cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
OPTIMASI KETERSEDIAAN AIR BAKU UNTUK AIR BERSIH DI KABUPATEN SAMBAS Sulistyarso, Gembong Ary; Marsudi, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.073 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25727

Abstract

Penyediaan air bersih di Kabupaten Sambas saat ini menggunakan sumber air baku yang berasal dari air permukaan yaitu sungai yang terdapat di seputar wilayah Kota Sambas. Berdasarkan hasil laporan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) diperoleh data kualitas air sungai yang ada terus mangalami degradasi dan cenderung semakin bertambah buruk. Salah satu alternatif untuk menanggulangi hal tersebut adalah memanfaatkan sumber air lain yang berpotensi sebagai sumber air baku. Adapun sumber air yang ada di Kabupaten Sambas dan belum termanfaatkan adalah Sumber Air Riam Cagat dan Riam Pencarek. Studi ini untuk mengetahui ketersediaan air di Riam Cagat dan Riam Pencarek yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Sambas dan mendapatkan sistem jaringan transmisi air baku dari ke 2 (dua) sumber tersebut ke Ibukota Kabupaten Sambas.Perhitungan kebutuhan air baku yang dihitung terdiri dari kebutuhan air domestik   yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan non domestik yang berasal dari fasilitas umum dengan tahun proyeksi 25 tahun. Analisa ketersediaan air di kedua sumber menggunakan perhitungan debit andalan Q90 metode NRECA dan simulasi sistem transmisi air baku dari sumber air menuju PDAM Sambas menggunakan software Watercad 8.0. Hasil studi ini menunjukan bahwa ketersediaan air pada Sumber Air Riam Pencarek dalam bentuk debit andalan (Q90) sebesar 189,91 liter/detik dan Sumber Air Riam Cagat dalam bentuk debit andalan (Q90) sebesar 148,87 liter/detik. Ketersediaan air di Sumber Air Riam Pencarek dapat memenuhi kebutuhan air baku untuk 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Sambas (Alternatif I), yaitu Kecamatan Galing, Kecamatan Teluk Keramat sebagian kecil, Kecamatan Sejangkung, dan Kecamatan Sambas dengan kebutuhan air baku sebesar 167,83 liter/detik. Sedangkan, ketersediaan air di Sumber Air Riam Pencarek dan Riam Cagat dapat memenuhi kebutuhan air baku untuk 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Sambas (Alternatif II), yaitu Kecamatan Galing, Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Tekarang, Kecamatan Jawai, Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Sejangkung, dan Kecamatan Sambas dengan kebutuhan air baku sebesar 319,22 liter/detik. Sistem Jaringan Transmisi Air Baku Kabupaten Sambas Alternatif I memungkinkan untuk ditransmisikan dengan metode gravitasi, diameter dan jenis pipa yang dibutuhkan untuk menstransmisikan Air Baku yaitu Pipa Galvanis Iron (GI) diameter 400 mm, Pipa HDPE PN12,5 diameter 400. Pipa HDPE PN10 diameter 400 mm, dan pipa HDPE PN8 diameter 400 mm.Sistem Jaringan Transmisi Air Baku Kabupaten Sambas Alternatif II memungkinkan untuk ditransmisikan dengan metode gravitasi untuk Kecamatan Galing, Kecamatan Sejangkung, dan Kecamatan Sambas. Sedangkan untuk Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Tekarang, Kecamatan Jawai Selatan, dan Kecamatan Jawai hanya sampai pada titik akhir Kecamatan Teluk Keramat saja. Diameter dan jenis pipa yang dibutuhkan untuk menstransmisikan air baku yaitu Pipa GI diameter 550 mm, pipa GI diameter 400 mm, pipa HDPE PN12,5 diameter 550 mm, pipa HDPE PN10 diameter 500 mm, pipa HDPE PN8 diameter 450 mm.Kata kunci : defisit air, kebutuhan air bersih, ketersediaan air, sumber air baku
PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) MUSLIM DI KOTA PONTIANAK Indriana, Dewi Ria
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.072 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.9317

