cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
KAJIAN KERUSAKANJARINGAN RAWA PASANG SURUT Supriadi, Erwin; Nurhayati, -; Widodo, Slamet; Marsudi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.177 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24393

Abstract

Pengelolaan jaringanrawapasangsuruthal prinsip yang menjadi dasar adalah keseimbangan antara upaya konservasi dan pendayagunaan rawa pasang surut dengan memperhatikan daya rusak air di daerah rawa pasang surut. Tujuan utama dari pengelolaan rawa pasang surut adalah untuk melestarikan rawa pasang surut sebagai sumber air dan meningkatkan kemanfaatannya untuk mendukung kegiatan sosial, ekonomi, budaya, dan pengembangan wilayah. Instrumen yang berperan dalam jaringan rawapasangsurut adalah bangunan air (pintu air), saluranprimer,saluran sekunder dan salurantersier. Wilayah penelitian dilakukan di Sekunder A kanandanSekunder B kananDesaRasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya,memiliki luas sekitar 869 ha. Berdasarkan analisa pedoman penilaian kinerja jaringan reklamasi rawa hasil kinerja jaringan untuk jaringan TR 3, TR 5, TR7 memiliki kinerja baik perlu pemeliharaan rutin untuk Primer arah Rasau Jaya, Primer arah Tanjung Wangi, Sekunder A kanan, Sekunder B kanan, TR 1, TR 9, TR 11, TR 13, TR 15, TR 17, TR 19, TR 21, TR 23, TR 25, TR 27, TR 29, TR 31, TR 33, TR 35, TR 37, TR 39, TR 41, TR 43, TR 45, TR 47 memiliki kinerja sedang dan perlu pemeliharaan berkala sedangkan TR 49 memiliki kinerja buruk sehingga perlu dilakuan rehabilitasi, berdasarkan hasil kinerja secara umum disimpulkan jaringan rawa desa Rasau Jaya II masih berfungsi guna menunjang sektor pertanian dan sektor lainnya di Desa Rasau Jaya II
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DESA WISATA DI DESA MERAGUN KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU KALIMANTAN BARAT Suryani, Agatha; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.238 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.25639

Abstract

Desa wisata  adalah suatu bentuk  integrasi  antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Pengembangan infrastruktur desa wisata merupakan upaya menata ruang wilayah yang berkelanjutan dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan binaan dan lingkungan alamiah, serta melindungi fungsi ruang agar tetap nyaman dan lestari bagi masyarakatnya. Infrastruktur yang menjadi pokok bahasan penelitian adalah kebutuhan infrastruktur Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman dan fasilitas pendukung wisata lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi berbagai potensi wisata di Desa Meragun, mengidentifikasi keterlibatan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan Desa Wisata sehingga dihasilkan perencanaan pengelolaan Desa Meragun sebagai kawasan Desa Wisata, dan untuk mengetahui infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengembangan Desa Meragun sebagai Desa Wisata. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu sebuah metode penulisan yang menjelaskan atau menerangkan suatu peristiwa. Setelah data terkumpul dan disusun kemudian diklasifikasikan dan dianalisa berdasarkan teori-teori atau standar-standar yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telah teridentifikasi berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa Meragun yang dapat dikembangkan sebagai kawasan daya tarik wisata, telah teridentifikasi keterlibatan Pemerintah Daerah dan upaya optimalisasi dukungan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan Desa Wisata di Desa Meragun, dan tersusunnya perencanaan pengelolaan Desa Meragun sebagai kawasan Desa Wisata dengan menggunakan analisa SWOT serta tersusunnya arahan pengembangan sarana prasarana/infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan Desa Meragun sebagai Desa Wisata.  Kata Kunci : Desa Wisata, Keterlibatan Stakeholders, dan Pengembangan Infrastruktur
KONSEP ARAHAN PENATAAN DAN PENGEMBANGAN PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK ., Irwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.616 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.7514

