lokasi kedua di jalan Aburahman Saleh 3, Kecamatan Pontianak Tenggara. Adapun waktu penelitian dimulai 1 November 2021 sampai 31 Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu pemberian konsentrasi ampas tahu pada 7 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel baglog sehingga jumlah baglog seluruh perlakuan 84 baglog. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari perlakuan ampas tahu yaitu P1=0%, P2=5%, P3=10%, P4=15%, P5=20%, P6=25%, dan P7=30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ampas tahu berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Konsentrasi ampas tahu 25% merupakan konsentrasi efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI KOTORAN WALET DAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Agustinus Arif Budiman; Maulidi Maulidi; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62121

Abstract

Kubis bunga atau biasa disebut kembang kol (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu komuditas tanaman hortikultura yang diminati masyarakat karena rasanya yang enak ketika dikonsumsi dan mengandung gizi yang baik bagi tubuh. Budidaya kubis bunga mempunyai prospek yang tinggi untuk diusahakan di Kalimantan Barat terutama di tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada kendala antara lain sifat fisik yang kurang baik yaitu bahan organik rendah, struktur tanah kurang baik mengupal atau keras waktu kering, tanah yang lembab waktu basah serta aerasi yang kurang baik, sifat kima tanah masam seperti pH Tanah rendah dan miskin unsur hara salah satunya adalah unsur hara kalium. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl sehingga dapat memperbaiki sifat fisik dan mengatasi kekurangan unsur hara kalium pada tanah yang tidak tersedia menjadi tersedia pada tanah untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Pemberian bokasi kotoran walet dapat memperbaiki kerusakan tanah akibat penggunaan kalium anorganik yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatakan kombinasi yang terbaik dari bokasi kotoran walet dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari tanggal 12 Agustus 2022 hingga 23 Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu : P1 = 5 ton/ha bokasi kotoran walet + 350 kg/ha KClP2 = 10 ton/ha bokasi kotoran walet + 300 kg/ha KClP3 = 15 ton/ha bokasi kotoran walet + 250 kg/ha KCl P4 = 20 ton/ha bokasi kotoran walet + 200 kg/ha KCl P5 = 25 ton/ha bokasi kotoran walet + 150 kg/ha KCl. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), luas lingkar bunga (cm), dan berat segar bunga (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi bokasi kotoran walet 20 ton/ha dan pupuk KCl 200 kg/ha adalah perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI TERHADAP PERILAKU KEWIRAUSAHAAN IBU RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA SARANG BURUNG DANAU KECAMATAN JAWAI KABUPATEN SAMBAS Gustami Gustami; Nurliza Nurliza; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.6878

Abstract

Abstrak Ibu rumah tangga nelayan mempunyai peran penting dalam keluarga, selain sebagai ibu rumah tangga, ibu nelayan juga bertugas mencari nafkah membantu para suami. Ibu nelayan mengatasi masalah ekonomi dengan berwirausaha. Dalam berwirausaha ibu nelayan memiliki keterbatasan dari faktor pendidikan, pemasaran, pengalaman dan umur, dimana faktor tersebut mempengaruhi perilaku ibu nelayan dari segi percaya diri, berani mengambil resiko, berorientasi tugas dan hasil, kepemimpinan dan kreatifitas. Tujuan penelitian menganalisis hubungan sosial ekonomi terhadap perilaku kewirausahaan di Desa Sarang Burung Danau Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas. Metode Simple Random Sampling digunakan pada 22 responden. Analisis data menggunakan Korelasi Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang sedang (0,516) antara sosial ekonomi terhadap perilaku kewirausahaan. Pendidikan ibu nelayan hanya mampu di tingkat SMP, umur ibu nelayan tergolong usia produktif, pengalaman berwirausaha ibu nelayan yang lama dan pemasaran tepat pada sasaran. Pendidikan, umur, pengalaman dan pemasaran perlu diperhatikan untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga nelayan. Kata Kunci : Aspek Sosial Ekonomi, Pendidikan, Umur, Pengalaman, Pemasaran dan  Perilaku Kewirausahaan.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Grigorius Tijar; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58141

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) adalah jenis kedelai kategori sayuran yang memiliki ukuran biji lebih besar, memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan dan memiliki peluang pasar yang besar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan budidaya dihadapkan dengan faktor penghambat yaitu tingkat C-organik yang tinggi dan kandungan hara yang rendah. Masalah tersebut perlu diatasi dengan memberikan pupuk hayati dan pupuk NPK. Mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dapat mempercepat proses perombakan bahan organik tanah gambut, dapat menyediakan hara bagi tanaman dan menghasilkan hormon pertumbuhan. Pupuk NPK merupakan unsur hara makro yang dapat diserap tanaman secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut.  Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 14 Februari sampai 8 Juli 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor.  Faktor pertama yaitu pupuk hayati (p) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (n) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan dan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 unit tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1 = pupuk hayati 5 ml/l, p2 = pupuk hayati 10 ml/l, p3 = pupuk hayati 15 ml/l, n1 = pupuk NPK 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 400 kg/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman,  jumlah polong segar, jumlah polong isi, bobot polong segar dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK memberikan interaksi terhadap variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar dan jumlah polong isi. Pupuk hayati dengan konsentrasi 15 ml/l dan dosis NPK 200 kg/ha merupakan perlakuan paling efektif meningkatkan hasil tanaman yaitu jumlah polong segar per tanaman dan jumlah polong isi kedelai edamame yang ditanam pada tanah gambut.
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4 D DALAM MENGENDALIKAN GULMA DEANELLA SP Mita, Rusmita; Sarbino, Sarbino; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.73085

Abstract

Gulma merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya perkebunan, salah satunya gulma dianella yang menjadi permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. Bumi Pratama Khatulistiwa. Gulma deanella ini tergolong gulma yang sulit untuk dikendalikan pengendalian gulma deanella menggunakan  herbisida tunggul tidak efektif, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengendalikan gulma Denaella  menggunakan herbisida campuran glifosat dan 2,4-D. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas herbisida campuran dengan bahan aktif glifosat dan 2,4 - D terhadap gulma Deanella sp, serta sifat campuran herbisida tersebut antagonis atau tidak antagonis dalam mengendalikan gulma Deanella sp. Penelitian ini telah dilaksanakan kurang lebih 3 bulan dari bulan Januari sampai April di Lahan Praktikum dan Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering deanlla setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-D menunjukkan nilai indeks  kombinasi sebesar 0,99 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis
Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Kapur Tohor Terhadap Viabilitas Benih Mengkudu kornelia nelis; Tantri Palupi; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7458

Abstract

Benih mengkudu merupakan salah satu benih yang bermasalah dalam perkecambahanya, karena selain lama benihnya dapat berkecambah juga viabilitasnya rendah yaitu 30-45%, sehingga diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan viabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi dan lama perendaman  kapur tohor yang tepat untuk meningkatkan viabilitas benih mengkudu. Penelitian menggunakan metode eksperimen rancangan acak lengkap dalam bentuk faktorial dalam 2 faktor, dimana faktor pertama adalah konsentrasi kapur tohor (A) yaitu (a0) 0g/l ; (a1) 15g/l; (a2) 30g/l; dan (a3) 45g/l dan faktor kedua adalah lama perendaman (B) yaitu (b1) 15 menit; (b2) 30 menit; (b3) 45 menit. Total perlakuan adalah 12 perlakuan dengan 3 ulangan, Setiap ulangan menggunakan 25 benih. Total keseluruhan diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian konsentrasi kapur tohor sudah mampu meningkatkan viabilitas benih mengkudu, konsentrasi kapur tohor 15g/l efektif meningkatkan viabilitas benih mengkudu dengan tolok ukur DB (86%),  IV (8%), KCT (2,36%), dan KST (76%) dan lama perendaman 15-45 menit belum mampu meningkatkan viabilitas benih mengkudu. Kata kunci : Benih Mengkudu, Kapur Tohor, Konsentrasi, Lama Perendaman,                          Viabilitas
PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK NPK DAN POC KULIT PISANG PADA TANAH ALUVUAL Mutini Mutini; Rini Susana; Wasi'an Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58422

Abstract

Tanaman lobak putih adalah salah satu tanaman sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Produksi lobak di Kalimantan Barat tahun 2020 sebesar 2,8 ton/ha sedangkan pada tahun yang sama produktifitas hanya 16 ton/ha. Rendahnya produktivitas tanaman lobak salah satunya disebabkan masih kurang tepatnya teknik budidaya yang digunakan. Peningkatan produktifitas dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK dan konsentrasi POC kulit pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu kombinasi dosis pupuk NPK dan POC kulit pisang, terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman yaitu 100 tanaman. Taraf perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P1= 100 kg/ha NPK Setara dengan 0,4 g/polybag + 500 ml/l POC Kulit Pisang, P2 = 250 kg/ha NPK Setara dengan 1 g/polybag + 400 ml/l POC Kulit Pisang, P3= 400 kg/ha NPK Setara dengan 1,6 g/polybag + 300 ml/l POC Kulit Pisang, P4= 550 kg/ha NPK Setara dengan 2,2 g/polybag + 200 ml/l POC Kulit, Pisang P5= 700 kg/ha NPK Setara dengan 2,8 g/polybag + 100 ml/l POC Kulit Pisang. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah : Panjang umbi, Diameter umbi, luas daun, Berat segar tanaman, Berat segar umbi, Berat kering bagian atas, Berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi pupuk NPK dan POC kulit pisang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu berat segar tanaman, berat kering bagian atas, berat kering umbi, berat segar umbi, luas daun, panjang umbi dan diameter umbi. Kombinasi 700 kg/ha pupuk NPK + 100 ml/l POC merupakan perlakuan hasil lobak tertinggi pada tanah alluvial. Kata Kunci     : Lobak Putih, Pupuk NPK, POC Kulit Pisang, Tanah Aluvial.
PENGGUNAAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT PADA TANAH GAMBUT Carolline Stefanie; Nurjani Nurjani; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60409

Abstract

Jagung pulut (Zea mays Ceratina) merupakan salah satu tanaman serealia yang bernilai ekonomis dan mempunyai peluang untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman jagung pulut dihadapkan pada beberapa kendala yaitu pH dan tingkat ketersediaan hara yang rendah sehingga berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbaikan sifat kimia lahan gambut dapat dilakukan dengan cara pengapuran dan pemupukan. Pengapuran dan pupuk yang digunakan yaitu tepung cangkang telur ayam sebagai pengganti kapur dan penambahan NPK sebagai pupuk yang bertujuan untuk memperbaiki sifat kimia tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Parit Buluh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Peneliitan ini berlangsung dari tanggal 28 Desember 2021 – 19 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua factor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan Tepung Cangkang Telur Ayam yang terdiri dari 3 level dan pupuk NPK yang terdiri dari 3 level. Berdasarkan level tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 5 tanaman sampel sehingga total tanaman adalah 135 tanaman. Faktor pertama terdiri dari tepung cangkang telur ayam yang terdiri dari 3 taraf yaitu 4,4 ton/ha, 6,2 ton/ha, dan 7,9 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 200 kg/ha, 300 kg/ha, dan 400 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa kelobot dan panjang tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara tepung cangkang telur ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang telur ayam 7,9 ton/ha dan dosis pupuk NPK 400 kg/ha menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut yang terbaik pada tanah gambut. Kata Kunci : Gambut, Jagung Pulut, Pupuk NPK, Tepung Cangkang Telur Ayam
FORMULASI PERMEN JELLY SIRSAK (Annona Muricata Linn) DENGAN JERUK SAMBAL (Citrus amblycarpa) erwan sattu m ali
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49262

Abstract

Soursop fruit is a source of vitamin C, has a distinctive taste and aroma, which is sweet, sour and contains vitamins and minerals that are useful for containing a high enough water content so that it is very easy to damage during storage. Jelly candy is a candy made from water or fruit juice and gelling material, which has a transparent appearance and has a certain texture and elasticity. One of the factors that affect the quality of jelly candy is gelling material (hydrocolloid). The study was conducted on different concentrations of chili orange to get soursop jelly candy with chewy consistency and quality according to SNI (Indonesian National Standard). This study aims to obtain the right concentration of soursop juice and chili orange juice in the manufacture of soursop juice jelly candy based on physicochemical and sensory characteristics. This study used a randomized block design with 1 treatment factor, namely the concentration of chili orange which consisted of 6 levels of treatment with 3 replications for each treatment so that 18 samples were obtained. The results showed that the best treatment was found in the concentration of 80 grams of soursop juice, 20 grams of chili orange with physicochemical test results in the form of water content (15.40 %), ash content (0.49 %), hardness level (0.21 kg force). . The best sensory characteristics of jelly are color 3.7 (slightly yellow), sweetness 2.93 (sweet), soursop aroma 2.73 (yes), texture 2.83 (slightly chewy) favorite 3.43 (like).Keywords: Orange chili sauce, Jelly candy, Soursop
STUDI STATUS UNSUR HARA NITROGEN (N), FOSFOR (P) DAN KALIUM (K) TERHADAP TANAMAN LADA PADA TANAH FLUVAQUENTS DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS erlia erlia erlia; Denah Suswati; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7608

Abstract

Tanaman lada adalah tanaman perkebunan yang memiliki peluang dan potensi untuk dikembangkan sebagai suatu komoditas unggulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status unsur hara N, P dan K di lokasi penelitian untuk pengembangan tanaman lada beserta rekomendasi perbaikannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa status unsur hara N tergolong sedang sampai tinggi yaitu 0,21-0,68%, P tergolong sangat tinggi yaitu >35 ppm dan kalium tergolong rendah sampai tinggi yaitu antara  0,19-0,62 (cmol (+) kg-1. Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu L1A ( Urea 485,39, SP36 1030,3 kg/ha, KCL 958,3 kg/ha), L1B (Urea 489,04, SP36 1071,77, KCL 1053), L1B (Urea 480,78, SP36 973,22, KCL 528,76) dan L1D (Urea 464,62, SP36 977,66, KCL 1270,71). Kata Kunci : Fluvaquents, Lada, Status Unsur Hara, Pemupukan berimbang, Sambas