cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI TUMPANGSARI JAGUNG MANIS DENGAN UBI JALAR DI DESA RASAU JAYA l KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA HENDRU SAPUTRA; ABDUL HAMID A YUSRA; RAKHMAD HIDAYAT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31197

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan usahatani tumpangsari jagung manis dengan ubi jalar di Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu sejak awal bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2018. Metode yang digunakan yaitu metode survei dimana pengumpulan data berdasarkan wawancara dan observasi. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode non probability sampling, populasi yang diambil sebanyak 40 orang petani maka keseluruhan responden penelitian dijadikan populasi. Lokasi penelitian di Desa Rasau Jaya Satu dipilih secara sengaja (purposive) karena merupakan salah satu dimana peneliti menentukan pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan peneliti sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan penelitian. Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa total penerimaan tumpangsari jagung manis dengan ubi jalar sebesar Rp 38.866.271,19,-. Pendapatan jagung manis sebesar Rp 7.643.753,97,- dan ubi jalar sebesar Rp 14.388.524,1,-. Jadi, total pendapatan jagung manis dengan ubi jalar sebesar Rp 22.0332.278,07,-Selisih pendapatan antara jagung manis dengan ubi jalar sebesar Rp 6.744.770,13,-. Penelitian ini menunjukkan bahwasannya hasil dari tanaman ubi jalar lebih besar dari hasil jagung manis. Kata Kunci : Pendapatan Petani, Usahatani tumpangsari jagung manis dengan ubi jalar.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO DAN ABU SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI LAHAN GAMBUT Dasmian Sulviani; Ir. Iwan Sasli, S.P, M.Si; Ir. Eddy Santoso, M.Agr
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.29760

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK GUANO DAN ABU SERBUK GERGAJI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI LAHAN GAMBUT Dasmian Sulviani 1), Iwan Sasli 2), dan Eddy Santoso 2)1) Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura2) Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK            Tomat (Lycopersicum esculentum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dapat dikonsumsi sebagai sayur juga sebagai buah. Budidaya tanaman tomat pada tanah gambut dihadapkan pada kendala yaitu tingkat kemasaman gambut yang tinggi, serta rendahnya kandungan hara yang tersedia di tanah. Salah satu amelioran yang dapat digunakan untuk mengatasi kemasaman gambut adalah abu serbuk gergaji. Abu serbuk gergaji merupakan senyawa organik dengan pH tinggi yang diperoleh dari pembakaran serbuk gergaji pada suhu tinggi. Abu serbuk gergaji diharapkan dapat meningkatkan pH tanah gambut yang rendah. Salah satu jenis pupuk yang juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pupuk guano. Pupuk guano adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran kelelawar dan memiliki kandungan Nitrogen (N) dan Fosfor (P) yang tinggi dalam bentuk tersedia bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk guano dan abu serbuk gergaji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian ini dilakukan dalam polybag berukuran 50cmx50cm dengan menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor 1 terdiri dari 4 taraf yaitu 3000 kg/ha, 6000 kg/ha, 9000 kg/ha, dan 12000 kg/ha, sedangkan  faktor 2 terdiri dari 3 taraf yaitu 30000 kg/ha, 40000 kg/ha, dan 50000 kg/ha, serta dilakukan  3 ulangan dan dalam tiap ulangan terdapat 3 sampel, sehingga jumlah polybag yang digunakan adalah 108 polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah dompol per tanaman, jumlah buah per dompol, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan volume akar. Perlakuan pemberian pupuk guano berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman dan volume akar, sedangkan interaksi antara guano dan abu serbuk gergaji berpengaruh nyata terhadap jumlah dompol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian guano dan abu serbuk gergaji yang terbaik adalah guano dosis 3000 kg/ha dan abu 40000 kg/ha.  Kata kunci : Abu serbuk gergaji, Gambut, Guano, Tomat
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) SENGARIT PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Alan, Imliyani; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.731 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik sub DAS Sengarit pada DAS Kapuas di Kabupaten Sanggau. Sub DAS Sengarit memiliki luas 23.407 ha. Penelitian dilakukan di lapangan untuk mengukur dan mengambil sampel, pada dua titikpengamatan yaitu di hulu dan hilir sub DAS Sengarit. Kemudian dilanjutkan analisis sampel air di laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura untuk analisis sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub DAS Sengarit memiliki pola dendritic (crystaline rock)dengan bentuk DAS seperti bulu burung. Kerapatan drainase pada sub DAS Sengarit sebesar 0,19,termasuk kategori rendah dan hanya terdiri atas 2 orde. Profil melintang sungainya berbentuk segitiga.Kualitas air sub DAS Sengarit memiliki rata-rata pH 6,59 pada bagian hulu dan 5,86 pada bagian hilir, suhu rata-rata 29,80ºC pada bagian hulu dan 28,96ºC pada bagian hilir, serta kecerahan rata-rata 49,1 cm pada bagian hulu dan 43,3 cm pada bagian hilir. Untuk hasil TSS didapat nilai rata-rata TSS sebesar 15,4 mg/l pada bagian hulu dan 12mg/l pada bagian hilir. Berdasarkan perbandingan antara TSS rata-rata di outlet hulu dan hilir dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada sub DAS Sengaritbelum berpengaruh terhadap pertanian dan perikanan.  This research aims to study the characteristic of the sub-watersheds Sengarit the Kapuas watersheds in Sanggau. Sub-watersheds Sengarit has an area of 23,407 ha. The study was conducted in the field to measure and take samples on two points observation of upstream and downstream the watersheds of Sengarit. Then continued analysis of the water samples analysis in the laboratory Quality and Health Land of Agriculture, University of Tanjungpura for sample analysis. The results showed that the sub-watersheds Sengarit was dendritic pattern (crystalline rock) to form the watersheds as a feather.  Drainage density in the sub-watersheds Sengarit of 0,19, including the low category and only consisted of 2 orders. Profilr triangular cross the river. Water quality Sengarit sub-watersheds has an average pH of 6,59 to 5,86 at the upstream and downstream sections, the average temperature of 29,80ºC to 28,96 ºCat the upstream and downstream sections, as well as the average brightness of 49,1 cm and 43,3 cm at upstream and downstream. TSS results obtained for the average value of TSS of 15,4 mg/l at the upstream and 12 mg/l in the lower reaches. Based on the comparison between the average TSSin upstream and downstream oulet with TSS standards for agriculture then the average value of TSS in river flows Sengarit not affect the agriculture and fishieries.
Karakter Fisika Tanah Entisols Pada Dua Sistem Pengelolaan Lahan Budidaya Tanaman Jeruk Siam Di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas ANA GUSTARI; urai edi suryadi; Bambang widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.22824

Abstract

Tanaman jeruk siam (Citrus nobilis L. var microcarpa) merupakan salah satu komoditas holtikultura andalan Kalimantan barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter fisika tanah Entisols pada penggunaan lahan lokasi A (terumbuk dengan sistem tumpangsari tanaman cabai, dan lada) dan lokasi B (terumbuk kosong) di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian terdiri dari 2 lokasi pnelitian yaitu lokasi A luas  1 ha dan lokasi B 2 ha. Parameter penelitian meliputi: parameter lapangan ( profil tanah, dan kedalaman muka air tanah) sifat fisika tanah (warna tanah, tekstur, struktur, kemantapan agregat, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapangan, dan konduktivitas hidraulik) serta kimia tanah (reaksi tanah, C-organik, N-total dan C/N ratio tanah ). Hasil pengamatan warna tanah di lapangan pada lokasi A coklat (7,5 YR 5/2) abu–abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu sangat gelap (10 YR 3/1) dan pada lokasi B coklat (7,5 YR 5/2), abu-abu (7,5 YR 6/1), dan abu-abu gelap (7,5 YR 4/1). Tekstur tanah pada lokasi A lempung berdebu dan lempung liat berdebu, sedangkan pada lokasi B lempung liat berdebu, debu dan lempung berdebu. Struktur tanah pada kedua lokasi tergolong masif. Kemantapan agregat tanah pada kedua lokasi penelitian tergolong kuat, Bobot isi tanah kedua lokasi tergolong sedang. Porositas total tanah pada lokasi A tergolong kurang baik dan lokasi B tergolong baik. Kadar air kapasitas lapangan lokasi A 61,20% dan lokasi B 63,80 %. Permeabilitas tanah pada kedua lokasi tergolong cepat. Kedalaman muka air tanah pada lokasi A dan B tergolong dalam. Reaksi tanah (pH) pada kedua lokasi termasuk sangat masam. C-Organik tanah pada lokasi A dan B dan tergolong tinggi.  N-total pada lokasi A dan B tergolong sedang. C/N Ratio tanah pada lokasi A dan B tergolong rendah. Kata Kunci: Budidaya Jeruk, Tanah Entisols     
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK SAYURAN LOKAL DI PASAR MODERN KOTA PONTIANAK APRILINA EMI; ERLINDA YURISINTHAE; ABDUL HAMID A YUSRA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk sayuran lokal di Pasar Modern Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 100 responden secara purposive dengan purposive sampling kemudian data tersebut di analisis dengan menggunakan analisis konjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan 12 dari 13 atribut keputusan pembelian berpengaruh positif terhadap produk sayuran lokal.  Atribut yang memberikan pengaruh paling besar adalah letak lokasi  . Bagian dari atribut keputusan konsumen  yang paling dipertimbangkan adalah manfaat sayuran untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, harga yang sesuai dengan kuantitas sayur, tujuan mengkonsumsi sayur sebagai pelengkap makanan, letak lokasi dekat dengan rumah sendiri, kenyamanan tempat dengan kebersihan yang terjaga, frekuensi pembelian satu kali dalam seminggu. Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Sayuran, Analisis Konjoin.
PENGARUH PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PALA PADA TANAH ALUVIAL HERU ASYIKIN; SITI HADIJAH; RIN SUSANA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.17882

