cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
CONSUMER BEHAVIOR TOWARDS MANGROVE ECOTOURISM IN MEMPAWAH REGENCY Wahyuni Wahyuni; Eva Dolorosa; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.30678

Abstract

Mempawah Mangrove Park has a great potential in ecotourism. It has some qualities such as the strategic location, has a good and neat condition, and  adequate facilities. The purpose of this research is to know the consumer behavior toward Mempawah Mangrove Park ecotourism in the Mempawah districts. It takes place in Mempawah Mangrove Park, Pasir village, Mempawah Hilir sub-district, Mempawah Regency. Responden of this study were ecotourism visitors of mangrove Park with the number of respondents is 100. This research used Fishbein analysis. The result showed that the behavior of consumer was good as the score of 16,6086 which means the visitors have positive contribution on Mempawah Mangrove Park. Cosumer behavior can be improved on toilet cleanliness by increasing the control of ecotourism officers. Key Words : Consumer behavior, Ecotourism, Fishbein, Mangrove
Keefektifan Minyak Mimba Azadirachta indica dalam Mengendalikan Hama Crocidolomia pavonana pada Pertanaman Kubis AGATO, W. FANDIUS; Syahputra, Edy; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat krop kubis Crocidolomia pavonana merupakan salah satu hama utama yang dapat menurunkan hasil produksi tanaman kubis. Salah satu cara pengendaliannya adalah menggunakan insektisida berbahan nabati yang merupakan salah satu komponen pengendalian dalam PHT. Penelitian  ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektifan insektisida nabati yang berasal dari minyak mimba terhadap C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, selama 4 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2017. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari minyak mimba dengan konsentrasi 5 ml/l, 10 ml/l, 20 ml/l, 30 ml/l, dan 40 ml/l, insektisida deltametrin 2 cc/l, insektisida asefat 75% 2 g/l dan kontrol. Analisis data menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan Mutiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak mimba menurunkan populasi larva C. pavonana dan populasi larva total serangga. Minyak mimba konsentrasi 5 ml/l, 10 ml/l, 20 ml/l, 30 ml/l, dan 40 ml/l, mempunyai nilai efikasi terhadap populasi C. pavonana dan populasi larva total serangga sebesar (100.0% dan 97.8%). Penggunaan  minyak mimba pada konsentrasi yang tinggi mulai dari 20 ml/l - 40 ml/l menunjukan gejala fitotoksisitas terhadap tanaman.Kata kunci : C. pavonana, keefektifan, kubis,  minyak mimba
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) ENSABAL PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Paula Rosita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.935 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi karakteristik Sub DAS Ensabal pada DAS Kapuas Kabupaten Sanggau. Sub DAS Ensabal terletak di Kabupaten Sanggau, yang memiliki luas wilayah 11.430 km². Secara geografis Sub DAS Ensabal terletak antara 0°8’48,62  0°15’ 3,39” LU dan 110°14’33,11” 110°23’33,8” BT. Pengamatan penelitian dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Pengamatan di lapangan dilakukan  untuk mengamati dan mengambil sampel air yang dilakukan selama 7 hari di bagian hulu dan hilir Sub DAS Ensabal yang terletak di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Pengamatan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dilakukan untuk menganalisis sampel air. Hasil analisismenunjukkan Sub DAS Ensabal memiliki pola dentritikdan bentuk DAS memanjang seperti bulu burung di lapangan. Kerapatan drainase Sub DAS Ensabal adalah 0,13km/km2, termasuk kategori rendah. Profil Melitang Sungai pada Sub Das Ensabal berbentuk segitiga pada bagian hulu dan berbentuk parabola bagian hilir. Sub Das Ensabal memiliki 2 orde dan nilai indeks tingkat percabangan sungai (Rb) yaitu 1,33. Dari Hasil Pengamatan di lapangan, luas penampang rata-rata Sub DAS Ensabal di bagian hulu adalah 16,57 m2 dan di bagian hilir adalah 36,12m2. Untuk nilai kualitas air terdiri dari pH dengan rata-rata 6,58 di bagian hulu dan 6,07 di bagian hilir, temperatur air dengan rata-rata 28,80C di bagian hulu dan 28,60C di bagian hilir, dan kecerahan dengan rata-rata 61,71 cm di bagian hulu dan 53,86 cm di bagian hilir. Debit aliran rata-rata yaitu 1,78m3/detik di bagian hulu dan 4,95 m3/detik di bagian hilir. Hasil analisis di laboratorium menunjukkankonsentrasi sedimen (TSS) dengan rata-rata 7 mg/l di bagian hulu dan 12 mg/l di bagian hilir. Debit sedimen rata-rata 1,10 ton/hari di bagian hulu dan 6,12 ton/hari di bagian hilir.   Kata Kunci : Karakteristik,DAS, Ensabal, Kapuas
Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Herisman Herisman; Riduansyah Riduansyah; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22032

Abstract

ABSTRAKErosi menimbulkan masalah dalam pertanian karena tanah yang tererosi dapat mengurangi ketebalan lapisan tanah atas yang merupakan penyedia nutrisi bagi tanaman telah terkikis dan terangkut akibat terjadinya erosi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Besarnya laju erosi dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan menggunakan peta-peta tematik sebagai parameter dalam perhitungan USLE, yaitu factor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan tanah (P). Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jetak memiliki luas ± 25.147,20 ha.Penelitian dilakukukan di wilayah Sub DAS Jetak. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada penelitian prediksi erosi dengan metode USLE dan dilanjutkan dengan penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE).Hasil perhitungan erosi menunjukkkan  bahwa Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas yaitu sangat tinggi (116,80 – 242,14 ton/ha/th), tinggi (53,18 – 116,79 ton/ha/th), sedang (12,35 – 53,17 ton/ha/th) dan rendah (0 – 12,34 ton/ha/th). Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas, yaitu rendah, sedang,  tinggi dan sangat tinggi. Kelas rendah dengan nilai 0 – 0,98 yang memiliki luas ± 24.062,62 ha, untuk IBE dengan kelas sedang dengan nilai 1,01 - 3,98  yang memiliki luas ± 696,51 ha, untuk IBE dengan kelas tinggi dengan nilai 4,01 – 9,39 dengan luas ± 37,47 ha, sedangkan untuk IBE dengan kategori sangat tinggi dengan nilai IBE 10 – 14,75 yang memiliki luas ± 350,60 ha. Kata Kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Jetak
ANALISIS CURAHAN WAKTU KERJA WANITA PADA USAHATANI JAGUNG MANIS DI DESA RASAU JAYA 2 KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT PARWANTO, TEGUH; SUDRAJAT, JAJAT; HIDAYAT, RAKHMAD
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The agricultural sector in Indonesia is very important in development that is as a source of life and income of farmers in the family. Therefore, efforts to increase production and increase in farmers income need to be developed continuously. This research is aimed to analyze the working hours of women farmers work time and aimed to analyze socio-economic factors that influence the working hours of women farmers work time in sweet corn farming in Rasau Jaya II Village of Kubu Raya Regency. The sampling technique used is simple random sampling method. The sample used in this study amounted to 60 female farmers. This research uses Cobb - Douglas analysis, data processed using version 21 of SPSS program then analyzed by using multiple linear regression method. The results showed that age, land area, family income, and experience significantly affect the outpouring of female farmers work time, while the dependents of the family and the level of education did not significantly affect the working hours of women farmers work time in sweet corn farming in Rasau Jaya II Village of Kubu Raya Regency.Keyword : Cobb – Douglas, multiple linear regression, the working hours of women farmers Work Time
PENGARUH BOKASHI ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Firdaus .; Ir. Rahmidiyani, MS; Agus Hariyanti, SP.,MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.17932

Abstract

PENGARUH BOKASHI ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Firdaus (1), Rahmidiyani (2), Agus Hariyanti (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Dosen Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menganalisis dosis terbaik bokashi eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Pelaksanaan penelitian bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada bulan April - Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu pemberian bokashi eceng gondok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu bokashi eceng gondok dengan dosis 255.8 g/polybag (setara dengan 3% BO), 879 g/polybag (6% BO), 1582 g/polybag (9% BO), 2384 g/polybag (12% BO), dan 3304 g/polybag (15% BO). Variabel penelitian yang diamati adalah volume akar, jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman, berat kering total tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil analisis keragaman menunjukkan terdapat pengaruh nyata pada variabel volume akar, jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman umur 3 dan 4 minggu setelah tanam (mst), berat kering total tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman umur 1 dan 2 mst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi eceng gondok 2384 g/polybag atau setara dengan 12% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil terung pada tanah Podsolik Merah Kuning. Kata Kunci : Bokashi Eceng Gondok, Terung, Podsolik Merah Kuning    
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM DI DAERAH PASANG SURUT DESA PUNGGUR BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Kresensia Tya Tya; Asrifin Aspan; Joni Gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2675

Abstract

KRESENSIA TYA. Studi status hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dibimbing oleh Ir. H. Asrifin Aspan, MS dan. Ir. H. Joni Gunawan, M.Sc. Pemanfaatan lahan pasang surut khususnya untuk tanaman padi yang banyak menghadapi kendala, secara umum memiliki kesuburan yang rendah serta kendala agrofisik yang tinggi dan beragam. Secara garis besar juga memiliki kesuburan yang rendah karena memiliki tingkat kemasaman tanah, dan adanya racun seperti pirit yang dapat berbahaya bila dalam keadaan teroksidasi. Untuk itu perlu diketahui ketiga unsur yang penting seperti Nitrogen, Fosfor Dan Kalium baik dalam bentuk tersedia dan total di tanah. Contoh tanah diambil di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar yaitu pada dua kedalaman yaitu kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm pada 4 titik pengamatan, dengan 5 kali ulangan pada setiap titik, dan kemudian tanah dikompositkan. Diketahui bahwa pada kedalaman 0-20 cm hasil pengukuran Nitrogen, Fosfor Dan Kalium tersedia serta total tanah lebih tinggi dibandingkan kedalaman 20-50 cm.
RESPON PADI BERAS HITAM KALIMANTAN BARAT TERHADAP CEKAMAN ALUMINIUM PADA FASE PEMBIBITAN YUNIARTI YUNIARTI; TANTRI PALUPI; WASIAN WASIAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26590

Abstract

RESPON PADI BERAS HITAM KALIMANTAN BARAT TERHADAP CEKAMAN ALUMINIUM PADA FASE PEMBIBITAN  Yuniarti (1) , Tantri Palupi(2), Wasi’an (2)1Jurusan Budidaya Pertanian; Universitas Tanjungpura2Jurusan; Universitase-mail: *1 ummuyuniarti@gmail.com ABSTRAK Umumnya lahan  marjinal merupakan lahan yang miskin unsur hara dan rendahnya reaksi tanah yang berdampak pada meningkatnya kandungan Aluminium yang bersifat toksik terhadap tanaman. Untuk mendapatkan jenis padi beras hitam yang cocok untuk dibudidayakan pada lahan marjinal dapat dilakukan dengan menggunakan seleksi pada media kultur air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon berbagai padi beras hitam terhadap  cekaman Al pada fase pembibitan. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 10  sampel tanaman, sehingga total 270 tanaman. Perlakuan pada penelitian ini menggunakan konsentrasi Al 15 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis padi beras hitam Senakin, Gula, varietas Inpara 2, dan varietas Inpara 3 termasuk katagori agak tahan  dan jenis padi beras hitam Melawi, Beliah, Tabah, varietas Cibogo, dan varietas Ciherang termasuk katagori rentan berdasarkan cekaman Al 15 ppm. Maka disimpulkan bahwa padi lokal maupun padi unggul menpunyai respon  yang berbeda-beda terhadap cekaman Al, sehingga ada beberapa jenis bibit padi yang memberikan gejala kerusakan pada tanaman  dan ada pula yang  mampu untuk beradaptasi terhadap cekaman Al.Kata kunci : aluminium, cekaman, fase pembibitan, padi beras hitam                       
THE EFFECT OF GANDASIL D FERTILIZER CONCENTRATION TO GROWTH OF GREEN MUSTARD IN HYDROPONIC Eko, Eko; Darussalam, Darussalam; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the best effect of Gandasil D fertilizer on the growth and yield of green mustard plant on hydroponic. The research was conducted at Sungai Raya Village in Sungai Raya District of Kuburaya Regency West Borneo Province. The research was conducted in October 2nd to December 30th 2017. This  research design was Completely  Randomized  Design that consist of 6 treatments with 4 replications. each replication consist of 3 samples, so it’s all totally 72  sample plants. The treatment were p0 (10 ml AB-Mix of water perlitre), p1 (0.2% Gandasil D equal to 2 g of water perlitre), p2 (0.3% Gandasil D equal to 3 g of water perlitre, p3 (0,4% Gandasil D equal to 4 g water perlitre), p4 (0.5% Gandasil D equal to 5 g of water perlitre), p5 (0.6% Gandasil D equal to 6 g water perlitre). The observed parameters were: plant height (cm), number of leaves (leaf), leaf area (cm2), top plant’s fresh weight (g), and top plant’s dry weight (g). The results showed that the concentration of Gandasil D fertilizer had significant effect on plant height, number of leaves, leaf area, top plant’s fresh weight and top plant’s dry weight. Gandasil D fertilizer with concentration of 0,2% was the best does to growth and yield of green mustard.
KAJIAN AKTIVITAS MIKROORGANISME TANAH PADA BEBERAPA CARA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBURAYA Takdir Wicaksono; Saeri Sagiman; Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.545 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9763

Abstract

Mikroorganisme melakukan berbagai aktivitas yang saling berinteraksi dengan faktor biotik maupun faktor abiotik (lingkungan) perannya dalam tanah sangat besar terutama dalam proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara dan dalam bentuk gas seperti CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji besarnya aktivitas mikroorganisme tanah pada beberapa cara penggunaan lahan, yakni : kebun rambutan, kebun durian, kebun langsat, kebun pisang dan padi ladang. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan penelitian meliputi pengambilan sampel, pembuatan seri pengenceran, pembuatan media NA dan MA, pembuatan seri pengenceran, isolasi, identifikasi dan menghitung aktivitas mikroorganisme tanah (Respirasi). Berdasarkan hasil analisis menunjukan rataan tertinggi aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2terdapat pada penggunaan lahan kebun pisang yaitu:36,34 CO2/100gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan kebun pisang juga tinggi, yaitu jumlah bakteri 8,33 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 23 x 104cfu/gram tanah. Sedangkan rataanterendah aktivitas mikroorganisme tanah dalam produksi CO2 terdapat pada penggunaan lahan padi ladang yaitu: 21,39 CO2/100 gram tanah/hari, hal ini dikarnakan total mikroorganisme tanah pada penggunaan lahan padi ladang sangat rendah, yaitu jumlah bakteri 1,66 x 105 cfu/gram tanah dan jumlah fungi 2,33 x 104cfu/gram tanah. Tinggi rendahnya aktivitas mikroorganisme tanah juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti: bahan organik tanah, reaksi tanah (pH), kadar air tanah dan cara penggunaan lahan.

Page 19 of 191 | Total Record : 1901