cover
Contact Name
Muhammad Hanif
Contact Email
muhammadhanif@upi.edu
Phone
+6282136710440
Journal Mail Official
semnaspendas@upi.edu
Editorial Address
Ruang Jurnal Lantai 1, Gedung Administrasi Kampus UPI di Serang Jl. Ciracas No. 38 A, Serang, Banten 41126
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Didaktis: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Seminar Nasional Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang merupakan seminar rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang. Seminar ini merupakan wadah transfer pengetahuan dan pengalaman pada bidang ilmu pendidikan dasar sesuai perkembangan jaman. Luaran dari seminar ini adalah artikel yang telah dipresentasikan & dipublikasikan dalam Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar secara online ber-ISBN.
Articles 256 Documents
Sifat-Sifat Operasi Hitung Perkalian Bilangan Bulat Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Erlangga Kusuma Yuda
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.888 KB)

Abstract

Mathematics is one of the main subjects of education. So that students naturally understand the concept correctly and thoroughly. but, in the learning process there is still a conceptual bias that causes confusion in students. Among them are the material for calculating the multiplication of integers. Based on this, the researcher conducted a study in the form of a literature study on the properties of integer multiplication operations in elementary schools. The method used is literature study with the subject in the form of books, articles, journals and other documents relevant to the research topic. From the results of the study, in general, there are five properties of the operation to calculate the multiplication of integers, namely closed nature, identity characteristics, commutative characteristics, associative characteristics, and distributive characteristics
Efektifitas Implementasi Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar 010 Minas Ayu Listian Tarigan
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.531 KB)

Abstract

This study aims to identify the implementation of online learning at home for elementary school students due to the COVID-19 pandemic. This research uses library research where in collecting data information with documentation techniques, namely looking for data about relevant matters from various kinds in the library such as documents, books, magazines, news. The criteria for the articles and news chosen were discussion of the impact of COVID 19 and online learning in elementary schools. From the 15 sources obtained, then the most relevant were selected and 3 articles and 5 news items were selected. The results in the study show that the impact of COVID-19 on the implementation of online learning in elementary schools can be implemented quite well. This can be seen from the results of data from 3 articles and 6 news which show that the impact of COVID-19 on the implementation of online learning in elementary schools can be carried out quite well if there is collaboration between teachers, students and parents in learning at home
Peran Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Chairun Nisya Rambe
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.941 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi sarana penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Namun di balik itu menjadi tuntutan besar bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan dalam menguasai teknologi dan media pembelajaran. Peranan media pembelajaran dalam proses belajar dan mengajar sangat penting dilaksanakan oleh para pendidik saat ini, karena peranan media pembelajaran dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pengirim kepada penerima dan melalui media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik untuk menjelaskan sesuatu yang disampaikan oleh pendidik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menggunakan media di dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, melalui media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan peserta didik. Selain itu, media dapat berperan untuk mengatasi kebosanan dalam belajar di kelas.Jadi media pembelajaran adalah salah satu metode dalam mengatasi segala macam persoalan dalam mengajar, bukan saja mengatasi persoalan, namun media pemberi pembelajaran memberi berbagai informasi yang koprehensip kepada peserata didik
Pemikiran Al-Ghazali Tentang Kewajiban Pokok Seorang Guru Dan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam Burhanudin; Cici Wulandari; Listia Dwi Almaida
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.246 KB)

Abstract

Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh manusia, karena manusia memiliki keluluasaan untuk melaksanakan kewajiban tersebut. Dalam ajaran agama Islam pendidikan merupakan bagian yang hakiki dari tugas pengabdian (ibadah) dan khalifahan manusia terhadap Tuhan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Melihat kondisi saat ini banyak sekali manusia yang masih tidak mengamalkan kewajibannya secara baik, khususnya dalam pendidikan yang berkaitan dengan guru dan peserta didik. Guru tentu memiliki kewajiban dalam mengamalkan apa yang sudah dipelajari untuk kembali diajarkan kepada peserta didik, untuk memberikan arahan yang baik, karena guru merupakan profesi yang paling mulia dan paling agung dibandingkan dengan profesi yang lain. Sebagimana halnya guru, peserta didik juga memiliki kewajibanya sebagai peserta didik yang telah menerima tugas dari guru, untuk mencapai tujuan yang direncanakan, ada beberapa sifat, tugas, tanggung jawab dan langkah-langkah yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh peserta didik, seperti: peserta didik hendaknya menjauhkan diri dari perilaku yang tidak terpuji (malas, kurang disiplin, tidak ujur, dll.) dan selalu melaksanakan kewajibanya dalam belajar secara baik dan tepat waktu. Maka kewajiban pokok guru dan peserta didik saling berkaitan erat untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang sesuai dengan pemikiran Al-Ghazali
Peran Youtube Sebagai Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar Sebagai Alternatif Belajar Dari Rumah Suryani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.508 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran dan pemamfaatan media YouTube sebagai media pembelajaran disekolah dasar selama belajar dari rumah. Dalam tulisan ini penulis hanya memberikan solusi dan gambaran dari pemamfaatan media youtube pada pendidik agar dapat memamfaatkan IT sebagai media pembalajaran dari rumah. Penulisan arrtikel ini penulis mengunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan studi data studi kasus literatur, adapun teknik penelitian ini adalah data bersumber dari buku, jurnal dan e-book untuk pelaporan argumentasi artikel ini. Berdasarkan hasil pengamatan penulis maka media youtube dapat di jadikan sebagai media pembelajaran yang dikemas dengan sangat menarik agar membantu siswa memperoleh materi pembelajaran selama belajar dari rumah. Karena YouTube sebagai media pembelajaran dapat memudahkan proses pembelajaran bagi peserta didik dan guru, sehingga peserta didik tidak mengalami kejenuhan akibat kebijakan belajar di rumah.
Pengaruh Metode Inkuiri Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa SD Mariani
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.471 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh metode inkuiri terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa; Populasinya adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 44 siswa. Sampelnya adalah semua siswa yang mengambil mata pelajaran IPS sebanyak 22 siswa pada kelas A dan sebanyak 22 siswa pada kelas B. Instrumen yang digunakan untuk mengumpul data adalah tes hasil belajar IPS dan lembar observasi motivasi belajar. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian factorial 2x2. taraf signifikan α = 0,05. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: Hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan metode Inkuiri lebih tinggi dari pada hasil belajar IPS siswa yang diajar dengan metode Konvensional (Fhitung = 5,095 > Ftabel = 2,07).
Understanding Students’ Motivation Factors in Learning Science as the Way to Nourish Elementary School Teacher’s Creativities in Teaching Science Lily Barlia
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): DIDAKTIS 1: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2016
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.317 KB)

Abstract

This study investigated motivational factors that are related to elementary school students’ in learning science. While previous studies have recognized the resistance of students’ scientific conception to change because of lack of motivation to learn. Few have investigated the role that non-cognitive factors might play when students are exposed to science instruction. Two research questions were examined: [a] whatinstructional strategies did the teacher use to increase students’ motivation to learn science? [b] What individual elementary school student profiles can be constructed from the four motivation factors [i.e., goals, values, self-efficacy, and control beliefs] and how are these profiles linked to elementary school student engagement [i.e., behavioral and cognitive engagement] in learning of science? Eleven fourth grade students and the teacher of the public schools in Cilegon District, Banten, were selected. Data collection for this study included student’s self-reported responses to the Motivated Strategies for Learning Questionnaire [MSLQ] that are translated to Bahasa Indonesia and modified to the fourth grade students developmentally appropriate, classroom observation of students and teacher, and structured interviews. Analysis of these data resulted in a motivational factors for each student and cross case analysis for entire group. Results from this study indicate that each student has different motivation factors that are mostly influenced to students’ engagement in learning science. Among these motivation factors, task value and control beliefs were the most important for students to engage in learning science. Furthermore, for most of students included in this study, their motivation to learn science was also influenced by other factors that are not directly related to the four motivational factors assessed by the MSLQ, these factors included: [a] preparation for the next education [Junior high school and beyond] as well as future career, [b] personal interests to learn science, and [c] the course [science] is required for graduation. The implications of these findings are that the teachers need to create teaching learning strategies that can encourage students to develop learning strategies for understanding of science contents. The conclusions drawn from this study are that the elementary school teachers have to be aware of the importance of student’ motivation factors to learn science in order to develop his/her creativity in conducting of science teaching and learning process in elementary school.
Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar Esya Anesty Mashudi
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): DIDAKTIS 1: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2016
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.743 KB)

Abstract

Sekolah dasar bertanggung jawab memberikan pengalaman-pengalaman dasar kepada anak,yaitu kemampuan dan kecakapan membaca,menulis dan berhitung,pengetahuan umum serta perkembangan kepribadian,yaitu sikap terbuka terhadap orang lain,penuh inisiatif,kreatifitas,dan kepemimpinan,ketrampilan serta sikap bertanggung jawab guru sekolah dasar memegang peranan dan memikul tanggung jawab untuk memahami anak dan membantu perkembangan social pribadi anak. Bimbingan merupakan bagian integral dalam keseluruhan programpendidikan yang mempunyai fungsi positif,bukan hanya suatu kekuatan kolektif. Proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru,mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan meerapkannya dalam situasi mendatang. Implementasi bimbingan dan konseling di sekolah dasar tidak lagi diarahkan pada tindakan yang bersifat sekedar mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak,tetapi juga mengarah pada pemikiran tentang optimalisasi perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan,minat dan kemampuan yang dimilikinya.
Pelaksanaan Pendidikan Karakter Mahasiswa PGSD untuk Menanamkan Nilai Tanggungjawab pada Siswa Sekolah Dasar Ani Nur Aeni
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): DIDAKTIS 1: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2016
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.412 KB)

Abstract

Secara Eksplisit Pendidikan Karakter merupakan amanat UU No 20 Tahun 2003 pasal 3. Tanggung jawab sebagai salah satu dari karakteristik manusia Indonesia yang dihasilkan melalui proses pendidikan di dalam undang-undang tersebut perlu ditanamkan sejak dini kepada anak. Realitanya saat ini nilai tanggung jawab pada diri seorang individu mulai terlihat luntur. Karena itu perlu adanya upaya pendidikan untuk menanamkan nilai tanggung jawab khususnya di lingkungan sekolah kepada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, penyebaran angket dan analisis dokumen yang dilaksanakan di SDN Cilengkrang Kec. Sumedang Utara. Pendidikan karakter yang dilakukan oleh mahasiswa PGSD untuk menanamkan nilai tanggung jawab kepada siswa SD dilakukan dengan bentuk kegiatan penanaman tanaman & perawatannya dan pemeriksaan & perawatan gigi melalai metode ceramah, latihan langsung, pembiasaan, dan tamasya hati dengan pemutaran film/video. Siswa merespon positif pelaksaan pendidikan nilai ini dengan kategori baik sekali, demikian juga guru memberikan tanggapan yang positif.
Tindak Tutur Guru dalam Proses Pembelajaran: Kajian Deskriptif Sundawati Tisnasari
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): DIDAKTIS 1: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2016
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.215 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif guru dalam proses pembelajaran. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan bentuk tuturan dari jenis tindak tutur direktif dan makna yang terkandung dalam tuturan tersebut. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada April 2016. Tempat yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah MIN Cilegon, Provinsi Banten. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru yang praktik mengajar di MIN Cilegon berjumlah 8 orang. Jumlah keseluruhan siswa di MIN Cilegon di setiap kelas, yaitu kurang lebih 35 siswa. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik studi pustaka, teknik dokumentasi, teknik observasi, teknik simak, dan teknik catat. Data yang ditemukan sebanyak 39 bentuk tuturan direktif. Dilihat dari hasil bentuk tuturan direktif terdiri atas: 7 bentuk tuturan direktif menyuruh, 3 bentuk tuturan direktif menasihati, 10 bentuk tuturan direktif menyarankan, 9 bentuk tuturan direktif menantang, dan 10 bentuk tuturan direktif memohon. Dilihat dari hasil presentasenya bentuk tuturan direktif menyuruh memiliki 18%. Bentuk tuturan direktif Menasihati memiliki 7%. Bentuk tuturan direktif menyarankan 26%. Bentuk tuturan direktif menantang memiliki 23%. Bentuk tuturan direktif memoohon memiliki 26%. Tuturan tersebut dapatditemukan di dalam setiap tuturan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan tema pembelajaran, yaitu Banjir. Lalu, setiap tuturan yang diteliti terdapat makna dan maksud yang terkandung di dalamnya.

Page 4 of 26 | Total Record : 256