cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,863 Documents
KARAKTERISTIK GIZI MAKANAN FERMENTASI TRADISIONAL KABUPATEN SANGGAU surianto surianto; sulvi purwayanti; lucky hartanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19798

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik  dan gizi makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau yaitu pekasam ikan, peje ikan, jeruk rebung dan jeruk sawi. Variabel pengamatan meliputi pH, total asam, kadar garam, kadar air, kadar abu, protein, lemak dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik produk fermentasi perikanan (pH, total asam, dan kadar garam) pekasam ikan dan peje ikan (pH 5,20-5,83, total asam 0,39-0,63, total garam 3,95-6,03%) lebih tinggi dibandingkan produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (pH 4,20-5,63, total asam 0,14-0,24%, total garam 2,95-5,11%). Hasil komposisi gizi menunjukan kadar air produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar air 58,36-59,40%) lebih rendah dibandingkan kadar air produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar air 65,75-90,55%) sedangkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi perikanan pekasam ikan dan peje ikan (kadar abu 16,35-18,13%, protein 4,02-4,46%, lemak 2,13-2,44%, karbohidrat 17,05-17,66%) lebih tinggi dibandingkan kadar abu, protein, lemak dan karbohidrat produk fermentasi sayuran jeruk rebung dan jeruk sawi (kadar abu 2,25-16,52%, protein 1,66-1,75%, lemak 0,09-0,17%, karbohidrat 5,38-15,90%). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar labeling makanan fermentasi tradisional Kabupaten Sanggau. Kata kunci : fermentasi, gizi, karakteristik, tradisional
Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair Sebagai Pengganti Media MS Pada Sub Kultur Anggrek Vanda Sp Dwi Putri Ambarsari; Asnawati Asnawati; Agutina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.738 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.27529

Abstract

Pengaruh Jenis Pupuk Organik Cair Sebagai Pengganti Media MS Pada Sub Kultur Anggrek Vanda Sp Dwi Putri Ambarsari(1), Asnawati(2), Agustina Listiawati(3)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura ABSTRAKPerbanyakan dengan metode in vitro memerlukan media khusus, salah satunya media MS. Media MS dalam pembuatannya membutuhkan bahan kimia yang harganya tidak murah, sehingga perlu dicari alternatif media yang lebih murah tetapi mampu menghasilkan bahan tanam yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan, untuk mendapatkan jenis pupuk organik cair (POC) yang terbaik sebagai media sub kultur anggrek Vanda pumila x Vanda 3026. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 Januari hingga 10 April 2018 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan berbagai jenis POC. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah pertambahan jumlah akar, pertambahan jumlah daun, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan berbagai jenis POC memberikan pertumbuhan yang sama dengan media MS terhadap waktu terbentuk tunas dan pertambahan jumlah akar. Penggunaan media MS memberikan hasil yang lebih baik terhadap jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun sub kultur anggrek Vanda sp dibandingkan berbagai jenis media POC. Kata Kunci: Anggrek, media sub kultur, pupuk organik cair, Vanda sp
ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG IKAN DI PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK ANDREAS SUGENG MARDIANTO; ABDUL HAMID A YUSRA; RAKHMAD HIDAYAT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.738 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24405