Abstract

Pasar Flamboyan adalah salah satu pasar tradisional yang terbesar di Kota Pontianak yang sangat berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari. Sudah tentu daya tarik pasar ini sangat kuat bagi masyarakat untuk datang berbelanja. Namun dalam rentang waktu lebih dari 20 tahun, banyak fasilitas infrastruktur pasar ini sudah tidak layak lagi untuk digunakan, sehingga pasar ini memberikan kesan kumuh, kotor, bau bagi kawasan sekitarnya. Pemerintah Daerah beserta masyarakat Pontianak menginginkan adanya perbaikan infrastruktur pasar ini dengan menata kembali kawasan pasar Flamboyan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memilki daya tarik yang kuat bagi kawasan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan masyarakat mengenai penataan dan pengembangan pasar Flamboyan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada beberapa responden. Dari data responden diharapkan dapat menghasilkan sebuah masukan berupa persepsi dan preferensi masyarakat mengenai kondisi pasar Flamboyan. Kemudian data dianalisis dengan cara memberikan penilaian terhadap komponen yang ada berdasarkan indikator dan kriteria serta penilaian melalui observasi langung ke lapangan mengenai kondisi pasar dengan melakukan studi pustaka dari beberapa buku, makalah dan jurnal ilmiah yang membahas mengenai masalah penataan pasar tradisional. Diharapkan dari hasil studi ini dapat memberikan rekomendasi dan saran serta masukan kepada Pemerintah Daerah untuk merencanakan penataan kembali infrastruktur kawasan pasar Flamboyan sehingga menjadi lebih baik. Dengan demikian, pasar Flamboyan dapat memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk datang berbelanja dengan aman dan nyaman sehingga mampu bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya yang ada di Kota Pontianak Kata-kata kunci: pasar, pasar tradisional, pasar Flamboyan, penataan pasar tradisional, pasar Pontianak
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PADA REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI KABUPATEN BENGKAYANG (STUDI KASUS DAERAH IRIGASI KETIAT B) Savitri, Endang; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.003 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.26008

Abstract

Kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi untuk mencapai sasaran nasional rehabilitasi irigasi 3juta ha dan pembangunan irigasi 1juta ha dalam mendukung   pemenuhan   Kedaulatan  Pangan  merupakan  salah  satu  program kegiatan yang dilaksanakan pemerintah untuk mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat seperti yang diamanatkan dalam UU No11 tahun 1974 tentang pegairan. Dikewenangan Kewenangan Kabupaten Bengkayang terdiri dari 71 DI dengan jumlah total 10.945Hadan6 DR dengan jumlah total 873,13 Ha.Kondisi jaringan irigasi dengan rusak berat sebesar 1.136Ha,rusak sedang 1.422,8 5Ha,rusak ringan 218,90 Ha dan kondisi baik sebesar 8.167,25 Ha.Alih fungsi lahan juga menjadi penyebab berkurangnya areal potensial tanam.Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkayang, pada tahun 2015 telah mengalokasikan dana sebesar Rp6.328.370.000,00 untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi atau sebesar16% dari total biaya yang diperlukan untuk menangani seluruh jaringan irigasi yang masuk dalam kategori rusak. Pemerintah Kabupaten Bengkayang memiliki keterbatasan keuangan untuk merehabilitasi jaringan irigasi,sehingga diperlukan suatu kebijakan dari stakeholder terkait dalam menentukan skala prioritas penanganan tersebut dengan suatu  pendekatan  yang  menggunakan   analisa  yang  dapat  mengintegrasikan b
KAJIAN DESAIN PROTOTIPE KANTOR KELURAHAN DI KOTPONTIANAK SESUAI PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN PEMERINTAH Wardani, Uray; Ph.D, Ir. Elvira , MT.,; MT, Ir. M. Indrayadi,; MT, Ir. Budiman Arpan,
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.504 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.15674

