cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT Anggara, Rudi; Rahayu, Sri; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74503

Abstract

Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan salah satu ikan yang berasal dari Indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Kalimantan dan Sumatera (Kottelat dkk., 1993). Di Kalimantan Barat budidaya ikan jelawat di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan Jelawat yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) dari kolam yang berada di tempat kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat, Penelitian akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL, Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dilakukan menggunakan termometer air raksa yang dicelupkan langsung ke dalam perairan, kemudian biarkan hingga kurang lebih 2 menit dan di catat hasilnya Pengukuran pH perairan dilakukan menggunakan pH indikator dengan mencelupkan pH meter kedalam kolam, Pengukuran DO dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut akan terlihat pada monitor DO Meter. identifikasi parasit pada ikan jelawat dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara acak dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian ditemukan satu jenis ektoparasit yang menyerang   ikan jelawat yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang ikan. Prevalensi ikan jelawat kolam I yaitu 32% termasuk kategori umumnya dan infeksi sedang, pada kolam II yaitu 24% termasuk kategori sering dan infeksi sangat sering dan pada kolam III yaitu 8% termasuk kategori sering dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 Ind/ekor, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK PADA TANAH GAMBUT Lamita, Dinni; Hadijah, Siti; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70254

Abstract

Tanaman Gambas (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran merambat dengan alat pemegang berbentuk pilin, batang panjang dan kuat, dapat mencapai puluhan meter. Daerah asal gambas dari india, tanaman ini telah beradaptasi lama di daerah Asia Tenggara termaksuk Indonesia. Buah berkasiat untuk membersihkan darah, selain berguna untuk obat, kulit buah yang telah kering baik sekali untuk penggosok tempat cucian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk budidayakan tanaman gambas adalah dengan cara memberikan pupuk kandang bebek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman gambas ditanah gambut. Penelitian ini dilakukan didalam polybag dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan pupuk kandang bebek dengan 5 ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan diperoleh 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah b1 = 10 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 160 g / polybag b2 = 15 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 240 g / polybag b3 = 20 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 320 g / polybag b4= 25 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 400 g / polybag b5= 30 ton/ha pupuk kotoran bebek setara dengan 480 g / polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm ³), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g),berat buah perbuah (g), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang bebek dosis 10 ton/ha setara dengan 160 g/polybag dapat pertumbuhan dan hasil gamas pada tanah Gambut.  Kata Kunci : Gambas, Tanah Gambut, Pupuk kandang Bebek
STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI HUTAN MANGROVE DESA SUNGAI NIBUNG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA Aldaniah, Aldaniah; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70947

Abstract

Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai memiliki hutan mangrove yang cukup luas dan terdapat moluska yang hidup didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Struktur Komunitas Moluska di Hutan Mangrove Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel Moluska dilakukan 10 hari sekali selama kurang lebih 2 bulan. Pengambilan sampel moluska dilakukan bertahap disetiap stasiun. Terdapat 3 stasiun pengambilan sampel, pada setiap stasiun terdapat 3 transek dengan jarak antar transek adalah ± 30 meter dan masing-masing transek diletakkan 5 buah plot berukuran 1 x 1 m ² dengan jarak antar plot yaitu ± 10 meter. Dari Penelitian ini diperoleh Komposisi Moluska yaitu sebanyak 16 spesies, yang digolongkan kedalam kelas gastropoda dan bivalvia. Kepadatan Moluska paling tinggi yaitu Cassidula nucleus sebesar 78,00 ind/m ² dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 12,14%, sedangkan kepadatan moluska paling rendah yaitu Onchidium sp sebesar 1,00 ind/m2 dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 0,18%. Indeks keanekaragaman (H"™) keseluruhan Moluska yaitu sebesar 2,27 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman (E) keseluruhan moluska sebesar 0,82 menunjukkan keseragaman jenis tergolong tinggi, kemudian pada indeks dominansi (C) keseluruhan moluska sebesar 0,11 menunjukkan dominansi rendah.    
PENGARUH BOKASHI BULU AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Simbolon, Marini; Hadijah, Siti; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70086

Abstract

Terung tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan adalah tanah PMK yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan   untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa bokashi bulu ayam dan pupuk NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan bokashi bulu ayam sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah PMK terutama pada sifat fisik tanah dan penambahan pupuk NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara langsung untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Tujuan dari penelitian ini adalah   mendapatkan dosis interaksi terbaik antara bokashi bulu ayam dan pupuk NPK untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Letong Desa Noyan Kecamatan Noyan Kabupaten Sanggau. Waktu pelaksanaan berlangsung dari Bulan Maret-Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perlakuan pemberian bokashi bulu ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1= 375 g/polibag, k2= 500 g/ polibag, k3= 625 g/polibag dan perlakuan pupuk NPK 16-16-16 (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1= 200kg/ha, p2= 300 kg/ha, p3= 400 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi pada semua variabel pengamatan. Pupuk NPK dengan dosis 300 kg/ha adalah dosis yang efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman pada tanah PMK.
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius djambal) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT Aguilera. R, Agnes Rossiana; Sirodjul, Ahmad Mulyadi; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74536

Abstract

Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, misalnya pada insang, sirip dan kulit. Di Kalimantan Barat budidaya ikan patin salah satunya dilakukan di UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan patin (Pangasius djambal) di kolam budidaya. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan di dua tempat yaitu UPT-PBAPL Kalimantan Barat dan Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode purposive sampling yang dilakukan disetiap kolam berdasarkan ukuran ikan. Hasil pengamatan ditemukan satu jenis ektoparasit. Jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan patin (Pangasius djambal) adalah Dactylogyrus sp ditemukan pada organ insang ikan. Prevalensi yang diperoleh selama penelitian pada kolam I yaitu 10% menunjukan tingkat serangan masuk kedalam kategori infeksi sering, kolam II yaitu 25% menunjukan tingkat serangan masuk kedalam infeksi sering, kolam III 35 % menunjukan tingkat serangan masuk kedalam infeksi biasa. Nilai intensitas kolam I yaitu 1,5 kategori rendah, kolam II yaitu 1,8 kategori rendah dan kolam III yaitu 2,14 kategori rendah, nilai intensitas dengan kategori yang rendah merupakan infeksi yang belum berdampak merugikan bagi ikan. Kualitas air di kolam budidaya UPT-PBAPL Kalimantan Barat selama penelitian berada dalam kisaran normal dan mendukung untuk kelangsungan hidup ikan, dengan rata-rata suhu berkisar 29,1-29,60C, pH 6,4-6,8, DO 4,2-5,6 mg/L
STRUKTUR POPULASI IKAN DURI (ARIUS MACULATUS) HASIL TANGKAPAN NELAYAN YANG DIDARATKAN DI TPI JUNGKAT KABUPATEN MEMPAWAH Katherive, Katherive; Hadinata, Fitra Wira; Soetignya, Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70412

Abstract

Ikan duri merupakan salah satu komoditas hasil tangkapan utama di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Ikan duri adalah salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis penting dan permintaan pasar terhadap ikan duri tergolong tinggi sehingga upaya penangkapan terhadap ikan duri terus meningkat. Adanya kegiatan penangkapan ikan duri atau ikan manyung yang dilakukan terus menerus tanpa adanya suatu usaha pengaturan, maka dapat mempengaruhi keberadaan dan mengubah status stok sumberdaya ikan duri  tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi ikan duri (Arius maculatus) yang meliputi sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang dan berat, laju pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi. Penelitian ini dilakukan pada  bulan April-Mei yang berlokasi di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Jumlah sampel yang digunakan yaitu  126  ekor ikan dengan kisaran panjang 13-20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan duri (Arius maculatus) yang tertangkap terdiri dari 4 macam  kelas  ukuran dan tergolong dalam kelompok umur ikan  remaja. Hubungan panjang dan berat ikan duri bersifat  allometrik negatif  dengan nilai panjang asimptot (L∞) sebesar 34,40  cm  dan  koefisien laju pertumbuhan  sebesar  0,28 cm.  Nilai laju mortalitas total (Z)  3,61 pertahun, mortalitas alami (M) 0,74 per  tahun  dan  mortalitas penangkapan (F) 2,87 per  tahun,  serta nilai  laju eksploitasi (E) 0,79 per  tahun.    
PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI PINANG Rapeah, Rapeah; Purwaningsih, Purwaningsih; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70832

Abstract

Pinang (Areca catechu) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki potensi yang cukup tinggi dan nilai ekonomi sebagai bahan baku industri kimia dan farmasi. Secara alamiah benih pinang baru dapat berkecambah setelah 60-75 hari setelah semai.. Tujuan penelitian ini mendapatkan metode skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah yang   terbaik untuk mempercepat perkecambahan pada biji pinang. Penelitian ini dilakukan di lahan yang terletak di Jl. Parit Sarim Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap pada bulan Desember 2022 sampai Febuari 2023. Penelitian ini menggunakan pola   Faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor skarifikasi dan lama perendaman, serta setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari: tanpa skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendam 6 jam, tanpa skarifikasi dan lama perendaman 9 jam, skarifikasi dan lama perendaman 3 jam, skarifikasi dan lama perendaman 6 jam, skarifikasi dan lama perendaman 9 jam. Variabel   yang diamati adalah kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, panjang akar, dan panjang plumula. Hasil penelitian   ini yaitu   skarifikasi dan lama perendaman dengan ekstrak bawang merah terhadap perkecambahan biji pinang hanya memberikan interaksi pada variabel pengamatan daya berkecambah. Skarifikasi pada benih dan lama perendaman 9 jam memberikan pengaruh yang tertinggi   terhadap perkecambahan biji pinang.
ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA AIR TERJUN SILING DI KECAMATAN SIMPANG DUA KABUPATEN KETAPANG Evanka, Emba Raub Tia; Mulyadi, Ahmad; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.67953

Abstract

Wisata Air Terjun Siling terletak di Desa Gerai Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober-November 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengestinasi potensi objek wisata alam Air Terjun Siling, mengestinasi tingkat kelayakan Air Terjun Siling Terhadap pengembangan Pariwisata, mengestinasi presepsi dan partisipasi masyarakat terhadap objek wisata alam Air Terjun Siling. Pengamatan potensi Air Terjun siling menggunakan metode observasi, pengambilan data karakteristik dan presepsi pengunjung menggunakan metode accidental sampling, sedangkan pengambilan data karakteristik dan presepsi masyarakat menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Air Terjun siling memiliki potensi hayati dengan adanya flora dan fauna seperti pohon karet, pohon ulin, tumbuhan palem hutan, tumbuhan palem kuning, ikan gabus, ikan seluang, ikan wader, dan tengkuyung. Sedangkan potensi non hayati memiliki nilai keindahan alam seperti air terjun dan bebatuan. Tingkat kelayakan Air Terjun Siling dikategorikan tidak layak untuk dikembangkan karena hanya mencapai angka 24,9% yang dimana 33,33%, maka tempat tersebut kurang memiliki sarana dan prasarana serta aksesibilitas yang tidak memadai.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DI DUA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH Setiawan, Harry Radot; Wasi'an, Wasi'an; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.76191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi antara pupuk kandang dan varietas kubis bunga yang lebih baik, dengan kedalaman muka air tanah yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah aluvial dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Petak Berjalur (Split Blok), yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan masing-masing perlakuan. Faktor pertama (main plot) yaitu kedalaman muka air tanah yang terdiri dari 20 dan 30 cm, dan faktor kedua (sub plot) yaitu kombinasi pupuk kandang dan varietas kubis bunga yang terdiri dari pupuk kandang ayam + varietas Larissa, pupuk kandang kambing + varietas Larissa, pupuk kandang + varietas Snow White, dan pupuk kandang kambing + varietas Snow White. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun per tanaman, berat segar tanaman, berat kering tanaman, kemunculan bunga, diameter krop, dan berat segar krop. Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan yang meliputi pH tanah, suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk kandang dan varietas Larissa menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang lebih baik daripada kombinasi pupuk kandang dan varietas Snow White pada media tanam tanah aluvial di polybag dengan sistem budidaya jenuh air dan kedalaman muka air tanah 30 cm menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga yang lebih baik dari 20 cm pada media tanam tanah aluvial di polybag dengan sistem budidaya jenuh air.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NUTRISI AB-MIX DAN REBUNG BAMBU SECARA HIDROPONIK Firmana, Firmina Murniati; Nurjani, Nurjani; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77272

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi nutrisi AB-mix dan pupuk organik cair rebung bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri serta mendapatkan kombinasi AB-Mix dan POC pupuk organik cair rebung bambu yang terbaik bagi tanaman seledri yang ditanam secara hidroponik dengan media cocopeat dan arang sekam. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi larutan AB mix dan POC rebung bambu. Perlakuan kombinasi AB mix dan POC rebung bambu terdiri dari 8 perlakuan, 4 ulangan, 3 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman ialah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah ; p1: 100% AB-Mix, p2 : 90% AB-Mix + 10% POC Rebung Bambu, p3 : 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu, p4 : 70% AB-Mix + 30% POC Rebung Bambu, p5 : 50% AB-Mix + 50% POC Rebung Bambu, p6 : 30% AB-Mix + 70% POC Rebung Bambu, P7 : 20 % AB-Mix + 80% POC Rebung Bambu dan P8 : 10 % AB-Mix + 90% POC Rebung Bambu. Variabel pengamatan terdiri dari; tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (anakan), berat segar tanaman (g), volume Akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Variabel tambahan terdiri dari; suhu udara ( °C) dan kelembaban udara relatif (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu merupakan dosis kombinasi terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman seledri secara hidroponik.