cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Hazlinda Hazlinda; Rini Susana; Achmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran sapi terhadap hasil tanaman mentimun pada tanah gambut.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 taraf perlakuan tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan tersebut meliputi tanpa perlakuan (p0), 375 g / polybag berisi 10 kg tanah (p1), 500 g / polybag berisi 10 kg tanah (p2), 625 g / polybag berisi 10 kg tanah (p3), 750 g / polybag berisi 10 kg tanah (p4). Variabel yang diamati meliputi Jumlah buah per tanaman (buah), Berat buah per tanaman (kg), Berat rerata buah per tanaman (g), Diameter buah per tanaman (cm), dan Panjang buah per tanaman (cm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk kandang sapi pada tanaman mentimun pada kisaran dosis 375g, 500g, 625g, dan 750g/polybag memberikan pertumbuhan dan  hasil yang sama dengan tanaman mentimun yang tidak diberi pupuk kandang sapi dan Semakin. tinggi dosis  pupuk kandang yang diberikan terdapat  kecendrungan pertumbuhan dan hasil mentimun menjadi lebih baik. Kata kunci : pupuk kandang sapi, mentimun, tanah gambut.      
STUDI MIKROBA SELLULOTIK PADA TANAH GAMBUT DARI TIGA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PELANG KECAMATAN MATA HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG DHANI - PASARIBU; ISMAHAN - UMRAN; ASADI - ASADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.18133

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk studi mikroba sellulolitik pada tanah gambut dari tiga tipe penggunaan lahan. Lokasi  di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang,  dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan. Sampel tanah diambil dari 3 tipe penggunaan lahan yaitu kebun kelapa sawit, hutan sekunder dan semak belukar. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah dan jenis bakteri, jumlah dan jenis fungi ( jamur ), kadar air, C / N Rasio,  pH, dan temperatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri sellulotik yang ditemukan pada tipe penggunaan lahan terdapat 8 jenis. Populasi terbanyak pada hutan sekunder dengan jumlah 4,3x104 cfu, sedangkan pada kebun kelapa sawit sebesar 2,1x104 cfu dan semak belukar 5x103. Jenis fungi ditemukan 6 jenis, dengan jumlah fungi terbanyak terdapat pada lahan hutan sekunder yakni 6,45x104 cfu, kemudian pada lahan semak belukar  3,19x104 cfu, dan  kebun sawit 3,19x104 cfu.  
STATUS HARA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA MERBANG KECAMATAN BELITANG HILIR KABUPATEN SEKADAU Firmanto, Dunstan Ardi; Riduansyah, Riduansyah; Hayati, Rita
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara tanah dan rekomendasi pemupukan N, P dan K pada tanah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Merbang Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau dengan luas lokasi 6 ha. Metode yang digunakan adalah dengan pengambilan sampel tanah di lapangan, pengambilan sampel tanah menggunakan sistem diagonal, satu titik pengamatan atau satu blok mewakili 1,2 ha, sehingga terdapat 5 blok dalam 6 ha, masing-masing blok terdapat 5 titik sehingga terdapat 25 titik, kedalaman pengambilan sampel tanah adalah 0-30 cm, pengambilan sampel tanah komposit menggunakan bor tanah sedangkan sampel tanah utuh menggunakan ring sampel, selanjutnya sampel tanah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis. Variabel pengamatan adalah reaksi tanah (pH), nitrogen (N) total tanah, fosfor (P) tersedia, kalium dapat ditukarkan (K-dd), bobot isi (BI), kejenuhan basa (KB), kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon (C) organik tanah. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah (masam), kandungan N total tanah tergolong rendah, kandungan P tersedia tergolong sangat rendah sampai rendah, kandungan K-dd tergolong rendah, bobot isi tergolong tinggi sampai sangat tinggi, kejenuhan basa tergolong rendah sampai sedang, KTK tergolong rendah dan C organik tergolong rendah. Pada lokasi penelitian perlu penambahan unsur hara N, P dan K dengan pemberian pupuk Urea, SP-36 dan KCL serta pemberian kapur untuk menaikan pH tanah dan pemberian bahan organik.   Kata kunci : status hara, kelapa sawit, rekomendasi pemupukan.
Profil Petani Plasma PT Ladang Sawit Mas Desa Simpang Tiga Sembelangaan Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang Irfan Rinaldi; Maswadi Maswadi; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28257

Abstract

PT Ladang Sawit Mas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang berdiri di Desa Simpang Tiga Sembelangaan Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang pada tahun 2010. Berdirinya PT Ladang sawit Mas di Desa Simpang Tiga Sembelangaan tentunya memberikan pengaruh terhadap masyarakat sekitar beroperasinya perusahaan. Profil masyarakat yang terkena pengaruh keberadaan PT Ladang Sawit Mas di Desa Simpang Tiga Sembelangaan Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang ini merupakan suatu landasan penelitian untuk mengetahui karakteristik masyarakat yang terkena pengaruh PT Ladang Sawit Mas serta membahas secara mendalam mengenai karakteristik masyarakat tersebut. Pengaruh yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini yaitu pengaruh terhadap pendapatan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survey yang digunakan terhadap 50 responden dengan alat analisis yang digunakan adalah uji t sampel tidak berpasangan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan kuisioner serta dokumen pendukung untuk mendapatkan data yang akurat dan lebih baik.Kata Kunci: Profil, Kelapa Sawit dan Petani Plasma
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT IIN ARIANTI; TATANG ABDURRAHMAN; MAULIDI MAULIDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran dan mendapatkan dosis amelioran yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 April 2017 sampai dengan tanggal 10 juni 2017, penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf yaitu (a1= 100% kapur dolomit, a2= 80% kapur dolomit  + 20% ASK, a3= 60% kapur dolomit + 40% ASK, a4= 40 % kapur dolomit          + 60% ASK, a5= 20 % kapur dolomit+ 80% ASK, dan a6= 100% ASK).      Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi segar dan berat umbi kering angin. Penggunaan abu sabut kelapa dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kapur dolomit. Kata kunci :Amelioran, Bawang merah, Tanah Gambut
PENGARUH WAKTU PENYEMPROTAN HERBISIDA PARAQUAT UNTUK PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI DESA SAHAN KECAMATAN SELUAS KABUPATEN BENGKAYANG Juliana -; Sarbino -; Rahmidiyani -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyemprotan herbisida yang berbahan aktif paraquat yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang mulai tanggal 22 Juli 2012 sampai tanggal 08 Nopember 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor, yaitu faktor penyemprotan terdiri dari 6 perlakuan, 3 ulangan yaitu Po: kontrol disiang seperti petani, P1: penyemprotan 2 minggu setelah tanam,P2: penyemprotan 3 minggu setelah tanam, P3: penyemprotan 4 minggu setelah tanam, P4: penyemprotan 5 minggu setelah tanam, P5: penyemprotan 6 minggu setelah tanam. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman (cm), berat biji kering per tongkol (gram), berat biji per petak (ons), berat 100 biji (gram), biomassa gulma (gram). Hasil penelitian menunjukanbahwa waktu penyemprotan herbisida paraquat tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat biji per petak, tetapi berpengaruh nyata terhadap berat biji kering per tongkol dan berat 100 biji. Penelitian menunjukkan dari seluruh perlakuan, P3 memberikan hasil terbaik yaitu waktu penyemprotan 4 minggu setelah penanaman, dengan berat 100 biji tertinggi sebesar 35,47. Kata Kunci : Herbisida, Jagung, Waktu Penyemprotan
Analisis Rantai Nilai Komoditas Lada Di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing Kabupaten Sambas RENDI ORIANDA; JAJAT SUDRAJAT; RAKHMAD HIDAYAT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24819

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui aktor rantai nilai komoditas lada, keuntungan petani, marjin pemasaran lada, dan mengkaji potensi dan hambatan rantai nilai komoditas lada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling untuk mengambil lembaga pemasaran dan informan kunci, sedangkan sampel petani dilakukan dengan sampel acak sederhana. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 responden yang terdiri dari 4 penyedia input produksi, 41 petani, 8 pedagang, 9 konsumen, dan 4 informan kunci.Berdasarkan hasil penelitian diketahui para pelaku yang terlibat dalam rantai nilai komoditas lada yakni penyedia input produksi, petani, pedagang, konsumen, perbankan, koperasi unit desa, balai penyuluh pertanian dan dinas perkebunan. Pendapatan bersih yang diperoleh oleh petani lada sebesar Rp 76.197.811  per hektar per tahun. Pada aliran produk untuk pasar domestik marjin pemasaran terbesar didapatkan oleh pedagang pengecer (retail) sebesar Rp. 15.800,- per kilogram, sedangkan aliran produk untuk pasar ekspor marjin pemasaran terbesar didapatkan oleh pedagang besar yakni sebesar Rp. 8.500,- per kilogram.Kata Kunci : Rantai Nilai, Aktor, Marjin, Lada
PERTUMBUHAN SETEK LADA SATU RUAS PADA BERBAGAI KOMPOSISI TANAH ALUVIAL DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Petrus Riki Purnama; Dini Anggorowati; Iman Suswanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.30671

Abstract

This study aims to obtain the composition of alluvial soil and oil palm empty fruit bunches (OPEFB) compost that provides the best growth of pepper cuttings. This research was conducted  in Parit Demang village, South Pontianak. This study  start from February 25th, 2018 to May 25th, 2018. This study used an experimental method with a Complete Randomized Design pattern (CRD) it’s a dose of OPEFB compost with 4 levels treatment, each treatment consists of 6 replication and consisting of 10 sample plants. The first treatment alluvial soil composition : OPEFB compost (1:0), second treatment alluvial soil composition : OPEFB (1:1), third treatment alluvial soil composition : OPFB compost (1:2) and fourth treatment alluvial soil composition : OPEFB compost (1:3). Variables observed is: percentage of live seed (%), shoots length (cm), number of shoots per plants (unit), number of  leaves (strand), roots volume (cm3), dry weight of shoots (gram) and dry weight of roots (gram). Based on the results of research on the composition of alluvial soil media: 1:2 OPEFB compost and alluvial soil media: 1:3 OPEFB compost gives the same good growth on pepper cuttings. The composition of alluvial soil media: 1:2 OPEFB compost is more effective because it does not require a lot of OPEFB compost so that it can be used in the pepper cutting nursery. Key Words : Alluvial Soil, OPEFB Compost, Pepper Cuttings One Segment
Sumber bahan organik untuk perbaikan tanah alluvial sebagai media tanam cabai merah dapat menggunakan bokashi Pueraria javanica. Penggunaan tanaman Pueraria javanica sebagai bokashi karena tanaman ini memiliki unsur nitrogen yang tinggi, sebab tanaman ini RAJIMIN RAJIMIN; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9037

Abstract

Air adalah sumber daya alam yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia dalam aktivitas manusia itu sendiri. Kegiatan kehidupan manusia menggunakan air baik untuk kebutuhan minum, mandi dan rumah tangga. Air yang digunakan untuk kebutuhan manusia tersebut bersumber dari air sungai, air tanah dan air hujan. Masyarakat di desa Sungai paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara memanfaatkan air sungai sebagai sumber air baku untuk PDAM sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui kualitas air berdasarkan parameter tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika, kimia dan biologi air sungai sebagai air baku untuk PDAM di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.Pengukuran kualitas air sebagai sumber air baku untuk PDAM yaitu pengukuran karakteristik fisik, pengukuran karakteristik kimia dan karakteristik biologi air. Karakteristik fisik air meliputi debit aliran, temperatur, residu terlarut dan residu tersuspensi, sedangkan karakteristik kimia air meliputi pH, nitrat, kadmium, besi, sianida, fluorida, nitrit, dan belerang sedangkan karakteristik biologi meliputi fecal coliform.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai di Desa Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara layak sebagai sumber air baku untuk PDAM. Beberapa parameter yang kandungannya melebihi batas kriteria air kelas I, diantaranya rendahnya pH diolah dengan penambahan kapur, tingginya kandungan besi dapat dikurangi dengan pemberian alumunium sulfat, dan tingginya Fecal Coliform dapat dihilangkan dengan penambahan kaporit atau kalsium hipoklorit.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi dengan Metode SRI Kiswan Muhammad, Kiswan; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi dengan metode SRI. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk kandang ayam (P) yang terdiri dari 2 taraf yaitu P1 (2 ton/ha) dan P2 (3 ton/ha), dan pupuk NPK (V) yang terdiri dari 5 taraf yaitu V1 (20% rekomendasi), V2 (40% rekomendasi), V3 (60% rekomendasi), V4 (80% rekomendasi) dan V5 (100% rekomendasi). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 30 satuan perlakuan dan 90 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah anakan produktif (anakan), persentase gabah isi per malai (%), kerapatan malai (bulir/cm), berat 1000 biji gabah (g) dan barat gabah per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variable pengamatan. Pupuk NPK berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Interaksi pupuk kandang ayam dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6. Perlakuan pupuk kandang ayam 18,75 g/ember setara dengan 3 ton/ha dan pupuk NPK 40% rekomendasi yaitu Urea 0,225 g/ember, SP36 0,30 g/ember dan KCl 0,13 g/ember atau setara dengan Urea 36kg/ha, SP36 48kg/ha dan KCl 21,6kg/ha memberikan pertumbuhan terbaik terhadap variabel tinggi tanaman minggu ke-6 yaitu 67,33 cm meskipun di bawah rerata deskripsi. Pada komponen hasil berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Namun rerata jumlah anakan produktif mencapai 15,10 anakan dan sama seperti yang tertera dalam deskrispi. Persentase gabah isi per malai tergolong rendah yaitu 75,55 % gabah isi. Kerapatan malai juga tergolong rendah yaitu 3,97 bulir/cm. Hal ini terlihat dari rerata jumlah gabah per malai yang tergolong rendah yaitu 85,62 bulir sementara pada deskripsi 157 bulir dan panjang malai yang tergolong sedang dengan rerata yaitu 21,52 cm. Barat 1000 bulir gabah tergolong rendah dengan rerata 26,48 g sementara pada deskripsi 28 g. Hal ini disebabkan oleh serangan hama penggerek batang padi atau biasa di sebut beluk.

Page 16 of 191 | Total Record : 1901