cover
Contact Name
Raden Bayu Indradi
Contact Email
bayu.indradi@unpad.ac.id
Phone
+628526539350
Journal Mail Official
ijbp@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Biological Pharmacy
ISSN : 28075277     EISSN : 28074173     DOI : https://doi.org/10.24198/ijbp.v1i2.37398
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Biological Pharmacy (Jurnal Biologi Farmasi Indonesia) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam bidang Biologi Farmasi. IJBP dimaksudkan untuk menampilkan artikel penelitian berkualitas dalam bidang Biologi Farmasi untuk menjadi panduan ilmiah dalam bidang yang berkaitan dengan Biologi Farmasi. Jurnal ini adalah jurnal peer-review dan menerbitkan artikel penelitian orisinal tentang semua aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini juga merupakan media publikasi pertemuan dan berita yang berkaitan dengan kemajuan dalam bidang Biologi Farmasi di berbagai daerah. Jurnal menerbitkan artikel dalam kategori penelitian orisinal maupun ulasan (review). Seluruh kiriman akan melalui proses peer-review oleh para ahli.
Articles 75 Documents
Kajian Literatur: Potensi Ekstrak Tumbuhan Herbal dengan Aktivitas Antipenuaan untuk Produk Perawatan Kulit Wahyuni, Diana M. I.; Putri, Selly H.; Chaerunisaa, Anis Y.
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i2.39854

Abstract

Penuaan kulit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, terutama akibat pengaruh lingkungan. Hal tersebut dapat diminimalisasi dengan penggunaan produk antipenuaan yang mengandung ekstrak tumbuhan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah mengenai potensi ekstrak tumbuhan herbal dengan berbagai aktivitas antipenuaan. Metode yang digunakan berdasarkan pencarian pustaka melalui Google Scholar dengan kata kunci “natural cosmetic AND extract”, “skin care AND extract”, dan "optimization" AND "extraction" AND "cosmetic". Mayoritas ekstrak tersebut kaya akan polifenol terutama flavonoid, asam fenolat, dan asam hidroksinamat. Di antara ekstrak yang paling potensial sebagai antioksidan, yaitu Annona squamosa L., Ardisia elliptica Thunb., Fragaria vesca L., Himantoglossum robertianum, Mangifera indica Linn., Pandanus amaryllifolius, Quercus pubescens Willd., dan Stevia rebaudiana Bert. M. indica juga berpotensi sebagai bahan pencerah kulit, kemudian terdapat ekstrak Melientha suavis Pierre yang dapat diformulasikan dalam produk tabir surya. Ekstrak lainnya mengandung senyawa non fenolik, di antaranya Panax ginseng yang mengandung ginsenosida dan berfungsi sebagai agen pelindung UV, juga agen antiinflamasi seperti Zanthoxylum piperitum DC yang mengandung senyawa hidroksi-α-sanshool dan α-sanshool, serta Centella asiatica yang mengandung asam madecassic, asam asiatic, dan asiatikosida.
Efektivitas Ekstrak Etil Asetat Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Melita, Dina Ayu; Elsyana, Vida; Ulfa, Ade Maria
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.42396

Abstract

Daun pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, fenolik, saponin, flavonoid dan steroid yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ektrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti dan bagaimana toksisitasnya. Penelitian ini menggunakan 7 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) 1%; 2%; 3%; 4%; 5%; Temephos 1% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif yang tiap kelompok berisi 25 larva Aedes aegypti instar III dan IV dengan 4 kali pengulangan. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan uji One Way ANOVA, uji Post Hoc LSD (Least Significance Different), dan uji probit. Hasil uji Post Hoc LSD efektivitas ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 3%; 4%; dan 5% tidak memiliki perbedaan yang signifikan (P>0,05) dengan kontrol positif (Temephos 1%). Hasil analisis probit didapat nilai LC50 sebesar 2,09% sehingga dapat dikatakan bahwa ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) mempunyai efektivitas sebagai larvasida dan memiliki sifat beracun dalam membunuh larva Aedes aegypti.
Potensi tanaman herbal Terhadap Jamur Pityrosporum ovale Penyebab Ketombe Laelasari, Eli; Musfiroh, Ida
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.39926

Abstract

Ketombe merupakan salah satu penyakit kulit akibat infeksi jamur yang banyak diderita terutama di Indonesia yang merupakan negara tropis. Prevalensi ketombe di dunia mencapai 50%  pada usia pubertas dari seluruh populasi penduduk dunia. Pityrosporum ovale diduga merupakan penyebab utama dari penyakit ketombe. Saat ini masyarakat banyak menggunakan tanaman herbal untuk pengatasi ketombe. Tinjaun pustaka ini dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui tanaman herbal mana saja yang memiliki daya antipungal yang berpengaruh pada pertumbuhan jamur Pityroporum ovale. Metode penelitian ini dilakukan dengan Systematic Literature Review, situs yang digunakan dalam penelusuran literatur yaitu Google Scholar dan NCBI. Kata kunci yang digunakan adalah “tanaman terhadap jamur Pityrosporum Ovale”, “tanaman untuk ketombe”, “Herbs for dandruff”. Literatur yang digunakan pada tinjauan pustaka ini yaitu 15 jurnal. Hasil didapat tanaman yang  berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur pytirosporum ovale penyebab ketombe, dengan kategori zona hambat sangat kuat, kuat, sedang dan lemah. Tanaman dengan katedori tersebut secara berturut-turut daun alamanda (Allamanda cathartica L.) 301,28 mm; daun karuk (Piper sarmentosum Roxb) 19,4 mm. kangkung air (Ipomoea aquatica) 10,0 mm dan  daun belingbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) 3,07 mm.
Artikel Ulasan: Aktivitas Ekstrak Tanaman Ocimum sp. terhadap Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi Nurani, Neng Vera; Zakiyah, Neily
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.39911

Abstract

Karies gigi termasuk salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling umum terjadi pada manusia. Penyebab umum dari karies gigi ini disebabkan oleh bakteri gram positif Streptococcus mutans. Karies gigi dapat dicegah dengan menyikat gigi dan pemberian antibakteri. Tanaman tradisional telah terbukti menjadi sumber yang lebih baik dalam pencarian senyawa antibakteri baru. Tanaman herbal yang mempunyai potensi antibakteri diantaranya yaitu kemangi (Ocimum sp.) yang tumbuh subur di Indonesia. Terdapat beberapa jenis tanaman Ocimum sp. diantaranya Ocimum basilicum, Ocimum americanum, dan Ocimum sanctum. Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review. Ketiga jenis ekstrak Ocimum memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Ekstrak Ocimum basilicum mempunyai aktivitas antibakteri sedang sampai kuat dengan nilai zona hambat 6,9-10,26 mm, ekstrak Ocimum americanum memiliki zona hambat kuat sebesar 17,5 mm dan ekstrak Ocimum sanctum memiki zona hambat kuat-sangat kuat sebesar 12-22 mm. Diantara 3 jenis Ocimum sp., ekstrak Ocimum sanctum pada pelarut etanol 100% yang diuji dengan metode sumuran mempunyai aktivitas dan efektivitas paling kuat untuk menghambat Streptococcus mutans dengan nilai zona hambat 22 mm.
Terapi Dislipidemia: Tanaman Penghambat HMG-CoA Reduktase Oktavelia, Wanda; Kusuma, Sri Agung Fitri
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.41376

Abstract

HMG-CoA reduktase merupakan enzim yang dapat mengkatalisis HMG-CoA menjadi mevalonate yang diperlukan dalam biosintesis kolesterol. Dengan demikian, penghambatan terhadap enzim HMG-CoA reduktase merupakan mekanisme target obat yang efektif untuk mengatasi dislipidemia. Selama ini, pengobatan dislipidemia dilakukan dengan pemberian obat golongan statin secara rutin. Namun, obat golongan ini diketahui memiliki efek samping yang merugikan pada pemakaian jangka panjang seperti nyeri otot dan bahkan dapat mencetuskan terjadinya penyakit diabetes mellitus dan kondisi hepatotoksik. Oleh karena itu, diperlukan terapi komplemen menggunakan herbal yang dinilai penggunaannya lebih aman. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menelusuri berbagai jenis tanaman yang memiliki kemampuan menghambat HMG-CoA reduktase yang serupa dengan kemampuan statin. Dari hasil penelusuran diperoleh berbagai tanaman yang memiliki aktivitas sebagai penghambat HMG-CoA reduktase yang dapat digunakan sebagai terapi komplemen dislipidemia dengan rentang penghambatan sebesar 55-98,5% melalui uji in vivo, in vitro, dan in silico. Di antara tanaman tersebut, yang paling efektif adalah Ficus virens W.T.Aiton dengan penghambatan sebesar 98,5%. Jadi, tanaman ini dapat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai antidislipidemia alami.
Phytochemistry and Pharmacological Potentials of Premna serratifolia L.: Traditional Medicinal Plant Used by Local People in Kalimantan Khairunnisa, Khalisha Qintara; Febriyanti, Raden Maya; Muhaimin, Muhaimin
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.43537

Abstract

Millions of people worldwide have been using herbal medicines for thousands of years, due to their great interest in traditional medicines. One of the plants in Indonesia which has medicinal properties but is not widely known by the public and used is Bebuas plant. Bebuas (Premna serratifolia Linn) has been observed growing in West Kalimantan. The people of West Kalimantan used bebuas leaves to reduce cholesterol levels, the young leaves used as a traditional medicine to expel wind in the body quickly, treat intestinal worms, and increase breast milk for nursing mothers, and the decoction of fresh leaves is used for colds and fever medicine. Several studies report bebuas (Premna serratifolia L.) had many pharmacological activities. Bebuas contains flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids/steroids that have a role in pharmacological activity. The present review aims to summarize the current state of scientific evidence on the pharmacological potentials of P. serratifolia. The subject of literature published from 2012 to 2022 were obtained frominternational research databases including PubMed, Google Scholar, EBSCO, SCOPUS, and Cochrane, using the keywords Premna serratifolia L., traditional medicine, medicinal plants, and pharmacology. The pharmacological activities which are discussed further in the review including antioxidant, anti-arthritic, anticholesterol, anti-inflammatory, antimicrobial, antihelmintic, antidiabetic, and anticancer/cytotoxic. The study suggests that Premna serratifolia L. is a potent source for further development of phytomedicine.
Potensi Minyak Rosemari pada Waktu Kematian Caplak secara In Vitro Prasetyo, Bayu Febram; Hadi, Upik Kesumawati; Winarto, Tytha Nadhifa
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.41493

Abstract

Minyak esensial rosemari telah banyak digunakan di berbagai bidang karena manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu manfaat yang kurang diketahui adalah sifat antiparasitnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian minyak esensial rosemari terhadap waktu kematian caplak Rhipicephalus sanguineus. Pada penelitian ini, 50 ekor caplak dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan 5 perlakuan yang berbeda yaitu minyak esensial rosemari konsentrasi 10%, 15%, dan 20% serta antiparasit komersial yang mengandung fipronil 3% sebagai kontrol positif dan minyak kelapa murni sebagai kontrol negatif. Kelompok caplak diamati dalam 3 kali periode masing-masing 30 menit. Kelompok perlakuan minyak esensial rosemari konsentrasi 10% memiliki LT50 pada 2 jam 27 menit, kelompok perlakuan minyak esensial rosemari konsentrasi 15% memiliki LT50 pada 1 jam 10 menit, dan kelompok perlakuan minyak esensial rosemari konsentrasi 20% memiliki LT50 pada menit ke-34. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak esensial rosemari dalam konsentrasi 20% hampir sama efektifnya dengan antiparasit komersial yang mengandung bahan aktif fipronil 3% yang memiliki sifat akarisidal.
Interaksi Konstituen Kimia Lada Hitam (Piper nigrum L.) Terhadap Reseptor 5-HT1B Sebagai Antidepresan dengan Pendekatan In Silico Sufi, Nadia Adhani; Nauroh, Judith; Nurani, Neng Vera; Nurhaenifah, Annida Adha; Harmonis, Jacko Abiwaqash; Hidayat, Syahrul
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.42965

Abstract

Depresi merupakan penyakit yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan tindakan. Depresi menyebabkan perasaan sedih dan / hilangnya minat pada suatu aktivitas. Depresi dapat diobati menggunakan antidepresan. Piper nigrum L. atau Lada Hitam merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai antidepresan. Pada lada hitam terkandung senyawa metabolit sekunder yang dapat sebagai antidepresan dengan mekanisme terhadap 5-HT1B. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara senyawa yang terkandung pada lada hitam yang berpotensi sebagai antidepresan terhadap protein 5-HT1B menggunakan metode molecular docking secara in silico. Pengujian dilakukan menggunakan aplikasi Autodock 4.2 untuk simulasi penambatan molekuler, divisualisasi dengan  Biovia Discovery Studio 2020 Client, dan analisis hasil farmakokinetika serta toksisitas dari senyawa melalui situs pre-ADMET. Hasil penambatan diperoleh senyawa piperettin memiliki potensi paling besar menjadi kandidat obat antidepresan melalui mekanisme agonis 5-HT1B dibandingkan senyawa uji lainnya karena memiliki energi ikatan sebesar -8,84 kKal/mol dengan ikatan hidrogen pada residu asam amino THR134. Berdasarkan analisis hasil prediksi, Piperettin memiliki sifat farmakokinetika dengan nilai CaCo-2 54,6793; HIA 98,050270% ; PPB  92,408768%. Hasil pre-ADMET senyawa menunjukan adanya dugaan potensi karsinogen.Kata kunci: 5-HT1B, Antidepresan, Molecular Docking, Piperettin, Piper nigrum 
In Silico Study of Mangosteen Fruit (Garcinia mangostana L.) as Pancreatic Anticancer Against AKT Kinase Elaine, Angela Alysia; Nisa, Akhyatun; Tahara, Nabila; Aini, Dzulfah Qurrotul; Syahriar, Zulvan
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 1 (2023): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i1.42601

Abstract

Keganasan pada pankreas diakibatkan karena tidak terkendalinya proliferasi sel yang akan mengarahpada berkurangnya proses apoptosis sel. Oleh karena itu, salah satu usaha untuk menangani kasuskanker pankreas ini adalah dengan menghambat protein antiapoptosis seperti AKT kinase. Inhibisiprotein AKT kinase didasarkan pada mekanisme penghambatan fosforilasi protein AKT kinase padasel pankreas. Senyawa golongan xanton dari buah manggis (Garcinia mangostana L.) telah terbuktimemiliki aktivitas antikanker. Pada penelitian ini senyawa golongan santon diteliti potensinya sebagaiobat anti kanker pankreas melalui metode penambatan molekuler yang dilakukan terhadap reseptorprotein AKT kinase dengan bantuan AutoDockTools (versi 4,2.6 dan 1.5.6), divisualisasikan denganBIOVIA Discovery Studio 2020, lalu analisis profil farmakokinetika serta toksisitas dan drug-likenessyang mengacu pada Lipinski’s Rule of Five melalui situs web pre-ADMET. Penambatan molekulermenghasilkan 5 senyawa turunan santon yang memenuhi kriteria. Senyawa 1-isomangostin memilikipotensi aktivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan ligan pembanding dan ligan uji lainnyadengan energi ikatan (ΔG) -9,90 kkal/mol dan konstanta inhibisi 54,9 nM. Hasil prediksi ADMET dari1-isomangostin menunjukkan sifat absorpsi yang baik (HIA = 94%, Caco2 = 39,97), distribusi yangbaik (PPB = 79,1%), tidak mampu menembus sawar otak (BBB = 0,179), dan tidak bersifat toksik.
Tinjauan Pustaka : Optimasi Metode Budidaya Spons Demospongiae dan Bakteri Simbionnya Rozanah, Aida; Larasati, Ananda Oktafiani; Putri, Rizky Indah Febrianingsih Suddin; Hadisaputri, Yuni Elsa
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 1 (2023): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i1.39865

Abstract

Sumber Daya Alam berupa spons khususnya kelas Demospongiae memiliki jumlah yang banyak danberpotensi dalam mengembangkan berbagai bidang terutama bioteknologi. Maka dari itu, perludilakukan budidaya spons agar dapat mempertahankan keseimbangan alam dan ketersediaannya.Budidaya spons merupakan upaya memperbanyak spons dalam jumlah yang banyak dengan waktuyang relatif singkat. Diantara pertimbangan untuk menentukan optimasi metode adalah kedalamanserta substrat yang digunakan. Spons dapat bersimbiosis dengan bakteri. Simbiosis tersebut dapatmenghasilkan senyawa metabolit baru yang memiliki potensi aktivitas farmakologis khususnya dibidangfarmasi.