cover
Contact Name
Raden Bayu Indradi
Contact Email
bayu.indradi@unpad.ac.id
Phone
+628526539350
Journal Mail Official
ijbp@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Biological Pharmacy
ISSN : 28075277     EISSN : 28074173     DOI : https://doi.org/10.24198/ijbp.v1i2.37398
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Biological Pharmacy (Jurnal Biologi Farmasi Indonesia) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam bidang Biologi Farmasi. IJBP dimaksudkan untuk menampilkan artikel penelitian berkualitas dalam bidang Biologi Farmasi untuk menjadi panduan ilmiah dalam bidang yang berkaitan dengan Biologi Farmasi. Jurnal ini adalah jurnal peer-review dan menerbitkan artikel penelitian orisinal tentang semua aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini juga merupakan media publikasi pertemuan dan berita yang berkaitan dengan kemajuan dalam bidang Biologi Farmasi di berbagai daerah. Jurnal menerbitkan artikel dalam kategori penelitian orisinal maupun ulasan (review). Seluruh kiriman akan melalui proses peer-review oleh para ahli.
Articles 75 Documents
Studi In Silico Senyawa Herba Binahong (Anredera cordifolia) Sebagai Inhibitor Aldose Reduktase Mulia, Aisyah Safira; Sitinjak, Bernap Dwi Putra; Amirah, Siti Rafa; Diina, Tresnafuty Rasyiida; Al-Azis, Zilfa Syarifa; Suci, Tasya Amalia
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i2.44908

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan proses metabolisme gula darah yang berlangsung kronik. Penderita diabetes melitus dapat mengalami komplikasi pada pembuluh darah yang disebabkan karena terjadinya penumpukan lemak, sehingga penghambatan enzim aldose reduktase yang berperan dalam jalur poliol dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi. Beberapa senyawa yang dapat menghambat enzim ini ialah asam ursolat dan vitexin, yang dapat ditemukan pada tanaman Binahong (Anredera cordifolia (tenore) steenis). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas inhibisi senyawa aktif dalam daun Binahong untuk menghambat enzim aldose reduktase sebagai penyebab terjadinya komplikasi penyakit diabetes melitus secara in silico. Studi ini dilakukan dengan cara simulasi penambatan molekuler, identifikasi farmakokinetik dan toksisitas senyawa, serta kesesuaian dengan parameter aturan Lipinski. Senyawa Beta-sitosterol yang memiliki energi bebas Gibbs sebesar -12,75 kkal/mol, konstanta inhibisi 452.55 pM dan interaksi dengan residu asam amino VAL A:47 dan CYS A:298. Nilai HIA dan CaCO2 adalah 100% dan 52,3734 dengan nilai PPB dan BBB adalah 100,00% dan 19,8883. Beta-sitosterol tidak bermutagen, tidak karsinogen, dan memenuhi syarat aturan Lipinski. Senyawa Beta-sitosterol memiliki potensi sebagai inhibitor enzim aldose reduktase yang paling baik diantara senyawa lainnya yang terdapat dalam kandungan tanaman Binahong.
Penambatan Molekuler Konstituen Kimia Tumbuhan Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) terhadap Reseptor VHR sebagai Kandidat Obat Antikanker Serviks Pitaloka, Annisa Dyah; Nurhijriah, Chaca Yasinta; Kalina, Kalina; Musyaffa, Hanif Azhar; Azzahra, Annisa Maulida
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 2 (2023): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i2.45221

Abstract

Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) merupakan salah satu tumbuhan khas yang mengandung senyawa flavonoid yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah sebagai obat Antikanker. Kanker Serviks adalah tumor ganas yang berasal dari sel epitel serviks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai kegunaan kandungan metabolit sekunder dan mekanisme kerja dari bawang dayak sebagai antikanker secara in silico melalui metode penambatan molekul pada reseptor Vaccinia H1-related phosphatase (VHR)  menggunakan program AutoDock Tools. Validasi metode telah dilakukan dengan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) yang diperoleh sebesar 0,57Å. Pengujian in silico terhadap senyawa yang terkandung dalam bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) didapatkan hasil bahwa  senyawa Eleuthraquinone A memiliki nilai ∆G yang paling rendah dibandingkan senyawa lain dan senyawa senyawa pembanding 5-Fluorourasil, dengan nilai energi ikatan sebesar -9,41 kkal/mol dengan ikatan hidrogen pada residu asam amino GLU122, LEU124, dan LYS61. Senyawa Eleuthraquinone A memenuhi semua aturan Lipinski, mempunyai absorpsi dan distribusi yang baik, dan bersifat mutagen tetapi tidak karsinogen berdasarkan hasil prediksi ADMET.
Studi In-Silico Senyawa Aktif Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Kandidat Obat Antikanker Payudara Karim, Bilqisti Kanzabila; Tsamarah, Dinda Firanitha; Zahira, Annisa; Rosandi, Nurul Fauziah; Swarga, Kirana Fayruz; Aulifa, Diah Lia; Elaine, Angela Alysia; Sitinjak, Bernap Dwi Putra
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.52060

Abstract

Kanker merupakan suatu kelompok penyakit yang dapat timbul di hampir semua organ yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel abnormal yang tak terkendali. Kanker yang timbul pada jaringan payudara dari pertumbuhan sel-sel abnormal dari epitel duktus maupun lobulus disebut kanker payudara. Salah satu metode terapi kanker payudara yaitu targeted therapy dengan menggunakan reseptor HER2. Penelitian studi in-silico ini dilakukan dengan tujuan untuk meneliti potensi penambatan senyawa aktif dalam daun jambu biji (Psidium guajava L.) terhadap reseptor HER2 (PDB ID: 3PP0) sebagai kandidat antikanker menggunakan metode penambatan molekuler serta prediksi Lipinski’s dan PreADMET. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak meliputi, ChemDraw, BIOVIA Discovery Studio 2020 dan AutoDock Tools-1.5.6., serta situs SwissADME dan PreADMET. Dari hasil analisis, diketahui senyawa kuersetin merupakan kandidat obat yang paling baik sebagai antikanker payudara dengan nilai energi gibbs dan konstanta inhibisi berturut-turut yaitu sebesar -7,42 kkal/mol dan 2,66 μm, juga berinteraksi dengan protein reseptor HER2 pada residu asam amino yang sama dengan ligan alami 03Q yaitu Thr798, Thr862, Leu796, Phe864, dan Val734
Review: Isolasi, Analisis, Aktivitas Farmakologi dan Toksisitas Sinensetin Andira, Ria Hani; Yuniati, Wiwiet; Tjitraresmi, Ami
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.54885

Abstract

Sinensetin, flavonoid polimetoksilasi berasal dari tumbuhan Orthosiphon aristatus yang memiliki beragam manfaat farmakologisnya dengan toksisitas minimal. Orthosiphon aristatus banyak digunakan dalam obat bahan alam baik dalam sediaan jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Keberadaan sinensetin dalam simplisia dan ekstrak daun kumis kucing sebagai bahan baku obat herbal terstandar dan fitofarmaka harus memenuhi persyaratan yang ada pada Farmakope Herbal Indonesia. Tinjauan ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang dipublikasikan mengenai isolasi dan identifikasi senyawa sinensetin dari daun kumis kucing dari pengujian kualitatif dan kuantitatif sinensetin pada bahan baku obat bahan alam, serta informasi mengenai aktivitas farmakologis dan toksisitas dari sinensetin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan meninjau pustaka secara digital. Beberapa aktivitas farmakologis sinensetin yang telah diketahui adalah antikanker, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antiobesitas, immunomudulator dan vasorelaksan.
Kajian Literatur: Bahan Herbal Sebagai Zat Aktif Dalam Kosmetik Bentuk Masker Sheet Chaniago, Rahadatul Aisy; Chaerunisaa, Anis Yohana
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.47452

Abstract

Perkembangan zaman berjalan seiring meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap kesehatan. Bidang perawatan dan kecantikan termasuk bidang kesehatan yang banyak diminati oleh masyarakat, termasuk kosmetik. Sheet mask menjadi salah satu kosmetik yang banyak diminati di Asia. Penggunaan bahan alami dalam masker memiliki daya tarik lebih bagi pengguna sehingga banyak penelitian mengembangkan masker dari herbal. Oleh karenanya, melalui artikel ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana formulasi sediaan sheet mask dari bahan alam, evaluasi sediaan dan efektivitas penggunaannya. Metode yang digunakan dalam menyusun artikel ini yaitu melalui penelusuran pustaka dari berbagai sumber data seperti Google Scholar, Garuda, Directory of Open Access Journals, dan PubMed. Terdapat 35 artikel yang digunakan dalam kajian literatur ini. Berdasarkan pengkajian diketahui sheet mask bahan alam banyak diformulasikan sebagai antioksidan, moisturizer, antibakteri, anti-hiperpigmentasi, dan anti-penuaan. Berbagai bahan alam dapat dikombinasikan dan diformulasikan dengan eksipien tertentu untuk meningkatkan kualitas sediaan. Berdasarkan evaluasi sediaannya, sheet mask dari bahan alam tidak mengiritasi kulit. Efektivitas dan aktivitas beberapa sheet mask masih belum diketahui tetapi beberapa lainnya memiliki efektivitas yang dapat terlihat setelah pemakaian empat minggu. Oleh karena itu, berbagai formula yang dikaji berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan siap pakai setelah dilakukan pengujian efektivitas dan aktivitas lebih lanjut.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Bebuas (Premna serratifolia L.) dengan Metode DPPH Rafif, Syauqi Nawwar; Hikmatiana, Billa Nidia; Mikdar, Nazwa Nuraizza; Febriyanti, Raden Maya; Maisyarah, Intan Timur; Muhaimin, Muhaimin
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.54016

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan dalam mencegah radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang berpotensi memiliki senyawa bioaktif bersifat antioksidan adalah Bebuas (Premna serratifolia L.). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun P.serratifolia. Uji pendahuluan aktivitas antioksidan dilakukan terhadap ekstrak etanol, etil asetat dan air secara kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak kloroform : metanol (95:5) dan penampak bercak DPPH. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan DPPH 80 μg/mL secara spektrofotometri pada panjang gelombang maksimum 517 nm dengan kontrol positif Trolox. Hasil KLT menunjukkan perubahan warna bercak pada ekstrak, fraksi etil asetat dan air menjadi warna kuning setelah disemprot DPPH menandakan memiliki aktivitas antioksidan. Hasil pengukuran menunjukkan ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi air daun P.serratifolia memiliki nilai IC50 berturut-turut 157,78 µg/mL; 108,49 µg/mL; dan 137,7 µg/mL. Sedangkan trolox memiliki nilai IC50 8,75 µg/mL. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun P.serratifolia memiliki aktivitas antioksidan lebih baik dibandingkan ekstrak etanol dan fraksi air dengan kategori aktivitas antioksidan sedang.
Phytochemical Profile Extracts and Fractions of Pisitan Monyet (Dysoxylum caulostachyum Miq.) Bonor, Toga; Among, Sayyid; Febriyanti, Raden Maya; Maisyarah, Intan Timur; Barliana, Melisa Intan
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.55097

Abstract

Dysoxylum is a genus from the Meliaceae family which has 905 species. One species of this genus is Dysoxylum caulostachyum Miq. This species is a plant that has long been consumed as daily food for primates. This plant is starting to be widely researched for its potential for treatment. There are several previous studies showing that D. caulostachyum has antiproliferative, antiplasmodial and anticancer bioactivity. The aim of this paper is to determine the phytochemical profile of D. caulostachyum leaves in the ethanol extract, n-hexane fraction and ethyl acetate fraction of D. caulostachyum leaves. The research was carried out through extraction stages using the maceration method, fractionation using Liquid-Liquid Extraction (ECC), examination of extracts and fractions using Thin Layer Chromatography (TLC), phytochemical screening, and measurement of total phenolic and total flavonoid levels. Based on phytochemical screening, D. caulostachyum leaf extract contains flavonoids, saponins, polyphenols, monoterpenes/sesquiterpenes, quinones, and triterpenes/steroids. The n-Hexane fraction of D. caulostachyum leaves contains quinone compounds, the ethyl acetate fraction of D. caulostachyum leaves contains flavonoids, quinones and polyphenol compounds, while the water fraction of D. caulostachyum contains polyphenol and quinone compounds. From the extract and leaf fractions of D. caulostachyum, data was obtained that the extract contained the highest levels of total phenolics and flavonoids, namely 92.361 ± 1.7245 mg GAE/g and 92.361 ± 1.7245, respectively.
Effect of Combination Herbal Plants Extracts on Diabetes Mellitus Semesta, Cleopatra Diva; Putri, Refitha Nurul; Hadisaputri, Yuni Elsa
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 3, No 3 (2023): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v3i3.47737

Abstract

Diabetes is a non-communicable disease with metabolic dysfunction characterized by high glucose levels due to damage to pancreatic β cells so that insulin cannot be secreted normally by the body. Diabetes mellitus cannot be cured, but it can only be controlled with appropriate treatment. Most of the available synthetic antidiabetic treatments have serious side effects and are quite expensive. Therefore, traditional herbal medicine is an alternative which is used for some people in maintaining normal blood sugar levels. The use of herbal therapy with a combination of plant extracts has the potential to be more effective in lowering blood sugar when compared to single plant extracts. The aim of this article review is that to compile and provide a scientific overview of the various studies which have been conducted previously regarding the effectiveness of combinations of herbal plant extracts in diabetes mellitus. A comprehensive literature study was conducted by using various electronic search databases with the keyword “Combination of antidiabetic extracts” and 30 international research journals which were combined into review articles were obtained which shows that combinations of plant extracts proved to be more effective in lowering blood glucose levels compared to single herbal plant extracts.
A Review of Antidiabetic Potential of Indonesian Medicinal Plants on Streptozotocin (STZ)-Induced Rats Anjabtsawa, Daffa; Febriyanti, Raden Maya; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.54037

Abstract

Diabetes mellitus represents a chronic pathological state affecting a substantial portion of the global population, characterized by elevated levels of blood glucose. The International Diabetes Federation (IDF) documented in 2022 an estimated 537 million individuals aged 20-79 afflicted with this condition. Indonesia is home to various medicinal plants used for centuries to treat various ailments, including diabetes. Some of these plants have been found to have antidiabetic properties and are currently being studied for their potential use in treating diabetes. This review integrates the potential of indigenous Indonesian medicinal plants as antidiabetic agents. Twenty-two herbal species native to Indonesia were examined in diabetic-rat models, revealing promising efficacy as alternatives to conventional antihyperglycemic therapies. These medicinal plants' bioactive constituents, including flavonoids, alkaloids, phenolics, tannins, saponins, steroids, triterpenoids, and glycosides, are hypothesized to modulate glucose metabolism. Data acquisition encompassed scholarly databases such as PubMed, Scopus, Cochrane, Google Scholar, ScienceDirect, and EBSCO, spanning literature published between 2017 and 2023. The investigation underscores the notable reduction in blood glucose levels observed in rats administered doses ranging from 100 to 800 mg/kg body weight (BW). Furthermore, the antihyperglycemic evaluation in rats involved dosing at 40-65 mg/kg BW, eliciting a sustained hyperglycemic state.
A Review on the Therapeutic Potential of Creeping Woodsorrel Leaves (Oxalis corniculata L.) in Relation to its Secondary Metabolites Yusuf, Marsha Afifah; Ramadhania, Zelika Mega
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 4, No 1 (2024): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v4i1.56085

Abstract

AbstractAs a tropical country with plenty of medicinal raw materials, Indonesia is one of the most significant users of medicinal plants in the world. One of the plants with many properties is creeping woodsorrel leaves (Oxalis corniculata L.), which have many therapeutic benefits. The sources for this review were collected through a literature study from Google Scholar, PubMed, and ResearchGate. After reviewing ten journals, 11 pharmacological activities of Oxalis corniculata were found, namely analgesic, anti-inflammatory, anti-pyretic, anti-Alzheimer, anti-diabetic, anti-biofilm, anti-cancer, anti-hepatic, hypoglycemic activity, Parkinson's disease, and antibiotic. The tests, including in vivo and in vitro experiments, as well as analyses using the Kyoto Gene and Genomic Encyclopedia (KEGG) and Gene Ontology (GO), showed positive results.Keywords: Asam Kecil Leaves, Secondary Metabolites, Oxalis corniculata, Pharmacological activityAbstrakSebagai negara tropis dengan banyak bahan baku obat, Indonesia adalah salah satu pengguna terbesar tumbuhan obat di dunia. Salah satu tanaman dengan banyak khasiat adalah daun asam kecil (Oxalis corniculata L.). yang terbukti memiliki banyak manfaat terapi. Sumber untuk review ini dikumpulkan melalui studi literatur dari Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate. Setelah meninjau 10 jurnal, ditemukan 11 aktivitas farmakologis Oxalis corniculata, yaitu analgesik, anti-inflamasi, anti-piretik, anti-alzheimer, anti-diabetes, anti-biofilm, anti-kanker, anti-hepatik, aktivitas hipoglikemik, penyakit parkinson, dan anti-bakteri. Pengujian yang dilakukan, termasuk uji in vivo dan in vitro, serta analisis menggunakan Kyoto Gene and Genomic Encyclopedia (KEGG) dan Gene Ontology (GO), menunjukkan hasil yang positif.Kata kunci: Daun Asam Kecil, Aktivitas farmakologi, Metabolit Sekunder, Oxalis corniculata