cover
Contact Name
Raden Bayu Indradi
Contact Email
bayu.indradi@unpad.ac.id
Phone
+628526539350
Journal Mail Official
ijbp@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Biological Pharmacy
ISSN : 28075277     EISSN : 28074173     DOI : https://doi.org/10.24198/ijbp.v1i2.37398
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Biological Pharmacy (Jurnal Biologi Farmasi Indonesia) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam bidang Biologi Farmasi. IJBP dimaksudkan untuk menampilkan artikel penelitian berkualitas dalam bidang Biologi Farmasi untuk menjadi panduan ilmiah dalam bidang yang berkaitan dengan Biologi Farmasi. Jurnal ini adalah jurnal peer-review dan menerbitkan artikel penelitian orisinal tentang semua aspek Biologi Farmasi. Jurnal ini juga merupakan media publikasi pertemuan dan berita yang berkaitan dengan kemajuan dalam bidang Biologi Farmasi di berbagai daerah. Jurnal menerbitkan artikel dalam kategori penelitian orisinal maupun ulasan (review). Seluruh kiriman akan melalui proses peer-review oleh para ahli.
Articles 67 Documents
Artikel Review: Aktivitas Imunomodulator Tanaman dari Suku Asteraceae Mei, Kaila Keyshia; Iskandar, Yoppi
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38128

Abstract

Imunitas merupakan suatu reaksi pertahanan tubuh terhadap bahan asing, terdapat suatu kondisi dimana sistem imun dapat terganggu sehingga menyebabkan penyakit seperti autoimun, alergi, dan imunodefisiensi. Saat ini terdapat obat sintetik yang dapat mengobati kelainan imun, tetapi obat sintesik memiliki efek samping. Sehingga diperlukan pengobatan alternatif yang penggunaannya dinilai lebih aman. Asteraceae merupakan suku tumbuhan terbesar kedua dalam kingdom Plantae yang tersebar luas di seluruh dunia. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah beberapa tanaman dari suku Asteraceae yang memiliki aktivitas imunomodulator. Metode yang digunakan dengan cara pencarian pada aplikasi Google Chrome secara daring yang berasal dari Google Scholar, PubMed, ResearchGate, situs jurnal lain. Terdapat beberapa tanaman suku Asteraceae yang memiliki aktivitas imunomodulator diantaranya Ageratum Conyzoides (L.); Artemisia annua L.; Artemisia argyi H. Lev. & Vaniot; Baccharis dracunculifolia DC.; Chromolaena odorata (Lf.) King & Robinson; Cichorium intybus L.; Cynara scolymus L.; Echinacea laevigata (C. L. Boynt. & Beadle) S.F. Blake; Echinacea purpurea (L.) Moench; Echinacea purpurea (L.) Moench; Erigeron floribundus (Kunth) Sch.Bip.; Psacalium peltatum (Kunth) Cass.; Tanacetum parthenium (L.) Sch.Bip.; Tridax procumbens L.Kata kunci: Asteraceae, Imunomodulator, Sistem imun
Studi In-Silico Ekstrak Dalam Tanaman Ranti (Solanum nigrum) Sebagai Inhibitor Jak2 pada Penyakit Leukemia Limfoblastik Christine, Christine; Pebriani, Fathia; Al Faruq, Muhammad Ariq; Florencia, Carla; Muchtaridi, Muchtaridi
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38126

Abstract

Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan penyakit hematologi heterogen yang ditandai dengan proliferasi sel limfoid imatur di sumsum tulang, darah tepi, dan organ lainnya karena adanya mutasi pada reseptor JAK. Beberapa tahun terakhir, strategi baru yang menargetkan protein terkait penyakit untuk degradasi seperti Proteolysis targeting chimerics (PROTAC) diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk studi in silico aktivitas senyawa penghambat STAT 3 dan JAK 2 pada tanaman ranti (Solanum nigrum L.). Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak meliputi, ChemOffice 2019, AutoDockTools 1.5.6., BIOVIA Discovery Studio 2021, dan Ligandscout.  Dari 17 senyawa tanaman ranti yang diuji, hanya 11 senyawa yang memenuhi aturan Lipinski rules of five dan prediksi ADMETOKS yang kemudian dilanjutkan dengan penambatan molekul. Hasilnya, senyawa N-Acetyl-L-tryptophan ethyl ester dinilai paling berpotensi sebagai antikanker, meskipun memiliki energi gibbs yang lebih rendah sebesar -6.38 kcal/mol apabila dibandingkan dengan ligan alaminya yakni -8.19 kcal/mol. Hasil menunjukkan tanaman ranti (Solanum nigrum L.) berpotensi sebagai kandidat pengobatan LLA, namun masih butuh penelitian lebih lanjut dengan perangkat lunak yang lebih lengkap.
Aktivitas Antimalaria dari Tumbuhan Famili Annonaceae : Tinjauan Pustaka Khairunnisa, Shintani Ayunda; Tjitraresmi, Ami
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38419

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit mematikan tropis yang disebabkan oleh parasit Plasmodium sp. Pencarian obat baru antimalaria saat ini menjadi penting dilakukan karena banyaknya laporan mengenai kasus resistensi Plasmodium sp. terhadap obat malaria yang beredar saat ini.  Maka diperlukan pencarian alternatif obat antimalaria. Annonaceae adalah suku tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam angiospermae. Beberapa tumbuhan dari suku ini telah diketahui memiliki aktivitas sebagai antimalaria. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiplasmodial dan senyawa antimalaria yang berasal dari tanaman suku Annonaceae. Jurnal yang diulas dalam artikel ini merupakan jurnal penelitian yang diperoleh secara daring dengan kata kunci antimalaria annonaceae. Dari jurnal – jurnal penelitian yang diulas, terdapat delapan tumbuhan famili Annonaceae yang telah diuji aktivitas antimalarianya baik secara in-vitro terhadap P. falciparum atau in-vivo terhadap P. Berghei pada tikus. Hasilnya semua tumbuhan yang tercantum dalam jurnal yang diulas memiliki manfaat antimalaria dengan berbagai potensi. Greenwayodendron suaveolens memiliki aktivitas terbaik dengan nilai IC50 0,26 g/mL. Terdapat 38 metabolit aktif yang diisolasi dari famili Annonaceae dengan kisaran aktivitas antimalaria berturut-turut sebesar 7 - 203,1 M dan 1,38 - 104,33 g/mL. Dengan hasil terbaik berasal dari senyawa isolasi Anoniane pada 7 M dan Obtusipetadione pada 1,38 g/mL, masing-masing dapat menjadi alternatif untuk obat antimalaria baru. Dari penelusuran literatur yang telah dilakukan, famili Annonaceae terbukti sebagai sumber tumbuhan yang memiliki aktivitas antimalaria, oleh karena itu, semua tumbuhan yang terdaftar perlu diteliti lebih lanjut sebagai obat alternatif antimalaria.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bawang Hitam Rumaseuw, Ellen Stephanie; Iskandar, Yoppi; Halimah, Eli
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.37973

Abstract

Negara Indonesia memiliki keberanekaragaman hayati jenis tanaman yang tersebar di seluruh wilayah. Bawang hitam merupakan produk olahan bawang putih yang telah melalui proses pemanasan optimal pada suhu 70oC selama 21 hari. Bawang hitam dapat menjadi herbal terstandar bila telah melalui uji kualitas dan keamanan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat keamanan ekstrak etanol bawang hitam. Uji keamanan dengan cara uji toksisitas akut dengan 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, kelompok I (5 mg/kg BB), kelompok II (50 mg/kg BB), Kelompok III (300 mg/kg BB), kelompok IV (2000 mg/kg BB). Penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa parameter standar bawang hitam memenuhi parameter standar umum tumbuhan Indonesia. Pemberian ektrak etanol bawang hitam menimbulkan gejala-gejala toksik ringan selama pengamatan pada uji toksisitas akut dan memperoleh nilai LD50 > 2000 mg/kg BB yang termasuk pada kategori 4 pada OECD Guidelines for The Testing of Chemicals.
Health Benefits of Three Wild Leafy Vegetable in “Lalapan” as Sundanese Traditional and Ethnic Foods Kodir, Reza Abdul; Moektiwardoyo, Moelyono
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 1 (2022): IJBP (April)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i1.38414

Abstract

Various ethnics of the world have a long history on using their surrounding as the source of foods. Foods which are act as product of traditional ethnic knowledge known as traditional and ethnic foods (TEF). Vegetables are one of the main ingredients of TEF. As sources of many combination of phytonutrients, vegetables offer various health benefits. As a country with long history of agricultural practice, Indonesia also has abundant knowledge of how Indonesian ethnics process and consume vegetables.Vegetables, in Sundanese tradition, usually consumed as “lalap” or “lalapan”. Some lalapan are cultivated vegetables and some others are come from wild sources. This article discuss the health benefits of wild source lalapan, which can be found in natural habitat.
Callyspongia sp. : Metabolit Sekunder, Aktivitas farmakologi, dan Mekanismenya Nurhaniefah, Annida A.; Sagitasa, Salsa; Aulia, Safira; Hadisaputri, Yuni E.
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i2.39891

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang luas, Indonesia memiliki potensi kelautan yang besar, salah satunya di bidang farmasi bahari. Salah satu biota laut yang tersebar luas di laut Indonesia adalah spons. Callyspongia sp. merupakan spons yang terdapat hampir di seluruh laut Indonesia dengan aktivitas farmakologis yang telah banyak dilaporkan. Oleh karena itu, penulis membuat tinjauan pustaka tentang Callyspongia sp. yang didasarkan pada aktivitas farmakologi dan mekanisme dari metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Artikel ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan informasi tentang topik yang diinginkan dengan menggunakan beberapa database ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, ResearchGate, Science Direct, Springer Link, dan Perpustakaan Online Wiley. Dari 38 artikel yang ditinjau, didapatkan hasil bahwa terdapat 15 aktivitas farmakologis Callyspongia sp. di antaranya yaitu, antikanker dan antitumor (35%), antijamur (13%), antiinflamasi (11%), immunomodulator (11%), antidiabetes dan anti obesitas (7%),  antimikroba (5%), antioksidan (4%), penyakit neurodegeneratif (4%), anti hiperkolesterolemia (2%), antihipertensi (2%), antiparasit (2%), anti alergi (2%), antivirus (2%), dan anti-tuberkulosis (2%). Dengan demikian, aktivitas farmakologi dengan distribusi paling besar adalah aktivitas antikanker dan antitumor.
Artikel Ulasan: Kandungan Senyawa Kimia dan Aktivitas Farmakologi Spirulina sp. Kamaludin, Asilla M. R.; Holik, Holis A.
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i2.38269

Abstract

Spirulina sp. merupakan mikroalga hijau-kebiruan yang mempunyai berbagai manfaat karena kandungan senyawanya yang beragam diantaranya protein, mineral, vitamin, serat, pigmen phyocyanin, asam lemak tak jenuh, beta karoten, tiamin, nicotinamide, piridoksin, riboflavin, asam folat, fitokimia fenolik, fikobiliprotein, catechin hidrat, epicatechin, pyrocatechol, dan enzim superoksida dismutase (SODArtikel ini bertujuan untuk memberikan iformasi ilmiah mengenai kandungan senyawa kimia dan aktivitas farmakologi Spirulina sp. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan dan skrining data dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu informasi mengenai kandungan senyawa kimia yang terkandung serta aktivitas farmakologi yang ditimbulkan memiliki aktivitas imunomodulasi, antioksidan, antikanker, antitumor, antimikroba, antiinflamasi, penurun berat badan, antidiabetes, penurun kosentrasi serum lipid, berperan dalam bone modeling dan pertumbuhan serta perkembangan anak.Kata Kunci: Spirulina sp., kandungan senyawa, manfaat Spirulina sp.
Studi In Silico Senyawa dalam Daun Sirih (Piper betle L.) sebagai Inhibitor Enzim Asetilkolinesterase (AChE) pada Penyakit Alzheimer Az-Zahra, Farhah; Afidika, Janifa; Diamantha, Sagung D. A.; Rahmani, Almeira E.; Fatimah, Syifa; Aulifa, Diah L.; Elaine, Angela A.; Sitinjak, Bernap D. P.
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i2.40462

Abstract

Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang disebabkan oleh penurunan sintesis asetilkolin akibat pemecahan asetilkolin menjadi kolin dan asetat oleh enzim asetilkolinesterase (AChE). Senyawa dengan aktivitas inhibitor AChE diketahui merupakan kandidat obat yang menjanjikan untuk mengobati penyakit ini. Pada penelitian ini, dilakukan studi in-silico terhadap senyawa dalam Daun Sirih (Piper betle L.) sebagai anti-alzheimer menggunakan metode penambatan molekuler dan prediksi Lipinski’s dan PreADMET. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak meliputi, ChemDraw, BIOVIA Discovery Studio 2020, dan AutoDock Tools-1.5.6. serta situs SwissADME dan PreADMET. Dari hasil analisis, diketahui senyawa Piperin merupakan kandidat obat yang paling baik dengan nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi berturut-turut sebesar -9.97 kkal/mol dan 0.049 um, dengan ikatan hidrogen yang terjadi pada residu asam amino PHE 295.
Artikel Ulasan: Tanaman Sebagai Anti-Kolesterol Azzahra, Ratu W.; Zuhrotun, Ade
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i2.39708

Abstract

Kolesterol merupakan lipid dalam darah yang diproduksi oleh hati. Kolesterol juga merupakan faktor resiko dari penyakit kardiovaskular. Pada tahun 2018 dilaporkan 1,5% dari penduduk Indonesia yang setara dengan 1.017.290 jiwa menderita penyakit kardiovaskular dan diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya. Ini mengakibatkan permintaan akan obat anti kolesterol pun semakin tinggi. Artikel tinjauan ini dibuat untuk mengkaji tanaman yang memiliki potensi dan khasiat sebagai anti kolesterol yang bisa menjadi pencegah maupun pelengkap obat sintetik. Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan pencarian secara daring pada e-book, e-journal, dan website dari situs resmi yang valid seperti Google Scholar dan National Library of Medicine terkait anti kolesterol beserta nama tanamannya. Hasil yang didapat atas pencarian tersebut terdapat minimal 30 tanaman yang berkhasiat sebagai anti kolesterol. Berdasarkan urutan potensi tanaman dengan khasiat tersebut, mayoritas berasal dari famili zingiberaceae. Tanaman dengan potensi kuat antara lain yaitu Jahe (Zingiber officinale Rosc.), Kunyit (Curcuma domestica L.), dan Kesum (Polygonum minus Huds) dengan nilai IC50-nya secara berturut-turut sebesar 0,1 ± 0,1 µg/mL; 0,9 ± 0,1 µg/mL; dan 1,2 ± 0,1 µg/mL. Tanaman dengan potensi sedang yaitu Mindi (Melia azedarach), Ampelas (Ficus exasperata), dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 10,48 μg/mL; 14.7 μg/mL; 16,21±1,74 μg/mL. Serta tanaman dengan potensi lemah yaitu Ciplukan (Physalis angulata), Rukam (Flacourtia rukam), dan Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) dengan nilai IC50 secara berturut-turut sebesar 149,46 µg/mL; 157.88 µg/mL; 196,7 µg/mL.Kata Kunci: Anti-kolesterol, Tanaman Herbal, Low-density lipoprotein (LDL)
Artikel Ulasan: Potensi Herbal Sebagai Fitoterapi Pada Epilepsi Sitinjak, Bernap D. P; Zuhrotun, Ade
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 2 (2022): IJBP (Agustus)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i2.39792

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit neurologis dengan tingkat paling membebani kelima di dunia. Prevalensi epilepsi di dunia meningkat hampir dua kali lipat dari tahun 1990 (34%) ke tahun 2016 (63%). Penulisan artikel ini dilakukan untuk memberikan informasi terkait herbal yang memiliki potensi sebagai alternatif antiepilepsi dan telah diujikan secara in vivo. Metode yang digunakan adalah pencairan literatur terlebih dahulu dengan kata kunci “aktivitas antiepilepsi”/” antiepileptic activity”, “tanaman”/” plants”, “in-vivo” pada kolom pencarian database Google Scholar dan PubMed lalu dilakukan inklusi berdasarkan relevansinya. Adapun hasil dari review artikel yaitu diperoleh 24 spesies tanaman dengan aktivitas agonis GABAergik (20 spesies tanaman), antioksidan (9 spesies tanaman), inhibisi kanal ion Na+; K+ (4 spesies tanaman), dan inhibisi kolinergik (4 spesies tanaman). Beberapa diantaranya memiliki senyawa yang mampu melintasi saraf pusat yaitu isokuersetin- 3 -O-glukosida, glabridin, kuersetin, 6-Gingerol, turmeron, dan, bisabolene sesquiterpenoid. Berdasarkan hasil penelitian, Achyranthes aspera Linn memiliki dosis paling berpotensial (5-10 mg/kB, i.p) sebagai anti epilepsi.