cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA PENGELOLAAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT (Studi Kasus RSUD Dr. Soedarso dan RSU St. Antonius) Rosilawati, Meiti
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.377 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.16423

Abstract

Kota Pontianak adalah kota yang berada di tepi Sungai Kapuas.   Sungai ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat kota, karena selain digunakan untuk transportasi, juga digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, perikanan air tawar, dan sebagai bahan baku air bersih. Kota Pontianak tidak memiliki saluran air limbah yang terpisah, sehingga seluruh air limbah yang berasal dari rumah-rumah penduduk, pasar, industri, rumah sakit, dan lain-lain, akan mengalir ke parit-parit yang menuju ke Sungai Kapuas. Air limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemar yang berbahaya karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, senyawa-senyawa kimia berbahaya serta mikro-organisme patogen yang dapat mengakibatkan penyakit bagi masyarakat sekitarnya dan merusak ekosistem sungai. Oleh karena itu setiap rumah sakit diharuskan untuk memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).   Akan tetapi pada kenyataannya masih sangat sedikit rumah sakit yang telah memiliki IPAL yang memadai, sehingga air limbah   tersebut telah mencemari badan-badan air yang pada akhirnya ikut mencemari sungai Kapuas. Untuk mencapai manajemen pengelolaan air limbah yang menyeluruh dan terpadu maka diterapkan suatu sistem yang dikenal dengan Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Manajemen pengelolaan air limbah mencakup kebijakan lingkungan yang ditetapkan oleh rumah sakit, seperti prosedur operasional standar atau peraturan-peraturan tentang limbah yang berlaku di rumah sakit, dan juga mencakup sumber daya manusia, dokumentasi, operasional dan pemeliharaan, hingga proses pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan air limbah. Studi kasus di dalam tesis ini dilakukan pada dua rumah sakit besar di kota Pontianak, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso dan Rumah Sakit Umum Santo Antonius. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, pemeriksaan dokumen, pengamatan kegiatan, pengamatan kondisi kerja, data pengujian, data pemantauan, dan catatan-catatan lainnya. Analisis data kualitatif menggunakan analisis Sistem Manajemen Lingkungan yang merupakan faktor internal di dalam analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Kesimpulan kesesuaian dengan peraturan tentang baku mutu limbah cair bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk hasil olahan IPAL RSUD Dr. Soedarso yang memenuhi persyaratan adalah 42,86 % sedangkan RSU St. Antonius 71,43 %.  Pengaruh komponen-komponen SML berturut-turut mulai dari yang terbesar adalah Dukungan Manajemen, Perencanaan, Pelaksanaan, Tindakan, dan Pemeriksaan. Hasil penilaian akhir dengan analisis SWOT adalah RSUD Dr. Soedarso menempati kuadran IV sedangkan RSU St. Antonius menempati kuadran I pada matrik kuadran SWOT, yang artinya bahwa RSUD Sr. Soedarso harus segera memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dan mengendalikan kinerja internal untuk menghadapi tantangan besar, sementara RSU St. Antonius berada pada kondisi prima dan mantap,   sehingga dimungkinkan terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan maksimal. Kata-kata kunci: instalasi pengolahan air limbah rumah sakit, sistem manajemen lingkungan
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KEBUN RAYA SAMBAS Widyastuti, Shinta
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.249 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.11119

Abstract

Pengembangan suatu kawasan dalam bentuk kebun raya tidaklah terlepas dari upaya menata ruang wilayah yang berkelanjutan dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan binaan dan lingkungan alamiah, serta melindungi fungsi ruang agar tetap nyaman dan lestari bagi masyarakatnya. Penelitian ini juga tidak terlepas dari kondisi eksisting kawasan Kebun Raya Sambas serta rencana program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan insfrastruktur di Kebun Raya Sambas. Infrastruktur yang menjadi pokok bahasan penelitian adalah kebutuhan infrastruktur jalan akses menuju Kebun Raya Sambas dan fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan infrastruktur   tersebut dirasa cukup lambat dikarenakan keterbatasan dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Belum disahkannya rencana detil tata ruang Kabupaten Sambas khususnya untuk kawasan sekitar Kebun Raya Sambas sehingga integrasi tata ruang kawasan dengan lingkungan sekitar belum terkoneksi dengan jelas. Letak Kebun Raya Sambas yang berada di kecamatan perbatasan antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang juga belum mendapatkan perhatian serius untuk pengembangan kawasan perbatasan. Akibatnya keterbatasan infrastruktur seperti sarana dan prasarana transportasi dan sarana penunjang lainnya menjadikan kawasan perbatasan memiliki aksesibilitas yang rendah dan sulit dijangkau. Hasil dari penelitian ini adalah perlu direncanakannya jalan akses menuju Kebun Raya Sambas baik melalui jalan darat sepanjang 12,745 km atau melalui air sepanjang 38,990 km. Pengelolaan sampah secara mandiri juga merupakan hasil dari rencana pengembangan infrastruktur di Kebun Raya Sambas. Begitu pula rencana pengelolaan air bersih dengan sumber air sungai yang ada di dalam Kebun Raya Sambas. Sistem hydrant yang terencana dengan baik juga merupakan pengembangan dari rencana infrastruktur yang ada untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang rentan melanda kawasan Kebun Raya Sambas.   Kata Kunci: Kebun Raya, Kawasan Konservasi Ex-situ, Pengembangan Infrastruktur
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PROGRAM PEMELIHARAAN RUAS JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN KETAPANG DENGAN MENGGUNAKAN AHP Syarkawi, -; Alwi, Abubakar; Suyono, Rudi Sugiono
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.88 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.24810

Abstract

Jaringan jalan yang berstatus Jalan Kabupaten serta menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Ketapang. Mengingat keterbatasan   kemampuan keuangan   Pemerintah Kabupaten Ketapang yang dialokasikan setiap tahunnya dalam APBD Kabupaten Ketapang, sedangkan pembiayaan untuk pengelolaan infrastruktur jalan   yang cukup besar, maka dalam hal ini para stakeholder atau pengambil keputusan dituntut untuk mampu mempertimbangkan dan memutuskan   ruas-ruas jalan mana saja yang harus mendapat prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, jangan sampai ruas-ruas jalan yang terpilih tersebut hanya mengacu kepada tingkat kerusakan maksimum saja, atau biaya konstruksi terkecil atau berdasarkan nilai stratesig kawasan saja.Tentunya dalam hal ini diperlukan suatu analisis yang dapat mengintegrasikan   berbagai kriteria, sehingga menghasilkan bobot maksimum yang dapat dijadikan dasar suatu keputusan sebagai alternatif pilihan yang terbaik. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan penentuan skala prioritas ruas jalan pada program peningkatan dan pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Ketapang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkan data sekunder berupa data spesifikasi jalan, jumlah penduduk dan data riwayat jalan. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif dengan menggunakan AHP.Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian menunjukkan prioritas pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Ketapang berdasarkan dari nilai prioritas tertinggi. 10 ruas jalan yang memiliki nilai bobot tertinggi dari perhitungan AHP yaitu ruas jalan Jenderal Sudirman memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,05960,kedua ruas jalan Kyai Tapa memiliki prioritas dengan nilai 0,05864 ketiga ruas jalan RE. Martadinata memiliki prioritas dengan nilai 0,05504,keempat ruas jalan P. Kusuma Jaya memiliki prioritas dengan nilai 0,05284, kelima ruas jalan Sei Awan Kiri "“ Tanjungpura memiliki prioritas dengan nilai 0,05150,keenam ruas jalan Gatot Subroto memiliki prioritas dengan nilai 0,0498,ketujuh ruas jalan Cut Nyak Dien memiliki prioritas dengan nilai 0,04857,kedelapan ruas jalan Sunan Ampel memiliki prioritas dengan nilai 0,04817,kesembilan ruas jalan Tanjungpura "“ Mayak memiliki prioritas dengan nilai 0,04754 dan kesepuluh ruas jalan Urip Sumoharjo memiliki prioritas dengan nilai 0,04562. Hasil prioritas pemeliharaan terhadap 32 ruas jalan disimpulkan bahwa Kriteria kondisi struktur jalan merupakan kriteria dominan dengan sub kriteria   dominan yaitu kondisi lalu lintas dan kondisi pelayanan.Kata Kunci: Jalan, Prioritas, AHP
KONSEP BANGUNAN PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA SEBAGAI PEWADAHAN KEGIATAN PENDIDIKAN ., Lestari; Khaliesh, Hamdil; Muazir, Syaiful; ., Affrilyno
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.989 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v11i1.1067

Abstract

Abstrak Seiring dengan perkembangan yang terjadi dalam Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Laboratorium Gambar yang selama ini mewadahi kegiatan pendidikan arsitektur di prodi ini sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan yang ada. Sebuah bangunan sebagai wadah kegiatan pendidikan arsitektur memang menjadi penting untuk diperhatikan. Keberadaan bangunan ini seharusnya dapat berfungsi sesuai dengan tujuan utama yaitu mewadahi kegiatan pendidikan arsitektur. Beberapa bagian pertimbangan yang dapat dijadikan konsep dalam bangunan Prodi Arsitektur ini meliputi fungsi bangunan, pelaku dan kegiatan, ruang arsitektural, bentuk dan sirkulasi bangunan, serta konteks lingkungan. Kajian ini menitikberatkan pada pengkajian data dengan tujuan agar konsep yang dihasilkan benar-benar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Konsep yang dipaparkan dapat dikembangkan berikutnya ke dalam suatu perancangan atau desain sehingga dapat dilaksanakan di lapangan. Pelaku, kegiatan, serta fungsi ruang menunjukkan bahwa besaran ruang untuk bangunan baru adalah minimal 1.353,76 m2. Kata-kata kunci: prodi arsitektur, konsep perancangan, kegiatan pendidikan
KAJIAN PENGARUH PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP KETERSEDIAN INFRASTRUKTUR (Studi Kasus di Kota Pontianak Chairil, Ibnu
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.611 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.25782

Abstract

Penduduk setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlahnya, hal ini erat hubungannya dengan  pemukiman penduduk pada suatu wilayah. Kondisi kepadatan pemukiman tersebut dimana tampak terjadi meningkatnya ketersediaan infrastruktur. Kebutuhan   infrastruktur dianalisis pada   beberapa   kawasan untuk itu perlu diketahui   karakteristik   masyarakat   pemukiman   tersebut. Faktor yang menyebabkan kebutuhan infrastruktur menjadi bertambah seiring dengan bertambah padatnya suatu pemukiman. Jumlah dan keadaan sarana dan prasarana   ada   tergantung   dari   kegiatan   masyarakat   yang   beragam.   Penelitian   ini dilakukan untuk mengetahui akibat tidak meratanya penyebaran penduduk di sebuah kota, dalam penelitian ini penyebaran penduduk di kota ponianak.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kondisi saluran drainase dan data sekunder berupa data curah hujan.Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan analisis statistik. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyebaran penduduk di Kota Pontianak berpusat pada Pontianak Timur, Pontianak Kota dan Pontianak Parat. Pontianak Timur dengan kepadatan paling tinggi di kelurahan Tanjung Hilir sebanyak 37,020 jiwa/Km2, Pontianak Kota dengan kepadatan paling tinggi di kelurahan Mariana sebanyak 19,666 jiwa/Km2 dan Pontianak Barat dengan kepadatan paling tinggi di kelurahan Sungai Beliung sebanyak 20,192 jiwa/Km2. Hasil uji validitas diperoleh bahwa nilai dari setiap item pertanyaan memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation 0,3 yang artinya valid dan nilai reliabilitas dari daftar pertanyaan memiliki nilai Cronbach"™s Alpha 0,60 yang artinya reliabel. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk yang dominan adalah jalan dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang artinya jalan berpengaruh signifikan terhadap kepadatan penduduk, persamahandengan nilai probabilitas sebesar 0,028 lebih kecil dari 0,05 yang artinya persampahan berpengaruh signifikan terhadap kepadatan penduduk, sanitasi dengan nilai probabilitas sebesar 0,045 lebih kecil dari 0,05 yang artinya sanitasi berpengaruh signifikan terhadap kepadatan penduduk, air bersih dengan nilai probabilitas sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05 yang artinya air bersih berpengaruh signifikan terhadap kepadatan penduduk dan drainase dengan nilai probabilitas sebesar 0,370 lebih besar dari 0,05 yang artinya drainase tidak berpengaruh signifikan terhadap kepadatan penduduk. Persebaran penduduk bisa merata di Kota Pontianak, maka pemerintah melakukan berbagai upaya seperti pemerataan pembangunan infrastruktur, penataan kawasan pemukiman dan melakukan pemerataan kawasan komersil dan kantor-kantor pemerintahan agar terciptanya penyebaran kepadatan penduduk di Kota Pontianak.    Kata kunci "“ kepadatan, penduduk, infrastruktur.
TRANSPORTASI SUNGAI DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH KAWASAN STRATEGIS DI KABUPATEN SINTANG Rahmad, Aef Subanjiriadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.394 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.9316

Abstract

Abstrak Secara geografis kondisi daerah di kabupaten sintang dikelilingi oleh sungai. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana transportasi sungai   di kabupaten sintang   masih sangat dibutuhkan untuk mengangkut berbagai potensi sumberdaya alam yang ada di wilayah kabupaten sintang selain menggunakan transportasi darat. Penggunaan moda angkutan sungai tersebut dirasakan cukup ideal dalam mendukung peningkatan aksesibilitas kawasan-kawasan di kabupaten sintang sehingga masih dibutuhkan bagi pengembangan potensi wilayah di kabupaten sintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor potensial di wilayah kabupaten sintang yang dapat diarahkan dan diangkut menggunakan transportasi sungai dan untuk mengetahui pengaruh transportasi sungai terhadap potensi wilayah di kabupaten sintang (wilayah kawasan strategis kabupaten sintang dan wilayah kecamatan lainnya) yang masih menggunakan jalur   transportasi sungai sebagai prasarana angkutan.Untuk mengetahui sektor potensial yang ada di kabupaten sintang digunakan metode analisa Location Quotient yang mana metode tersebut menggunakan data PDRB Kabupaten   Sintang yang dibandingkan dengan PDRB Kalimantan Barat selama 6 tahun dari tahun 2007-2012. Hasilnya terdapat tiga sektor yang memiliki keunggulan komparatif(nilai LQ1), yang merupakan sektor basis atau sektor unggulan (leading sector) yaitu: sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian serta sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh transportasi sungai terhadap potensi wilayah   di kabupaten   sintang   (wilayah kawasan strategis kabupaten sintang dan wilayah kecamatan lainnya) menggunakan data hasil rekapitulasi laporan kepadatan lalu lintas kapal, penumpang dan barang     yang   di dapat dari Dermaga Sei. Durian Sintang   selama 7 tahun dari   tahun 2007-2013. Kemudian data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisa regresi berganda menggunakan program software komputer SPSS. Hasil analisis   ternyata terdapat pengaruh yang berarti atau signifikanberkorelasi antara jumlah kapal yang keluar dari dermaga sintang terhadap jumlah potensi angkutan sungai yang di bawa ke kawasan strategis     di kabupaten sintang yaitu angkutan bahan bangunan dan 9 bahan pokok sedangkan jumlah kapal yang masuk   di dermaga sintang dengan membawa potensi angkutan perkebunan karet hasilnya tidak signifikan, namun tetap berkorelasi. Kata-kata kunci:Transportasi Sungai, Pengembangan Potensi, Kawasan Strategis Kabupaten
KAJIAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PERKOTAAN KETAPANG BERBASIS TATA RUANG (Studi Kasus Kawasan Kumuh Nelayan Delta Pawan Harsusani, -; Priadi, Eka; Elvira, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.228 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.26973

