cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
KAJIAN MANAJEMEN RISIKO (RISK MANAGEMENT) PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN KOLAM RENANG DI JALAN UJUNG PANDANG DALAM KECAMATAN PONTIANAK KOTA DENGAN SISTEM KONTRAK LUMPSUMP FIX PRICE Rahyono, Mulyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.438 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.25902

Abstract

Dua jenis kontrak yang secara garis besar digunakan dalam proyek adalah Kontrak Harga Tetap (Lumpsum) dan Kontrak Harga Satuan (Unit Price). Masing-masing tipe kontrak memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan oleh kontraktor untuk menentukan tindakan dalam mengatasi risiko. Penilitian ini mengambil sampel yaitu proyek dengan sistem kontrak lumpsum fix price pada pelaksanaan Proyek Pembangunan Kolam Renang di Jalan Ujung Pandang Dalam Kecamatan Pontianak Kota. Analisis risiko dilakukan dengan menstrukturisasi risiko menggunakan metode RSBS (Risk Breakdown Structure) dan mengalikan nilai dampak dan frekuensi untuk mendapatkan nilai tingkat risiko pada tiap faktor risiko. Hasil analisis yang didapat dari RBS, dianalisa lebih lanjut berdasarkan pengalaman empiris manajer proyek untuk mengetahui tindakannya dalam mengatasi risiko, kemudian dianalisa dan dibahas lagi menggunakan diagram alir untuk mengetahui hubungan antar faktor risiko, tabel perbandingan jumlah resiko, perbandingan tingkat kepentingan risiko (importance level) perbandingan tingkat risiko berdasarkan pemilik proyek dan tingkat risiko berdasarkan sistem pembayaran. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu, jenis risiko dan tingkat risiko pada tiap tahapan proyek untuk proyek dengan sistem kontrak lumpsum fix price juga tergantung pada jenis proyek, lokasi proyek, kompleksitas pekerjaan dan tingkat kemampuan (pengalaman) kontraktor, bukan hanya tipe kontrak yang digunakan, selain itu berdasarkan tingkat kepentingan (importance level) tiap jenis proyek, membuktikan bahwa belum tentu proyek dengan sistem kontrak lumpsum fix price memiliki risiko lebih rendah dari pada proyek dengan sistem kontrak unit price atau jenis kontrak lainnya. Sedangkan analisa berdasarkan tingkat risiko pada faktor risiko pemilik proyek, risiko pemilik proyek pemerintah jauh lebih kecil daripada swasta. Sedangkan berdasarkan sistem pembayaran termin, ada dua type sistem pembayaran termin, yaitu monthly payment dan progres payment, secara umum sistem pembayaran progres payment lebih berisiko dibandingkan dengan sistem pembayaran monthly payment. Sedangkan hal yang membedakan penanganan risiko pada proyek lumpsum fix price, adalah antisipasinya terhadap harga pasar.  Kata kunci : kontrak lumpsum fix price
PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PRINSIP 3R DI KOTA NANGA PINOH KABUPATEN MELAWI (STUDI KASUS DI DESA TANJUNG NIAGA DAN DESA KELAKIK) ADRIANTO, ANDHY PURWONO
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.483 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.9967

Abstract

Sampah sebagai hasil aktivitas manusia di daerah perkotaan memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan, terutama bila tidak terangkut dan akhirnya terakumulasi ditempat-tempat terbuka maupun badan air. Pengelolaan sampah umumnya dilakukan dengan membakar, dibuang ke selokan, menumpuk di sekitar rumah dan paling sering dibuang ke sungai. Meskipun para ahli telah menemukan berbagai cara penanggulangan sampah, termasuk cara pendaur ulangan, namun cara-cara tersebut masih belum memecahkan masalah sampah yang semakin meningkat jumlah dan jenisnya, baik di pedesaan, di pemukiman maupun di daerah kumuh perkotaan. Salah satu program penanganan masalah persampahan adalah melalui program 3R dimana program tersebut merupakan program dengan menjalankan prinsip 3R yaitu reduce atau mengurangi jumlah sampah, recycle atau mendaur ulang sampah, dan reuse atau memanfaatkan kembali sampah. Metode penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode yang digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran dan kondisi pengelolaan persampahan di Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik Kota Nanga Pinoh, perencanaan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R di Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik Kota Nanga Pinoh dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik Kota Nanga Pinoh. Pengumpulan data menggunakan data primer diperoleh melalui perhitungan timbulan sampah,   kuisioner/wawancara   dengan   pihak   masyarakat Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik. Sampel dalam penelitian ini diakukan perhitungan untuk diperoleh sebanyak 200 sampel yang diperoleh dari Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik. Hasil dari penelitian untuk di Desa Tanjung Niaga belum menerapkan konsep 3R sehingga diperlukan perencanaan TPST, sedangkan di Desa Kelakik sudah menerapkan konsep 3R dengan adanya pemilahan sampah dan pengelolaan sampah, artinya masyarakat Desa Kelakik sudah menerapkan konsep 3R dan perlu adanya peran serta pemerintah   untuk lebih meningkatkan penerapan konsep 3R.   Kata Kunci : 3R, TPST dan Pengelolaan Sampah.
KONSEP PENATAAN PERPARKIRAN DI JALAN TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK alhadi, alvia; widodo, slamet
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.132 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23875

Abstract

Parkir menjadi permasalahan yang selalu timbul seiring dengan perkembangan suatu wilayah atau kota. Pembangunan dan pertumbuhan jumlah penduduk menjadi factor utama timbulnya masalah Minimnya ketersediaan parki rmembuat terhambatnya aktifitas masyarakat. Satu diantaramasalah nyata yang terjadi yakni Parkir di BadanJalan (On Street Parking) di JalanTanjungpura Pontianak yang menyebabkan kemacetan di waktu tertentu. Dari permasalahan tersebut membuat penulis melakukan indentifikasi permasalahan tingkat pelayanan jalan, sekaligus memberikan solusi penataan parkir di Jalan Asahan Pontianak. Metode yang digunakan dengan membandingkan volume lalu lintas dengan kapasitas dasar yang ditampung JalanTanjungpura. Data didapat dengan melakukan survey lapangan lalulintas harian rata-rata di JalanTanjungpura.Pendekatan rumus Z juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir badan jalan. Data yang didapat dari hasilsurvei di lapangan dimasukkan ke dalam tabel, data tersebut diolah mulai dari jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dicocokkan dengan nomor plat kendaraan, selanjutnya waktu parkir juga diolah dengan melihat waktu kendaraan masuk maupun keluar. Data-data tersebut digunakan untuk mengetahui nilai satuan ruang parkir termasuk menghitung indeks parkir dan turn over parking. Kebutuhan ruang parkir badan jalan Tanjungpura untuk mobil penumpang sebesar18 SRP dan 103 SRP untuk sepeda motor menurut pendekatan rumus Z. Sedangkan kapasitas mobil penumpang sebesar12 SRP dan 83 SRP sepeda motor. Akumulasi parkir ternyata melebihi kapasitas yang ada. Sehingga, kebutuhan ruang parkir yang ada belum mampu menampung atau melayani pengguna parkir yang ada. Pemecahan masalah yaitu dengan merelokasi parkir yang berada di badan Jalan Janjungpura ke Jalan Asahan Pontianak.Kata Kunci                     : Parkir, Tingkat PelayananJalan, Kebutuhan Parkir
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN OBJEK PARIWISATA DI KABUPATEN LANDAK Silas, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.416 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.24685

Abstract

Indonesia memiliki banyak sekali obyek wisata yang indah. Semua itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obyek wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Wisatawan yang datang berkunjung merupakan sumber devisa negara yang dapat meningkatkan pendapatan negara dan masyarakat di lokasi obyek wisata. Di kabupaten Landak terdapat banyak sekali obyek wisata diantaranya adalah wisata alam, wisata sejarah dan wisata budaya. Pemerintah daerah saat ini gencar sekali mengkampanyekan potensi pariwisata yang dimiliki oleh kabupaten Landak saat ini. Dari semua obyek wisata yang dimiliki tersebut diantaranya ada yang sudah dikelola dengan baik dan ada yang masih belum terkelola, saat ini di kabupaten Landak masih banyak daerah pariwisata yang belum terkelola dengan baik, Dampak positif dari daerah pariwisata belum dirasakan oleh masyarakat sekitar daerah pariwisata dan masih kurangnya referensi untuk peningkatan objek pariwisata di kabupaten Landak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan urutan prioritas pembangunan objek pariwisata alam di kabupaten Landak berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). penelitian yang dilakukan oleh penulis terhadap 40 (empat puluh) responden menggunaka kuesioner yang dilakukan pada 5 (lima) lokasi air terjun di kabupaten Landak serta pengolahan data menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) maka dapat disimpulkan bahwa Faktor daya tarik merupakan urutan pertama dengan bobot persentase sebesar   35 %, faktor sarana-prasarana di urutan kedua dengan bobot persentase sebesar 29 %, faktor pengunjung diurutan ketiga dengan bobot persentase sebesar 21 % faktor akomodasi di urutan ke empat dengan bobot persentase sebesar 15 %. kemudian urutan hasil dari lima air terjun yang diteliti menyimpulkan bahwa   Riam Dait menduduki peringkat pertama dengan bobot persentase sebesar   27 %, kedua riam Banangar dengan   bobot persentase sebesar 19 %, ketiga Riam Solakng dengan bobot persentase sebesar 19 %, keempat Riam Setegung memiliki bobot persentase sebesar 18 % dan terakhir di urutan kelima adalah Riam Angan dengan bobot persentase sebesar 17 %.Kata-kata kunci: prioritas, pembangunan, pariwisata, landak
ANALISIS PEMILIHAN RUTE DALAM KAJIAN KEBUTUHAN PERGERAKAN PADA RENCANA PEMBANGUNAN RUAS JALAN SEMITAU – NANGA BADAU KABUPATEN KAPUAS HULU Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.885 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v9i1.287

Abstract

Pembukaan gerbang pergerakan antarnegara di Kecamatan Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan  mampu  memberikan  implikasi  peningkatan  nilai  perdagangan  dan  hubungan  timbale balik  yang  saling  menguntungkan di antara  kedua negara  yang pada akhirnya diharapkan  mampu meningkatkan  taraf  hidup  dan  kesejahteraan  bagi  seluruh  masyarakat.  Namun  demikian,  jarak tempuh  yang  cukup  jauh  saat  ini  mengakibatkan  waktu  tempuh  perjalanan  dan  biaya  yang dibutuhkan  cukup  besar.  Untuk  itu,  direncanakan  membangun  jalur  alternatif  yang  dapat memperpendek jarak dan mempersingkat waktu perjalanan yaitu melalui rute Sintang – Semitau – Badau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola perubahan pergerakan pengendara terhadap perubahan  rute  perjalanan  terutama  pada  rute  alternatif dibandingkan  rute  yang  lama. Berkenaan dengan  hal  tersebut  maka  pada  analisis ini dibuat  dua  skenario  dasar. Pertama, Skenario  I  (Do Nothing),  yaitu  memperikarakan  pergerakan  kendaraan  bilamana  tidak  dilakukan  pembangunan proyek  jalan  atau  jembatan  dimaksud.  Artinya, pada  skenario  ini  digunakan  kondisi  eksisting. Kedua,  Skenario  II  (Do Something),  yaitu  memperkirakan  pergerakan  kendaraan  bilamana dilakukan pembangunan proyek jalan atau jembatan tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan,  pada  skenario  Do  Something,  terjadi  peningkatan  pergerakan  kendaraan  yang  cukup besar yaitu dari 34 smp/hari menjadi 113 smp/hari atau sebesar lebih dari 300%. Ini terjadi karena pengendara  lebih  memilih  perjalanan  dengan  jarak  yang  lebih  pendek  dan  waktu  yang  lebih singkat.
KAJIAN NILAI LENDUTAN PADA JEMBATAN RANGKA BAJA (STUDY KASUS JEMBATAN RANGKA BAJA BIKA KABUPATEN KAPUAS HULU) Murwanto, Yohanes; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.384 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25739

Abstract

Jembatan   Bika merupakan salah satu Jembatan Rangka Baja yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Berlokasi di jalan kabupaten pada ruas Kedamin "“ Nanga Manday. Semenjak dibangun tahun 2014 Jembatan Bika belum pernah dilakukan penilaian kondisi.   Sesuai dengan Bridge Management System (BMS) jembatan seharusnya dilakukan penilaian kondisi minimal 1 tahun sekali. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji lendutan yang terjadi akibat beban uji dan pemeriksaan untuk menilai kondisi jembatan bika serta tindakan penanganan yang diperlukan. Penelitian menggunakan metode diskriptif yang menggambarkan kondisi yang ada pada Jembatan Bika.   Penilaian kondisi jembatan menggunakan prosedur   pemeriksaan inventarisasi, detil dan khusus. Pemeriksaan Inventarisasi dan Detail mengacu pada standar BMS yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia Tahun 1993.   Sedangkan Pemeriksaan khusus dilakukan dengan uji statik yaitu membandingkan lendutan yang terjadi akibat beban uji dengan batas ijin lendutan sesuai RSNI T-03-2005 tentang Standar Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan. Adapun hasil uji statik mengunakan beban uji 40% dari beban rencana menunjukan lendutan maksimum sebesar 25 mm terjadi pada pembebanan 8 (delapan) Dump Truck yang terjadi pada tengah bentang. Lendutan tersebut masih lebih kecil dari lendutan ijin (l/800) sebesar 75 mm. Sedangkan dari pemodelan struktur menggunakan SAP2000 ver.15 menunjukkan apabila diberikan beban uji 40% rencana terjadi lendutan maksimum 25,35   mm lebih kecil dari lendutan ijin (l/800) sebesar 75 mm. Nilai lendutan dari tahap-tahap pemberian beban uji maupun pengurangan beban uji diperoleh persamaan liner lendutan aktual/lapangan y=0,2693x+0,5682 sehingga dapat diperkirakan nilai lendutan lapangan pada kondisi pembebanan 100% sebesar 67,419 mm dari lendutan ijin 75 mm, kategori jembatan aman.   Bila dibandingkan dengan persamaan linier lendutan dari analisis output pemodelan jembatan menggunakan SAP2000 diperoleh persamaan linier lendutan y=0,2714x + 0,7365 dengan nilai lendutan pada beban 100% sebesar 68,109 (lebih kecil dari lendutan ijin 75mm). Berdasarkan pemeriksaan inventarisasi pada bangunan atas mempunyai nilai kondisi (NK) 1 sedangkan bangunan bawah mempunyai NK 3. Berdasarkan pemeriksaan detail Jembatan Bika secara keseluruhan mempunyai NK 1 yang berarti kerusakan ringan. Namun pada   elemen level 3 bangunan pengaman mempunyai   NK 3, Rangka mempunyai NK 2, Sistem Lantai bernilai NK 2, landasan/perletakan NK 2 dan perlengkapan NK 5. Dari kondisi penilaian inventarisasi dan detail maka Jembatan Bika perlu dilakukan pemeliharaan berkala pada elemen NK 2 dan rehab pada elemen NK 3  Kata kunci: lendutan, jembatan, pemeriksaan
PERBANDINGAN KELAYAKAN JALAN BETON DAN ASPAL DENGAN METODE ANALITYC HIERARCHY PROSES (AHP) (Studi Kasus Jalan Komyos Sudarso Pontianak) Chandra, Mega; ., Marsudi; Azwansyah, Heri; Juniardi, Ferry
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.128 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.9311

Abstract

Banyak pertimbangan dalam penilaian perbandingan kelayakan konstruksi jalan antara jalan aspal dan beton.  Studi ini akan menerapkan metode AHP (analytic hierarchy process) untuk penilaian perbandingan yang memiliki beberapa kriteria tinjauan. Diharapkan melalui studi ini dapat diketahui kelayakan antara jalan aspal dan jalan beton secara kualitatif pada Jalan Komyos Sudarso Pontianak. Studi ini menggunakan metode kuisener yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan faktor teknis dan non teknis yang digunakan untuk menilai kelayakan konstruksi suatu jalan. Faktor teknis yang ditinjau adalah (a) daya tahan terhadap cuaca, (b) daya tahan terhadap pergerakan tanah, dan (c) daya tahan terhadap perubahan lalu lintas. Sedangkan faktor non teknis yang ditinjau adalah (a) kenyamanan permukaan, (b) kemudahan pergerakan, (c) dampak lingkungan, dan (d) tingkat kecelakaan.
ARAHAN KONSEP JALUR HIJAU DI KOTA PONTIANAK Iman kalis, Albertus Agung; nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v18i1.26707

Abstract

Ketersediaan jalur hijau yang ada di kota Pontianak memiliki peran yang penting dalam menjaga lingkungan yang sehat, menyerap polusi dari kendaraan dan menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Hal ini dikarenakan dinamika pembangunan yang begitu pusat di perkotaan perlu diimbangi dengan keberadaan ruang terbuka hijau yang memadai untuk meredam dampak-dampak buruk yang ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah arahan konsep didalam pembuatan jalur hijau pada median jalan protokol yang ada di kota Pontianak. Dimana pertimbangan didalam menyusun arahan konsep ini menggunakan pohon / tanaman yang dapat menyerap karbon, menyerap suara serta memiliki nilai estetika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kulitatif. Dengan hasil pembuatan model diperoleh sebuah model yang berisikan jenis pohon, tanaman serta jarak tanam yang ada mengikuti bentuk dan panjang di jalan Tanjungpura dan Sutoyo Pontianak. Kata Kunci : Jalur hijau, kota Pontianak.
KAJIAN KEBUTUHAN SHUTTLE BUSES DI TERMINAL ANTAR NEGARA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Anggarie, Khairi
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.75 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25642

Abstract

Kurang optimalnya pelayanan angkutan umum di terminal Antar Negara Sungai Ambawang yang semestinya dapat lebih optimal serta jarak yang begitu panjang menuju pusat kota menyebabkan masyarakat berusaha untuk memfasilitasi pergerakannya sendiri dengan kendaraan pribadi. Penelitian ini mengambil salah satu rute trayek di kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yaitu trayek terminal Antar Negara "“ Jalan Komyos Sudarso (Jeruju).Kebutuhan jumlah armada optimal dapat dihitung dengan meninjau besarnya load factor dan biaya operasional kendaraan, dimana load factor merupakan nisbah antara permintaan (demand) yang ada dengan pemasokan (supply) yang tersedia.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jumlah armada optimal berdasarkan pendapatan operator sesuai tarif yang berlaku di lapangan terhadap jumlah pengguna jasa eksisting yang ada dengan menghitung Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan load factor menggunakan metode DLLAJ dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah penumpang/hari adalah 286 penumpang dengan load factor sebesar 43 %. Pendapatan rata-rata yang diperoleh oleh operator pada tahun keenam rata-rata pendapatan operatornya sebesar Rp. 4.633.200.000,- sedangkan besarnya Break event point (BEP) yaitu pendapatan rata-rata dikurangi   biaya operasional kendaraan (BOK) per tahun + 10% margin dari BOK adalah Rp. sebesar Rp. 301.950.000,- dan menunjukkan nilai positif. Dengan demikian dapat dilihat bahwa jumlah armada rencana untuk keadaan eksisting (10 armada) sudah memenuhi kebutuhan bus dengan jumlah 12 kendaraan.  Kata Kunci       :       Shuttle buses, Break event point (BEP), Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Load factor, Armada optimal
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG PEMERINTAH DI KOTA PONTIANAK Prayudi, Hendra; Ph.D, Ir. Elvira, M.T.,; M.T, Dr. Nurhayati, S.T.,
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.122 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.20656

Abstract

Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari penyelenggaraan pemeliharaan bangunan kantor secara rutin, hal ini dilaksanakan agar asset pemerintah dapat terjaga dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan bangunan gedung pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku, menganalisis tingkat kerusakan bangunan gedung serta membuat suatu sistem penentuan prioritas pemeliharaan bangunan gedung pemerintah dengan bantuan perangkat lunak komputer. Penilaian dilakukan terhadap bangunan kantor kelurahan yang ada di kecamatan Pontianak Kota yakni Kelurahan Tengah, Kelurahan Sungai Jawi, Kelurahan Mariana, Kelurahan Darat Sekip dan Kelurahan Sungai Bangkong. Metode yang digunakan adalah metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan software Expert Choice v.11. Adapun kriteria yang digunakan adalah kriteria Politik, Fisik, Finansial, Lingkungan dan kriteria Sosial. Prioritas pemeliharaan bangunan gedung pemerintah sebagai berikut; Kelurahan Darat Sekip pada prioritas pertama, kelurahan Sungai Jawi prioritas kedua, kelurahan Sungai Bangkong prioritas ketiga, kelurahan Mariana prioritas keempat dan kelurahan Tengah pada prioritas kelima.   Kata kunci : prioritas pemeliharaan bangunan gedung

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue