cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH EKSTRAK DAUN Piper aduncum TERHADAP BIOLOGI Crocidolomia pavonana SURIANI SURIANI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7257

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas insektisida dan antifeedant ekstrak etanol daun Piper aduncum terhadap larva Crocidolomia pavonana. Daun brokoli digunakan sebagai pakan uji. Pengujian menggunakan metode residu pada daun (metode oles). Pakan daun perlakuan diberikan selama 48 jam. Larva yang digunakan adalah instar II awal. Mortalitas larva diamati setiap hari hingga mencapai instar IV awal, selanjutnya data dianalisis menggunakan probit. Pengujian antifeedant dilakukan dengan metode pilihan dan tanpa pilihan menggunakan larva C. pavonana instar III awal. Ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25 LC50 dan LC75. Luas daun yang dikosumsi dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambat makan larva. Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun P. aduncum memiliki pengaruh letal yang kuat terhadap larva C. pavonana dengan LC50 sebesar 0,21%. Aktivitas penghambat makan ekstrak tersebut pada selang konsentrasi 0,07%-0,55% sebesar 48,67%-77,65% pada metode pilihan dan 46,98%-84,42% pada metode tanpa pilihan. Kata kunci : Aktivitas insektisida, antifeedant, insektisida botani  
Pengaruh Kompos Kulit Buah Duku Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L) Pada Tanah Alluvial Subandi Surachman Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9202

Abstract

THE INFLUENCE OF DUKU SKIN COMPOST TO GROWTH AND YIELD OF CELERY (Apium graveolens L) ON ALLUVIAL SOIL Subandi (1), Surachman (2), Setia Budi (2) (1) Students Of Agriculture Faculty  (2) The Lecturer Of Agriculture Faculty Of Tanjungpura University Pontianak   ABSTRACK This study aims to determine the effect of duku skin compost on growth and yield of celery on Alluvial soil. The research was conducted in Punggur Besar Village, Kubu Raya District. The research was conducted from 14th September 2014 until 09th November 2014. This study used a completely randomized design (CRD), which consists of 6 treatments and 4 replications, each replication consisted of 3 plants so there are 72 plants totally. The treatments used: k0 (without giving duku skin compost), k1 (10% organic matter equal to 22.23 gr/polybag), k2 (15% organic matter equal to 76.73 gr/polybag), k3 (20% organic matter equal to 131.2 gr/polybag), k4 (25% organic matter equal to 185.7 gr/polybag) and K5 (30% organic matter equal to 240.2 gr/polybag). The variables measured were the root volume, number of leaf, plant height, the upper plant fresh weight, and the upper plant dry weight. The results showed that application of duku skin compost on Alluvial gave significant effect on number of leaf, plant height, the upper plant fresh weight, and the upper plant dry weight. Duku skin compost significantly affected all variables observation, with the best results at a 30% of organic matter equal to 240.2 gr/polybag.   Keywords: Alluvial, Celery, Duku Skin Compost,  
Status Bobot Isi tanah dan Derajat Kemasaman Tanah Pada Lahan Gambut di Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak Arif Elfri Yanda; Riduansyah Riduansyah; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19796

Abstract

Bobot isi tanah merupakan salah satu parameter dalam pengamatan sifat fisika tanah yang paling sering dianalisis, karena bisa dijadikan gambaran awal dari sifat fisik tanah lainnya seperti porositas, bearing capacity, dan potensi daya menyimpan air. Derajat kemasaman merupakan salah satu parameter untuk melihat reaksi kimia dalam tanah yang digunakan untuk melihat kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status sebaran bobot isi dan derajat kemasaman tanah pada tanah gambut dan membuat peta sebarannya sebagai acuan untuk memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah, penelitian ini berlangsung tanggal 24 Agustus 2016 sampai dengan 30 September 2016. Data penelitian diperoleh dari sebanyak 20 titik pengamatan, setiap titik diambil 2 sampel tanah tidak terganggu dengan dua kedalaman berbeda dalam satu titik pengamatan. Sampel penelitian diambil pada kedalaman 0 – 30 cm dan kedalaman 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari nilai bobot isi, nilai derajat kemasaman, ketebalan gambut, tingkat kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, dan drainase. Hasil rekomendasi analisis dan perhitungan ini memperlihatkan bahwa nilai bobot isi tanah gambut berkisar pada 0,19, menyatakan bahwa status bobot isi tanah pada lokasi penelitian ini sangat rendah, nilai pH berkisar pada 3,6 dan menunjukkan bahwa kondisinya masam, ketebalan gambut berkisar pada kedalaman 506 cm menunjukkan bahwa ketebalan gambut sangat dalam.   Kata kunci: Status bobot isi, derajat kemasaman, Bansir Darat
PENGARUH FORMULASI NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MINT PADA SISTEM HIDROPONIK SUMBU Dede Parianto; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69112

Abstract

Tanaman mint merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat karena menghasilkan minyak atsiri, oleh karena itu perlu dilakukan perbanyakan tanaman dalam menunjang keperluan mint dengan cara perbanyakan tanaman mint dengan cara stek dan dihaapkan dapat tumbuh seperti induknya serta mudah dibudidayakan. Selain itu perbanyakkan dapat dilakukan dengan sistem hidroponik sumbu dengan memformulasikan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formlasi nutrisi terhadap tanaman mint pada sistem hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Sungai Raya Dalam Gang Raya VI yang berlangsung 24 Nopember hingga 28 Desember 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap  (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan 8 tanaman sampel per unit perlakuan. Formulasi nutrisi yang digunakan diantaranya A = Rasio  NPK 3:1:4,5 dengan N-Total 250,39 ppm, B = Rasio NPK 3:1:4,5 dengan N-total 296,19 ppm, C = Rasio NPK 4:1:5 dengan N-Total 248,48 ppm, D = Rasio NPK 4:1:5 dengan N-Total 298,27 ppm, E = Rasio NPK 5:1:8 dengan N-Total 250,68 ppm. Variabel yang diamati adalah persentase stek hidup, jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan formulasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun minggu ke 3 dan tinggi tanaman pada minggu ke 2, ke 4 dan ke 5 setelah tanam
ANALISIS SIFAT FISIKA TANAH PADA DUA KELAS LERENG DI KEBUN KARET DESA MANGGALA KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI Vallensiana Vallensiana; Tino Chandra; Junaidi Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.63519

Abstract

Sifat fisika tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman sangat berkaitan dengan pengelolaan tanaman yang tumbuh diatasnya. Sistem olah tanah juga turut mempengaruhi sifat-sifat fisika tanah. Lereng yang semakin curam dan semakin panjang akan meningkatkan kecepatan aliran permukaan dan volume air permukaan semakin besar, sehingga tanah yang diangkut akan lebih banyak. Meningkatnya erosi menyebabkan penurunan kualitas sifat fisika tanah yang dicirikan dengan terjadinya pemadatan tanah yang mengakibatkan porositas dan kadar air tanah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis sifat fisika tanah pada lahan berlereng di kebun karet. Penelitian ini bertujuan  mengidentifikasi dan menganalisis sifat fisika tanah pada kelas lereng datar (0-3%) dan miring (15-30%) di kebun karet Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode grid diagonal 5 titik setiap lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Hasil uji-t pada kelas lereng datar dan miring parameter yang berbeda nyata adalah teksur tanah fraksi pasir, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapangan, porositas tanah, permeabilitas tanah dan kemantapan agregat tanah kedalaman 0-30 cm, sedangkan yang tidak berbeda nyata adalah tekstur tanah fraksi debu dan liat, kemantapan agregat kedalaman 30-60 cm.
STUDY OF CHEMICAL PROPERTIES AND PEAT SOIL FERTILITY STATUS IN SOME TYPES OF LAND USE IN SUB-DISTRICT RASAU JAYA KUBU RAYA DISTRICT Sardika Fahmi; Asrifin Aspan; Urai Edi Suryadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36042

Abstract

Based on West Kalimantan BPS data for 2017, West Kalimantan has 1,543,752 ha of peatlands spread across several districts. One district that has peatlands is Kubu Raya Regency where the peatlands in this region are 130,248 ha. the purpose of this study was to determine the chemical nature of the soil and the fertility status of peat soils in several types of land use for oil palm, rubber, and horticulture.The location of this research is in Rasau Jaya III Village, Rasau Jaya Sub-District, Kubu Raya District. This research was conducted from May to July from the start of preparation, field sampling, soil analysis in the laboratory to the presentation of results. The parameters in this study are, ground water table, pyrite, N-total, P-total, K-total, C-organic, soil pH, C/N ratio, cation exchange capacity, base saturation and bulk density.The results of the analysis showed that the ground water table in the upper layer in each study area included shallow criteria while for the lower layer had rather deep criteria. Pyrite at the study site was no sulfidic. N-total between 0.21-0.45% with very low criteria. P-total between 0.93-3.94 mg / 100g with very low to low criteria. K-total between 0.98-3.98 mg / 100g with very low to low criteria. C-Organic between 4.94-12.96 mg / 100g with very high criteria. Soil pH between 2.65-3.01 with very acid criteria. C/N Ratio between 1.03-5.70% with very low criteria. Cation exchange capacity between 60.74-103.82 cmol (+) kg-1 with very high criteria. Base saturation between 9.41-16.58% with very low criteria. Bulk density from 0.15-0.34 gram / cm3. From the results of this analysis obtained criteria of soil fertility which are classified as low criteria.       Keywords: Chemical properties, fertility status  peat soils 
Pengaruh Pemberian Bokashi Limbah Buah jeruk dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kale Keriting (Brassica oleracea var. acephala) Pada Tanah Gambut Ramadhan, Dicky; Abdurrahman, Tatang; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70330

Abstract

Tanah gambut berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan tanaman kale. Kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya kale. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya dengan penggunaan bokashi limbah jeruk dan pupuk urea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah gambut. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari 6 perlakuan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea yang diulang 5 kali. Setiap unit percobaan menggunakan 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokashi limbah buah jeruk + pupuk Urea 250 kg/ha, 5 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 200 kg/ha, 10 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 150 kg/ha, 15 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 100 kg/ha, 20 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 50 kg/ha, 25 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + tanpa pupuk urea. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah helai daun, volume akar , tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun 1 MST dan 4 MST. Semua komposisi dosis bokashi limbah buah jeruk dan urea tidak menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil kale keriting pada tanah gambut. Penggunaan bokashi limbah buah jeruk dapat menggantikan urea untuk tanaman kale keriting pada tanah gambut, terutama terjadi pada volume akar, berat segar tanaman dan, berat kering tanaman kale keriting.
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Aliamin Aliamin; Dini Anggorowati; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62794

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang banyak digunakan sebagai bahan penyedap pada berbagai masakan, sebagai tanaman obat dan kosmetik. Pengembangan produksi seledri yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis biochar sekam padi dan konsentrasi pupuk organik cair urine sapi yang memberikan pertumbuhan dan hasil seledri yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari bulan September - November 2022. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Faktorial RAL yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2  = 15 ton/ha, dan b3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urine sapi (U) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu u1 = 100 ml/l air, u2 = 150 ml/l air, u3 = 200 ml/l air, dan u4 = 250 ml/l air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 144 tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, volume akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis biochar sekam padi dan POC urine sapi pada variabel volume akar dan berat basah tanaman tetapi tidak terjadi interaksi terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, dan berat kering tanaman. Perlakuan dosis biochar sekam padi 15 ton/ha dan konsentrasi POC urine sapi 100 ml/l air merupakan perlakuan yang efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah aluvial.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN FREKUENSI PEREBUSAN TERHADAP FISIKOKIMIA DAN SENSORI SIRUP BUAH LAKUM (VITIS DIFFUSA) Vitanopiani Vitanopiani; Retno Budi Lestari; Suko Priyono
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6250

Abstract

Lakum (Vitis diffusa) merupakan sejenis tumbuhan liar yang menjalar dan dijumpai pada kawasan Kalimantan dan Malaysia. Pengolahan buah lakum menjadi sirup mempunyai kendala karena rasa buahnya yang gatal jika dimakan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan frekuensi perebusan pada pembuatan sirup buah lakum yang mempunyai sifat fisikokimia dan sensori yang baik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri 2 faktor. Faktor pertama lama perendaman dalam air garam (1 jam, 2 jam dan 3 jam) dan faktor kedua frekuensi perebusan (1 kali, 2 kali dan 3 kali). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Dari hasil analisa jika menunjukkan beda nyata dilakukan uji lanjut dengan BNJ (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup buah lakum mempunyai kadar vitamin C 3,13 – 4,69mg/100g, pH 2,04 – 2,17, total asam 2,25 – 3,38%, dan kalsium oksalat 7,91 – 9,17%. Perlakuan terbaik sirup buah lakum terdapat pada perlakuan lama perendaman 1 jam dengan frekuensi perebusan 1 kali memiliki karakter fisikokimia vitamin C 5,43mg/100g, pH 2,01, total asam 1,49%, dan kalsium oksalat 9,17% sedangkan karakter sensori adalah tingkat keasaman 3,28 (agak asam), warna 2,64 (agak kemerahan), rasa 3,76 (agak manis) dan kesukaan 3,40 (agak suka).Kata kunci : fisikokimia, frekuensi perebusan, lama perendaman, sensori, sirup buah lakum
PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG DI FASE VEGETATIF PADA TANAH GAMBUT Eka Wardhana, Muhammad Khafidzan; Susana, Rini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72407

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis, penghasil umbi yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Peningkatan produksi porang per satuan luas dapat dilakukan diantaranya dengan cara menyediakan ruang tumbuh yang mendukung pertumbuhan tanaman porang, satu diantaranya dengan memenuhi kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai keperluan tanaman porang, yaitu sebesar 60 - 70%. Saat ini belum diketahui persentasi naungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan terbaik terhadap pertumbuhan tanaman porang di fase vegetatif pada tanah gambut Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai pada bulan April   "“ Juni 2023 yang berlokasi di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, 5 ulangan dan masing - masing ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga diperoleh 100 tanaman. Perlakuan yang digunakan yaitu N0: tanpa naungan, N1: intensitas naungan 45%, N2: intensitas naungan 60%, N3: intensitas naungan 75%, N4: intensitas naungan 90%. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas , lebar kanopi , waktu kemunculan katak, dan jumlah katak total. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan naungan dengan intensitas 45, 60, 75 dan 90% menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman porang yang sama baiknya pada tanah gambut. Naungan 45% lebih efisien digunakan dari segi harga naungannya.