Abstract

Kajian ini merupakan studi model baku mengenai kebutuhan ruang dan kapasitas ruang kantor kelurahan sesuai persyaratan teknis bangunan pemerintah. Persyaratan tersebut adalah ketentuan tata bangunan, struktur, bahan, dan utilitas menurut PERMEN PU 45 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan mengumpulkan data berupa luas wilayah, jumlah dan pertumbuhan penduduk tiap kelurahan untuk klasifikasi dan menentukan sampel, data standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kelurahan, data pegawai dan pengunjung, serta data teknis bangunan. Sampel ditentukan dari klalsifikasi dua puluh sembilan kantor kelurahan dalam tiga tipe yaitu Tipe A (besar), Tipe B (sedang), dan Tipe C (kecil). Selanjutnya menganalisa profil data umum dan teknis untuk melihat perbandingan data dan kesesuaianya terhadap Persyaratan Teknis. Tahapan berikutnya adalah analisa identifikasi ruang dan kapasitas minimum ruang kantor kelurahan menurut SOP dan aktivitas pelayanannya. Analisa ini fokus pada kapasitas untuk jumlah pegawai, ruang tunggu, gudang beras miskin (raskin), dan ruang aula. Analisa ini menjadi dasar untuk persyaratan tata bangunan seperti luas bangunan minimum, jarak, jumlah lantai, koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien dasar hijau (KDH), hingga luas lahan minimum, dan perhitungan luas minimum juga menjadi dasar untuk perkiraan kebutuhan utilitas kelurahan. Hasil perbandingan data umum ditemukan kesenjangan antara luas wilayah dan penduduk terhadap jumlah pegawai kelurahan sehingga ada rekomendasi tambahan staff di tiap tipe kelurahan, dan hasil analisa data teknis rata-rata tiap tipe kelurahan tidak sesuai Persyaratan Teknis Bangunan terutama pada tata bangunan dan utilitas bangunan. Maka dibuat tiga desain prototipe yang mewakili tipe klasifikasi kantor kelurahan sesuai Persyaratan Teknis Bangunan Pemerintah. Kata-kata kunci: Prototipe, Kantor Kelurahan, dan Persyaratan Teknis Bangunan Pemerintah
EVALUASI SIRKULASI TERMINAL ANGKUTAN LINTAS BATAS NEGARA DI SINGKAWANG Anom, Antonius Haryo Pungkas; Widodo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.661 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.33290

Abstract

Sistem transportasi antarmoda/multimoda secara internasional dapat dilayani oleh angkutan darat yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Serawak (Malaysia). Pengembangan jaringan prasarana yang diarahkan pengembangannya salah satunya adalah Terminal Angkutan Penumpang tipe A di Kota Singkawang yang akan melayani transportasi darat penumpang antar lintas batas negara yaitu trayek Singkawang "“ Kuching (Sarawak, Malaysia), AKDP dan Angkutan Perkotaan/Oplet. Tujuan penelitian ini untuk mempersiapkan strategi analisis perencanaan layout dan sistem sirkulasi pergerakan di Terminal ALBN di Kota Singkawang. Sistem sirkulasi pergerakan di dalam Terminal ALBN perlu dievaluasi karena dengan menggunakan analisis konflik sirkulasi pergerakan di dalam siteplan eksisting ditemukan 17 titik konflik. Sedangkan dengan mengevaluasi pengaturan sirkulasi pergerakan bisa diminimalkan menjadi 13 titik konflik.Kata kunci : Sistem Transportasi, Pemadu Moda, Sistem Sirkulasi, Konflik Sirkulasi
KAJIAN PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN (STUDI KASUS DAERAH PENGALIRAN PARIT TOKAYA) Andri, -; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.25513