Abstract

Penataan dan penanganan lingkungan permukiman kumuh kota meliputi perencanaan sarana hunian, prasarana dan sarana lingkungan serta utilitas umum yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan perumahan perkotaan yang besrsih, indah, harmonis dan ramah.  Kajian yang akan diterapkan dalam penataan permukiman yang berlokasi di Kota Ketapang Kecamatan Delta Pawan Khususnya Kelurahan Sampit, adalah Pengembangan Permukiman Perkotaan kawasan kumuh nelayan yang tertata rapi dan indah serta layak huni di lingkungan permukiman kelas masyarakat berpenghasilan rendah seperti nelayan yang mana sesuai dengan kebijakan kebijakan tata ruang. Dengan merancang pengembangan permukiman yang ideal dan layak huni serta ramah terhadap lingkungan diharapkan dapat mengurangi tingkat hunian kekumuhan, semerautan, pencemaran lingkungan, polusi udara, limbah masyarakat dan pemanasan global yang sekarang ini menjadi masalah di dunia. Untuk konsep tatanan kawasan pada zoning kawasan daerah sarana dan prasarana di tempatkan ditengah - tengah kawasan perumahan. Dalam perancangan sistem sirkulasi kawasan kumuh nelayan, memisahkan antara sirkulasi jalan buat kendaraan roda 2 (dua) baik sepeda dan pejalan kaki akan di bangun diantara rumah penduduk dengan sungai beserta dermaga tambahan kapal nelayan. Dengan memberikan akses pejalan kaki yang khusus di setiap sepanjang tepian sungai, maka para pejalan kaki akan merasakan aman dan nyaman, selain itu juga dapat digunakan sebagai tempat berolahraga. Pada kajian perkembangan pemukiman ini menggunakan konsep waterfront city. Waterfront city dapat berperan mengendalikan suasana sehingga mempengaruhi kenyamanan bagi manusia, seperti pengontrol suh, angin,   serta kelembaban suatu kawasan.  Kata kunci :   Tata Ruang, kumuh, dan aksesbilitas.
PENANGANAN LALU LINTAS DI JALAN GATOT SUBROTO KETAPANG AKIBAT BEROPERASINYA CITIMALL Rahadi, -; Widodo, Slamet; Kadarini, S Nurlaily
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.787 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23148

Abstract

Jalan Gatot Subroto merupakan salah ruas jalan lokal primer di Kota Ketapang Kalimantan Barat yang menghubungkan pusat kota dengan akses luar kota dan pelabuhan laut. Perkembangan Kota Ketapang yang cukup pesat meningkatkan volume lalu lintas dengan ditandai kendaraan yang bergerak lambat ketika memasuki ruas jalan ini. Dengan berdirinya Citimall di Jalan Gatot Subroto sebagai pusat perbelanjaan modern pertama dan satu-satunya di Kota Ketapang akan mengakibatkan terjadinya tarikan lalu lintas dan menurunkan kinerja ruas jalan juga dapat menimbulkan permasalahan lalu lintas lainnya seperi konflik lalu lintas didepan mall. Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui jumlah tarikan pengunjung Citimall sebagai variabel terikat (Y) dan faktor-faktor yang mempengaruhi orang untuk berkunjung sebagai variabel bebas (X), (2) pengaruh Citimall terhadap kinerja ruas Jalan Gatot Subroto dengan menghitung kinerja ruas jalan sebelum dan sesudah Citimall beroperasi, (3) kinerja parkir Citimall berdasarkan tarikan lalu lintas dan jumlah petak parkir yang ada.Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) jumlah populasi pengunjung Citimall sebanyak + 5000 orang pengunjung per hari dipengaruhi oleh variabel : (a) pengunjung berdasarkan status tingkat pendidikan SLTA/sederajat (X2), (b) pengunjung berdasarkan jumlah anggota keluarga yang ikut berkunjung sebanyak 2 anggota keluarga (X7), (c) pengunjung berdasarkan hari berkunjung yaitu Hari Minggu sebagai hari untuk berkunjung (X8), (2) kinerja (derajat kejenuhan) ruas Jalan Gatot Subroto Ketapang sebelum beroperasinya Citimall pada Hari Minggu (mewakili hari libur) sebesar 0,66 dan pada Hari Senin (mewakili hari kerja) sebesar 0,66. Citimall membeikan pengaruh volume lalu lintas sebesar 14,27% dengan derajat kejenuhan 0,72 pada hari Minggu (mewakili hari libur) dan sebesar 10,74% dengan derajat kejenuhan 0,75 pada Hari Senin (mewakili hari kerja), (3) kinerja parkir Citimall sampai dengan tahun 2025 masih mampu menampung permintaan parkir baik kendaraan ringan (Light Vehycle) maupun sepeda motor (Motor Cycle) pada Hari Senin (mewakili hari kerja) dengan kondisi SRP kendaraan ringan yang terpakai 27 dari 402 SRP (6,72%) dan SRP sepeda motor yang terpakai 127 dari 416 SRP (30,53%), sedangkan pada Hari Minggu (mewakili hari libur) dengan kondisi SRP ringan yang terpakai 37 dari 402 SRP (9,45%) dan SRP sepeda motor yang terpakai 175 dari 416 SRP (42,31%).  Kata Kunci: Mall, Tarikan Pengunjung, Kinerja Jalan, Parkir
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS TANJUNGPURA Resmisari, Hesti; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.365 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.24570

Abstract

Universitas Tanjungpura (Untan), merupakan perguruan tinggi negeri pertama dan utama serta merupakan penyedia sumber daya manusia terbesar di Propinsi Kalimantan Barat memiliki Visi, Misi dan Tujuan.Saat ini sudah ada Master Plan (Rencana Induk) Infrastruktur Universitas Tanjungpura, dimana didalamnya sudah direncanakan jalan lingkar luar, jalan lingkar dalam, jalur sepeda dan jalur pejalan kaki. Selain itu juga direncanakan titik-titik halte untuk sepeda dan taman atau jalur hijau. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk memberikan masukan dan arahan kepada pihak terkait dalam pengembangan Kampus Universitas Tanjungpura.Untuk merumuskan arahan pengembangan Kampus Universitas Tanjungpura berdasarkan faktor kekuatan internal dan eksternal. Mengetahui apa saja kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan Kampus Modern Universitas Tanjungpura. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunity dan Threats) yaitu membandingkan antara potensi, masalah, peluang dan hambatan di wilayah studi. meminimalisir ancaman dengan menggunakan kekuatan yang ada. kekuatan yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengatasi ancaman yang timbul dalam mencapai tujuan.Pendanaan sangatlah penting dalam mewujudkan pengembangan dan pembangunan Master Plan Kampus Univeritas Tanjungpura. Sumber daya manusia yang belum maksimal dalam mewujudkan pembangunan master plan Kampus Universitas Tanjungpura. Universitas Tanjungpura memiliki lahan yang sangat luas, yang masih dapat dikembangkan menjadi sarana dan prasarana.  Kata kunci: Master Plan, Strengths, Weakness, Opportunity, Threats, SWOT.
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK) Komala Erwan , Elsa Tri Mukti, Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.91 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.227

Abstract

Angkutan barang mempunyai peran yang yang penting dalam proses logistik. Berbeda dengan pola perjalanan orang. Pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi dan konsumsi, yang sangat tergantung pada sebaran pola tata guna lahan pemukiman (konsumsi), serta industri dan pertanian (produksi). Selain itu pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh pola rantai distribusi yang menghubungkan pusat produksi ke daerah konsumsi. Usaha-usaha angkutan barang mempunyai berbagai jenis rencana operasi, dan sebagai akibatnya mempunyai banyak perbedaan dalam karakteristiknya. Berdasarkan keadaan tersebut diatas, akan dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk menentukan suatu rute pergerakan kendaraan angkutan barang yang sesuai dengan kondisi geometrik maupun kinerja jalan sehingga dapat mengoptimalkan kinerja jalan Kota Pontianak. Dalam tahap untuk menentukan rute pergerakan yang sesuai dengan kondisi dimaksud, data rincian jalan di Kota Pontianak, data asal dan tujuan pergerakan kendaraan angkutan barang yang dalam hal ini dibatasi untuk pergerakan yang berasal dari wilayah pelabuhan di Jl. Pak Kasih dan gudang-gudang di Jl. Kom. Yos Sudarso, serta data mengenai spesifikasi dari setiap jenis kendaraan angkutan yang dipergunakan dalam proses pendistribusian akan dikompilasikan untuk dianalisa lebih lanjut. Hasil analisa dan tinjauan dari data-data yang diperoleh menghasilkan suatu parameter yang menunjukkan seberapa besar kesesuaian masing-masing ruas jalan Kota Pontianak dalam mendukung pergerakan kendaraan angkutan barang yang ditinjau berdasarkan kondisi geometrik dan tingkat kinerjanya. Dari hasil ini dapat ditentukan beberapa rute alternatif yang bersifat opsional dan dapat digunakan apabila ternyata rute yang sudah ada dinilai kurang sesuai dalam melayani pergerakan kendaraan angkutan barang yang ada. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena pada jam-jam tertentu (jam sibuk) beberapa ruas jalan kinerja jalannya menurun drastis yang disebabkan oleh volume lalu lintas yang tinggi, sedangkan kapasitas jalan sudah tidak mampu lagi melayani volume lalu lintas yang melaluinya (jenuh).

Page 10 of 57 | Total Record : 565


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue