cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI KAWASAN PERAIRAN DANAU LIUT Lubis, Angghina Choirunnisa; Soetignya, Widadi Padmarsari; Adijaya, Mardan; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96217

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau yang ditetapkan sebagai danau lindung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Danau ini terbentuk akibat terputusnya Sungai Ketungau dan membentuk danau tapal kuda (oxbow lake). Danau Liut berhubungan langsung dengan DAS ketungau yang dimana di sekitaran sungai ketungau didapati adanya kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan maraknya aktivitas destructive fishing seperti aktivitas menuba dengan menggunakan pestisida dan dengan setrum, maka tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas-aktivitas tersebut mempengaruhi kualitas air di perairan Danau Liut, dengan ditinjau melalui parameter fisika, parameter kimia, dan parameter biologi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus-Oktober 2024 di Danau Liut Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, dan pengukuran parameter fisika-kimia dengan uji laboratorium. Analisis data menggunakan komposisi genus, kelimpahan relatif, regresi linier berganda, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan komposisi genus fitoplankton yang ditemukan di Danau Liut sebanyak 13 genus yang dikelompokkan menjadi 5 kelas. Nilai kelimpahan relatif rata-rata tertinggi yaitu genus Navicula sp., 62,76% dan Gleocapsa sp., 44,68%. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman fitoplankton di Danau Liut tergolong tinggi, dan Indeks Dominansi fitoplankton tergolong rendah.
APLIKASI POC KOTORAN KAMBING DAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI TANAH GAMBUT Ardianto, M. Rafi; Surachman, Surachman; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74302

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) ialah salah satu serealia yang memiliki nilai komersil tinggi dan memiliki waktu panen lebih singkat, sehingga sangat menguntungkan untuk dibudidayakan. Tanaman jagung manis menghendaki tanah yang bersolum tebal, subur, gembur, dan banyak mengandung humus serta kandungan unsur hara yang cukupuntuk pertumbuhan dan hasil yang optimal. Penggunaan tanah gambut sebagai media tumbuh untuk tanaman jagung manis memiliki beberapa kendala diantaranya pH tanah rendah, porositas tanah yang tinggi, ketersediaan unsur hara relatif rendah dan proses dekomposisibahan organik yang berjalan lambat. Penggunaan POC kotoran kambing dan PGPR diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan tanah gambut di Perumahan Fajar Asri, Jl. Desa Kapur, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 Meihingga 30 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama konsentrasi POC kotoran kambing yaitu k1 = 40 ml/l, k2 = 50 ml/l, k3 = 60 ml/l. Faktor kedua konsentrasi PGPR yaitu p1 = 5 ml/l, p2 = 7,5 ml/l, p3 = 15 ml/l. Variabel yang diamati dalam penelitianini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, volume akar, bobot tongkol berkelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang daun dan terjadinya interasi pada tinggi tanaman 2 MST. Pemberian PGPR berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel, namun memberikan interaksi pada variabel volume akar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian POC kotoran kambing konsentrasi 40 ml/l dan PGPR 5 ml/l merupakan konsentrasi efektif yang dapat digunakan dalam budidaya jagung pada tanah gambut.  Kata Kunci: gambut, hasil, jagung, PGPR, POC
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK MELADA Apriyatna, Arif; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73816

Abstract

Pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin terhadap pertumbuhan setek melada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari konsentrasi ZPT Auksin (Atonik) terbaik bagi pertumbuhan setek tanaman melada. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 22 Februari hingga 22 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi Atonik yang diulang sebanyak 6 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : pemberian Atonik dengan konsentrasi 1 m/l, pemberian Atonik dengan konsentrasi 2 ml/l dan pemberian Atonik dengan konsentrasi 3 ml/l. Variabel pengamatan penelitian meliputi persentase tumbuh (%), jumlah tunas, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), jumlah akar (helai), dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ZPT auksin (Atonik) dengan konsentrasi 1 ml/l merupakan dosis terbaik untuk digunakan dalam perbanyakan setek melada. Pemberian ZPT auksin (Atonik) memberikan persentase tumbuh terbaik yaitu 90%, panjang akar terbaik yaitu 13,34 cm, jumlah akar terbaik yaitu 12 helai dan volume akar terbaik 9,67 cm3.  
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN ANJUNGAN MELANCAR KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Maharani, Shinta Rafika; Hazriani, Rini; Agustine, Leony
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73961

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan/atau arahan penggunaan lahan sesuai dengan keperluan. Evaluasi lahan untuk keperluan perencanaan memiliki peran penting karena hampir tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa daya dukung lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah di Kelurahan Anjungan Melancar Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah dengan luas areal sebesar 60 ha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey dan matching. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah kemudian dianalisis di Laboratoirum. Penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu mulai dari persiapan, penentuan titik pengamatan, verifikasi dataset karakteristik lahan, kegiatan lapangan, analisis laboratorium, pengolahan data, pembuatan peta dan penyusunan laporan dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap Satuan Lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda mulai dari kesesuaian aktual dengan kelas N-rc (tidak sesuai) hingga S3-wa,rc,na,nr (sesuai marginal) dan untuk kelas kesesuaian potensial dengan kelas S3-rc(sesuai marginal) hingga S1(sesuai).
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA TANAH PADA TIGA TIPE LUAPAN DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Irawan, Yogi; Junaidi, Junaidi; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70245

Abstract

Sifat fisika tanah merupakan unsur lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap tersedianya air, udara tanah dan secara tidak langsung mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman (Delsiyanti, 2016). Pengelolaan lahan secara terus menerus, adanya saluran drainase, dan pengolahan tanah serta adanya perbedaan tipe luapan lahan pasang surut, mengakibatkan tanah di lahan tersebut memiliki sifat fisik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah dan karakterisasinya pada tiga tipe luapan di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Setiap lokasi   ditentukan 6 titik pengamatan sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm. Parameter sifat fisika tanah yaitu: fraksi tekstur, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang (KAKL), permeabilitas diuji menggunakan anova. Apabila terdapat perbedaan parameter pada tiga tipe luapan maka dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) pada tingkat kepercayaan 95% (5%). Hasil analisis yang didapat, yaitu fraksi pasir dan debu pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap B dan C, serta fraksi liat pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap B dan C. Bobot isi tanah, porositas tanah dan KAKL pada tipe luapan B berbeda nyata terhadap C dan A. Permeabilitas tanah pada tipe luapan A berbeda nyata terhadap tipe B dan tipe B berbeda nyata terhadap tipe C.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALLUVIAL Habilene, Adrian; Budi, Setia; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70718

Abstract

Kedelai edamame merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme tanah yang berfungsi untuk menguraikan bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman. Pupuk kotoran ayam berfungsi sebagai bahan organik sumber energi bagi mikroorganisme yang dimiliki pupuk hayati agar dapat menghasilkan unsur hara yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam, serta menganalisis peranan pupuk hayati dan dosis terbaik pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pupuk hayati (H) : h0 = tanpa pemberian pupuk hayati, h1 = pemberian pupuk hayati dan faktor kedua pupuk kotoran ayam (P) : p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha, p4 = 20 ton/ha Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar per tanaman, jumlah polong isi, dan berat polong segar per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kotoran ayam pada variabel jumla polong isi. Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah polong isi dan berat polong isi. Pupuk kotoran ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah polong isi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI LADA DI DESA SEMANGET KECAMATAN ENTIKONG KABUPATEN SANGGAU Purhiza, Andreas Tedi; Kusrini, Novira; Maswadi, Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70609

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap produksi lada di Desa Semanget Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Lokasi penelitian ini ditentukan secara (purposive) yaitu di Desa Semanget Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dengan pertimbangan dimana wilayah atau daerah tersebut merupakan salah satu kawasan konsentrasi yang memiliki banyak petani lada di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil analisis secara simultan dalam penelitian ini diperoleh hasil output yang menunjukan bahwa secara simultan  luas lahan, umur tanaman, pupuk dan tenaga kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap produksi di Desa Semanget Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Meita, Priskila; Radian, Radian; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71055

Abstract

Tanah aluvial cukup potensial digunakan sebagai lahan pertanian bawang merah, namun terkendala dengan kesuburannya. Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK merupakan upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Menentukan kombinasi yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung selama ±3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan serta diulang sebanyak 3 kali. Faktor (B) adalah dosis biochar tongkol jagung terdiri atas 3 taraf : b0 = 0 ton/ha, b1 = 8 ton/ha, b2 = 16 ton/ha. Faktor (P) adalah dosis pupuk NPK terdiri atas 3 taraf yaitu : p1 = 400 kg/ha, p2 = 500 kg/ha, p3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar perumpun, berat kering, jumlah umbi, bobot susut dan diameter umbi serta variabel tambahan yaitu suhu udara, kelembaban udara, pH tanah setelah inkubasi, Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tongkol jagung hanya berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 6 MST dan diameter umbi.
UJI POTENSI BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI ENTISOL TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR TANAH Azzahra, Tia Tilana; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74397

Abstract

Mikroorganisme tanah yang mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman adalah bakteri  pelarut fosfat. Bakteri pelarut fosfat merupakan kelompok mikroba yang dapat mengubah fosfat  tidak terlarut dalam tanah menjadi bentuk yang larut dengan mensekresi asam "“ asam organik  dan melarutkan P yang teradsorpsi oleh senyawa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan  isolat yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat dan adaptasi yang tinggi, sehingga dapat  dimanfaatkan pada berbagai agroekosistem lahan pertanian. Penelitian in dilaksanakan di lahan  pertanian Desa Semperiuk A Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas Provinsi  Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Februari 2023 "“ 30 Mei 2023. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan karakteristik makroskopis spesies bakteri  pelarut fosfat sebanyak 5 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Semua perlakuan  dilarutkan sebanyak 5/100ml dan diaplikasikan ke media tanam. Pemberian bakteri pelarut  fosfat pada tanah memiliki hasil yang berbeda terhadap tiap parameternya. Hipotesis yang  diajukan dalam penelitian ini adalah pemberian bakteri pelarut fosfat diduga dapat  mempengaruhi kelarutan fosfat pada tanah Entisol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian bakteri pelarut fosfat tidak berbeda nyata terhadap ketersediaan P tetapi memiliki  nilai rerata tertinggi pada parameter pH tanah, N-total tanah, dan P-total tanah.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA KAWASAN AIR TERJUN PANCUR AJI DI KECAMATAN KAPUAS, KABUPATEN SANGGAU, KALIMANTAN BARAT Damara, Valentino Dwika; Adijaya, Mardan; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71120

Abstract

Air Terjun Pancur Aji adalah wisata alam yang terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 - Januari 2023. Tujuan penelitian ini untuk menentukan status Kesesuaian Wisata berdasarkan analisis Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan (Yulianda, 2019) dan Location Qoutien di Kabupaten Sanggau yang turut berpengaruh dalam keberlangsungan Wisata Alam Air Terjun Pancur Aji. Metode penentuan stasiun penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan IKW di Kawasan Air Terjun Pancur Aji, kategori Bermain Air sangat sesuai dan kategori Melihat Pemandangan dan Duduk Santai sesuai dan kategori Berkemah/Outbound tidak sesuai. DDK di Kawasan Air Terjun Pancur Aji menunjukan dalam 1 hari Kawasan Pancur Aji dapat menampung 2.818 orang dengan luas area yang dapat dimanfaatkan adalah 2,01%. Nilai LQ 1 di Kabupaten Sanggau yang termasuk sektor basis adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian dan sektor industri pengolahan.