Abstract

Masyarakat sebagai bagian dari sebuah kota harus menyadari bahwa suatu saat mereka akan meninggal dunia dan perlu sedini mungkin memikirkan rencana tempat pemakaman baginyawalaupun ukuran petak makam dan kijing tidak mengikuti standar aturan-aturan penataan TPU. Hal ini disebabkan buruknya pengelolaan/kepengurusan pemakaman dan kurangnya perhatian dan peran aktif dari pemerintah. Pada penelitian ini lingkup lokasi yang dipilih adalah TPU Muslim Al-Ikhlas Sungai Bangkong dan TPU Muslim Danau Sentarum Kecamatan Pontianak Kota. Dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan dan pemilihan   responden dilakukan dengan   cara   purposive   sampling   atau pemilihan   secara   sengaja   dengan pertimbangan   responden   adalah   pemerintah,   swasta dan masyarakat. Hasi penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan lahan di kedua TPU   ini mengalami tekanan   terhadap kapasitas atau daya tampung. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian penuh dan   ikut berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan TPU Muslim di Kota Pontianak. Untuk mengatasi ketersediaan lahan pemakaman, memberikan solusi kepada pemerintah dengan cara membuka lahan baru dipinggir kota dan menata ulang TPU Muslim yang telah ada. Kedua hal tersebut diterapkan dengan sistem pemakaman tumpuk model tumpang. Dengan sempitnya lahan, memberikan wacana bagi ahli waris untuk menjadikan satu dengan jenazah keluarga yang terlebih dahulu dimakamkan. Makam boleh dijadikan tumpangan pada jenazah yang telah dikubur tiga tahun atau makam yang tidak dirawat oleh ahli warisnya selama tiga tahun. Kata-kata kunci : ketersediaan lahan, makam tumpang, pengelolaan, pengembangan,   TPU    muslim   Pontianak
PENATAAN INFRASTRUKTUR KAWASAN TAMAN WISATA ALAM BANING DI KOTA SINTANG Kayetanus, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.304 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v18i1.29299

Abstract

Salah satu ciri Kota Sintang yang membedakannya dengan kota lain adalah keberadaan Hutan Wisata yang terletak di tengah kota. Dengan adanya Hutan Wisata ini sangat mempengaruhi lingkungan bagaimana manfaat dari hutan wisata tersebut sebagai daerah konservasi, daerah serapan karbon dan tidak kalah pentingnya sebagai tempat wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan mana saja yang boleh dibangun untuk menunjang pengembangan kawasan Taman Wisata Alam Baning dan menentukan jenis-jenis infrastruktur yang dibangun dalam menunjang penataan kawasan wisata yang ekologis. Dari penilaian Kualitas Biofisik Kawasan dapat diklasifikasikan tidak peka, hasil penilaian Objek dan Atraksi Wisata bahwa objek dan atraksi wisata Taman Wisata Alam Baning memiliki peringkat sangat potensial, dengan klasifikasi sangat sesuai untuk dikembangkan. Penilaian akseptibilitas masyarakat memiliki preferensi diklasifikasi dengan skor Tinggi (T) dan kategori sangat sesuai. Hasil analisis SWOT ada beberapa strategi yang diperoleh yaitu : Mengembangkan wisata minat, khususnya olah raga seperti lari (jogging track), wisata outbound, sarana permainan paintball, sarana edukasi tanaman, taman bermain, kolam tandon/pemancingan, gazebo, penggunaan pagar keliling, information center, lahan parkir yang memadai, loket, mess jaga, dan klinik kecil dan lain-lain, membangun jaringan kerjasama dengan obyek-obyek lain yang ada di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning, seperti kawasan bersejarah, penangkaran orangutan, penangkaran burung enggang, dan lain-lain, bekerjasama dengan agen-agen perjalanan, meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dan membuat website khusus kawasan Taman Wisata Alam Baning. Konsep pengembangan dan penataan infrastruktur wisata di Taman Wisata Alam Baning adalah ekowisata yang mengedepankan pemanfaatan sumberdaya alam dan budaya yang bertanggungjawab terhadap kelestariannya. Perlu adanya pembangunan infrastruktur penunjang dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Baning sebagai tujuan wisata ekologi.  Kata kunci : Taman Wisata Alam Baning, infrastruktur wisata, potensi Taman Wisata Alam, objek dan daya tarik wisata, kualitas biofisik lahan, akseptibilitas masyarakat
KAJIAN HIDROLIS PENAMPANG SUNGAI DALAM PENETAPAN SEMPADAN SUNGAI MEMPAWAH DI KOTA MEMPAWAH Astiningsih, Diah; Mulki, Gusti Zulkifli; Gani, Umar A
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.236 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23867

Abstract

Sungai Mempawah merupakan sungai yang melintasi Kota Mempawah yang memiliki fungsi sebagai transportasi air, sumber air PDAM, juga sebagai saluran pembuang limbah rumah tangga dan industri rumah tangga disekitar sungai. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi aspek-aspek hidrologi yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lebar garis sempadan sungai pada wilayah sungai Mempawah Kota Mempawah, mengkaji pemanfaatan lahan di daerah sempadan sungai dan dataran banjir, merumuskan rekomendasi strategi pengelolaan wilayah sempadan sungai berdasarkan kondisi hidrolis dalam rangka mewujudkan kemanfaaatan sungai dan perlindungan untuk kelestarian fungsi sungai.Penelitian ini terdiri dari analisis curah hujan, analisis debit banjir rancangan, analisis kondisi eksisting sungai dan sempadan sungai. Metode yang digunakan adalah metode survei dan analisis data sekunder.Untuk mengetahui pemanfaatan daerah sempadan sungai dilakukan dengan survei sepanjang ± 22 km dan melakukan analisis citra satelit google earth. Penentuan sempadan sungai ini menggunakan gabungan antara teknis hidrolika/bantaran banjir sungai dengan kebijakan pengguna kepentingan terhadap ruang sungai.Hasil simulasi diperoleh kondisi morfologi sungai, peta genangan periode ulang 2,5,10 dan 25 tahun di wilayah Kota Mempawah dan kondisi tata guna lahan sepanjang sempadan sungai menunjukkan banjir tahunan sungai Mempawah akan meluapi sempadan sungai, adanya perubahan morfologi sungai sehingga memerlukan sempadan sungai yang lebih lebar untuk kebutuhan perlindungan terjadinya perubahan alur, adanya erosi dan keruntuhan tebing sungai yang diakibatkan arus maupun beban disekitar tebing. Lebar sempadan sungai antara 15 meter sampai dengan 100 meter yang disesuaikan dengan kondisi morfologi sungai dan pemanfaatan lahan pada daerah sempadan sungai. Diperlukan strategi pengelolaan wilayah sempadan sungai untuk meredusi kerugian akibat banjir.
KAJIAN PENATAAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK (Studi Kasus Kelurahan Tambelan Sampit Kota Pontianak) Helyanto, -; Mulki, Gusti Zulkifli; Marsudi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.673 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24574

Abstract

At the beginning of its growth, Pontianak is a city that lived from Kapuas River. One of area in the city of Pontianak that located on the banks of Kapuas River is Tambelan Sampit with an area of 0.41 km2 and the population of 8,037 people (BPS Pontianak, 2016). This area also has several challenges that must be resolved, namely: Lack of public facilities; High building density, irregularity of position, river behind the housing, unqualified building standards and 60% of housing are on the riverbank (Settlement Official of Pontianak, 2015).  According to the General Directorate of Coastal and Small Islands in Coastal Guidance (2006), the Coastal City or waterfront city is an area that bordering water and facing the sea, rivers, lakes and the likes.  This research aims to provide the concept of housing arrangement and settlement on riverbanks with using qualitative methods. The study and data that obtained was analyzed by triangulation method which is comparing some theories and similar research both from within and outside the country.  The conclusion is that buildings should be directed to the riverbank or use a two-faced concept, only open buildings may be developed, reducing building density, building occupants relocated to rusunawa, and rejuvenating the buildings. Suggestions from this research are the arrangement of housing and settlement must also pay attention to local wisdom, as well as the application of strict rules and actions for those who violated the rules.  Keywords : Arrangemen, Housing and Settlement, Riverbanks.
STUDI TENTANG PENENTUAN PERSYARATAN MINIMUM UNTUK KONSTRUKSI JALAN BETON (RIGID PAVEMENT) DI ATAS TANAH LUNAK DENGAN CARA PERCOBAAN PEMBEBANAN LANGSUNG DI LAPANGAN Vivi Bachtiar, M. Yusuf, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.066 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.229

Abstract

Daya dukung tanah gambut di Pontianak yang sangat rendah menimbulkan permasalahan dalam perencanaan jalan. Sampai saat ini, pembangunan jalan di Pontianak belum berhasil dengan baik. Kini, sistem konstruksi jalan di Pontianak mulai bergeser dari jalan aspal ke jalan beton. Beberapa kajian juga telah menunjukkan bahwa untuk tanah sangat lunak, jalan beton lebih cocok daripada jalan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan daya dukung ultimit pelat beton di atas tanah gambut. Penelitian dilakukan dengan metode uji pembebanan di lapangan. Variabel yang ditinjau adalah tebal pelat dan mutu beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tebal pelat beton memberikan peningkatan yang tidak signifikan terhadap daya dukung ultimitnya, sedangkan peningkatan mutu beton memberikan peningkatan daya dukung ultimit secara signifikan. Untuk pelat berukuran 1,2 m ? 1,2 m dengan pendekatan bahwa beban ultimit berbanding linier terhadap tebal pelat dan mutu beton maka diperoleh hubungan matematis dalam bentuk Pu= 2,053852918 + 0,10086fc? + 0,079799611t.
ANALISA TINGKAT KEHILANGAN AIR PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA GALAHERANG KABUPATEN MEMPAWAH Wahyudi, Arief; Elvira, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.529 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25631

Abstract

PDAM Tirta Galaherang Kabupaten Mempawah memiliki upaya untuk meningkatkan sistem penyediaan air minum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menurunkan kehilangan air secara fisik. Persentase kehilangan air (Non Revenue Water) saat ini dalam sistem penyediaan air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galaherang adalah sebesar 49,7%. Hal tersebut tentunya sudah di bawah standar toleransi angka kebocoran air bersih PDAM secara nasional menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2006, yaitu kehilangan air maksimal 20%. Tentunya untuk mencapai target tersebut tidaklah mudah, karena pada kenyataannya analisis jumlah kebocoran fisik di sistem penyediaan air minum sulit untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa, menyusun dan menetapkan strategi penurunan kehilangan air minum di sistem distribusi PDAM Tirta Galaherang Kabupaten Mempawah dengan melakukan analisis pada aspek teknis dengan menggunakan metode steptest yaitu teknik untuk mencari lokasi atau area dengan jumlah kehilangan air terbesar di dalam sebuah area. Cara ini lebih cepat dan efektif dalam menentukan area prioritas yang akan dicari titik bocornya. Steptest dilakukan dengan memasang flow meter portable pada pipa inlet untuk merekam aliran air. Kemudian valve di setiap ruas ditutup secara sistematik dan berurutan. Dengan metode ini, akan diketahui dengan pasti ruas mana yang terindikasi kehilangan airnya tertinggi. Hasil dari penelitian ini adalah menganalisis penurunan tingkat kebocoran dari 49,7% menjadi 43,61% dengan mencari kebocoran pada ruas zona yang telah ditentukan  Kata kunci : Sistem distribusi, tingkat kebocoran pipa
ANALISIS LAPISAN FONDASI PADA PERKERASAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN STABILISASI TANAH SEMEN (SOIL CEMENT STABILIZATION) UNTUK JALAN KABUPATEN DI WILAYAH KABUPATEN SEKADAU Ardi, Muhammad Wahyu
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.527 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.7455

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Sekadau masih banyak yang belum dilakukan perkerasan (jalan tanah) sehingga pada saat musim penghujan banyak kendaraan yang tidak bisa lewat karena kondisi jalan yang rusak. Kondisi jalan yang rusak ini sangat berpengaruh pada terhambatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Kabupaten Sekadau. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dikaji jenis konstruksi perkerasan jalan yang sesuai untuk jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Sekadau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan tanah galian ruas jalan Balai Sepuak "“ Pakan "“ Pakit "“ Sungai Antu sebagai bahan stabilisasi tanah semen (soil cement) untuk lapis fondasi jalan tersebut dengan membandingkan (1) hasil pengujian tanah galian terhadap syarat-syarat yang ditentukan dalam spesifikasi teknis, (2) biaya yang diperlukan untuk pekerjaan perkerasan lentur dengan menggunakan lapis fondasi stabilisasi tanah semen terhadap perkerasan kaku dan (3) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan perkerasan lentur dengan menggunakan lapis fondasi stabilisasi tanah semen terhadap perkerasan kaku. Hasil penelitian ini diharap mendapatkan jenis perkerasan yang sesuai dengan kondisi lokasi ruas jalan Balai Sepuak "“ Pakan "“ Pakit "“ Sungai Antu atau ruas jalan kabupaten lainnya sehingga pembangunan jalan dapat lebih efisien dan efektif. Metodologi penelitian menggunakan metodologi percobaan perbandingan (comparative experiment) yaitu dilakukan untuk mengadakan perbandingan dengan membandingan perlakuan-perlakuan dan membandingkan pengaruh perlakukan tersebut. Dalam hal ini, dilakukan variasi kadar semen pada stabilisasi tanah semen sehingga didapat kadar semen pilihan yang memenuhi Spesifikasi Umum Tahun 2010. Berdasarkan kadar semen pilihan yang didapat, dilakukan perhitungan anggaran biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan, kemudian dibandingkan dengan perkerasan yang umum dilaksanakan di Kabupaten Sekadau, yaitu perkerasan kaku. Dari hasil percobaan didapat komposisi campuran tanah 70 % dan pasir 30 %, kemudian dicampur semen 8,5 % dengan menggunakan kadar air 13,6 % untuk stabilisasi tanah semen (soil cement stabilization) pada lapis fondasi (base). Lapis permukaan yang menggunakan HRS-WC (Lataston Lapis Aus) di ruas jalan Balai Sepuak "“ Pakan "“ Pakit "“ Sungai Antu dapat memenuhi Spesifikasi Umum Tahun 2010 (UCS 20 kg/cm2 dan CBR 100 %), biaya lebih hemat 50,08 % dan waktu pelaksanaan lebih cepat 78,26 % dari perkerasan kaku,   sehingga lebih efisien dan efektif dan layak untuk digunakan sebagai perkerasan jalan pada ruas jalan Balai Sepuak "“ Pakan "“ Pakit "“ Sungai Antu. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, stabilisasi tanah semen
STUDI POTENSI AIR BERSIH DI PERBUKITAN BAWANG KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA Diju, Alfred Yonathan; Herawati, Henny; Suyono, Rudi Sugiono; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.843 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v18i1.26404

Abstract

Masalah penyediaan air bersih saat ini menjadi permasalahan di kecamatan kubu khususnya di pedesaan sekitar pegungan bawang. Kebutuhan air bersih tiap tahun mengalami peningkatan sedangkan fasilitas pengelolaan air bersih masih sangat kurang ditambah lagi eksploitasi sumber air baku yang tidak memperhatikan kelestarian sumber air. Agar tidak terjadi kekurangan air, perlu menjaga dan melestarikan sumber air yang ada, efisiensi dalam penggunaan air dan pencarian alternative sumber baru. Dalam penelitian tesis ini, diidentifikasi beberapa sumber air baku yang potensial. Dari hasil data analisa prioritas dengan AHP didapat botot untuk Parung Batang Sungai 0,52 , Parung Cabang Runtuk 0,22 , Parung Air Terjun 0,18 , Parung Parit Godang 0,08. Standar kualitas mutu air yang dikerlurkan oleh lab untuk lokasi parung batang sungai memenuhi kualitas standar air bersih, sehingga berdasaran hasil penelitian merekomendasikan parung parit batang sungai sebagaia lokasi pengembangan insfrastruktur air bersih di pegunungan bawang kecamatan kubu. Kata kunci : Sumber Air Bersih dan AHP
KAJIAN PENANGANAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KUMUH KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN KUBU RAYA Pratiwi, Nana Novita
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.021 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.18311

Abstract

Kawasan perkotaan sebagai suatu bagian dari wilayah tidak terlepas dari berbagai permasalahan ruang seperti penurunan kualitas lingkungan sehingga terciptalah permukiman kumuh. Sebagai daerah pemekaran Kabupaten Mempawah dan mendapatkan pengaruh yang cukup tinggi dari Kota Pontianak menyebabkan daerah perkotaan Kabupaten Kubu Raya telah mengalami perubahan fisik yang tercermin dari semakin memburuknya kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karaktesitik kualitas lingkungan permukiman di wilayah perkotaan Kubu Raya dalam rangka menangani lajunya perkembangan permukiman kumuh. Metode yang digunakan adalah pedekatan deskribtif kuantitatif dengan mengamati fungsi dan kegiatan, tampilan bangunan, status kepemilikan serta pengaruh lingkungan sekitar terhadap kualitasn hunian. Hasil penelitian menunjukan bahwa karaktersitik permukiman kumuh pada sebagian besar kawasan memiliki tanah dengan status hak milik tanpa sertifikat, kondisi sarana dan prasarna yang masih kurang baik dan minim, kondisi bangunan perumahan belum permanen dan tidak tertata, kondisi jalan yang sebagian besar belum diperkeras dengan lebar 1-2 m. Berdasarkan karaktersitik tersebut, maka sebagian besar kawasan permukiman perkotaan Kuburaya perlu ditangani dengan pendekatan CBD (Community Based Development) dan MPD (Model Property Development). Keyword: permukiman kumuh, kawasan perkotaan, Kabupaten Kuburaya

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue