cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
KAJIAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN PERUMAHAN DI KABUPATEN KUBU RAYA, KECAMATAN SUNGAI RAY Sinaga, Maranatha Yohanes; Mulki, Gusti Zulkifli; Marsudi, -; Elvira, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.24 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.25704

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah bagian penting dari struktur pembentuk kota. Ruang Terbuka Hijau memiliki dua fungsi utama, yaitu Fungsi estetika dan Fungsi Ekologis. Ruang terbuka hijau pada   perumahan pada dasarnya memiliki fungsi pokok sebagai pendukung utama keberlanjutan kehidupan masyarakat di perumahan tersebut sehingga kebutuhan akan keberadaan Ruang terbuka Hijau sangatlah penting seperti pemenuhan kecukupan akan oksigen, menjadi salah satu daerah resapan air dan menjadi salah satu alrtenatif untuk berekreasi ataupun sekedar bersantai di daerah perumahan yang ditinggali .Akan tetapi seiring dengan perkembangan   perumahan, para pengembang tidak terlalu memandang pentingnya RTH, disinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk pemenuhan Ruang Terbuka Hijau untuk masyarakat didalam perumahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan distribusi Ruang serta pengembangan Terbuka Hijau terutama pada kawasan Perumahan Hosana Fhileo, Bhayangkara dan Borneo Residence Khatulistiwa   yang sesuai sehingga dihasilkan sebuah konsep pengembangan Ruang Terbuka Hijau yang sesuai dengan fungsinya sebagai penunjang kualitas ekologis suatu pemukiman yang juga sesuai. Analisa permasalahan Ruang Terbuka Hijau digunakan metode deskriptif analisis. Untuk menemukan faktor penyebab kurangnya pengembangan Ruang Terbuka Hijau.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah konsep sebagai arahan dalam upaya Pengembangan ruang terbuka hijau pada kawasan perumahan yang ada di kabupaten Kubu Raya , yang mampu berfungsi ekologis secara maksimal namun tetap memperhatikan nilai estetika dan nilai sosial, budaya dan ekonomi dari ruang terbuka hijau. Konsep ruang terbuka hijau pada kawasan perumahan   berupa taman, tempat bermain, kolam air sebagai penurun suhu dan minimal satu pohon pada masing masing rumah dimana konsep-konsep tersebut tetap mencirikan lokalitas kawasan melalui penggunaan vegetasi lokal. Dengan adanya kajian pengembangan ruang terbuka hijau pada perumahan maka diharapkan menjadi Role Model/Acuan dalam Pengembangan perumahan yang ada di kabupaten Kubu RayaKata Kunci:Pengembangan, Acuan, Konsep, Kajian dan Ruang Terbuka Hijau.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK SISTEM PENGEMBANGAN PERUMAHAN (STUDI KASUS PONTIANAK TENGGARA) arnoldus, -; nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.175 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.26266

Abstract

Rumah merupakan kebutuhan dasar hidup manusia dan menjadi elemen penting dalam agenda pembangunan nasional, seperti halnya kesehatan dan pendidikan. Pembangunan perumahan sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek yaitu tingginya laju pertumbuhan penduduk, kebijakan berupa arah kebijakan spatial, program dan regulasi Persoalan perkotaan antara lain adanya kesenjangan ntara per-mintaan dan penyediaan perumahan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi Pen-erapan Sistem Informasi Geografis Untuk sistem Pengembangan Perumahan (Studi Kasus Kota Pontianak). Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem yang bersifat keruangan dan membantu memberikan serta menyajikan informasi mengenai hasil survei penelitian geologi yang dilakukan di Wilayah Pontianak Tenggara. SIG ini disertai data pendukung yang berguna untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan. Pembuatan SIG ini menggunakan cara pengumpulan data dengan mengambil data di GPS. Software yang digunakan untuk membangun SIG ini yaitu menggunakan Arcmap, Microsoft Word 2013. Berdasarkan hasil penelitian yang menyangkut kajian Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Sistem Pengembangan perumahan hasil analisa secara umum dapat dikatakan bahwa terdapat backlog Kecamatan Pontianak Tenggara sejumlah 16.059 unit ru-mah. Pada masa mendatang jumlah backlog ini akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan KK akibat terbentuknya keluarga-keluarga baru. Adanya peluang pasar perumahan di Kecamatan Pontianak Tenggara yang ditandai backlog tidak berbanding lurus dengan supply perumahan yang dilakukan oleh pemerintah maupun pengembang swasta. Kebutuhan akan hunian yang tidak terakomodasi pasar pada akhirnya mendorong masyarakat untuk menyelenggara-kan sendiri pengadaan perumahan dan pemukimannya secara swadaya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, karena rumah merupakan kebutuhan yang men-dasar dan merupakan aspek penting. Hal ini terlihat dari 5,228 Unit jumlah rumah yang ada di Kecamatan Pontianak Tenggara merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Bila berdasarkan pola penyediaan perumahan di Kecamatan Pontianak Tenggara, kontribusi pelaku pembangunan perumahan selama tahun 2015-2017 terhadap ketiadaan ketersediaan rumah (backlog) sebesar 16,059 dengan rincian sebagai berikut; Rumah swadaya 5.228 unit rumah, Devel-oper Kota Pontianak berkontribusi 5.428 unit rumah, Jumlah rumah di Kecamatan Pontianak Tenggara 10.706 unit rumah, Jumlah penduduk di Kecamatan Pontianak Tenggara 50.038 unit rumah. Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis (SIG), Backlog, Perumahan.
KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DI KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN SEBAGAI LAHAN PERKEBUNAN Syafrianto, M. Khalid
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.512 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.18310

Abstract

Lahan pasca tambang merupakan sumberdaya potensial dan memberikan manfaat yang cukup besar apabila dapat dimanfaatkan secara tepat. Perkebunan dapat dijadikan salah satu bentuk dari pemanfaatan lahan bekas tambang. Pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan perkebunan di kabupaten Balangan menggunakan evaluasi kesusaian lahan metode Weight Factor Matching. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman kelapa sawit dan karet memiliki nilai s2 (cukup sesuai), Hasil kesesuaian lahan tersebut menggambarkan bahwa kedua jenis tanaman masuk dalam kategori lahan mempunyai faktor pembatas yang berpengaruh terhadap produktifitas sehingga memerlukan masukan, pembatas tersebut biasanya dapat diatasi oleh petani atau pengelola itu sendiri. Kata-kata kunci: batubara, kesesuaian lahan, kelapa sawit, karet, Weight Factor Matching, skala ekonomi perkebunan
RAMBATAN SALINITAS DI SUNGAI KAPUAS BESAR Lestari, Arfena Deah
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v19i1.35592

Abstract

Air baku yang digunakan masyarakat Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya berasal dari sungai Kapuas Kecil yang memiliki percabangan dengan Sungai Landak dan Kapuas Besar dan bermuara ke laut Natuna. Pada saat musim kemarau air baku yang didistribusikan ke masyarakat menjadi asin. Hal ini diduga disebabkan oleh debit sungai yang tidak cukup besar untuk menahan air laut yang masuk melalui muara sungai ketika pasang terutama pada saat musim kemarau. Penelitian ini bertujuan mengetahui panjang rambatan salinitas di Sungai Kapuas Besar dan apakah juga berpengaruh terhadap Air Baku PDAM Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Dengan menggunakan salinometer, salinitas air sungai di ukur pada kedalaman 0,2Y; 0,6 Y; dan 0,8Y dari dasar perairan di 11 titik. Hasil analisa regresi menunjukkan bahwa rambatan salinitas di Sungai Kapuas Besar sepanjang 100 km dari muara sungai dengan nilai salinitas 0.17 ppm dan salinitas paling tinggi di muara sungai yaitu 15.8 ppm. Sehingga air dari sungai Kapuas Besar yang masuk ke sungai Kapuas Kecil adalah air payau pada kondisi kemarau.
PENGEMBANGAN KAWASAN KOTA LAYAK HUNI STUDI KASUS PUSAT KOTA SANGGAU KABUPATEN SANGGAU Iswandi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.023 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24385

Abstract

Ketersediaan sarana dan prasarana di pusat kota menimbulkan daya tarik bagi masyarakat untuk bermukim disekitar kawasan tersebut. Dengan adanya pemusatan kegiatan di kawasan (pusat kota) berdampak pula pada struktur perencanaan kota hingga berdampak besar terhadap perkembangan kota. Perkembangan dan pertumbuhan kota perlu diarahkan untuk menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi kota dengan mengatur intensitas penggunaan lahan agar kota dapat tumbuh dan berkembang secara lebih terarah dan menciptakan suatu hubungan serasi antara manusia dan lingkungan. Dalam konteks ekologi, keberlanjutan dipahami sebagai kemampuan ekosistem menjaga dan mempertahankan proses, fungsi produktifitas, dan keanekaragaman ekologis pada masa mendatang. Meningkatkan dan mengembangkan jaringan infrastruktur kawasan perkotaan yang layak huni. Kebutuhan pelayanan harus dihitung berdasarkan aspek (dimention) dalam masyarakat yang meliputi aksesibelitas, kapasitas, diversitas, kualitas, waktu, kondisi dan tarif (harga). Mempertimbangkan dalam analisis tentang operasional dan pemeliharaan dari berbagai sistim yang dimungkinkan dapat dibangun. Ketidakseimbangan antara lingkungan terbangun (binaan) dengan lingkungan perlindungan (alam) menyebabkan penurunan mutu lingkungan kota (environmental degradation). Kota yang baik adalah kota yang mampu menyiapkan seluruh kebutuhan penggunanya dan infrastruktur yang ada melalui konsep equity dan keberlanjutan (sustainability).  Kata-kata kunci:   layak huni, aspek ekonomi, ekologi/lingkungan, sosial, politik dan budaya, keberlanjutan.
ANALISA RESIKO DAN MITIGASI PADA KONSTRUKSI JALAN DI LAHAN GAMBUT Nugraha, Nosa; Widodo, Slamet; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.463 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25549

Abstract

Permasalahan  dalam  pelaksanakan  proyek  adalah  tidak  teridentifikasi  dan   tertanganinya faktor-faktor risiko sehingga mengakibatkan   kendala dalam pencapaian tujuan proyek yaitu waktu (time), biaya (cost) dan kualitas (quality). Pembangunan  jalan di atas tanah gambut akan menghadapi   beberapa masalah geoteknik, salah satunya masalah stabilitas timbunan, penurunan   timbunan  yang cukup besar dan kekuatan   daya dukung dalam menahan   beban yang terjadi  di atasnya.  Keadaan  tanah   dasar  demikian  bila tidak   ditangani  dengan  baik akan mempengaruhi  kondisi badan jalan diatasnya dan akan mempercepat   kerusakan jalan. Berdasarkan hasil analisa risiko dari 6 lokasi yang disurvei pekerjaan pembangunan/peningkatan jalan di lahan gambut yang paling berisiko adalah proyek Pembangunan  Jalan Rasau Jaya  "“ Sungai  Bulan   (Tahun  Jamak)  yang mana   dianggarkan sebesar Rp. 14.839.400.000,00,  risiko biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan tanah + 30% dari    total    pelaksanaan      pekerjaan.       Jenis    tanah    dasar    menentukan      mahal    tidaknya pembangunan jalan. Kekuatan tanah tersebut menentukan tebal tipisnya lapisan perkerasan. Semakin tebal lapisan perkerasan akan semakin baik untuk meningkatkan   kekuatan tanah, namun juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang baik,  dalam  menentukan  tebal  perkerasan  yang   sesuai  dengan  kondisi  tanah  agar   tidak boros  biaya,  tetapi  tetap  memperhatikan     kualitas  jalan.  Tindakan  mitigasi  dari  risiko dominan    yang     sering    terjadi    yaitu    risiko    biaya    untuk    penyelidikan    tanah    strategi penangannya    dengan    memasukkan    biaya    penyelidikan    tanah     dalam     biaya    konsultan perencanaan     pembangunan    jalan.  Jika  perencanaan    yang  telah  dirancang  tidak  akurat sebaiknya pelaksanaan pekerjaan dihindari. Secara keseluruhan tindakan mitigasi yang dilakukan  adalah   dengan   menghindari  risiko (risk avoidance)  yang terjadi  yaitu meliputi perubahan    rencana     manajemen    proyek  untuk  mengurangi    ancaman    "“  ancaman    yang diakibatkan   oleh risiko "“ risiko yang buruk, untuk mengasingkan  tujuan awal proyek dari dampak risiko.  Kata Kunci: Tanah Gambut, Risiko, Mitigasi
ARAHAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERBASIS KESESUAIAN LAHAN BAGI KESEIMBANGAN EKOLOGIS DI KOTA SEKADAU Nurpatria, Ifan; Zain, Zairin
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.06 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.6169

Abstract

Pola permukiman di Kota Sekadau telah menunjukkan adanya perkembangan yang menyebar dan kurang terkendali. Tingkat perkembangan permukiman yang tidak terkendali dan tidak sesuai dengan fungsi lahan akan mengakibatkan dampak negatif yang menimbulkan kerugian jangka panjang seperti bencana alam. Diperlukan suatu analisis untuk menghasilkan arahan bagi pengembangan permukiman yang berbasis kesesuaian lahan dengan keseimbangan ekologis di Kota Sekadau. Evaluasi juga diperlukan terhadap perkembangan penggunaan lahan permukiman dan rencana pengembangan permukiman berdasarkan RDTRK/RUTRK Sekadau sehingga terjadi keselarasan dengan lingkungan. Hasil analisis arahan pengembangan permukiman menunjukkan bahwa wilayah Kota Sekadau terdiri atas 67,94 % zona sesuai permukiman, 15,43 % zona agak sesuai permukiman, zona budidaya nonpermukiman sebesar 15,13 % dan zona lindung seluas 1,5 %. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perkembangan permukiman existing Kota Sekadau belum selaras dengan arahan pengembangan hasil analisis. Hanya 59,16 % permukiman existing yang sudah berada pada zona permukiman. Kesesuaian lahan untuk permukiman terhadap zona pengembangan permukiman RDTRK/RUTRK Sekadau menunjukkan keselarasan yang cukup baik dengan zona pengembangan permukiman 74,42 % sudah sesuai. Perlu dilakukan perbaikan terhadap RDTRK/RUTRK Sekadau dalam rangka mencapai keseimbangan ekologis dalam penataan ruang serta arahan pengembangan permukiman di Kota Sekadau. Kata-kata kunci: arahan pengembangan permukiman, kesesuaian lahan, keseimbangan ekologis
PERBANDINGAN PENINGKATAN KINERJA KONDISI JALAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TERHADAP STRATEGI PENGGUNAAN ANGGARAN Andjioe, Y. Triadhi
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.216 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.13890

Abstract

Setiap tahun akan ada evaluasi terhadap kinerja jalan, baik itu Jalan Nasional, Jalan Provinsi maupun Jalan Kabupaten/Kota. Salah satu kinerja yang dievaluasi adalah kondisi mantap jalan yang dinyatakan dalam persentase yang merupakan kumulatif kondisi baik dan kondisi sedang terhadap panjang jalan. Kondisi mantap jalan 100% menyatakan bahwa seluruh panjang jalan tersebut dalam kondisi baik dan sedang, tidak ada lagi jalan dalam kondisi rusak dan rusak berat. Untuk mengatasi jumlah kerusakan jalan yang besar dengan anggaran yang terbatas pada setiap daerah, maka instansi teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum harus mempunyai analisis yang jelas untuk membagi anggaran yang terbatas tersebut dalam program pembangunan/peningkatan jalan dan program pemeliharaan jalan. Pernyataan bahwa alokasi anggaran yang besar dalam program pembangunan/peningkatan jalan selalu akan memberi peningkatan yang signifikan terhadap kondisi mantap jalan tidak terbukti dalam penelitian ini. Begitu juga sebaliknya, mengalokasikan anggaran yang besar pada program pemeliharaan jalan tidak selalu memberi korelasi yang positif terhadap peningkatan kinerja kondisi mantap jalan. Harus selalu dianalisis hubungan yang signifikan dalam mengalokasikan jumlah anggaran untuk peningkatan kinerja kondisi mantap jalan.   Pembagian yang berimbang antara program pembangunan/peningkatan jalan dan program pemeliharaan jalan akan lebih baik dalam mengalokasikan dana. Hasil analisis tulisan ini mendapatkan model yang signifikan dalam mengalokasikan jumlah anggaran penanganan jalan terhadap peningkatan kinerja kondisi mantap jalan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu: Y = 49,8083 + 1,6382.10-7 X  dimana variabel terikat Y merupakan kinerja kondisi mantap jalan dalam persentase dan variabel bebas X merupakan jumlah anggaran penanganan jalan. Kata-kata kunci: kinerja kondisi mantap jalan, signifikan dan korelasi
KAJIAN SISTEM PELAYANAN AIR BERSIH PDAM (STUDI KASUS DI PDAM ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI) Kamrul, Ahmad Taufik
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.932 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.25442

Abstract

Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kecamatan Ella Hilir merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada bertambahnya kebutuhan akan air bersih, sehingga mendorong pemerintah untuk mencari sumber-sumber air bersih yang ada dengan pemanfaatan serta pengelolaan sumber-sumber air yang telah ada.PDAM Kecamatan Ella Hilir dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pelanggan PDAM. Hal ini terlihat dari keluhan-keluhan masyarakat atau pelanggan tentang semakin sulit mendapatkan air bersih. Pasokan air tidak dalam 24 jam sehingga aliran air berlangsung secara tidak kontinyu (tidak dapat mengalir penuh sepanjang hari atau   24 jam) dan jam-jam pengaliran air sering tidak menentu sehingga sangat merugikan pelanggan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan kajian tentang sistem pelayanan air bersih PDAM, khususnya di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan gambarandan meninjau langsung ke lokasi yang akan dijadikan objek penelitian yaitu masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM Kecamatan Ella Hilir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkan kepada pelanggan PDAM di Kecamatan Ella Hilir dan data sekunder berupa data operasional dari PDAM Kecamatan Ella Hilir. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif denga menggunakan uji statistik. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan pelayanan terhadap pelayanan jaringan PDAM di Kecamatan Ella Hilir untuk jaringan pelayanan, variabel kuantitas air bersih menjadi prioritas masyarakat dalam hubungannya dengan pelayanan jaringan air bersih, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata variabel pemenuhan kebutuhan air bersih sebesar 3,09 satuan. Variabel yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan dari PDAM Kecamatan Ella Hilir adalah mengenai debit kebutuhan air bersih. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata debit kebutuhan air bersih sebesar 2,49 satuan. Langkah-langkah peningkatan kapasitas air bersih sebaiknya dilakukan secara bertahap dan sistematis agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu : mempermudah monitoring maka pada pengembangan perencanaan   masa datang haruslah memperhatikan zona/blok pelayanan kebutuhan air, dengan menambah jumlah boster pada setiap blok pelayanan dilengkapi dengan reservoar distribusi, pola pengembangan yang direncanakan kedepan haruslah berorientasi terhadap kebutuhan yang ada. Berdasarkan atas pola pengembangan perkotaan dan pola perkembangan penduduk dan dilakukan peningkatan terhadap Jaringan air bersih di Kecamatan Ella Hilir yang dilakukan meliputi kuantitas/ketersediaan air PDAM. Kinerja pelayanan jaringan air bersih yang dilakukan oleh PDAM tergantung dari besar tekanan air yang ada di boster.  Kata Kunci : Evaluasi Pelayanan, Kepuasan Pelanggan dan Air Bersih PDAM
KESEIMBANGAN AIR DI KECAMATAN TELUK PAKEDAI, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Swastiastuti, Amdalia Sri; Mulki, Gusti Zulkifli; Yuniarti, Erni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.073 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1353

Abstract

Abstrak Daya dukung air suatu wilayah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi sektor utama sebagai mata pencaharian masyarakat Kecamatan Teluk Pakedai yang didukung dengan curah hujan yang relatif tinggi, sehingga apabila terjadi musim kemarau dengan minimnya curah hujan pada periode tertentu dapat menyebabkan ancaman gagal panen pada pertanian dan perkebunan serta kebutuhan air untuk penduduk tidak tercukupi, sehingga perlu diketahui keseimbangan air di Kecamatan Teluk Pakedai pada saat tahun kering. Penelitian ini menganalisis evapotranspirasi potensial dengan rumus Penman modifikasi FAO, analisis tahun kering dengan metode CDR dan analisis neraca air dari sektor pertanian, perkebunan dan pemukiman. Berdasarkan hasil penelitian neraca air untuk pertanian pada tahun kering menunjukkan keseimbangan air untuk pertanian di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya akan selalu terjadi defisit atau kekurangan air pada masa awal tanam. Neraca air untuk perkebunan kelapa sawit pada tahun kering cukup seimbang. Neraca air untuk pemukiman bergantung pada kapasitas tampung dari tiap rumah penduduk. Kata-kata kunci: keseimbangan air, neraca air, Teluk Pakedai

Page 11 of 59 | Total Record : 588


Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue