cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KEDELAI PADA MEDIA TANAH GAMBUT Juliani Juliani; Nurjani Nurjani; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8657

Abstract

Varietassangatberperanpentingdalamkualitasdankuantitasproduksitanamankedelai.Dimanasetiapvarietasmempunyaikemampuanadaptasi yang berbedaterhadaplingkunganpertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kedelai pada media tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, dimulai pada bulan November 2013 sampai April 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 6 varietas yaitu Burangrang, Dering, Gema, Ijen, Kaba, dan Sinabung. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya ada 96 tanaman. Variabel penelitian yang diamati adalah tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, jumlah bintil akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong isi pertanaman, berat biji pertanamn dan berat 100 biji. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh nyata pada tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, dan berat 100 biji. Sedangkan pengaruh tidak nyata terdapat pada jumlah bintil akar, berat kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, jumlah cabang produktif, berat biji pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan varietas burangrang lebih baik dibandingkan varietas lainnya untuk variabel tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, jumlah bintil akar, berat kering tanaman dan berat 100 biji. Varietas sinabung lebih baik dibandingkan varietas lainnya untuk variabel jumlah cabang produktif, jumlah polong isi pertanaman dan berat biji pertanaman.
FLUKTUASI POPULASI DAN KEPARAHAN SERANGAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F.) PADA TANAMAN PADI DI DESA SEJIRAM KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS EDI NOFIARDI; Sarbino Sarbino; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.025 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.17949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan populasi walang sangit, kerusakan dan penurunan hasil akibat serangan walang sangit. Penelitian dilaksanakan di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Lama penelitian 2 bulan dari bulan Mei  sampai Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei. Populasi walang sangit ditentukan pada pengayunan di petak pengamatan di tiga sawah dengan agroekosistem yang berbeda, yaitu padi monokultur, tumpang sari padi dengan jeruk dan tumpang sari padi dengan karet. Penangkapan walang sangit dilakukan pada luasan petak pengamatan 1 m2 dengan 5 kali ulangan yaitu 17 MST, 18 MST, 19 MST, 20 MST dan 21 MST. Variabel pengamatan meliputi jumlah populasi walang sangit  pada semua periode penangkapan, jumlah bulir padi rusak atau hampa dan berat bulir per petak pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan populasi walang sangit tertinggi terjadi pada 18 MST, saat padi sedang mengalami fase pembungaan dan matang susu. Populasi tertinggi terdapat pada sawah tumpang sari padi dengan karet sebesar 18 individu per petak dan terendah pada padi monokultur sebesar 13,8 individu per petak. Populasi walang sangit pada fase tersebut yang akan menyebabkan kerusakan bulir padi pada saat panen. Keparahan serangan walang sangit belum menampakan penurunan hasil pada tiap sawah pengamatan dikarenakan perbedaan varietas dan cara pengelolaannya.Kata kunci : Agroekosistem, kerusakan,  padi, populasi walang sangit
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI PELANG KECAMATAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG Taruna Negara Sitepu; Ari Krisnohadi; Joni Gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.11904

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan pasang surut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta memberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Maret sampai dengan Mei 2015. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap minipit sebagai perwakilan dan hasil analisis sifat kimia tanah di laboratorium diketahui bahwa jenis-jenis tanah dikelompokan kedalam ordo Inceptisols dan digolongkan kedalam sub-group Sulfic Endoaquepts dan Typic Sulfaquepts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman padi  menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual (S3fx) dengan faktor penghambat retensi hara dan toksisitas pada SPT 1 dan (N2f) dengan faktor penghambat retensi hara pada SPT 2. Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. 
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL TAMBAK IKAN KERAPU SUNU DI KECAMATAN BUNGURAN BARAT KABUPATEN NATUNA ZAKARIA, ZAKARIA; Yusra, Abdul Hamid A.; Imelda, Imelda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finasial tambak ikan kerapu sunu di Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani ikan yang menjadi pengusaha budidaya ikan kerapu di Kabupaten Kecamatan Bunguran Barat Natuna dengan jumlah 30 Orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, kuisioner, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian Analisis Kelayakan Finansial Ikan Kerapu Kecamatan Bunguran Kabupaten Natuna menunjukan nilai rata-rata NPV usaha perikanan ikan kerapu sebesar Rp.16.462.976.32 bernilai positif, sehingga membuktikan bahwa usaha penangkapan ikan ini layak diteruskan. Rata-rata nilai IRR usaha ikan kerapu sebesar 38% nilai tersebut lebih besar dari discount factor 12 % sehingga usaha perikanan ini layak untuk diteruskan. Nilai B/C ratio rata-rata pada usaha ikan kerapu sebesar 2,20, nilai tersebut lebih besar dari satu sehingga usaha keramba kerapu layak diusahakan Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan usaha ikan kerapu di Kecamatan Bunguran Barat layak untuk diusahakan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS ECENG GONDOK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING ABDUL GHOFUR; ASTINA ASTINA; SITI HADIJAH
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.17943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik kompos eceng gondok untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah podsolik merah kuning (PMK). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu perlakuan pemberian kompos eceng gondok terdiri dari 5 perlakuan yaitu: a1  (3 % bahan organik setara dengan 195 gram/polybag kompos eceng gondok), a2 (6 % bahan organik setara dengan 628 gram/polybag kompos eceng gondok), a3 (9 % bahan organik setara dengan 1061 gram/polybagkompos eceng gondok) a4 (12 % bahan organik setara dengan 1494 gram/polybag kompos eceng gondok), a5 (15 % bahan organik setara dengan 1927 gram/polybag kompos eceng gondok). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Penelitian dilakukan di kebun  percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos eceng gondok meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah PMK. Pemberian kompos eceng gondok 1927 gram/polybag atau setara dengan 15 % bahan organik efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah PMK yang menghasilkan rata-rata tertinggi untuk variabel pengamatan tinggi tanaman minggu ke 3,4,5, volume akar, berat kering tanaman, dan berat biji pertanaman. Kata kunci : tanah PMK , kedelai, kompos eceng gondok.RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI  AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS  ECENG GONDOK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
PENGARUH PEMBERIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA TANAH GAMBUT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN FAMILI Brassicaceae DAN AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) Maradeta Cristy Handayani; Rita Hayati; Junaidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2673

Abstract

Pemanfaatan abu terbang (fly ash) pada tanah gambut untuk memperbaiki kesuburan tanah sebagai media tumbuh tanaman sayur-sayuran sangat potensial, karena jumlah fly ash yang cukup banyak serta keberadaan lahan kritis yang cukup luas. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian abu terbang (fly ash) pada tanah gambut terhadap produksi tanaman famili Brassicaceae dan akumulasi logam timbal (Pb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fly ash pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah. Hasil penelitian mengindikasikan juga bahwa tanaman aman untuk di konsumsi karena pemberian fly ash pada tanah gambut tidak berpengaruh terhadap kadar logam timbal (Pb) pada tanaman famili Brassicaceae. Kata Kunci : Abu terbang (Fly Ash), tanah gambut, logam timbal(Pb) dan BrassicaceaeUtilization of fly ash on peat soil to improve fertility of soil as a growing medium vegetable crop potential, because the amount of fly ash are pretty much as well as the existence of critical area is quite extensive. This study to determine the effect of fly ash on peat soil to the plant family Brassicaceae production and metal accumulation of lead (Pb). The results showed that administration of fly ash on peat soils to increase soil pH. The results also indicate that the plant is safe for consumption because of the provision of fly ash on peat soil had no effect on levels of lead metal (Pb) in the plant family Brassicaceae. Keywords : Fly ash, peat soil, metal lead (Pb) and Brassicaceae
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT PADI YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Erika Kornelia Sari; Tris Haris Ramadhan; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26500

Abstract

ABSTRACT            Rice production in West Kalimantan often fluctuates. This is caused by various factors, one of them are caused by plant pathogen. This study aims was to identify rice disease in Sungai Itik, Sungai Kakap, Kubu Raya Districts. Plant sampling used purposive sampling method which done systematically. Identification of pathogen causes of the disease was done microscopically. The result of identification showed that there are 6 rice diseases such as narrow brown leaf spot, leaf and neck blast , stackburn, black kernel, and sheath rot and sheath blight. The result of disease severity calculations on rice leaves indicate the range of intermediate values  54.81% - 78.51%, rice stem 2.22% - 21.48%, and panicle of rice 56.66% - 71.85%. Keywords  : Diseas, Identification, Rice, Severity
Pengaruh Pemupukan NPK Lengkap Terhadap Pertumbuhan Bibit Nenas Asal Mahkota pada Tanah Aluvial AYU LESTARI; ASNAWATI ASNAWATI; WARGANDA WARGANDA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.041 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26209

Abstract

Pengaruh Pemupukan NPK  Lengkap Terhadap Pertumbuhan Bibit Nenas Asal Mahkota  pada Tanah Aluvial Ayu Lestari1), Asnawati2), Warganda2) 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of TanjungpuraEmail: ayulestari.agroteknologi@yahoo.com  ABSTRAK Daerah Kalimantan Barat mempunyai tanah yang potensial untuk dikembangkan sebagai areal pertanaman nenas, salah satunya adalah tanah aluvial. Pemberian pupuk NPK lengkap pada tanah aluvial diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Penggunaan tanah aluvial sebagai media tumbuh dihadapkan pada berapa kendala dalam hal kesuburan tanah yaitu rendahnya kandungan unsur hara, sehingga pertumbuhan tanaman nenas tidak dapat tumbuh dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk NPK lengkap yang terbaik untuk pertumbuhan sumber bibit nenas  asal mahkota pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada tanggal 15 Juli sampai 15 Oktober 2017 menggunakan Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang di maksud : p0( tanpa perlakuan NPK lengkap), p1= 5 g NPK lengkap / tanaman setara dengan 277,78 kg/ha, p2= 10 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan  555,51 kg/ha, p3= 15 g NPK  lengkap/ tanaman setara dengan  833,33 kg/ha, p4= 20 g NPK lengkap/ tanaman setara dengan 1111, 11 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: Pertambahan jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK lengkap mampu memperbaiki pertumbuhan bibit nenas asal mahkota pada tanah aluvial. Pemberian pupuk NPK lengkap dengan dosis 5 gram/tanaman merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pada luas daun. Kata kunci : Aluvial, Nenas , NPK.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata LINN.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium sp. PADA BIBIT TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) muthmainah tussholikah; Zakiatulyaqin Zakiatulyaqin; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.10192

Abstract

Sebagian kecil petani sayuran di daerah Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat memanfaatkan campuran daun ketepeng cina, air, dan deterjen sebagai pestisida nabati untuk mencegah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penelitian bertujuan untuk menentukan efektivitas ekstrak daun ketepeng cina terhadap jamur Fusarium sp. pada media PDA dan mengendalikan penyakit layu fusarium pada bibit tomat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan 0%,10%,30%,50%,70%,90% dan tiga ulangan. Variabel pengamatan secara in vitro meliputi daya hambat pertumbuhan miselium, dan jumlah konidia Fusarium sp.  Parameter secara in vivo meliputi insiden serangan (%), intensitas serangan, tinggi, berat kering, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak daun ketepeng cina dengan pelarut aquades tidak efektif menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. secara in vitro dan in vivo pada bibit tomat.   Kata kunci   : bibit tomat, ekstrak daun ketepeng cina, Fusarium sp.
STUDI KASUS KUALITAS MINYAK SISA PENGGORENGAN MAKANAN JAJANAN DI JALAN SEPAKAT II PONTIANAK FEBRIANA DOROTHEA; SUKO PRIYONO; DWI RAHARJO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19775

Abstract

Masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan terhadap minyak goreng. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian tentang kualitas dan tingkat kerusakan minyak goreng berulang pada pedagang makanan jajanan gorengan di Jalan Sepakat II Pontianak. Analisis penggunaan minyak goreng penjaja makanan dilakukan dengan survei. Untuk mengetahui kualitas minyak goreng, dilakukan analisis laboratorium yang meliputi pengukuran asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, bilangan penyabunan dan bilangan iod. Metode pengambilan sampel penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling dan membandingkan blanko minyak goreng curah sebelum pemakaian, 1 jam pemakaian dan 2 jam pemakaian penggorengan. Hasil penelitian diperoleh karakteristik uji kualitas minyak goreng dari 12 sampel uji rata-rata berkisar antara : asam lemak bebas 0.32-0,44%b/b, bilangan asam 0.23-1.58 mgKOH/g, bilangan perioksida 20-36,6 mekO2/kg, bilangan penyabunan 144.21-196,65 ml/gr dan bilangan iod 7,45-17,57 gI2/100g. Dari kedua belas pedagang gorengan menunjukkan bahwa minyak goreng yang digunakan belum memenuhi syarat mutu SNI 01-3741-2013, SNI 01-3741-1995 dan AOAC Internasional. Sedangkan pengujian pada minyak goreng blanko pada minyak sebelum pemakaian, 1 jam pemakaian dan 2 jam pemakaian diperoleh hasil antara lain, asam lemak bebas 0,20-21 %b/b, bilangan asam 0,50-0,57mg/KOH/g, bilangan peroksida 11,4-14 mekO2/kg, bilangan penyabunan 199,89-198ml/gr dan bilangan iod 21,76-18,60 gI2/100g. Dari keseluruhan blanko minyak goreng curah masih memenuhi persyaratan kualitas minyak goreng menurut SNI 01-3741-2013, SNI 01-3741-1995 dan AOAC Internasional.Kata Kunci : kualitas minyak, Minyak goreng, makanan jajanan.

Page 21 of 191 | Total Record : 1903