cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
KAJIAN BELIMBING WULUH (Averrhoa belimbi linn) SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL TAHU Siti Rokhaenah; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31460

Abstract

ABSTRACTTofu is a traditional food consumed by many Indonesia as a high source of protein. It is delicious and cheap. It is a soft food product which is made from a soybean processing. It utilizes the nature of protein which coagulates if acidified. The star fruit which contains high citric acid (92,6-133,8) can be used as a tofu coagulant. The purpose of this research was to gain the optimal amount of the extract of wuluh star fruit to be used as a tofu coagulant. Thus, it could result in the best tofu in terms of its physiochemical and sensory characteristics. The best treatment was gained from 7% extrac of wuluh star fruit. The physiochemical characteristics of tofu had 48,21% of water content, 2,39mg/100 mg of vitamin C, 0,06kg/force level of solidity, and 13,88g/100g protein. Mean while, the result of test of preference were taste by 3,76 (dislike), texture by 3,68 (dislike), fragrance 4,08 (like), and color 4,12 (like).Keyword:  wuluh star fruit, coagulant, tafu
PENGARUH PERLAKUAN BIOCHAR TERHADAP RETENSI FOSFOR PADA TANAH PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN KELURAHAN ROBAN KECAMATAN SINGKAWANG TENGAH KOTA SINGKAWANG Levinda Sutarman Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25186

Abstract

Satu diantara kendala tanah pasca penambangan emas tanpa izin (PETI) dijadikan lahan pertanian adalah kesuburan tanah yang rendah. Beberapa sifat kimia tanah pasca PETI yaitu rendahnya pH , KTK, dan retensi hara tanah. Sifat kimia tanah pasca PETI dapat diperbaiki melalui pemberian amelioran, seperti biochar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biochar dari ampas tebu terhadap retensi unsur hara P pada tanah pasca penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal yanag disusun dalam rancangan acak lengkap. Perlakuan biochar terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa biochar (B0), biochar (B1), biochar yang diperkaya Ca (B2). Hasil penelitian menunjukan biochar mampu meningkatkan pH, kapasitas tukar  kation (KTK), kadar air, P-tersedia dan P-total tanah. Biochar yang diperkaya Ca mampu meretensi unsur hara P pada lapisan tanah lebih banyak dibandingkan biochar tanpa diperkaya Ca.Kata Kunci : Biochar ampas tebu, Pelindian, Retensi P, Tanah pasca PETI.
IDENTIFIKASI JENIS MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN EKS PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Azhar Bashirul Fajri; Ismahan Umran; Asrifin Aspan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.834 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22386

Abstract

Mikoriza Arbuskula (MA) adalah suatu bentuk simbiosis antara akar tanaman dan fungi. Mikoriza merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir semua ekosistem. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti cahaya, suhu, kadar air tanah, pH tanah, bahan organik, dan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan keanekaragaman jenis mikoriza arbuskula (MA) pada lahan eks PETI tanpa sawit dan lahan eks PETI yang ditanami sawit. Variabel yang diamati meliputi keanekaragaman jenis, dan kemerataan kelimpahan jenis. Hasil isolasi diperoleh 48 spora/100 g tanah dan 4 jenis spora di lokasi eks PETI tanpa sawit dengan indeks keanekaragaman 1.38, pada lokasi eks PETI yang ditanami sawit ditemukan 450 spora/100 g tanah dan 13 jenis spora dengan indeks keanekaragaman 2.56. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikoriza arbuskula yang ditemukan pada lahan eks PETI tanpa sawit dan ditanami sawit di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak menunjukan perbedaan pada jumlah spora dan keanekaragaman jenisnya. Kata kunci : Identifikasi Jenis, Mikoriza Arbuskula, Lahan Eks PETI.
PENGARUH KOMPOS AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jumelissa Marum; Dwi Zulfita; Maulidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2427

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis terbaik kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 11 September 2012 sampai dengan tanggal 1 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuandan 5 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel jadi terdapat 75 polybag tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian kompos ampas tebu dengan dosis : k0 (tanpa pemberian kompos ampas tebu), k1(235,95 gram/polybag atau setara dengan 2,5 % bahan organik),k2(489,11 gram/polybag atau setara dengan 5 % bahan organik), k3(742,28 gram/polybag atau setara dengan 7,5 % bahan organik) dan k4 (995,44 gram/polybag atau setara dengan 10 % bahan organik). Variabel yang diamati adalah luas daun (cm2), klorofil daun (spad unit), berat kering tanaman (gram),berat segar tanaman (gram), berat segar umbi (gram), diameter umbi (cm), dan panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos ampas tebu pada tanah PMK memberikan pengaruh tidak nyata pada variabel klorofil daun, berat segar umbi, diameter umbi dan panjang umbi. Pemberian kompos ampas tebu dapat meningkatkan luas daun, berat kering tanaman dan berat segar tanaman. Pemberian kompos ampas tebu dengan dosis 235,95 g/polybag atau setara dengan 2,5 % bahan organik memberikan pertumbuhan dan hasil yang efektif tanaman lobak pada tanah Podsolik Merah Kuning. Kata kunci: Kompos, Ampas Tebu,Podsolik Merah Kuning ,Lobak
THE EFFECT OF BOKASHI KIRINYU ON GROWTH AND YIELD OF PAPRIKA ON ALLUVIAL SOIL Ayu lestari, Rahmidiyani, Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32223

Abstract

ABSTRACT Basically, paprika plants can be cultivated on various types of soil. One of the factors that influence the growth and development of paprika is the soil factor as a medium for growing plants. One effort that can be done to overcome the problem in alluvial soil is by adding organic matter to the soil in the form of kirinyu bocation. This study aimed to investigate the effect of bokashi kirinyu on growth and yield of paprika on alluvial soil. This research was conducted at a location on Jalan Sungai Raya Dalam. The methodology used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments, 5 replications and each treatment consisted of 4 plant samples, so that there were 100 plants. The treatment in question is : k1 = 20 ton/ha bokashi kirinyu equivalent to 400 g/polybag, k2 = 25 ton/ha bokashi kirinyu equivalent to 500 g/polybag, k3 = 30 ton/ha bokashi kirinyu equivalent to 600 g/polybag, k4 = 35 ton/ha bokashi kirinyu equivalent to 700 g/polybag, and k5 = 40 ton/ha bokashi kirinyu equivalent to 800 g/polybag. Observation variables observed were to the content of chlorophyll leaves, root volume, dry  weight of plants, plant height, fruit weight, and the number of fruit. The results of diversity analysis showed that significant bocation at various doses had significant effect on root volume, plant dry weight, plant height 2 mst, 4 mst and 6 mst, number of fruit crops, plant fruit weight and no significant effect on leaf chlorophyll content. The results of this study showed that giving bokashi kirinyu at a dose of 30 ton/ha equivalent to 600 g/polybag gave the best growth and yield to paprika plants on alluvial soil.         Keywords: bokashi kirinyu, paprika, alluvial soil.
THE EFFECT OF BANANA CORM MANURE TO THE GROWTH AND YIELD OF CELERY IN PEAT SOIL ridha, muhammad; Wasi'an, Wasi'an; Budi, Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the best concentration of banana corm manure to the growth and yield of celery plants on peat soil. This research was conducted in the experimental garden of Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The study took place from 05 February 2018 to 12 April 2018. The design of this study used a field experimental method with Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments with 5 replications, each experimental unit consisting of 3 sample plants. The treatments were arranged in a series of manure concentration,  a1 = without addition of banana corm manure , a2 = concentration of banana corm manure 10% equals to 100 ml/liter, a3 = concentration of banana corm manure 20% equals to 200 ml/liter, a4 = concentration of banana corm manure 30% equals to 300 ml/liter and a5 = concentration of banana corm manure 40% equals to 400 ml/liter. The variables observed in this study were root volume, leaf chlorophyll, number of petiole, dry weight of plant and fresh weight of plant. The researh showed that the provision of liquid manure with 10% banana corm manure equivalent to 100 ml/liter is an efficient concentration that can increase the growth and yield of celery on peat soil. Keywords: Banana corm manure, Celery, Peat soil          
RESPON TANAMAN KAILAN TERHADAP APLIKASI ABU KULIT KOPI DI TANAH GAMBUT Ahmad Nurdin Siregar; Rahmidiyani Rahmidiyani; Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kailan terhadap aplikasi abu kulit kopi di tanah gambut dan mengetahui dosis abu kulit kopi terbaik untuk meningkatkan produksi kailan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dilaksanakan selama 10 minggu. Penelitian dimulai pada tanggal 8 Mei 2014 sampai 15 Juli 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan abu kulit kopi yang diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel sehingga tanaman seluruhnya berjumlah 72 tanaman.   Perlakuan yang dimaksud adalah A0 = tanpa pemberian abu kulit kopi, A1 = pemberian dengan dosis 120 g/polybag,  A2 = pemberian dengan dosis 180 g/polybag, A3 = pemberian dengan dosis 240 g/polybag, A4 = pemberian dengan dosis 300 g/polybag, dan A5 = pemberian dengan dosis 360 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH tanah setelah inkubasi, volume akar (cm3), jumlah daun (helai), jumlah klorofil (Spad Unit), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi abu kulit kopi memberikan peningkatan terhadap pH tanah tetapi tidak memberikan peningkatan terhadap volume akar, jumlah daun, jumlah klorofil, luas daun, berat segar dan berat kering tanaman. Dosis 120 g/polybag merupakan dosis efektif penggunaan abu kulit kopi di tanah gambut.   Kata kunci : Abu kulit kopi, Kailan, Tanah gambut.
HUBUNGAN ANTARA BAURAN PEMASARAN DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN GULAKU PADA PASAR SWALAYAN DI KOTA PONTIANAK YUNNI AFRIANI; NOVIRA KUSRINI; KOMARIYATI KOMARIYATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25106

Abstract

ABSTRACTSugar is one of the nine essential staples which societies need everyday start from children to adult. Sugar is an additional sweetner for both food and drink that not replaceable. So in consuming, people tend to choose good quality sugar. Of societies, the sugar in package give better quality than bulk sugar. Gulaku is one of the societies frusted sugar product in completing daily needs, so Gulaku listed three times as Top Brand Award start from 2014 to 2016. This research aims to analyze the relationship of marketing mix including product, price, distribution and promotion towards the decision in purchasing Gulaku product on supermarket in Pontianak. This research was conducted by using Rank Spearman Correlation Analysis and SPSS version 18. The results show that the overall attributes of the marketing mix (product, price, distribution and promotion) indicate a relationship with the purchase decision. Of the four most important attributes of marketing mix considered or showing strong relationships are product and promotion. Keywords : Relationship,Marketing mix, Gulaku and Purchasing DecisionsABSTRAKGula pasir adalah salah satu dari Sembilan bahan pangan pokok yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat dari mulai anak-anak hingga orang dewasa. Gula pasir  merupakan bahan pemanis tambahan utama baik untuk makanan maupun minuman yang tidak tergantikan sehingga dalam mengkomsumsi gula pasir masyarakat lebih memperhatikan dan memilih gula pasir dengan kualitas yang baik. Dimata masyarakat gula pasir kemasan lebih memberikan kualitas gula pasir yang lebih baik dibandingkan gula pasir curah. Gula pasir merek Gulaku adalah gula pasir yang dipercayai konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari- harinya sehingga gulaku tercatat sebagai Top Brand Award selama tiga tahun berturut - turut mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, distribusi dan promosi dengan keputusan pembelian Gulaku pada pasar swalayan di Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman dengan bantuan SPSS versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan atribut bauran pemasaran yang paling dipertimbangkan atau menunjukkan hubungan yang kuat adalah produk dan promosi. Kata Kunci : Hubungan, Bauran Pemasaran, Gulaku dan Keputusan Pembelian
EVALUASI GIZI CINCALOK DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP zakaria, zakaria; purwayanti, sulvi; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.614 KB)

Abstract

        Cincalok merupakan salah satu produk hasil fermentasi rebon yang sudah cukup terkenal di Kalimantan Barat dan makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil gizi yang terdapat pada produk cincalok yang ada di desa sungai kakap kecamatan sungai kakap. Desain penelitian ini menggunakan metode survey kemudian analisis ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Faktor perlakuan yang diuji adalah periode pembuatan cincalokdimana produksi dalam 1 bulan (I, II, III) diulang sebanyak 5 kali. Data yang di ukur: analisis proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) dan kharakteristik total asam serta total garam. Hasil penelitian menunjukkan: kadar air   49,57 % - 53,10 %, kadar abu 10,22 % - 10,47 %, kadar protein 18,18 % - 19,26 %, kadar lemak 3,84 % - 4,20 %, kadar karbohidrat  16,56 % - 20,69 %, total asam 0,49 % - 0,65 %, total garam 9,59 % - 10,19 %.           Kata kunci : Cincalok, Gizi, Rebon.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN AIR KELAPA DAN KONSENTRASI GULA PASIR TERHADAP KARAKTERISTIK DAN ORGANOLEPTIK NATA DE COCO Laras, Franelia Angela; -, Zakiatulyaqin; Priyono, Suko
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu penyimpanan air kelapa dan konsentrasi gula pasir yang optimal terhadap karakteristik dan organoleptik Nata de Coco. Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Teknologi Hasil Pertanian danLaboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian UNTAN selama dua bulan dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2012.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama lama penyimpanan air kelapa (P) dan faktor kedua pemberian konsentrasi gula pasir (G). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalahberat basah, ketebalan, kadar air, kadar abu, serta organoleptik yang meliputi warna, tekstur dan kesukaan terhadap hasil Nata de Coco.Hasil penelitian menunjukkan penambahan gula pasir yang optimal untuk berat basah, ketebalan, dan kadar abu Nata de Coco adalah penambahan 75 g gula pasir. Perlakuan terbaik organoleptik Nata de Coco adalahtanpapenyimpanan air kelapadengan penambahan gula pasir sebanyak 75g dengan karakteristik 3,00 (agak cerah), 3,52 (agak kenyal) dan 3,12 (agak disukai) dengan rerata berat basah 850 g, rerata ketebalan 17mm, rerata kadar abu 0,88%, dan rerata kadar air 98,59%. Kata Kunci : Air Kelapa, Gula Pasir, Nata de Coco

Page 3 of 187 | Total Record : 1863