cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
Pengaruh Kapur Dolomit dan Pupuk NPK TerhadapPertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang pada Tanah Podsolik Merah Kuning Amirah Amirah Amirah; Astina Astina Astina; Dwi Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapur dolomit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang serta untuk mengetahui interaksi antara kapur dolomit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai September 2019, penelitian ini dilakasanakan di lokasi di komplek Pondok  Agung  Permata, Kelurahan  Parit  Tokaya, Pontianak  Selatan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Faktorial dengan pola Acak Lengkap (Faktorial RAL) dua faktor terdiri dari faktor kapur dolomit (k) dengan 3 taraf yaitu k1 = 20 g/polybag, k2 = 40 g/polybag, k3= 60 g/polybag dan faktor pupuk NPK (p) dengan 3 taraf yaitu p1 = 6 g/tanaman, p2 = 7,5 g/tanaman, p3 = 9 g/tanaman. Variabel pengamatan meliputi, volume akar, jumlah klorofil, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kombinasi perlakuan yang terbaik dari kapur dolomit dan pupuk NPK, tetapi ditemukan dosis efisien yaitu kapur dolomit 20 g/tanaman dan pupuk NPK 6 g/tanaman. Kata kunci: Dolomit, Kacang Panjang, NPK, Podsolik Merah Kuning,
THE EFFECT OF CHICKEN MANURE AND Potassium chloride ON THE GROWTH AND YIELD Abelmoschus esculentus of ALLUVIAL SRIDEVI, GITA; SURACHMAN, SURACHMAN; warganda, warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the interaction between the use of organic chicken manure and Potassium chloride fertilizer which is better for growth and yield of Abelmoschus esculentus in alluvial soil. This research was conducted on November 20, to 2018 until January 23, to 2018 in Parit Lintang Village, Salatiga District, Sambas. This study used a Factorial experiment with a Randomized Block Design (RBD) which consists of 2 factors. The first factor of the doses used of manure chicken: a1 = gived chicken manure 5 ton / ha equivalent to 2.5 kg / plot, a2 = gived fertilizer chicken manure 10 ton / ha is equivalent to 4.5 kg / plot, a3 = giving chicken manure 15 ton / ha is equivalent to 6.5 kg / plot. The second factor of  the doses Potassium chloride fertilizer:  b1 = 100 kg / plot is equivalent to 87.5 g / plot, b2 = 150 kg / plot equals 131.3 g / plot, b3 = 200 kg / plot equals 333.33 g / plot. There were 9 combinations of treatment  in this study, each treatment was repeated 3 times and each treatment consisted of 3 plant samples so that there were 27 experimental unit. The variables observed in this study include the leaf area (cm2), root volume (cm3), shoot up dry weight (g), root dry weight (g), number of fruit (g), weight of fruit (g), weight of fruit layout (g). The results showed that the treatment of chicken manure application and Potassium chloride fertilizer could increase the growth and yield of Abelmoschus esculentus plants in alluvial soil. Further, there was no interaction between the two treatment of chicken manure and Potassium chloride fertilizer. Chicken manure at 15 ton / ha treatment equivalent to 6.5 kg / plot and Potassium chloride fertilizer at 200 kg / plot treatment equivalent to 333.33 g / plot gave the highest yield.     Keywords: Alluvial, Chicken Manure, Potassium chlorida , Abelmoschus esculentus 
PENGARUH KOMPOS BAGASE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH ALLUVIAL MARYANDI, ASTIAN; MUSTAMIR, ELLY; MULYADI, ACHMAD
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae Var. Acephala) sebagai tanaman hortikultura merupakan salah satu jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi dan diminati oleh masyarakat. Budidaya kailan pada tanah alluvial dihadapkan pada beberapa kendala, antara lain alluvial mempunyai kandungan liat yang cukup tinggi, serta lapisan olah yang dangkal, selain itu kandungan unsur hara dan bahan organik yang rendah, tingkat keasaman tanah yang tinggi, serta memiliki permeabilitas yang lambat dan cukup peka terhadap erosi. Salah satu bahan organik yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan budidaya kailan pada tanah alluvial adalah kompos bagase. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh kompos bagase terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan pada tanah Alluvial. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya ada 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: k1 = 210 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 9% bahan organik, k2 = 413 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 11% bahan organik, k3 = 613 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 13% bahan organik, k4 = 813 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 15% bahan organik, k5 = 1.011 g/polybag kompos bagase atau setara dengan 17% bahan organik. Variabel yang diamati adalah: Luas daun (cm2), kehijauan daun (spad unit), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman (g). Pemberian kompos bagase pada tanaman kailan di tanah alluvial memberikan hasil terhadap variabel luas daun, berat segar dan berat kering tanaman. Hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan k2 dengan dosis 413 g/polybag setara dengan 11 % bahan organik terhadap luas daun dengan hasil 753 cm2, berat segar dengan hasil 66,26 g dan juga terhadap berat kering tanaman dengan hasil 5,74 g. Sedangkan terhadap kehijauan daun dan volume akar tidak menunjukan hasil yang baik Kata Kunci : Kailan, Kompos Bagase, Tanah Alluvial
COMBINATION OF CONCENTRATION PLANT GROWTH REGULATOR ROTOONE-F AND RED ONION FILTRATES TO GROWTH ROSE APPLE SHOOT CUTTING Fitriani, Rahmidiyani, Ahmad mulyadi, Fitri ani
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The aim of this study was to obtain the best combination of Rotoone-F concentrations and red onion filtrates to growth  of shoot cutting rose apple shoot cutting. This  research used cansist 7 treatment  of growth regulator concetration. The concetration is  Concentration used is : without  growth regulator ( control); 100% Rotoone-F +0% red onion filtrates; 80% Rotoone-F + 20% red onion filtrates; 60% Rotoone-F + 40% red onion filtrates; 40% Rotoone-F + 60% red onion filtrates; 20% Rotoone-F + 80% red onion filtrates; and 0% Rotoone-F + 100% red onion filtrates. The variables observed are percentage  life cutting, number of leaves, number of shoots, length of shoots and number of roots. The results of this study indicate that  giving growth regulator substances  Rotoone-F with red onion filtrates in various concentrations  can improve percentage  life cutting and number of roots rose shoot cutting. The concentration of 40% Rotoone-F + 60% red onion filtrates shows the  highest of percentage of life cutting and number of roots.Keywords : Red Onion Filtrate, Rose Apple, Rotoone-F, Shoot Cutting
Analisis Tingkat Kesuburan Tanah Sawah pada Beberapa Tipe Luapan Pasang Surut di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Yanni Nurbaini, Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Joni Gunawan
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dilakukan dengan metode survey lapang dengan pengambilan sampel tanah pada enam titik lokasi penelitian. Bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah sawah di tipe luapan pasang surut A, B, dan C, yang pada akhirnya untuk saran pemupukan pada tanaman padi. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penentuan status kesuburan tanah berdasarkan kriteria kesuburan tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT) tahun 1995. Hasil kriteria penilaian kesuburan tanah pada lokasi penelitian didapatkan bahwa pada tipe luapan A dan B memiliki status kesuburan tanah yang rendah dan pada tipe luapan C memiliki status kesuburan yang sangat rendah. Status kesuburan pada lahan sawah tipe luapan A, B, dan C di Kecamatan Sungai Kakap ditentukan oleh nilai kejenuhan basa dan kandungan P-total yang rendah. Kekurangan kebutuhan pupuk urea yang harus diberikan petani di lokasi penelitian pada tipe luapan A (lahan A1 dan A2), B (lahan B1 dan B2), dan C (lahan C1 dan C2), berturut-turut yaitu 231,15 kg.ha-1, 240,38 kg.ha-1, 163,09 kg.ha-1, 218,66 kg.ha-1, 264,65 kg.ha-1, dan 239,77 kg.ha-1 dan kekurangan kebutuhan pupuk NPK (Phonska) yang harus diberikan petani di lokasi penelitian, berturut-turut yaitu 258,13 kg.ha-1, 81,15 kg.ha-1, 84,06 kg.ha-1, 169.86 kg.ha-1, 88,86 kg.ha-1, dan 172,63 kg.ha-1.Kata kunci : status kesuburan tanah, sawah pasang surut, tipe luapan, sungai kakap, saran pemupukan.
PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL tuti, Yuspia; Listiawati, Agustina; Maulidi, -
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.
PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI BENZYL AMINO PURIN DAN PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK DURIAN pranita, rizky ananda; Warganda, Warganda; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan panjang entris terhadap keberhasilan sambung pucuk durian. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 30 November 2018 – 26 Februari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan metode Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi BAP  yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu b1 = 100 ppm, b2 = 200 ppm, b3=300 ppm. Faktor kedua yaitu panjang entris yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu p1= 7,5 cm, p2= 10 cm, p3=12,5 cm. setiap perlakuan ada 3 ulangan dan tiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah: Persentase Sambung Hidup (%), Kecepatan Tumbuh Tunas (hr), Jumlah Tunas (tunas), Pertambahan Diameter Batang Atas (mm), dan Jumlah Daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara BAP dan panjang entris terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan BAP berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan persentase sambung hidup, kecepatan tumbuh tunas, pertambahan diameter batang atas, dan jumlah daun namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan jumlah tunas. Sedangkan perlakuan  panjang entris berpengaruh nyata terhadap persentase sambung hidup dan berpengaruh tidak nyata terhadap kecepatan tumbuh tunas, jumlah tunas, pertambahan diameter batang atas, dan jumlah daun. Perlakuan BAP (100 ppm) memberikan rerata tertinggi untuk persentase sambung hidup, 63,89 %, kecepatan tumbuh tunas 21,29 hr, dan jumlah daun 7,07 helai, sedangkan perlakuan panjang entris memberikan rerata tertinggi untuk persentase sambung hidup yaitu 52,77 %. Kata Kunci: BAP, durian, panjang entris 
STUDI JENIS CAPUNG (ODONATA) DI AREA PERSAWAHAN pregawati, olla
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKCapung mempunyai peranan penting pada ekosistem persawahan, capung dapat berfungsi sebagai serangga predator, baik dalam bentuk nimfa maupun dewasa, dan memangsa berbagai jenis serangga serta organisme lain termasuk serangga hama tanaman padi seperti, penggerek batang padi (Chilo sp), wereng coklat (Nilaparvata lugens), walang sangit (Leptocorisa acuta). Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data jenis capung yang ada pada area persawahan di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode survey, sampel diambil di 3 titik lokasi yaitu a) area tepian sungai, b) kawasan terbuka pada setiap jalur irigasi persawahan, c) dalam area persawahan tanaman padi. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 9 jenis capung. 8 jenis termasuk dalam sub ordo Anisoptera, Famili Libellulidae yaitu Orthetrum sabina, Pantala flavencens,Tolymis tillarga, Brachythemis contaminata, Neurothemis ramburii, Lathrecista asiatica, Blue lilallula, Rhythemis phylis dan 1 jenis termasuk ke dalam sub ordo Zygoptera, famili Coenagrionidae yaitu Ischnura senegalensis Nilai indeks jenis capung pada area persawahan Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sebesar 0.91 termasuk kategori rendah dan nilai indeks jenis capung di 3 lokasi pengamatan masing-masing, yakni lokasi A yaitu tepian sungai 1.49, lokasi B yaitu irigasi 0.91, dan lokasi C yaitu area persawahan 0.31 seluruh lokasi pengamatan memiliki tingkat keanekaragaman jenis capung yaitu rendah.Kata Kunci: Keanekaragaman, Odonata, Area persawahan.
Effect of Formulation Mixture of Herbicide IPA Glyphosate and Methyl metsulfuron on Ischaemum timorense Weeds febrianti, cici; ., sarbino; ., astina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of a single herbicide often cannot control all types of weeds. Increase the effects of weed control. This study aims to study the effectiveness of glyphosate and methyl metsulfuron herbicides to control the Ischaemum timorense weed and determine the nature of the mixture. This research was conducted from January to April 2019, for ± 4 months in the greenhouse and Pesticide Laboratory of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. The research was arranged in random groups. The treatment consisted of 4 types of herbicides with five dose levels and 1 control, namely glyphosate (0, 0.188, 0.375, 0.750, 1.5, 3.0) l / ha, methyl metsulfuron (0, 10, 20, 40, 80, 160) g / ha, herbicide mixture A 240/10 SL (0, 0.25, 0.50, 1.00 2.00, 4.00) l / ha and mixed herbicide B 360/10 SL (0, 0 , 25, 0.50, 1.00, 2.00, 4.00) l / ha. The target weed is Ischaemum timorense, a grass weed which is planted in a 14 cm diameter pot and a target of 3 MST (Three weeks after planting a herbicide test is applied). The variables observed are the level of weed damage that was assessed through phytotoxicity scoring and weed dry weights and analysis of herbicide mixture properties. The results showed that the higher the dose of the herbicide that was given, the more effective the suppressor was in controlling weeds. Herbicides that have been able to restore weed growth include glyphosate (G3) at a dose of 0.750 l / ha, Methyl metsulfuron (M5) at a dose of 160 g / ha, A mixture of 240/10 SL (CG3) at a dose of 1.0 l / ha , Mixture B 360/10 SL (CB3) at a dose of 1.0 l / ha. A mixed herbicide A 240/10 SL with an LD50 value of 93.2 and a mixture of B 360/10 SL is 186.92 smaller than the LD50 value of a single glyphosate herbicide 186.83 and methyl metsulfuron 27.98. The index value of combination herbicide mixture A 240/10 SL is 1.0384 and herbicide mixture B 360/10 SL is 1.0262, thus the nature of the herbicide is not antagonistic.Keywords: Glyphosate, Methyl metsulfuron, LD50, Herbicide mixture.
THE EFFECT OF MANURE AND NITROGEN FERTILIZER COMBINATION ON THE GROWTH AND YIELD OF SPRING ONION IN PEAT SOIL Paulus, Sardi; Anggorowati, Dini; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to find the best combination of manure and Urea fertilizer dosage on the growth and yield of spring onions on peatsoil. This research took place from February 7 - April 8, 2019 and was located on Jalan Parit Haji Muksin II Kubu Raya. This study used an experimental method Completely Randomized Design, consisting of types of manure combined with N fertilizer consisting of 6 levels of treatment, encoded A (chicken manure + Urea 100 kg / ha), B (chicken manure + Urea 200 kg / ha), C (chicken manure + Urea 300 kg / ha), D (cow manure + Urea 100 kg / ha), E (cow manure + Urea 200 kg / ha), F (cow manure + Urea 300 kg / ha). Each treatment were repeated 4 times so that there were 24 expermental units whith  4 samples per replication so that the total of plant number were 96 plants. The observation variables in this study were plant height, number of leaves, number of tillers, root volume, leaf dry weight, root dry weight, fresh leaf weight. Observations were also made on the environmental conditions of the study, such as rainfall, air temperature, humidity. The results showed that the administration of manure and N fertilizer with a dose of chicken manure 20 tons / ha and 100 kg / ha Urea was an effective dose on the average of each observation variable of leeks on peat soil. Keywords: spring onion, manure, N fertilizer and peat.

Page 91 of 191 | Total Record : 1901