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk guano yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit pala pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2016 di rumah penelitian yang terletak di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dosis pupuk guano yaitu  g1= 250 g/polybag, g2= 500 g/polybag, g3= 750 g/polybag, g4= 1000 g/polybag, g5= 1250 g/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, diameter batang, volume akar, luas daun dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk guano memberikan pertumbuhan yang sama baiknya terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, diameter batang, volume akar, luas daun dan berat kering bibit pala.   Kata kunci: Aluvial, Guano, Pala.
Studi Biodiversitas Fungi Tanah Pada Lahan Gambut Tidak Terbakar Dan Setelah Kebakaran Di Desa Rasau Jaya Umum Kabupaten Kuburaya Nurdiansyah, Nurdiansyah; Chandra, Tino Orciny; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mempercepat tersedianya unsur hara dalam budidaya tanaman, masyarakat pada umumnya melakukan sistem tebas bakar. Lahan yang dibakar itu selain areal pertanian, juga berada di kawasan perkebunan, dan sangat berdampak terhadap berbagai gatra kehidupan. Pemulihan tanaman hutan setelah kebakaran akan memakan waktu lama, dan akan sering terhambat bila kebakaran terulang. Kerusakan ekosistem akibat kebakaran berpeluang melenyapkan aneka jenis makro dan mikro organisme tanah, khususnya yang tidak mampu menghadapi perubahan keadaan huniannya serta berbagai jenis organisme tanah yang berpotensi dalam kesuburan tanah. Selain itu mikroorganisme tanah yang banyak berasosiasi dengan tanaman yang hilang akibat kebakaran juga akan ikut hilang, sehingga keanekaragaman dari jenis mikroorganisme juga dapat berpotensi semakin berkurang. Mengingat pentingnya peran mikroorganisme tanah khususnya fungi, dalam proses dekomposisi bahan organik pada tanah gambut dan masih relatif terbatasnya informasi mengenai jenis fungi pada tanah gambut, perlu mempelajari biodiversitas fungi tanah gambut dalam rangka mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah Untuk mempelajari biodiversitas fungi yang terdapat pada lahan gambut yang tidak terbakar dan setelah kebakaran, mengetahui fungi pada tingkat kedalaman gambut pada pada lahan gambut yang tidak terbakar dan setelah kebakaran dan mengetahui hubungan antara biodiversitas fungi dengan faktor fisik dan kimia tanah pada lahan gambut yang tidak terbakar dan setelah kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sehabis kebakaran kegiatan dan jumlah mikroorganisme tanah meningkat yang di tunjukkan pada tanah gambut tidak terbakar, fungi yang teridentifikasi sebanyak lima jenis yaitu Aspergillus niger, Penicillium, Phytopthora, Thielaviopsis dan Thrichoderma harzianum sedangkan pada tanah gambut setelah kebakaran fungi yang teridentifikasi sebanyak Sembilan jenis yaitu Acremonium, Aspergillus niger, Candida, Curvularia, Penicillium, Phytium, Phytoptora, Thielaviopsis dan Thrichoderma harzianum. Hal ini tidak lepas dari beberapa faktor lingkungan tanah gambut seperti kedalaman muka air tanah, tingkat kematangan tanah gambut, suhu tanah gambut, kadar air tanah gambut, bobot isi tanah gambut dan pH tanah gambut pada lahan yang tidak terbakar ataupun yang telah mengalami kebakaran.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG SABRANG AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM PADA TANAH GAMBUT edi sandra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.27379

Abstract

RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG SABRANG AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAMPADA TANAH GAMBUT Edi Sandra(1), Dwi Zulfita(2), Surachman(2)(1)Mahasiswa,(2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk kotoran ayam yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang sabrang pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap dengan satu faktorial terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : k1 = 400 g/polybag, k2 = 800 g/polybag, k3 = 1.200 g/polybag, k4 = 1.600 g/polybag, k5 = 2.000 g/polybag dan k6 = 2.400 g/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dimana setiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun ( helai), jumlah anakan per rumpun (rumpun), jumlah klorofil daun (spad unit), luas daun (cm3), jumlah umbi per rumpun (rumpun), berat segar umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kotoran ayam pada dosis 1600 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik terhadap tanaman bawang sabrang pada tanah gambut.Kata kunci: Kotoran Ayam, Bawang Sabrang, Tanah Gambut.
THE EFFECTIVENESS OF NEEM OIL Azadirachta indica AGAINST Plutella xylostella LEAF CATERPILLAR ON CABBAGE PLANTS YULIUS KUNANG; Edy Syahputra; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26268

Abstract

ABSRTACT               Increased production of cabbage plants is often faced with pest problems. Leaf caterpillar Plutella xylostella L. (Lepidoptera: Plutellidae) is a major pest of cabbage plants and if not controlled can decrease both the amount and quality. The use of botanical insecticides is an alternative to controlling        P. xylostella insect pests. This study aims to evaluate the effectiveness of neem oil on P. xylostella pests on cabbage plants. The research was conducted in Subdistrict Rasau Jaya, District Kubu Raya, for 4 months. The research design using Randomized Block Design with 8 treatments and 4 replications. The treatment consisted of 5 levels of neem oil concentration, 2 levels of synthetic insecticides and control. Data analysis using ANOVA was continued by Duncan Mutiple Range Test at 5%. The results showed that the efficacy of neem oil with concentrations of 5, 10, 20, 30 and 40 ml / l of water against (population of         P. xylostella larvae and damage caused by P. xylostella) after application of (76,1% and 43,1%), (66,1% and 23,7%), (66,4% and 31,2%), (68,2% and 22,8%), and (76,2% and 56,5%). Neem oil at concentrations of 20, 30 and 40 ml / l of water exhibit phytotoxicity symptoms.Key words: effectiveness, botanical insecticides, cabbage, neem oil, P. xylostella.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH JERUK SIAM PONTIANAK (Citrus microcarpa) DI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Januarti, Dwi; Dolorosa, Eva; Imelda, Imelda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap buah jeruk siam Pontianak (Citrus microcarpa) berdasarkan atribut rasa buah, ukuran buah dan warna kulit buah. Responden diambil pada 10 (sepuluh) lokasi pemasaran buah jeruk siam Pontianak (Citrus microcarpa) di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dengan jumlah sebanyak 75 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan dianalisis dengan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi preferensi konsumen terhadap buah jeruk siam Pontianak (Citrus microcarpa) adalah buah dengan rasa yang manis sedikit asam, berukuran grade B dan berwarna kulit kuning kehijauan. Nilai tingkat kepentingan relatif preferensi konsumen terhadap buah jeruk siam Pontianak secara berturut-turut adalah atribut rasa buah, warna kulit buah dan ukuran buah.   Kata Kunci: Jeruk siam Pontianak, Analisis Konjoin, Preferensi Konsumen, Atribut Produk   ANALYSIS OF CONSUMER PREFERENCE FOR CITRUS FRUIT “SIAM PONTIANAK” (Citrus microcarpa) By Dwi Januarti1, Eva Dolorosa1, Imelda1 1)Agribussiness Department of Agriculture Faculty,University of Tanjungpura     The main aim of this study was to investigate consumer preferences for extrinsic attributes of citrus fruit siam Pontianak (Citrus microcarpa), based on attributes of the flavours, size and color of citrus peel. A sample of 75 consumers of citrus fruit “Siam Pontianak” was recruited in Ngabang Sub District Landak Regency. Conjoint analysis were applied to analyse data. Results show that the most preferred products for the consumer sample as a whole were a citrus fruit with a sweet taste slightly sour, grade B sized and peel colored of greenish yellow, while  the relative importance of each attribute were the fruit flavours, color of citrus peel and size of the fruit. Keywords: Citrus “Siam Pontianak”, Conjoint Analysis, Consumer Preferences, Product Attribute.

Page 4 of 187 | Total Record : 1863