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat  pendapatan   yang  diterima pedagang ikan  di pasar flamboyan Kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan menggunakan Analisis Kuantitatif yaitu dengan menghitung penerimaan dan biaya yang dikeluarkan dalam berdagang untuk memperoleh Pendapatan. Responden dalam penelitian  yaitu pedagang yang menjual ikan di pasar flamboyan Kota Pontianak yaitu dengan jumlah responden 37 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : penerimaan yang diperoleh pedagang ikan di pasar flamboyan kota pontianak  yaitu sebesar Rp. 4.381.350/Hari. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan oleh pedagang ikan yaitu sebesar Rp. 3.795.414/Hari. Dengan demikian tingkat pendapatan pedagang ikan di pasar flamboyan Kota Pontianak yaitu sebesar Rp. 585.936/Hari.  Kata Kunci : Pedagang Ikan, Pasar Flamboyan, Pendapatan
ANALISIS KOMPARATIF TINGKAT PENDAPATAN PETANI KACANG PANJANG ANGGOTA DAN NON ANGGOTA KELOMPOK USAHA PRODUKTIF (KUP) DI DESA PENYELADI KABUPATEN SANGGAU simanjuntak, ester justina; Aritonang, Marisi; Hutajulu, Josua Parulian
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KOMPARATIF TINGKAT PENDAPATAN PETANI KACANG PANJANG ANGGOTA DAN NON ANGGOTA KELOMPOK USAHA PRODUKTIF (KUP) DI DESA PENYELADI KABUPATEN SANGGAU. BIMBINGAN OLEH DRA. MARISI ARITONANG, MMA DAN JOSUA PARULIAN H, S.SI, MM. PENELITIAN BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI PENDAPATAN PETANI KACANG PANJANG ANTARA ANGGOTA DAN NON ANGGOTA KELOMPOK USAHA PRODUKTIF (KUP). PENELITIAN MENGGUNAKAN METODE SURVEY DAN DILAKSANAKAN DI DESA PENYELADI. DATA DIKUMPULKAN MELALUI WAWANCARA DENGAN MENGGUNAKAN KUESIONER, PENGAMATAN SECARA LANGSUNG DAN PENCATATAN DARI INSTANSI ATAU LEMBAGA TERKAIT. TEKNIK PENETAPAN SAMPEL DILAKUKAN MENGGUNAKAN SAMPEL JENUH, SAMPEL DIAMBIL SEBANYAK46 PETANI KACANG PANJANG, YANG TERDIRI DARI 23 PETANI KACANG PANJANG ANGGOTA KUP DAN 23 PETANI KACANG PANJANG NON ANGGOTA KUP. PENDAPATAN PETANI DIKETAHUI DENGAN MENGHITUNG SELISIH ANTARA PENERIMAAN TOTAL USAHATANI DENGAN BIAYA TOTAL USAHATANI. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PENDAPATAN PETANI KACANG PANJANG ANGGOTA KUP LEBIH TINGGI DARIPADA PETANI KACANG PANJANG NON ANGGOTA KUP. HAL INI DIPENGARUHI OLEH PENGETAHUAN YANG DIDAPAT PETANI ANGGOTA KUP MELALUI PENYULUHAN-PENYULUHAN DARI MITRA KUP, SEPERTI BAGAIMANA MENGGANTIKAN PUPUK KANDANG DENGAN PETROBIO DAN PEMILIHAN BIBIT YANG BAIK. DENGAN DEMIKIAN MENUNJUKKAN BAHWA SISTEM YANG DILAKSANAKAN PETANI ANGGOTA KUP LEBIH BAIK DARI SISTEM PENANAMAN YANG DILAKUKAN OLEH PETANI NON ANGGOTA KUP.
PEMANFAATAN LUMPUR LAUT TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K UNTUK BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Subhi Subhi; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.11128

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian lumpur laut terhadap ketersediaan unsur hara N, P dan K untuk budidaya tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu faktor pemberian lumpur laut (L) terdiri 8 taraf perlakuan yaitu L0 (tanpa lumpur laut), L1 (60 g/polibag), L2 (120 g/polibag), L3 (180 g/polibag), L4 (240 g/polibag), L5 (300 g/polibag), L­6 (360 g/polibag) dan L7 (420 g/polibag). Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, N-total tanah,  P-tersedia tanah, ketersediaan K tanah, berat kering bagian atas tanaman jagung. Acuan  kriteria kesuburan tanah yaitu Staf Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan reaksi tanah (pH tanah) N-total tanah dan ketersediaan K tanah berpengaruh nyata, tetapi P-tersedia tanah berpengaruh tidak nyata sedangkan berat kering bagian atas tanaman jagung berpengaruh nyata.Kata Kunci: Jagung, Lumpu Laut, Podsolik Merah Kuning
RESPON TANAMAN LOBAK TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI KOTORAN BEBEK DAN KALIUM DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Mayumas Sanaya; astina astina; henny sulistyowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31070

Abstract

The porpose of this study was to determine the best dose combination of duck  manure and potassium manure against the growth and yield of radish in red yellow podzolic soil. This experiment, done at  Garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The duration of  the study is 52 days, starting on 30 April - 21 June 2018. The research design used in this study was Completely Randomized Design (CRD) with  9 levels of  combinations treatment of duck manure and potassium manure namely k1 = 5 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k2 = 5 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k3 = 5 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl, k4 = 10 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k5 = 10 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k6 = 10 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl, k7 = 15 tons / ha duck manure + 40 kg / ha KCl, k8 = 15 tons / ha duck manure + 50 kg / ha KCl, k9 = 15 tons / ha duck manure + 60 kg / ha KCl. Each treatment was repeated three times, and the experimental unit consisted of 3 plant samples. Variable observed dry weight of the upper part of the plant, tuber diameter, tuber length, plant fresh weight and fresh weight of tuber / plant. The results showed that the combination of  duck manure and potassium manure on  red yellow podzolic soil for radish growing media gave a response that was not significantly different in all observation variables namely plant dry weight, the diameter of tube, tuber length, plant fresh weight and fresh weight of tuber. The effective dose to support the growth and yield of radish plant is the combination of duck manure dan KCl with a dose 5 ton/ha duck manure and 40 kg/ha KCl   Keywords: duck manure and potassium manure, red yellow podzolic, radish
EFFECT OF WASTE DREGS SUGARCANE COMPOST ON GROWTH AND RESULTS OF RED SPINACH IN PODSOLIC rinny mariani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.4711

Abstract

This study aims to determine the best dose of waste dregssugarcane compost on growth and yield of red spinach inpodsolic soil (Pod Soil) . This research was conducted at the agriculture faculty experimental field Tanjungpura University from 5th November 2012 to 5th March 2013, the experimental pattern using a complete randomized design (CRD) consist of 6 treatments and 4 replications, each replication consist of 4 plants so that there are 96 sample plants . The treatment are p0 ( without additionsugarcane waste dregs compost) , p1 ( 699 g / polybag equal as addition 7 % organic matter ) , p2 ( 1019 g / polybag equal to addition of 9 % organic matter ), p3 ( 1339 g / polybag equivalent to addition 11 % organic matter ) , p4 ( 1659 g / polybag equivalent to the addition of 13 % organic ingredients ) , and p5 (1979 g / polybag equivalent to addition 15 % organic matter) . Observed variableare the number of leaves (leaf) , plant height (cm) , fresh plant weight ( g ) , dry plant weight ( g ) , and root volume ( ml ) . the results showed that addition of sugarcane waste dregs compost dose at 1339 g / polybag equal to 11 % addition organic matter have significant effect onplant height , number of leaves , fresh plant weight , dry plant weight and root volume.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUM KECAMATAN RASAU JAYA SELLY SISKAWATI; URAI EDI SURYADI; BAMBANG WIDIARSO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22356

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUMKECAMATAN RASAU JAYA Selly Siskawati(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 3 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, kebun campuran dan semak belukar masing-masing 6 titik pengamatan dan 2 kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika : kematangan gambut, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, bobot jenis partikel, porositas tanah, kadar abu dan konduktivitas hidrolik; Parameter pendukung : reaksi tanah (pH), ketebalan gambut, jeluk muka air tanah, jeluk muka air di saluran drainase, C-Organik, N-Total dan rasio C/N. hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika : tingkat kematangan gambut di lokasi penelitian tergolong hemik. Bobot isi pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kebun campuran kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Berat jenis partikel pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan semak belukar kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Porositas total pada penggunaan lahan  kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dari penggunaan lahan lainnya. Kadar abu pada penggunaan lahan kebun campuran kedalaman 0-30 cm dan semak belukar lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Konduktivitas hidrolik pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Parameter pendukung : reaksi tanah di lokasi penelitian tergolong sangat masam, ketebalan gambut di lokasi penelitian tergolong gambut sedang, jeluk muka air tanah di lokasi penelitian tergolong sedang – agak dalam, jeluk muka air di saluran drainase tergolong kedalaman sedang, kandungan C-Organik di lokasi peneliatan tergolong sangat tinggi, N-Total tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan rasio C/N tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi. Kata kunci : penggunaan lahan, Tanah gambut,  sifat fisika tanah
UJI VARIETAS PADI DENGAN METODE SRI MENGGUNAKAN TANAH ALUVIAL Yuwono, Andrie; -, Radian; -, Nurjani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji varietas serta mencari varietas yang cocok ditanam dengan metode SRI. Dengan media tanah aluvial, pengamatan dilakukan terhadap beberapa variable yang mempengaruhi hasil tanaman padi, diantaranya adalah; tinggi tanaman (cm), jumlah anakan maksimum (batang), jumlah anakan produktif (batang), jumlah gabah permalai (butir), persentase gabah isi permalai (butir), berat 1000 biji gabah (gram), berat gabah per rumpun. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 1 faktor yaitu varietas yang digunakan, sebagai berikut; p1 (varietas inpara 1), p2 (varietas inpara 2), p3 (varietas inpara 3), p4 (varietas inpara 5), p5 (varietas inpari 10), p6 (varietas inpari 13),p 7 (varietas ciherang). Masing masing perlakuan diacak, dengan jumlah ulangan adalah 5, sehingga dalam penelitian ini terdapat 35 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan Varietas Inpara 1 memiliki rata-rata hasil tertinggi dalam variable jumlah anakan produktif, jumlah anakan maksimum, berat 1000 biji serta berat gabah per rumpun. Untuk perlakuan Varietas Inpari 13 memiliki hasil rata-rata tertinggi dalam persentase gabah isi per malai serta jumlah gabah isi per malai. Sedangkan Varietas Inpara 3 memiliki rata-rata tertinggi dalam tinggi tanaman. Kata kunci : Adaptasi, SRI, Tanah Aluvial, Padi Varietas Unggul.
Vegetative Phase Morphology Characterization of Local Rice From Paloh Distrit Sambas Regency Finky Finky, Asna Wati, Nur Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31590

Abstract

Lokal rice is potential germplasm used as genetic source for assembly of better varieties in plant breeding programs. This research aims to obtain character information and genetic relationship vegetative phase of some local rice from Paloh District, Sambas Regency. This research was held in Danau Sentarum Street, Pontianak. This research used completely rendomized design (CRD) consisted of 7 treatments, that are V1 = Ringkak Barkat local rice, V2 = Ringkak Talok local rice, V3 = Mensere local rice, V4 = Ringkak Herman local rice, V5 = Siam Wangi local rice, V6 = Serawak local rice, V7 = Ringkak Ondot local rice. Each treatment was repeated 3 time and consisted of 10 samples. This research has been obtain 14 vegetative phase characters of local rice from Paloh District, Sambas Regency, that are seeding height, ligule shape, leaf surface, leaf attitude, flag leaf attitude, collar color, auricle color, leaf blade color, leaf sheath color, ligule color, leaf length, leaf width, childbearing, and plant height. The closest genetic relationship was Siam Wangi and Ringkak Barkat local rice with 100% similarity level, while the farthest genetic relationship was Ringkak Talok and Mensere lokal rice with 69,1% similarity level. keywords: characterization, genetic relationship, local rice

Page 5 of 187 | Total Record : 1863