Abstract

Sistem drainase pada daerah pengaliran Parit Tokaya masih merupakan sistem saluran terbuka yang hanya mengandalkan tampungan sementara pada saluran dan mengalirkannya secara grafitasi. Upaya yang telah dilakukan pemerintah Kota Pontianak sejauh ini masih belum mampu menuntaskan permasalahan genangan banjir, untuk itu perlu dilakukan kajian untuk penanganan dan pengelolaan sistem drainase perkotaan. Permasalahan yang dihadapi pada sistem drainase daerah pengaliran Parit Tokaya diantaranya adalah kapasitas tampung pada saluran yang sangat kecil, daya hantar yang lemah akibat kemiringan saluran yang landai dan hambatan aliran yang besar, daerah pengaliran Parit Tokaya merupakan dataran banjir Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang dipengaruhi oleh pasang surut sehingga menggenangi sebagian lahan dan mempengaruhi aliran pada sebagian saluran drainase, hambatan aliran pada sebagian saluran cukup besar karena kondisi fisik saluran sendiri, tingkat sedimentasi berupa ketebalan endapan lumpur dan banyaknya sampah terdapat pada saluran yang sangat tinggi. Penanganan banjir untuk daerah pengaliran Parit Tokaya dapat digolongkan dalam tiga bagian yaitu, konveksi adalah memelihara dan meningkatkan daya hantar saluran dengan mengurangi hambatan aliran berupa pelebaran dan kedalaman saluran, retensi dan konservasi dilakukan dengan mengurangi limpasan permukaan dengan memelihara kawasan daerah pengaliran Parit Tokaya yang sebagian besar masih berupa material tanah gambut, dispersi aliran dan interkoneksi jaringan dilakukan dengan membagi beban aliran, memecah konsentrasi aliran dengan pembangunan sekat aliran, interkoneksi, perubahan dan rekayasa arah aliran.  Kata kunci : drainase, Parit Tokaya, genangan banjir, sedimentasi, sampah, dimensi saluran, konveksi, retensi, konservasi, dispersi, interkoneksi.
KAJIAN POLA TANAM PADA LAHAN GAMBUT KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA ., Karnadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.43 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1521

Abstract

AbstrakDaerah Desa Limbung merupakan salah satudaerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut yang terletak di KecamatanSungai Raya Kabupaten Kubu Raya yang saat ini sebagian besar belum dikembangkandan dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. Hal ini menyebabkan masih rendahnyapendapatan penduduk dalam memproduksi hasil pertaniannya. Untuk itu, setelahdilakukan perbaikan dalam hal pola tanam, yakni dalam pemilihan jenis tanamandan jadwal penanaman yang tepat diharapkan dapat meningkatkan produksi hasilpertanian dan meningkatkan kesejahteraan hidup para petani Kecamatan SungaiRaya Kabupaten Kubu Raya, khususnya untuk Desa Limbung. Dalam penelitian ini,untuk menganalisi permasalahan yang ada diperlukan data primer dan datasekunder. Data primer meliputi data pergerakan pasang surut di lapangan selama27 jam dan data pola tanam yang biasa dilakukan oleh petani Desa Limbung. Untukdata sekunder meliputi data hidrologi dan klimatologi serta data pergerakanpasang surut. Analisis yang akan dilakukan meliputi analisis hidrometri, analisishidrologi, analisis pola tanam dan analisis pengelolaan air. Hasil akhirdidapat bahwa untuk daerah Desa Limbung masih dipengaruhi adanya pasang surutair laut dengan ketinggian spring tide 181,00 cm dan neap tide51,00 cm. Dari analisis kebutuhan air tanaman dengan beberapa alternatif polatanam, didapat pola tanam yang paling baik dengan kebutuhan air tanaman per haripaling terkecil adalah pola tanam Jagung Jagung Jagung dengan kebutuhan airsebesar 4,37 mm/hari dan pola tanam Padi Padi Padi dengan kebutuhan airsebesar 4,58 mm/hari. Berdasarkan zona pengelolaan air yang ada di daerah DesaLimbung dapat dibedakan dua zona pengelolaan air yaitu ZPA I (tanamanperkebunan) dan ZPA VIII (tanaman padi tadah hujan). Sumber air untuk memenuhikebutuhan air tanaman berasal dari saluran tersier yang terdapat di arealpertanian.Kata-kata kunci: pasangsurut, pola tanam, kebutuhan air tanaman
SATUAN GENETIKA WILAYAH DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PERENCANAAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DI KABUPATEN LANDAK Tiro, Jimmi
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.073 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.10899

Abstract

Pengembangan infrastruktur pada Kabupaten Landak sangat tergantung pada karakteristik yang ada pada wilayah tersebut, secara garis besar karakteristik merupakan manifestasi dari potensi dan kendala wilayah yang bersangkutan. Potensi dan kendala wilayah secara genesis terbentuk melalui suatu proses geologi yang panjang, dengan pemetaan yang komprehensif terhadap potensi dan kendala wilayah maka dapat dilakukan pemilihan jenis-jenis infrastruktur yang sesuai dengan kemampuan bertumbuh masing-masing wilayah di Kabupaten Landak. Kemampuan bertumbuh suatu wilayah sangat tergantung pada karakteristik yang ada pada wilayah tersebut, dengan mengetahui karakteristik wilayah Kabupaten Landak maka dalam perencanaan infrastruktur wilayah dapat dilakukan secara terukur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alur pikir deduktif untuk mendapatkan kawasan prioritas serta kesesuaian jenis infrastruktur di Kabupaten Landak. Dengan memanfaatkan Geographic Information Systems (GIS) dilakukan analisa spasial terhadap faktor-faktor pendukung Satuan Genetika Wilayah (SGW) guna memperoleh karakteristik wilayah Kabupaten Landak. Penentuan kawasan prioritas dilakukan dengan menggunakan analisis matriks valuasi holistik dan analitycal hierarchy process (AHP), selanjutnya analisa daya dukung fisik wilayah serta analisa kerentanan bencana dilakukan guna penentuan kesesuaian jenis infrastruktur. Analisa zonasi kestabilan dilakukan untuk mengetahui potensi pengembangan wilayah terkait dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Landak.   Kata-kata kunci:Kebutuhan tanah, Kawasan Prioritas, Karakteristik, Infrastruktur, Daya Dukung,AHP
KAJIAN PENGUKURAN KINERJA PELAYANAN AIR BERSIH PDAM BERDASARKAN KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus di Kota Pontianak) Hartono, Adrianus
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.952 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.29863

Abstract

Kebutuhan ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kualitas hidupnya yang mengalami peningkatan serta kegiatan perkotaan yang juga berkembang pesat. Sistem penyediaan air bersih merupakan salah satu komponen prasarana kota. Prasarana kota memegang peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu kota, karena prasarana dapat memberi dampak terhadap peningkatan taraf dan mutu kehidupan masyarakat, pola pertumbuhan dan prospek perkembangan ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengukuran kinerja pelayanan air bersih pdam berdasarkan kepuasan pelanggan.     Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan gambaran dan meninjau langsung ke lokasi yang akan dijadikan objek penelitian yaitu masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkan kepada pelanggan PDAM di Kota Pontianak dan data sekunder berupa data operasional dari PDAM Kota Pontianak. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif dengan menggunakan uji statistik. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian bahwa Tingkat kepuasan pelayanan terhadap pelayanan jaringan PDAM di Kota Pontianak untuk jaringan pelayanan air bersih berupa kualitas air bersih menjadi prioritas masyarakat dalam hubungannya dengan pelayanan jaringan air bersih, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata variabel kualitas air berih sebesar 88,13. Sedangkan variabel yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan dari PDAM kota Pontianak adalah mengenai perlengkapan Fasilitas Air Bersih. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata variabel perlengkapan fasilitas air bersih sebesar 76,81.

Page 6 of 57 | Total Record : 565


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue