cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
buletin_thpipb@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
Karakterisasi fisikokimia beras analog porang (Amorphophallus muelleri) dengan penambahan Spirulina platensis Juno, Bintang Diva; Setyaningsih, Iriani; Büyükateş, Yeşim; Tarman, Kustiariyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/w8xdp380

Abstract

Beras analog merupakan pangan fungsional yang dirancang menyerupai beras konvensional namun diproduksi dari bahan non-beras. Penelitian ini mengembangkan beras analog porang yang diperkaya Spirulina platensis untuk meningkatkan nilai gizi dan aktivitas antioksidan. Variasi 4 konsentrasi S. platensis (0%, 1,5%, 3%, dan 4,5%) diuji menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil uji sensori menunjukkan bahwa formulasi 1,5% paling disukai secara signifikan (p<0,05) sehingga dipilih untuk karakterisasi lebih lanjut. Berdasarkan basis kering, produk terpilih mengandung 92,2% karbohidrat, 2,73% protein, dan 57% serat pangan. Waktu pemasakan 7,53 menit dengan daya serap air 129,2% dan densitas kamba 0,47 g/mL. Skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, fenol, dan saponin. Aktivitas antioksidan tergolong kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 47,10 µg/mL menunjukkan kemampuan penangkal radikal yang signifikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada kombinasi unik porang, kentang, dan Spirulina yang sebelumnya belum pernah diterapkan dalam pengembangan beras analog. Formulasi ini mengintegrasikan serat pangan tinggi dari porang, fungsi pati dari kentang, serta senyawa bioaktif dari Spirulina sehingga menghasilkan produk dengan kualitas gizi dan sifat fungsional yang lebih baik. Secara keseluruhan, beras analog porang dengan Spirulina menunjukkan penerimaan konsumen yang baik dan bioaktivitas tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang menjanjikan.
Aktivitas antikanker senyawa bioaktif dari Paracaudina australis: Studi in silico yang menargetkan AKT1 dan NOS2 Sukmiwati, Mery; Susilawati, Susilawati; Islami, Deri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/m8s22h81

Abstract

Sea cucumber isolates (Paracaudina australis) have shown potential as agents with various bioactivities. Bioactivity refers to the ability of a substance to interact with biological tissues and elicit positive physiological responses. This study aimed to analyze the interaction between the target proteins RAC-alpha serine/threonine-protein kinase (AKT1) and Nitric Oxide Synthase 2 (NOS2) with compounds identified in P. australis. The methods employed included ligand preparation using the Open Babel 2.3.1 plug-in, bioactivity prediction via the PASS Online web server, ADMET analysis using Canonical SMILES, pathway prediction using the DAVID (Database for Annotation, Visualization, and Integrated Discovery) web server, prediction of active or functional sites in proteins using BIOVIA Discovery Studio software, molecular docking using AutoDock Vina integrated in PyRx 0.8, visualization with BIOVIA Discovery Studio 2019, and molecular dynamics simulation using the WebGro web server. The results revealed that the P. australis sea cucumber isolate contained 38 compounds predicted to exhibit bioactivities related to the target proteins, including anticancer, anti-proliferative, pro-apoptotic, anti-inflammatory, anti-type 2 diabetes, and anti-obesity effects. Based on five ADMET parameters, all compounds satisfied several pharmacokinetic and toxicity criteria. Protein interaction analysis indicated that AKT1 and NOS2 interacted with other proteins, such as MTCP1, TCL1A, and NOX1. Molecular docking results showed that the compounds Ergosta-7,22-dien-3-ol, (3β,5α,22E); Ergostan-3-ol; Ergost-7-en-3-ol, (3β,5α); and Stigmasta-7,16-dien-3-ol, (3β,5α) exhibited the most stable binding to AKT1. Additionally, the compounds Ergosta-7,22-dien-3-ol, (3β,5α,22E) and Ergosta-7,22-dien-3-ol, (3β,22E) demonstrated lower binding affinity values than the control NOS2 inhibitor, indicating strong potential as NOS2 inhibitors.
Aktivitas penghambatan angiotensin converting enzyme garam rumput laut Sargassum polycystum dan Ulva lactuca Seulalae, Anggrei Viona; Prangdimurti, Endang; Adawiyah, Dede Robiatul; Nurjanah, Nurjanah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/hxf01s26

Abstract

Penyakit hipertensi termasuk silent killer yang menyumbang angka kematian terbesar di Indonesia. Tingginya risiko terkena penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat salah satunya konsumsi natrium yang melebihi batas asupan harian. Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku garam sehat yang rendah natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas angiotensin converting enzyme-inhibitor (ACE-I) terbaik dari garam rumput laut. Bahan baku rumput laut diambil dari jenis Sargassum polycystum dan Ulva lactuca. Garam rumput laut diproduksi melalui perendaman tepung rumput laut dengan akuades (1:10), ekstraksi pada suhu 40°C selama 10 menit, pengeringan filtrat pada suhu 60°C selama 48 jam, dan penghalusan kristal hasil pengeringan. Parameter yang dianalisis meliputi cemaran logam berat, kandungan mineral dan rasio Na/K, total fenol, flavonoid, florotanin, kadar protein terlarut, peptida terlarut, dan ACE-I. Garam S. polycystum dan U. lactuca terdeteksi mengandung mineral Ca, K, Na, Mg, Cu, Fe, dan Zn. Garam rumput laut bebas dari cemaran logam berat. Garam S. polycystum memiliki potensi sebagai pencegah hipertensi yang lebih baik dengan rasio Na/K 0,50, total fenolik 381±0,002 mg GAE/g sampel, total flavonoid 479±0,003 mg QE/g sampel, total florotanin 270±0,001 mg PGE/g sampel, kadar protein terlarut 0,31±0,006 mg/g, dan peptida terlarut 0,043±0,004 mg/g. Nilai penghambatan ACE (IC50) garam S. polycystum sebesar 128,32±1,35 μg/mL dan U. lactuca 1.454,88±0,03 μg/mL. Garam rumput laut S. polycystum memiliki efek penghambatan ACE-I terbaik dibandingkan U. lactuca.
Analisis kesegaran dan kandungan formalin pada ikan laut di Lampung Selatan Arafah, Purnama; Nurhayati, Tati; Suseno, Sugeng Heri; Ardina, Carissa Mutiara; Suhaima, Nurafi Razna
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/73p0r037

Abstract

Formaldehyde contamination from the illegal use of formalin and natural accumulation is an indicator of fish quality decline throughout the post-harvest supply chain, from capture to distribution to consumers. This study aimed to determine the level of freshness and formaldehyde content in seawater fish in the fisheries supply chain (TPI Dermaga Bom and traditional markets) in Kalianda, South Lampung. The methods used included organoleptic analysis, pH measurement, total volatile base (TVB) measurement, trimethylamine (TMA) measurement, active formaldehyde (FA) measurement, and dimethylamine (DMA) measurement. Samples of snapper, mackerel, sardines, and semar were analyzed to compare their quality. The results showed that fish samples from the collectors were fresher than those from traditional markets. The pH values at both locations ranged from 6.39 to 7.12. The TVB values of both locations ranged from 12.55 to 30.98 mgN/100 g, while the TMA values ranged from 8.82 to 12.35 mgN/100 g. The FA values at both locations ranged from 0.25 to 0.45 ppm, whereas the DMA values ranged from 0.54 to 0.67 ppm. Statistical results showed that the p-value was greater than 0.05 in the TVB and TMA tests between fish from collectors and markets, indicating that there was no significant difference between the two locations. However, no significant differences were observed in the pH values, natural formaldehyde content, or dimethylamine levels. The implications of these research results are expected to help improve fish quality management and support strict monitoring policies in the fishery product supply chain in the future.
Physicochemical and sensory properties of pempek made from narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorus commerson) combined with barramundi (Lates calcarifer): Physicochemical and sensory properties of pempek made from narrow-barred spanish mackerel (Scomberomorus commerson) combined with barramundi (Lates calcarifer) Nopianti, Rodiana; Widiastuti, Indah; Supriadi, Agus; Nugroho, Gama Dian; Lestari, Susi; Andini, Jesicha
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/5qedt427

Abstract

Pempek is a traditional food typical of the Palembang region in South Sumatra. Pempek is made from a mixture of ground fish and tapioca flour. This study aimed to determine the best formula for combining narrow-barred Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) and barramundi (Lates calcarifer) based on the physical, chemical, and sensory characteristics of pempek. The experimental design was a randomized block design consisting of five treatment levels, each repeated three times: P1= 4:0, P2= 3:1, P3=2:2, P4= 1:3, and P5= 0:4. The research parameters used were proximate, physical, and sensory analyses. Proximate test results showed that the water content of pempek ranges from 53.65-56.27%, ash content 1.10-1.43%, fat content 0.35%-0.8%, protein content 7.05-8.42%, and carbohydrate levels 34.52-35.7%. The color test results for whiteness ranged from 54.90-59.32, lightness value 56.54-60.30, hue value 107.75-113.39°, and chroma value 8.89-13.17. The results of the pempek hardness test ranged from 22.7–24.87 N. The sensory test results for aroma were 5.08-5.36, and taste were 4.68-6.36. Based on all research parameters, the best combination of pempek was in treatment P4 (1:3).
Effect of sulfuric acid treatment in cellulose nanocrystals extraction from Sargassum sp. seaweed: Efek perlakuan asam sulfat pada ekstraksi selulosa nanokristal dari rumput laut Sargassum sp. Fransiska, Dina; Hastiana, Sabina; Sidartha, B. Boy Rahardjo; Pangesty, Azizah Intan; Chalid, Mochamad; Priadi, Dedi; Ausias, Gilles; Hari Eko Irianto
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/y5x3as39

Abstract

Sargassum sp. adalah jenis rumput laut cokelat yang banyak ditemukan di perairan tropis, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan selulosa yang tinggi dalam Sargassum sp. dapat digunakan untuk menghasilkan selulosa nanokristal (CNC). CNC dapat digunakan sebagai bahan nano penguat bionanokomposit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi asam sulfat yang optimum untuk mengekstraksi nanokristal selulosa dari Sargassum sp. CNC dari Sargassum sp. diekstraksi menggunakan metode hidrolisis asam dan sonikasi. Variasi konsentrasi asam sulfat pada proses ekstraksi CNC, yaitu 30, 40, 50, dan 60%. Karakterisasi CNC dilakukan menggunakan spektroskopi inframerah (FTIR), difraksi sinar-X (XRD), dan analisis termogravimetri (TGA). Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan puncak gugus fungsi khas CNC, termasuk C–O–C (\~1160 cm⁻¹), C–O (\~1050–1030 cm⁻¹), dan C–H β-(1→4)-glikosidik (\~897 cm⁻¹) sebagai sidik jari CNC. Hal ini menunjukkan bahwa CNC yang diekstraksi melalui hidrolisis asam sulfat memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan bahan baku Sargassum sp. Selain itu, hasil XRD menunjukkan bahwa hidrolisis asam berpengaruh pada berkurangnya daerah amorf pada CNC. Analisis XRD menunjukkan tingkat CNC tertinggi sebesar 77,6% pada hidrolisis asam sulfat 40%. Analisis termal menggunakan TGA dan DTG menunjukkan bahwa CNC yang diproses dengan hidrolisis asam sulfat 40% menghasilkan CNC dengan stabilitas termal yang meningkat, menunjukkan suhu dekomposisi termal sebesar 369,60 °C. CNC yang diisolasi dari Sargassum sp. berpotensi sebagai bahan pembuatan nanokomposit dalam berbagai aplikasi, misalnya bidang farmasi, pengemasan makanan, dan biomedis.
Synbiotic yogurt based on local Lactobacillus plantarum and hydrolysate of Kappaphycus alvarezii: Effect of different starters and fermentation time: Yogurt sinbiotik berbasis Lactobacillus plantarum lokal dan hidrolisat Kappaphycus alvarezii: Starter berbeda dan lama fermentasi Hidayati, Aulia; Desniar, Desniar; Santoso, Joko
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/wz4w4v64

Abstract

Yogurt sinbiotik adalah produk susu fermentasi yang diperkaya dengan probiotik dan prebiotik. Kombinasi ini meningkatkan viabilitas probiotik, merangsang produksi metabolit bioaktif, serta memperbaiki kesehatan usus melalui pembentukan asam lemak rantai pendek (SCFA). Pemilihan kultur starter dan lama fermentasi yang tepat sangat penting untuk memperoleh yogurt dengan karakteristik fungsional dan fisikokimia yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan starter dan waktu fermentasi terbaik yogurt synbiotik dengan prebiotik hidrolisat K. alvarezii berdasarkan total bakteri asam laktat, pH, total asam tertitrasi, dan gula reduksi. Perlakuan pembuatan yogurt meliputi lama fermentasi (0, 12, dan 24 jam) serta jenis starter (L. plantarum SK(5), NS(5), atau kombinasinya). Parameter yang dianalisis meliputi jumlah bakteri asam laktat (BAL), total asam tertitrasi (TAT), pH, dan gula reduksi. Komposisi proksimat K. alvarezii menunjukkan kadar air 21,18%, abu 28,91%, lemak <0,02%, protein 3,81%, karbohidrat 46,11%, dan serat pangan 49,11%. Proses hidrolisis menghasilkan gula reduksi sebesar 0,20 g/100 mL dengan rendemen 42,98%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis starter, lama fermentasi, serta interaksinya berpengaruh nyata terhadap BAL, TAT, pH, dan gula reduksi. Perlakuan terbaik diperoleh pada yogurt dengan starter tunggal L. plantarum SK(5) selama 24 jam, dengan karakteristik BAL 9,27 log10 CFU/mL, TAT 0,74%, pH 4,33, dan gula reduksi 0,25%. Yogurt sinbiotik yang diformulasi dengan L. plantarum SK(5) dan hidrolisat K. alvarezii memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional inovatif dengan manfaat kesehatan yang lebih unggul dibandingkan yogurt konvensional.
Characterization and phytochemical compounds identification of yoghurt with the addition of carrageenan and Spirulina sp.: Karakterisasi dan identifikasi senyawa fitokimia yoghurt dengan penambahan karagenan dan Spirulina sp. Khairul, Fitriah; Desniar, Desniar; Nguyen, Tien-Thanh; Tarman, Kustiariyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/0nwq6422

Abstract

Yoghurt merupakan produk fermentasi susu dengan bakteri asam laktat misalnya Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Karagenan ditambahkan sebagai stabilizer yang dapat memperbaiki tekstur dan kestabilan yoghurt, sedangkan Spirulina sp. kaya akan senyawa bioaktif, yaitu protein, asam amino, dan antioksidan yang berpotensi meningkatkan nilai gizi dan aktivitas fungsional yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi karaginan dan Spirulina sp. pada yoghurt berdasarkan karakteristik fisikokimia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (karagenan + Spirulina sp.)  yaitu P0 (0,00% + 0,00%); P1 (0,01% + 0,03%); P2 (0,03% + 0,05%); dan P3 (0,05% + 0,07%) dilakukan tiga kali ulangan. Hasil analisis menunjukkan perlakuan terbaik, yaitu yoghurt 0,05% karagenan + 0,07% Spirulina sp. dengan pH 4,0; TAT 0,9%; BAL 9,3 log CFU/mL; serta kandungan air tinggi (89,59%). Yoghurt mengandung abu (0,78%), lemak (0,94%), dan energi (43,22 Kcal/100 g) lebih rendah dibanding yoghurt komersial. Kandungan protein yoghurt ini 3,65%, sedangkan yoghurt komersial 3,63%. Yoghurt dengan penambahan karagenan dan Spirulina sp. memenuhi standar mutu yoghurt berdasarkan SNI 2981:2009. Identifikasi senyawa fitokimia menunjukkan adanya senyawa terpenoid, yang memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam menangkal radikal bebas. Yoghurt ini berpotensi sebagai produk pangan fungsional rendah lemak dan energi untuk mendukung gaya hidup sehat.
Partial purification and identification of antibacterial peptides from the endophytic fungus KT31 isolated from Kappaphycus alvarezii: Purifikasi parsial dan identifikasi peptida antibakteri dari kapang endofit KT31 yang diisolasi dari makroalga Kappaphycus alvarezi Sofyana, Neng Tanty; Mustopa, Apon Zaenal; Iriani Setyaningsih; Tarman, Kustiariyah; Maulidiani, Maulidiani
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/vyxqk974

Abstract

Endophytic fungi produce a wide array of secondary metabolites with diverse biological activities, including antibacterial, antifungal, insecticidal, and immunosuppressive effects. The increasing prevalence of infections caused by pathogenic bacteria, such as Escherichia coli, Bacillus subtilis, Salmonella typhi, Pseudomonas aeruginosa, Listeria monocytogenes, Bacillus pumilus, and Staphylococcus aureus, highlights the urgent need for novel antibacterial agents. This study aimed to determine the optimal concentration of ammonium sulfate for the isolation of endophytic fungus KT31 from Kappaphycus alvarezii based on its antibacterial activity. Fungal proteins were extracted using ammonium sulfate precipitation at varying saturation levels and subsequently tested for antibacterial activity against a panel of seven pathogenic bacterial strains. Crude protein extracts demonstrating promising activity were further purified using gel filtration chromatography with Sephadex G-50, followed by molecular weight determination usingDS-PAGE and protein quantification using a Bicinchoninic Acid (BCA) assay. The highest antibacterial activity was observed in the protein fraction precipitated at 80% ammonium sulfate saturation, exhibiting inhibition zones of up to 14 mm against E. coli and B. pumilus. A notable inhibition zone of 12 mm was observed for the most active chromatographic fraction. SDS-PAGE analysis revealed that the active protein had an estimated molecular weight of 11.27 kDa. These findings suggest that endophytic fungi, particularly the isolate KT31, represent a promising source of novel antibacterial peptides, warranting further investigation for therapeutic applications.
Karakteristik fisikokimia corndog sosis ikan dengan penambahan tepung ikan lomek (Harpadon nehereus): Characteristics of corndog fish sausage with the addition of bombay duck fish flour (Harpadon nehereus) Basri, Basri; Sumartini, Sumartini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i7.63496

Abstract

Corndog adalah salah satu camilan kekikinian yang banyak diminati di Indonesia. Corndog merupakan makanan ringan yang terdiri atas sosis atau keju (atau kombinasi keduanya) yang ditusuk dengan lidi, kemudian dilapisi dengan tepung roti dan digoreng hingga matang. Kandungan gizi pada produk corndog tergolong rendah sehingga perlu ditambahkan sumber nutrisi lain untuk meningkatkan nilai gizinya, salah satunya dari ikan eksotik yang banyak ditemukan di perairan Kota Dumai yang belum banyak diversifikasi olahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik corndog dari tepung ikan lomek berdasarkan karakteristik fisikokimia dan nilai hedonik. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol, 10 dan 20% penambahan tepung ikan lomek (tiga ulangan). Fortifikasi ikan lomek terbaik ditunjukkan pada corndog dengan penambahan tepung ikan lomek 10% dengan nilai protein 8,74%; karbohidrat 25,66%; lemak 9,85%; air 45,44%; abu 1,19%; kalori 286,27 kcal; hardness 2.862,91; expanding power 1,35; chewiness 2.400,50 gmm dan nilai hedonik sebesar 8.19±0.69 (suka). Corndog dengan penambahan tepung ikan lomek berpotensi menjadi camilan yang bergizi.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11) Vol. 28 No. 9 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(9) Vol. 28 No. 8 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(8) Vol. 28 No. 7 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(7) Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6) Vol. 28 No. 5 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(5) Vol. 28 No. 4 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(4) Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3) Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2) Vol. 28 No. 1 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(1) Vol. 28 No. 10 (2025) Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12) Vol. 27 No. 11 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(11) Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10) Vol. 27 No. 9 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(9) Vol. 27 No. 8 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(8) Vol. 27 No. 7 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7) Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6) Vol. 27 No. 5 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(5) Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4) Vol. 27 No. 3 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(3) Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2) Vol. 27 No. 1 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(1) Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3) Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol. 26 No. 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2) Vol 26 No 1 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(1) Vol 25 No 3 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(3) Vol 25 No 2 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(2) Vol 25 No 1 (2022): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 25(1) Vol 24 No 3 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(3) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 24(2) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 23 No 3 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(3) Vol 23 No 2 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(2) Vol 23 No 1 (2020): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 23(1) Vol 22 No 3 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol. 21 No. 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 21 No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20 No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20 No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19 No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18 No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 3 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 16 No. 2 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15 No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15 No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14 No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13 No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12 No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11 No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10 No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9 No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8 No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7 No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue