cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Safitri, Dwi Desri; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.95364

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris) adalah sayuran penting untuk kebutuhan gizi masyarakat. Bokasi TKKS yang ditambahkan ke dalam tanah diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik tanah. Pemberian KCl memberikan tambahan kalium yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan buah dan ketahanan terhadap stres lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi TKKS dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan Asrama Kabupaten Bengkayang Jl. Sepakat II, berlangsung mulai tanggal 1 September 2024 "“ 21 November 2024. Penelitian menggunakan rancangan faktorial acak lengkap ( RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah bokasi TKKS yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis t1= 20 ton/ha, t2= dengan 30 ton/ha, t3= 40 ton/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk Kalium yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis k1 = 100 kg/ha, k2 = 200 kg/ha, k3 = 300 kg/ha. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang 3 kali, sehingga totalnya ada 27 unit percobaan dengan total 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah umur berbunga, volume akar, jumlah kering, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, dan berat polong per polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk kalium dengan dosis 200 kg/ha memberikan jumlah polong tertinggi dibandingkan dengan dosis yang lain.
ANALISIS KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM PERAIRAN DANAU SERANTANGAN SINGKAWANG Lukmansyah, Nisrina Nabila; Munir, Ahmad Mulyadi Sirojul; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97700

Abstract

Serantangan Lake is a post-mining lake located near an active illegal gold mining area, thus requiring an assessment of its water quality and ecological feasibility. This study aimed to identify the taxa, composition, and density of macrozoobenthos. The research was conducted from December 2024 to February 2025 at three stations using purposive sampling. Samples were collected from 8 sampling points, four times, at two-week intervals. A total of 1,078 individual macrozoobenthos were identified, consisting of 14 genera belonging to 14 families and 9 orders: Mesogastropoda, Architaenioglossa, Decapoda, Haplotaxida, Diptera, Coleoptera, Ephemeroptera, Odonata, and Hemiptera. The highest composition at Stations I and II was dominated by Odonata, while Station III was dominated by Haplotaxida (Tubifex sp.). Station I indicated good water quality, characterized by the presence of intolerant taxa such as Baetidae and Tipulidae. Station II reflected moderate quality, with a dominance of semi-tolerant taxa. Station III showed the lowest quality due to the dominance of tolerant taxa and low diversity. Anthropogenic activities, such as fish harvesting and illegal gold mining (PETI), are suspected to be the main factors affecting the macrozoobenthic community structure in the lake.
DISTRIBUSI UKURAN DAN KARAKTER MORFOMETRIK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) YANG DIDARATKAN DI TPI SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Br Purba, Anjelina Firyanti; Soetginya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.94836

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sungai Kakap merupakan salah satu sentra pendaratan hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi ukuran dan karakter morfometrik rajungan yang didaratkan di TPI Sungai Kakap. Penelitian dilaksanakan pada Februari"“Maret 2025 dengan metode pengambilan sampel secara acak sebanyak dua kali dalam sebulan selama dua bulan. Parameter yang diamati meliputi nisbah kelamin, distribusi frekuensi ukuran, pola pertumbuhan, dan karakter morfometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 74 ekor rajungan yang tertangkap, didominasi oleh betina dengan rasio kelamin 1:1,64 (X ² = 4,378 > 3,841). Distribusi ukuran menunjukkan sebagian besar rajungan yang tertangkap berada pada kategori dewasa. Pola pertumbuhan rajungan jantan bersifat isometrik (b = 2,571), sedangkan betina menunjukkan pertumbuhan alometrik positif (b = 3,5605). Dari sepuluh karakter morfometrik yang diuji, hanya karakter Front Margin Length (FML) yang berbeda signifikan antar jenis kelamin, menunjukkan adanya dimorfisme seksual. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi sebagai dasar data biologis untuk pengelolaan rajungan secara berkelanjutan, khususnya dalam penentuan kebijakan ukuran tangkap minimum dan pelestarian populasi rajungan di wilayah TPI Sungai Kakap.
EFISIENSI PEMBERIAN PUPUK NITROGEN PADA PADI YANG DIBERI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN Nisa, Yaumin; Rianto, Fadjar; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97988

Abstract

Penanaman padi (Oryza sativa L) tidak terlepas dari pemberian pupuk N dalam membantu pertumbuhan dan produksinya. Bahan baku pupuk N bersumber pada fosil yang bersifat tidak bisa diperbaharui sehingga pemakaiannya perlu dibatasi. Tujuan penelitian ini mengkaji efisiensi pemberian pupuk N karena menggunakan bakteri penambat N yang hidup bebas di rizosfer padi. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Terpadu Universitas Tanjungpura sejak 28 Mei 2023 - 27 September 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan terdiri dari p1 = 50 kg/ha pupuk N, p2 = 100 kg/ha pupuk N, p3 = 50 kg/ha pupuk N, p4 = 200 kg/ha pupuk N. Semua tanaman yang digunakan diinokulasi dengan isolat Bakteri Penambat Nitrogen (BPN). Variabel diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman (cm), panjang malai (cm), berat kering tanaman (g), jumlah gabah per malai (butir), persentase gabah isi produksi (%), kepadatan malai (butir/cm), bobot 1000 gabah (g), total gabah isi per rumpun (butir), berat total gabah isi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bakteri N menyebabkan perlakuan beberapa dosis pupuk N tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman padi Inpari 32. Hasil penelitian pemberian bakteri N yang dapat mengurangi dosis penggunaan pupuk N sebesar 25% atau setara 50 kg/ha Pupuk N dari rekomendasi pupuk N yaitu 200 kg/ha.
EVALUASI SENSORI KEFIR AIR KELAPA HIJAU DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI GULA KELAPA Panjaitan, Pritania Selena; Raharjo, Dwi; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96960

Abstract

This study aims to evaluate the sensory characteristics of green coconut water kefir with the addition of various concentrations of coconut sugar. The concentrations tested were 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. A total of 30 untrained panelists participated in the sensory evaluation, which was conducted descriptively based on four attributes: aroma, taste, color, and overall preference. The results showed that coconut sugar concentration significantly affected the sensory quality of the kefir. The 20% concentration produced the highest scores in aroma (4.17), taste (3.60), and color (4.80), indicating a stronger coconut sugar aroma, more pronounced sourness, and a darker brown appearance. However, the highest overall preference was observed at the 15% concentration, with a score of 4.20, suggesting that this level was most acceptable to the panelists. It can be concluded that while 20% coconut sugar enhances certain sensory attributes, the 15% concentration provides the best balance between flavor, appearance, and consumer acceptability. These findings can support further development of coconut water kefir as a functional fermented beverage with desirable sensory quality.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK, ANORGANIK DAN PGPR TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOL Irawan, Ria; Hayati, Rita; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.97418

Abstract

Tanah Ultisol merupakan tanah marginal dengan struktur tanah yang padat, infiltrasi dan permeabilitas yang lambat, aerasi tanah yang buruk, kandungan bahan organik rendah, agregat tanah yang kurang stabil, dan bobot isi pada lapisan tanah bawah (subsoil) yang tinggi, hal ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi penurunan kesuburan tanah serta meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas hasil panen pada budidaya tanaman jagung yaitu melalui pemberian Biochar Sekam+Pupuk Kandang Kambing, Pupuk N, P, K dan PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Campuran Biochar Sekam+Pupuk Kandang Kambing, Pupuk N, P, K dan PGPR Terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) Di Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 unit polybag percobaan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian biochar sekam, pukan kambing, pupuk N, P, K dan PGPR dapat meningkatkan kandungan C-organik sebesar (53,81%), N-total tanah (66,47%), P-tersedia tanah (268,96%), dan K-dd tanah (230,43%), Tinggi Tanaman (62,96%) dan Diameter Batang (38,95%) dibandingkan hanya N, P, K saja. Perlakuan P6 dengan dosis (100% Biochar dan Pukan + 50% N, P, K + PGPR) merupakan dosis terbaik.
KORELASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DI TANAH ALUVIAL KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Elda, Tria Angeliona; Sulakhudin, Sulakhudin Sulakhudin; Romiyanto, Romiyanto Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98229

Abstract

Tanah Aluvial memiliki karakteristik kimia yang unik dan sering menjadi tantangan dalam dunia pertanian karena tingkat kejenuhan basa yang bervariasi, pH masam, dan potensi hilangnya unsur hara akibat curah hujan yang tinggi.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketersediaan unsur hara Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) terhadap pertumbuhan tanaman jambu biji (Psidium guajava) di tanah aluvial di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan berupa survey lapangan, pengambilan sampel tanah secara sistematis dengan metode diagonal pada tiga lokasi dengan dilakukan ulangan sehingga di diambil 9 sampel tanah, serta pengukuran parameter tanaman (tinggi tanaman dan diameter batang). Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah tergolong masam (5,11-5,29), N-total tergolong sedang (0,33"“0,38%), P-tersedia sangat tinggi (155,08"“252,26 ppm), K-dd bervariasi dari rendah hingga sedang (0,31"“0,55 cmol(+)kg-1), C-organik juga bervariasi dari tinggi hingga sangat tinggi (2,50-3,31%), Kapasitas Tukar Kation tergolong rendah (11,49-13,89 cmol(+)kg-1) dan Kejenuhan Basa bervariasi dari tinggi hingga sangat tinggi (60,78-82,72%). Korelasi dilakukan untuk melihat hubungan antara parameter tanaman dengan sifat kimia tanah dan menyusun rekomendasi pemupukan.
KELIMPAHAN, MORFOMETRIK, DAN RASIO KELAMIN KEPITING AIR TAWAR (Isolapotamon doriae) DI SUNGAI KATU, DESA SAHAN, KECAMATAN SELUAS, KABUPATEN BENGKAYANG Utana, Beby Marc; Munir, Achmad Mulyadi Sirodjul; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting air tawar berperan penting di dalam ekosistem perairan sebagai omnivor dan detritivor, namun populasinya rentan terhadap pencemaran. Kecamatan Seluas memiliki perairan yang mendukung keberadaan Isolapotamon doriae, tetapi informasi mengenai kelimpahan, morfometrik, dan rasio kelamin di Sungai Katu belum tersedia. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2024"“Januari 2025 menggunakan 18 bubu dan 12 pancing di tiga stasiun. Sebanyak 60 individu berhasil dikumpulkan. Kelimpahan tertinggi tercatat di Stasiun 1 (12 ind/3 m ²), disusul Stasiun 2 (5 ind/3 m ²) dan Stasiun 3 (3 ind/3 m ²). Analisis morfometrik menunjukkan betina memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada jantan. Rasio kelamin masing-masing stasiun yaitu 5:4, 4:3, dan 7:3, dengan hasil uji chi-square menunjukkan X ²hitung < X ²tabel (3,841), sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan dari rasio teoritis 1:1. Meskipun jantan lebih dominan, rasio kelamin I. doriae di Sungai Katu relatif seimbang.
KEEFEKTIFAN HERBISIDA CAMPURAN BAHAN AKTIF CYHALOFOP-BUTYL DAN PENOXSULAM TERHADAP GULMA ECHINOCHLOA CRUSS-GALLI L. DAN CYPERUS IRIA. Masmudah, Masmudah; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.88540

Abstract

Pemakaian herbisida tunggal yang dilakukan terus-menerus akan menimbulkan resiko resistensi gulma, untuk mengatasinya perlu dilakukan pencampuran herbisida. Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif bertujuan untuk memperluas spektrum pengendalian gulma dan menghambat terjadinya resistensi gulma,campuran herbisida antar satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat bersifat aditif, sinergis, dan antagonis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat aktivitas campuran herbisida yang berbahan aktif cyhalofop-buty dan penoxsulam terhadap gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021 di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan tingkat dosis perlakuan dan diulang sebanyak 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari tiga jenis herbisida yaitu herbisida tunggal cyhalofop-butyl (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; l/ha), herbisida penoxsulam (0; 5; 10; 20; 40; 80 l/ha),dan campuranbahan aktif dari cyhalofop-butyl dan penoxsulam (0; 2,25; 4,5; 9; 18; 36 l/ha). Gulma yang menjadi sasaran adalah gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Variabel yang diamati yaitu tingkat keracunan dan bobot kering gulma. Analisis data yang digunakan adalah analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS untuk menentukan LD50 tiap perlakuan herbisida tunggal dan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam memiliki nilai LD50 perlakuannya sebesar 238,8507 g/ha dengan nilai indeks kombinasi (IK) sebesar 0,98 (IK≤1) sehingga campuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam bersifat sinergis. .
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PETANI KARET DI DESA SEMAYANG KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Rayana, Aldo; Yurisinthae, Erlinda; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98502

Abstract

Tanaman karet adalah salah satu tanaman komoditas ekspor yang ada di Indonesia. Perkebunan karet di Desa Semayang Kecamatan Kembayan adalah perkebunan milik rakyat yang kualitas air getahnya cukup rendah, meskipun demikian karet sampai saat ini masih mampu bersaing dengan komoditas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi petani karet di Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan di Desa Semayang dengan menggunakan data primer dan sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 petani karet yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi karet di Desa Semayang meliputi jumlah pohon karet dan umur tanaman karet. Sementara itu, jumlah tenaga kerja dan frekuensi penyadapan tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi karet.